Dengan 3 Hal, Anda Adalah Raja

Ust. Syafiq Basalamah, hafizhahullah

Ukhti,

Ada tiga perkara, bila kau memilikinya, kau bagaikan Raja yang paling kaya didunia ini.

Pertama : Aman,

Perasaan aman yang meliputi jiwa & membalut hati, aman karena kau beriman & takut pada Ilahi, hingga Allah menjagamu

Ia merasa aman, karena ia tidak suka menyakiti tetangganya, temannya, orang2 islam, tidak suka mengadu domba, bahkan menjaga lisannya dengan baik maka jiwanya aman.

Bukan aman karena rumah dijaga oleh 4 satpam 5 anjing galak atau aman, karena pasang CCTV & alarm yang setiap saat bisa berbunyi,

Bukan itu, justru itu semua tanda2 jika kau tidak aman

Kedua : Afiah

Tubuhmu sehat wal’afiat

Tak penyakitan, tak ada pantangan, tak boleh ini, tak boleh itu, Padahal cari duit tuk makan ini & itu

Sekarang, tak boleh di gunakan tuk makan ini & itu

Ketiga: Memiliki makanan hari itu

Bukan brangkas yang berisi fulus

Bukan ATM yang penuh

Bukan tabungan yang cukup untuk 7 keturunan

Cukup memiliki makanan hari ini
Besok gimana?

Serahkan pada Allah

Yang tiada bisa diadakan, kalau Allah berkehendak & kita mau berusaha

Yang ada bisa hilang & musnah dalam sekejap mata

Maka yakinlah dengan apa yang berada disisi Allah dari pada dengan yang ada di tanganmu

Bila 3 hal itu kau miliki, kau adalah Raja.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بأسرها
“Siapa di antara kalian yang memasuki waktu pagi hari dalam keadaan aman pada dirinya, sehat jasmaninya & dia memiliki makanan pada hari itu, maka seolah olah dia diberi dunia dengan berbagai kenikmatannya.(HR Bukhari)

Subhanalllah…

Jagalah Allah, niscaya kau akan aman

Jagalah hubunganmu dengan hamba Allah

Niscaya hidupmu tentram

Sayangi tubuhmu dengan hidup sehat & olahraga teratur

Jangan menanti sakit
Berdoalah minta sehat pagi sore

Bunuh ambisimu mengejar dunia, semakin dikejar ia semakin jauh

Bersyukurlah dengan yang ada
Kebutuhanmu sebenarnya tak banyak, tapi nafsu yang selalu mendikte……..

Anda Kesepian ?

Sobat! Pernahkah anda merasakan kesepian? Tinggal seorang diri di suatu tempat tanpa seorang manusiapun yang menemanimu?

Sunyi dan sepi, akibatnya anda bosan, atau mungkin juga merasa aman dari pengawasan.

Namun sadarkah anda, atau lupakah anda bahwa sejatinya anda tidak sendiri, karena di sisi anda ada Malaikat yang setia menemani. Mengawasi dan mencatat setiap amalan anda.
مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Tidaklah dia mengucapkan satu ucapan melainkan di sisinya ada malaikat yang senantiasa mengawasi dan menghitung. ( Qaaf 16)
Sekecil apapun amalan anda, pastilah anda mendapatkan balasannya. Amal kebaikan dibalas dengan kebaikan dan amal dosa dibalas dengan siksa yang setimpal.
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Maka barang siapa mengerjakan amal kebaikan walau sebesar biji sawi, pastilah ia mendapatkan imbalannya.
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Dan demikian pula orang yang mengerjakan kejelekan walau sebesar biji sawi pasti pula ia mendapatkan balasannya.( Az Zalzalah 7-8)

Sobat!bila demikian, Adakah tempat yang benar-benar sunyi dan bebas dari pengawasan Allah?

 Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri

Tutupi Kekurangan

Syeikhul Islam ibnuTaimiyah -Rahimahullah- berkata:

“Apabila seorang hamba mendapati DIRINYA TIDAK BISA SEMPURNA dalam menunaikan hak-hak kekerabatan, keluarga, anak dan tetangga serta saudara-saudaranya maka TUTUPILAH DENGAN DO’A dan PERMOHONAN AMPUNAN untuk mereka”.

(Majmu’ Fatawa 11/698)

– – – – – •(*)•- – – – –

Renungan Untukmu Wahai Saudariku Muslimah Dan Umumnya Kaum Muslimin

Saudariku muslimah yang berbahagia diatas hidayah dan rahmat ALLAH Subhaanahu wa Ta’ala…cobalah sejenak kita merenungi dari sebuah hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم , agar kita bisa mengambil manfaat darinya…

Haditsnya yang diriwayatkan oleh Nu’man bin basyiir رضي الله عنه, ia berkata: saya mendengar Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :
“Sesungguhnya Penghuni Neraka yang paling ringan adzabnya nanti pada hari kiamat ialah seseorang yang diletakkan di tengah kedua telapak kakinya dua bara api, yang dengan sebab dari dua bara api tersebut otaknya mendidih, sebagaimana periuk yang mendidih dalam bejana besar yang dipanggang oleh api.
(Riwayat bukhary :6561, 6562)

Coba engkau perhatikan dan renungkan wahai saudariku khususnya dan umumnya kaum muslimin!!

Jika seperti ini azab YANG PALING RINGAN pada hari kiamat kelak, lalu bagaimana adzab bagi orang yang diancam
Oleh ALLAH dengan AZAB YANG SANGAT PEDIH!!

Renungkanlah wahai pelaku syirik!!
Renungkanlah wahai orang-orang yang terbiasa meninggalkan sholat!!!
Renungkanlah wahai muslimah yang masih menampakkan Auratmu dihadapkan laki-laki yang tidak halal bagimu!!!

Wahai saudariku muslimah…
Gunakanlah akal sehatmu…
Tanyakan hatimu yang paling dalam, dalam menentukan pilihan ini…

Apakah hanya demi penampilanmu yang indah, kecantikanmu yang menawan serta tubuhmu yang elok, lalu engkau rela menjual akhiratmu dan engkau siap menerima azab yang pediihh???
Hendaklah selalu engkau renungi wahai para pelaku maksiyat….
Sebelum engkau mengerjakan ma’siyat apakah engkau sanggup mencelupkan tanganmu ke dalam lilin yang dinyalakan apinyaa????

Semoga pelajaran kita yang singkat ini memberikan manfaat untuk saya pribadi dan untuk kaum muslimin yang mau mengambil pelajaran.

Akhirnya kita memohon kepada ALLAH agar diberikan rasa takut kepadaNYA baik dalam kita sendiri maupun dihadapan manusia.

Akhukum Ahmad ferry nasution

Hakekat Jalan Yang Lurus

Syeikhul Islam ibnu Taimiyah -Rahimahullah- berkata:

SHIRATULMUSTAQIM (jalan yang lurus) adalah seorang hamba BERAMAL dalam SETIAP WAKTU semua yang diperintahkan Allah pada waktu tersebut berupa ilmu dan amal dan tidak mengerjakan yang dilarang Allah.

(Majmu’ Fatawa 14/37).

Kisah-Kisah Lucu

Ada seorang A’rabiyun (org badui) yg kebiasaan mereka shalat berjamaah dimasjid bersama kaum muslimin. Kemudian suatu ketika badu’I ini shalat berjamaah dibelakang imam (yg secara kebetulan imam ini membaca surah AL-BAQARAH)& badui ini pun menjadi merasa berat dalam melaksankan shalatnya karna panjangnya surat albaqarah (ttpi tetap badui ini shalat sampai selesai).

Namun…

Suatu ketika si badui ttap datang kemasjid utk shalat berjamaah lagi, kemudian dia melihat ke arah imam & ia mendapati bahwa imam yg akan mengimaminya adalah imam yg waktu itu mengimaminya dgn membaca surah AL-BAQARAH (namun ttp ia ikut shalat bersamanya)

Dan shalatpun berlangsung, namun stlah imam membaca surah alfatihah imam melanjutkan dgn membaca surah lain & surah yg menjadi pilihan imam pada saat itu ialah membaca surah “AL-FIIL”…
(Namun apa yg terjadi) si badu’I ini justru membatalkan & keluar dari shalatnya….

#selesai ceritanya#

Ikhwan….

apakah antum tau penyebab badui itu keluar????

Badui trsbut keluar dari shalatnya, karena badu’I trsbut menyangka “BAHWA SURAT YG DIBACA IMAM SAAT ITU YA’NI SURAH AL-FIIL LEBIH PANJANG DARI PADA SURAH AL-BAQARAH!!”

Dan dia merasa trauma (takut lama lagi shalatnya),dan badu’I ini menyangka bahwa surah al-fiil ini lebih panjang krn ia berfikir….

Bahwa surah ALBAQARAH itu kan artinya SAPi BETINA (dia membayangkan besarnya sapi).

Dan yg dibaca imam saat ini adalah AL-FIIL artinya GAJAH..

Sehingga Badu’I ini menyangka…
Kalau imam yg dahulu saja membaca ALBAQARAH (sapi) panjang beneeer & sgt lama shalatnya…

Bagaimana skrng ia membaca surah AL-FiIL (Gajah) pasti akan lebih panjang & lama shalatnya…

Karena apa???
(Badui ini menyangka)
GAJAH dibanding dgn SAPI kan besaran GAJAH!!! (#tertawa geli)

Jadi pasti lebih lama shalatnya..

Jumlah ayat
Albaqarah: 286 ayat.
Al-Fiil : 5 ayat.

Menceritakan kpd kami,
Ust Abd Hakim abdat Hafidzahullah,
Ketika membahas/mensyarhkan kitab
Al-Mantsur minal Hikayat wa Sualat

Tj Menghadiri Walimatus Safar

472. BBG Al Ilmu – 311

Pertanyaan:
Bagaimana hukum menghadiri walimatus safar yang biasa dilakukan oleh calon haji yang akan berangkat haji ?

Jawaban:
Ust. Syafiq Riza Basalamah hafizhahullah

Kalau walimah setelah datang dari haji itu tidak mengapa, bahkan dimasukkan kepada amalan2 yang disyariatkan
أَنَّهُ لَمَّا قَدِمَ المَدِينَةَ نَحَرَ جَزُورًا أَوْ بَقَرَةً

“Ketika Nabi Shallallahu’alaihi
Wasallam datang ke Madinah, beliau menyembelih unta atau sapi betina” (HR. Bukhari no.2923 bab Ath Tha’am Indal
Qudum).

Adapaun ketika mau berangkat haji, kalau walimah itu dijadikan ajang mau berpamitan, dan tidak dijadikan kebiasaan yang terus menerus, insya-Allah tidak mengapa.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Jual Dan Beli Emas

471. BBG Al Ilmu – 3

Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya dengan bisnis jual beli emas ? Misalnya, kita membeli emas di suatu daerah lalu di jual di daerah yang lain yang harga jualnya lebih tinggi.

Jawaban:
Ust. MA Tuasikal Hafizhahullah

Dalam sistem Jual beli emas dipersyaratkan harus tunai, uang diserahkan dan seketika itu juga barang diberikan, tidak boleh ada yang tertunda. Jadi syarat ini harus dipenuhi.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Wajibkah Kita Bermadzhab

470. BBG Al Ilmu – 2

Pertanyaan:
Bisa minta di posting di group pambahasan tentang apakah kita harus bermahzab ?

Jawaban:
Pendapat yang tepat adalah Tidak Wajib bermadzhab, karena yang namanya kewajiban adalah jika diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah dan Rasul-Nya sama sekali tidak mewajibkan kepada seseorang untuk mengikuti salah satu madzhab tertentu untuk diikuti agamanya, namun yang diwajibkan adalah mengikuti petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.

Namun perlu diperhatikan bahwa pendapat di atas tidak berlaku secara mutlak. Sebenarnya tetap diperbolehkan mengikuti madzhab tertentu namun harus melihat pada maslahat dan mafsadat. Jika mengikuti madzhab tertentu membuat seseorang mendapatkan maslahat besar, maka pada saat ini boleh bermadzhab. Ada beberapa rambu yang harus diperhatikan ketika belajar pada madzhab tertentu:

Pertama:
Harus diyakini bahwa madzhab tersebut bukan dijadikan sarana kawan dan musuh sehingga bisa memecah belah persatuan kaum muslimin.

Kedua:
Tidak boleh seseorang meyakini bahwa setiap muslim wajib mengikuti imam tertentu dan tidak boleh mengikuti imam lainnya.

Ketiga:
Imam yang diikuti madzhabnya tersebut harus diyakini bahwa ia hanya diaati karena ia menyampaikan maksud dari agama dan syari’at Allah. Sedangkan yang mutlak ditaati adalah Allah dan Rasul-Nya.

Keempat:
Menjaga diri agar tidak terjatuh pada hal-hal yang terlarang sebagaimana yang dialami para pengikut madzhab di antaranya:
1. Fanatik buta dan memecah persatuan kaum muslimin.

2. Berpaling dari Al Qur’an dan As Sunnah karena yang diagungkan adalah perkataan imam madzhab.

3. Membela madzhab secara overdosis bahkan sampai menggunakan hadits-hadits dhoif agar orang lain mengikuti madzhabnya.

4. Mendudukkan imam madzhab sebagai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2986-wajibkah-kita-bermadzhab.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Hukum Orang Yang Tidak Pernah Mendengar Dakwah Islam

469. BBG Al Ilmu – 349

Pertanyaan:
Mohon penjelasan dari Surat Yunus, ayat 99…yang artinya : “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?”
Berkaitan ayat tersebut, bagaimana terhadap seseorang yang nenek moyangnya non- Islam dan belum mendapat hidayah untuk masuk Islam ?

Jawaban:
Ulama berbeda pendapat tentang hukum orang yang tidak memahami syariat semasa hidupnya di dunia, ketika dia dihisab di hari akhir.

Pendapat yang lebih kuat dalam hal ini, orang yang belum sampai kepadanya dakwah Islam, dia akan diuji oleh Allah dengan suatu perintah. Siapa yang sanggup taat pada perintah ini maka Allah akan selamatkan dia. Sebaliknya, jika dia enggan dan membangkang maka dia akan dicampakkan di neraka. Pendapat ini didukung beberapa dalil, diantaranya, Firman Allah Ta’ala:

“Aku tidak akan memberikan adzab, sampai Aku mengutus seorang rasul.” (QS. Al-Isra’: 15).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/status-orang-yang-tidak-pernah-mengenal-islam/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Menebar Cahaya Sunnah