Category Archives: Tanya – Jawab

1168. Bagaimana I’tikaf Yang Sesuai Sunnah Di Masjidil Haram ?

1168. BBG Al Ilmu – 441

Tanya:
Kalau itikaf ssesuai contoh rasul seperti apa.ya? Khususnya di masjidil harom. Apakah boleh keluar untuk misalkan wudhu, buang air besar/kecil atau ke hotel untuk makan ganti pakaian atau mandi ?

Jawab:
Ust. Muhammad Wasitho, حفظه الله تعالى

Bismillah. I’tikaf yang sesuai sunnah ialah menetap atau berdiam diri di dalam masjid dengan niat bertaqorrub kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan ibadah-ibadah yang wajib maupun yang sunnah.

Dan salah satu tujuan utama beri’tikaf di 10 hari terakhir dari bulan Romadhon selain mencari ridho Allah Ta’ala, juga dalam rangka meraih berkah dan kemuliaan suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qodar.

Seorang muslim atau muslimah yang sedang beri’tikaf tidak boleh keluar dari masjid kecuali untuk Hal-hal yang bersifat hajat dan darurat, seperti wudhu, mandi, ganti pakaian, makan sahur dan buka puasa baik di restoran maupun di Hotel, berobat, buang Hajat, dan selainnya.

Adapun keluar dari masjid selama dalam masa I’tikaf untuk jalan-jalan, shoping atau, internetan dan bbm-an di hotel sekedar baca berita atau hiburan, maka hukumnya DILARANG KERAS karena bisa membatalkan ibadah I’tikafnya.

Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1167. Penarikan Zakat Fitrah Dalam Bentuk Uang Di Sekolah

1167. BBG Al Ilmu – 133

Tanya:
Zakat fitrah di sekolah pada umumnya ditarik sumbangan berupa uang daripada makanan pokok. Bagaimana ini hukumnya ? Dan bagaimanakah zakat fitrah yang sebaiknya?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jikalau uang yang ditarik akan dibeli kan beras maka ini tidak mengapa, sekedar tehnis, akan tetapi jikalau di bagi kan kepada fakir miskin dalam wujud uang, maka ini kurang tepat, menyelisihi sunnah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hendaknya memberikan zakat dari beras yang menjadi makan pokok warga negara kita.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1166. Bila Imam Terbiasa Salah Baca Surat, Apakah Sholat Kita Sah ?

1166. BBG Al Ilmu

Bagaimana hukumnya jika kita sholat berjamaah dan imam rowatibnya salah dalam membaca surat di dalam sholat dengan sengaja karena sudah terbiasa dengan kesalahan-kesalahan dalam membaca surat-suratnya ? Apakah kita wajib mengulang sholat kita atau bagaimana ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jika terjadi kesalahan dan kekurangan maka imam yang menanggung dosa salahnya, sedangkan makmum tidak berdosa. Dan tidak perlu mengulang kembali sholat nya. Karena bacaan surat hukum nya sunnah. Bukan rukun ataupun syarat sah sholat. Meskipun demikian tetap agar membenarkan bacaan yang salah, baik di dalam sholat maupun di luar sholat. Bisa mengajarkan kepada nya ilmu tajwid.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1165. Bolehkah 3 Niat Dalam Satu Waktu ?

1165. BBG Al Ilmu – 461

Tanya:
Bolehkah 3 niat 1 waktu (dari terbit fajar sampai terbit matahari), misal:
1. Mengerjakan 2 rokaat fajar, sholat subuh berjamaah di masjid, lalu dzikir setelah sholat, dzikir pagi, lalu dzikir membaca alquran sampai terbit matahari, setelah -/+15 menit sholat duha.

2. Membaca surat al kahfi di hari jumat.

3. Memperbanyak membaca alquran di bulan ramadan.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Niat tempat nya di dalam lubuk hati, maka bisa meniatkan banyak niat dalam sekejap, maka tatkala ia keluar rumah menuju masjid ia bisa dan boleh meniatkan rencana rencana tersebut, sunnah fajar, subuh, sunnah dhuha, dzikir, tatkala pulang mampir menjenguk orang sakit, sedekah dll.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1164. Puasa Dan Sakit Berkepanjangan

1164. BBG Al Ilmu – 173

Tanya:
Di Ramadhon ini sudah 2 minggu Ayah saya masih di rawat di Rumah Sakit dan TIDAK PUASA. Saya berniat untuk membayar FIDYAH, bagaimana aturan; besaran dan sunnahnya.

Jawab:
Ustadz M. Wasitho, حفظه الله تعالى

Bismillah. Berkaitan dengan hukum orang sakit yang tidak mampu berpuasa di Bulan Romadhon, maka para ulama memberikan penjelasan secara terperinci, yaitu sebagai berikut:

1. Jika sakitnya masih diharapkan kesembuhannya, dan orang tersebut masih sanggup untuk meng-Qodho’ (bayar utang) puasa, maka kewajiban orang sakit tersebut setelah ia sembuh dari sakitnya adalah Qodho’ Puasa sejumlah hari yang ia tinggalkan puasanya.

2. Jika sakitnya menahun dan berkepanjangan, atau sudah tidak diharapkan kesembuhannya menurut tim medis, maka orang sakit tersebut atau keluarganya berkewajiban membayarkan Fidyah kepada orang-orang fakir dan miskin sejumlah hari-hari yang ia tidak puasa padanya.

* Adapun jumlah Fidyah puasa ialah setengah Sho’ atau setara dengan 1,5 kg makanan pokok (beras, gandum, dsb.) untuk setiap harinya.

* Jika ia tidak puasa selama sebulan atau 30 hari, maka jumlah Fidyah yang harus dibayarkan ialah:

30 hari X 1,5 kg = 45 Kg.

* Cara Bayar Fidyah: Boleh diberikan kepada satu orang miskin, dan boleh juga diberikan ke beberapa orang miskin. Boleh dibayarkan setiap hari dan boleh juga dibayarkan satu kali untuk 30 hari ia tidak puasa.

* Jangan lupa, agar ibadahnya Sah, hendaknya menetapkan NIAT bayar Fidyah di dalam hatinya ketika membayarkannya ke orang fakir dan miskin.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1163. Shalat Tarawih Di Rumah

1163. BBG Al Ilmu – 393

Tanya:
Mohon penjelasan tentang sholat taraweh dirumah bersama keluarga (anak istri yang jadi makmumnya).

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Boleh melakukan sholat malam tarawih berjamaah bersama keluarga, sebagai mana dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beberapa kali mengerjakan sholat tarawih di masjid, kemudian meninggalkan nya, dan melakukan tarawih di rumah.

Boleh juga tatkala ikut tarawih dan witir berjama’ah bersama imam di masjid, kemudian sholat malam lagi bersama keluarga di rumah, dengan tidak melakukan witir.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1162. Adakah Zakat Atas Burung Yang Dipelihara ?

1162. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ada orang yang memelihara beberapa ekor burung di rumah mereka, apakah ada zakat yang harus dikeluarkan atas burung-burung ini ?

Jawab:
Orang-orang yang memelihara / beternak burung, jika mereka melakukan itu untuk memperjual-belikan burungnya, maka mereka terkena zakat. Karena burung-burung tersebut aset perdagangan. Yaitu, seseorang memperoleh penghasilan dari memperjual-belikannya.

Adapun jika burung-burung tersebut untuk dibudi-dayakan, atau untuk dimakan, atau hanya dijual jika jumlahnya terasa melebihi yang diperlukan, maka tidak terkena zakat. Karena zakat itu dikenai pada hewan hanya pada 3 jenis saja: jenis unta, jenis sapi dan jenis kambing. Dan tentunya dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan.

Sumber: Majmu’ Fatawa War Rasail Syaikh Ibnu Utsaimin, 18/54
والله أعلم بالصواب

Ref: http://muslim.or.id/fatwa-ulama/fatwa-ulama-ternak-burung-apakah-terkena-zakat-2.html

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1151. Menghindarkan Diri Dari Gangguan Jin

1151. BBG Al Ilmu – 461

Tanya:
Mau tanya mengenai kerasukan jin atau di ganggu jin. Bagaimana ciri-ciri orang kerasukan jin ? Dan bagaimana menjaga diri dari gangguan tersebut ?

Jawab:
Ustadz Rochmad Supriyadi, حفظه الله تعالى

Tanda kerasukan jin saya tidak tahu.karena jin tidak terlihat, dan dari sana kita tidak boleh su`udhon / buruk sangka kepada orang lain.

Jika untuk menjaga diri baik untuk kita pribadi dan yg lain maka rutin baca doa pagi dan petang, banyak baca Al Quran, terutama surat Al Baqarah, insya Allah akan di berikan perlindungan dari Allah Ta`ala.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1161. Medical Check-Up Namun Dokter Lawan Jenis

1161. BBG Al Ilmu

Tanya:
Jika saat medical check up (CPNS/POLRI/TNI) kita di haruskan membuka aurat untuk di ceck, padahal dokternya lain mahram itu hukumnya bagaimana ditambah pelaksanaannya saat bulan Ramadan.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Perkara itu jikalau sangat di butuhkan, dan dirasa darurat maka paling tidak berusaha untuk meminta dokter yang sama sejenis, hingga dosa dapat di minimalisir.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1160. Witir Bersama Imam Di Masjid Atau Sendiri Di Rumah ?

1160. BBG Al Ilmu

Tanya:
Mana yang lebih afdhal jika kita ikut witir berjamaah setelah Taraweh, atau kita laksanakan witir stelah Tahajjud disepertiga malam jelang shubuh baik sendiri di Rumah atau berjamaah di Masjid.

Jawab:
Ustadz Rochmad Supriyadi, حفظه الله تعالى

Paling utama adalah mengerjakan sholat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai witir, sebagai mana sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai maka di tulis kan bagi nya pahala semalam suntuk.”

Maka dengan ini hendaknya ia melakukan jama’ah bersama imam hingga selesai, dan jikalau hendak melakukan sholat malam di sepertiga malam di boleh kan, dengan catatan tidak menggulang witir, karena witir hanya di lakukan dalam satu malam sekali saja.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊