Tj Status Musafir Bagi Mereka Yang Berlibur

269. BBG Al Ilmu – 43

Pertanyaan:
Minta penjelasan, apa bagi orang yang sengaja berlibur ke luar kota dengan tujuan hanya untuk liburan / mencari kesenangan alias refreshing, mendapat ruhshoh untuk tidak berpuasa Ramadhan karena status dia sebagai musafir ?

Jawaban:
Para ulama berselisih pendapat mengenai mana yang lebih utama bagi orang yang bersafar, puasa ataukah tidak. Pada dasarnya musafir ada tiga kondisi:
‫‫

‪Kondisi pertama‬‪:
Adalah jika berat untuk berpuasa atau sulit melakukan hal-hal yang baik ketika itu, maka lebih utama untuk tidak berpuasa.‬‬‬

Kondisi kedua:
Adalah jika tidak memberatkan untuk berpuasa dan tidak menyulitkan untuk melakukan berbagai hal kebaikan, maka pada saat ini lebih utama untuk berpuasa. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana beliau masih tetap berpuasa ketika safar.

‫‫Dari Abu Darda’, beliau berkata,‬‬
“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di beberapa safarnya pada hari yang cukup terik. Sehingga ketika itu orang-orang meletakkan tangannya di kepalanya karena cuaca yang begitu panas. Di antara kami tidak ada yang berpuasa. Hanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja dan Ibnu Rowahah yang berpuasa ketika itu.” (HR. Bukhari no. 1945 dan Muslim no. 1122)

Apabila tidak terlalu menyulitkan ketika safar, maka puasa itu lebih baik karena lebih cepat terlepasnya kewajiban. Begitu pula hal ini lebih mudah dilakukan karena berpuasa dengan orang banyak itu lebih menyenangkan daripada mengqodho’ puasa sendiri sedangkan orang-orang tidak berpuasa.

Kondisi ketiga:
Adalah jika berpuasa akan mendapati kesulitan yang berat bahkan dapat mengantarkan pada kematian, maka pada saat ini wajib tidak berpuasa dan diharamkan untuk berpuasa.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2658-puasanya-musafir.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Tidak Puasa Karena Sakit Gigi

268. BBG Al Ilmu – 21

Pertanyaan:
Assalammualaikum, ana mau bertanya ? Selama 4 hari ini, ana menahan sakit di karenakan ada pembengkakan di gigi bungsu ana..sudah minum obat selama 4 hari dari dokter umum, tapi belum menunjukkan perubahan, terus ana menemui dokter gigi untuk berobat lebih lanjut, singkat cerita, dokter  memeberikan ana antibiotik selama 3 hari dan menyuruh ana untuk tidak puasa dulu selama proses pemulihan karena takutnya terjadi masalah lebih serius andai di paksakan..ustad, dari sini, ana bertanya, apakah ana boleh tidak berpuasa untuk kasus ini?

Jawaban:
Ust. Ali Basuki Lc

Ketika sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa, sebagaimana firman Allah dalam surat al-baqarah: 185. Termasuk ketika sakit gigi yang disana telah ada arahan dari dokter untuk tidak berpuasa sejenak. Dan khusus perkara  ini pernah ditanyakan ke syaikh Muqbil sebagaiamana tersebut dikitab ijaabatussaail.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Meninggalkan Shalat Jum;at

267. BBG Al Ilmu – 289

Pertanyaan:
Assalamualaikum ustadz mau nanya, Jika seorang muslim sering meninggalkan sholat jum’at 1 bulan sekali di karenakan pekerjaan dan bagaiman jika yang 3 x berturut2 dalam sebulan karena pekerjaan ? Begitu juga dengan yang meninggalkan shalat jum’at karena malas apa hukumnya ? Syukron

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro Lc

Meninggalkan shalat jum’at termasuk dosa besar yang di sepelekan, seorang muslim wajib shalat jum’at. Mereka yang tidak ada kewajiban shalat jum’at:
– wanita,
– musafir,
– hamba sahaya,
– orang sakit.

Dalam keadaan tertentu karena darurat boleh tidak shalat jum’at, seperti:
– dokter yang sedang operasi dan waktunya terbentur shalat jum’at,
– orang yang menjaga keamanan,

Adapun mereka yang bekerja maka hendaknya taqwa kepada Allah agar menjaga ketentuan Allah khususnya ibadah shalat jum’at, dan jika sudah terlewatkan hendaknya banyak istighfar. Orang yang berturut- turut 3x tidak shalat jum’at dengan sengaja, maka di khawatirkan terjerumus dalam nifaq, semoga Allah memberikan kemudahan dalam segala urusan, aamin ya robbal ‘alamiin .

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tiga Tanda Bahagia

Ustadz Kholid Syamhudi Lc

Ya Allah mudahkanlah semua urusan hambaMu yg lemah ini:

Ada nasehat dari ulama, begini nasehatnya: Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al Wabilush Shoyyib mengatakan,

ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم الله سبحانه وتعالى المسؤول المرجو الإجابة أن يتولاكم في الدنيا والآخرة وأن يسبغ عليكم نعمه ظاهرة وباطنة وأن يجعلكم ممن إذا أنعم عليه شكر وإذا ابتلي صبر وإذا أذنب استغفر فإن هذه الأمور الثلاثة عنوان سعادة العبد وعلامة فلاحه في دنياه وأخراه ولا ينفك عبد عنها أبدا فإن العبد دائم التقلب بين هذه الأطباق الثلاث
 
Tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, Yang senantiasa diharapkan terijabahnya do’a. Semoga Allah melindungi kalian di dunia dan akhirat. Semoga Allah senantiasa melapangkan nikmat-Nya baik secara zhohir maupun batin. Semoga Allah pula menjadikan kalian menjadi orang-orang yang bersyukur tatkala diberi nikmat, bersabar ketika ditimpa musibah dan segera memohon ampunan kepada Allah ketika terjerumus dalam dosa. Inilah tiga tanda kebahagiaan dan tanda keberuntungan seorang hamba di dunia dan akhiratnya. Seorang hamba senantiasa akan berputar pada tiga kondisi ini. (Al Wabilush Shoyib, hal.11, Asy Syamilah)
 
Inilah tiga tanda bahagia:
1. Bersyukur ketika diberi nikmat.
2. Bersabar ketika ditimpa musibah (cobaan).
3. Memohon ampun pada Allah ketika telah terjerumus dalam dosa.
 
Manusia akan selalu berputar dalam tiga kondisi ini. Pasti Anda pun ingin bahagia

Shodaqoh

Ust. Badrusalam Lc

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam semakin dermawan di bulan Ramadlan..
Diantara alasannya: puasa adalah perisai dari api Neraka..
Shodaqoh pemadam dosa dan kesalahan..
Bila itu digabungkan..
Menjadi kekuatan dahsyat untuk menyelamatkan diri dari api Neraka..

———————————————

Tadabbur Ayat

Dalam surat Al Hujurot: 12, Allah Ta’ala melarang berburuk sangka..
Setelah itu melarang tajassus mencari-cari kesalahan..
Lalu melarang ghibah..
Karena asal gibah adalah tajassus..
Dan asal tajassus dari berburuk sangka..

Lihatlah..
Bagaimana suudzan menjerumuskan kepada dua dosa besar..
Ketika kita menyapa teman dan ia tidak memberi respon..
Dugaan buruk muncul di hati..
Lalu setan mengingatkan kesalahan-kesalahannya..
Akhirnya ghibah..

Berapa banyak pertengkaran terjadi..
Hubungan kekerabatan retak..
Dua teman saling menjauh..
Akibat berburuk sangka..

Husnudzan adalah obat mujarrab..
Kita berkata di hati, “Mungkin ia sedang banyak pikiran..
Mungkin ia tidak mendengar tadi..
Mungkin.. Dan mungkin..
Memberi kepadanya seribu alasan..
Karena seorang muslim adalah pemberi maaf..
Bukan pencari kesalahan..

Ust Abu Yahya Badru Salam Lc.

Ancaman Yang Keras Bagi Seseorang Yang Tidak Menyempurnakan Wudhu’nya

Wahai saudara-saudariku yang kami hormati, perhatikanlah hadits berikut ini;

Khalid bin Ma’dan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah melihat seseorang yang shalat, sedangkan di punggung kakinya ada bagian sebesar uang dirham yang tidak terbasuh air wudhu, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkannya untuk mengulang wudhu’ dan shalatnya. [Hadits riwayat Abu Dawud: 175]

Dalam riwayat yang lain, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, sebagaimana
yang diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu رضي الله عنه:

“Bahwasanya ada seorang laki-laki berwudhu dan meninggalkan bagian yang belum dibasuh (dari air wudhu’nya) sebesar kuku pada kakinya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam melihatnya maka Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Kembalilah berwudhu, perbaguslah wudhumu” ( Riwayat Muslim :243)

Fawaid hadits:

Kedua hadits tersebut diatas menunjukkan tentang ancaman yang sangat keras bagi seseorang yang tidak menyempurnakan wudhu’nya dan yang tidak mengikuti cara wudhu Nabi صلى الله عليه وسلم, bahkan dalam satu riwayat beliau mengancamnya dengan api neraka terhadap orang yang tidak mencuci kedua kakinya dengan sempurna, dan permasalahan ini sering kali diremehkan oleh setiap muslim dan muslimah. Untuk itu wahai saudara-saudariku, kami menasehati untuk diri kami dan saudara-saudariku sekalian untuk mempelajari “Sifat Wudhu’ Nabi” berdasarkan dalil dari alqur’an dan sunnah yang shohih. Dan mempelajarinya adalah suatu kewajiban yang sangat penting dalam islam.

Ingatlah wahai saudara-saudariku!

Bahwa kunci shalat adalah berwudhu…

Semoga tulisan yang ringkas ini memberikan manfaat untuk kita semua, agar kita lebih memperhatikan wudhu kita dengan baik, dan kelak kita memohon kepada ALLAH agar menerima amal ibadah kita oleh ALLAH سبحانه وتعالى dan sebagai pemberat timbangan kembaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.

Ust. Ahmad Ferry Nasution.

Keutamaan Sholat Tarawih Berdasarkan Hadits-Hadits Shohih

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Sholat Tarawih merupakan salah satu amal ibadah yang Allah syari’atkan bagi para hamba-Nya di bulan suci Romadhon. Dan hukum sholat Tarawih adalah SUNNAH sebagaimana yang disepakati oleh para ulama.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Yang dimaksud dengan qiyamu Ramadhan adalah sholat Tarawih, dan para ulama telah bersepakat bahwa sholat Tarawih itu hukumnya  mustahab (sunnah/dianjurkan).”. (Lihat Syarh Shohih Muslim VI/282, Dan kitab Al-Majmu’ III/526).  

(*) Keutamaan Shalat Tarawih

Pada beberapa Waktu yang lalu, kami telah menposting hadits PALSU tentang keutamaan sholat Tarawih Dari malam pertama hingga malam ketiga puluh (terakhir) dari bulan Romadhon. Maka pada kesempatan ini kami akan menyebutkan keutamaan sholat Tarawih berdasarkan hadits-hadits yang SHOHIH dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. 

(*) Keutamaan Pertama: 
Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu bagi siapa saja yang melakukan sholat Tarawih dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dan ridho Allah semata. Bukan karena riya’ dan sum’ah (ingin dilihat dan didengar amal kebaikannya oleh orang lain. 

Hal ini berdasarkan hadits SHOHIH berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم : « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah  shallallahu alaihi wasallam  bersabda: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (yakni sholat malam pada bulan zromadhon) karena iman dan mengharap pahala dan ridho Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. al-Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). 

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah sholat Tarawih.”

Ibnul Mundzir rahimahullah menerangkan berdasarkan nash (tekstual) hadits ini bahwa yang dimaksud “pengampunan terhadap dosa-dosa yang telah lalu dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil. 

Sedangkan imam An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil saja. Karena dosa-dosa besar tidaklah diampuni dengan sebab melakukan amal-amal Sholih, akan tetapi hanya dengan melakukan taubah Nasuha, yakni taubah yang sempurna.
 
(*) Keutamaan Kedua: 
Barangsiapa melaksanakan sholat Tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka akan dicatat baginya pahala seperti orang yang melakukan qiyamul lail semalam penuh.

Hal ini berdasarkan Hadits Shohih berikut ini:

Dari Abu Dzar rdhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda:
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
Artinya: “Sesungguhnya barangsiapa yang shalat (Tarawih) bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyamul lail satu malam penuh.” (HR. An-Nasai no.1605, At-Tirmidzi no.806, Ibnu Majah no.1327, dan selainnya. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh At-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani dalam Irwa’ Al-Gholil no. 447).

Demikian keutamaan sholat Tarawih berdasarkan hadits-hadits Shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Semoga Allah Ta’ala memberikan Taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita semua untuk dapat istiqomah dalam melaksanakan sholat Tarawih dan ibadah lainnya di bulan Romadhon dan di bulan-bulan setelahnya. Amiin. (Klaten, 6 Romadhon 1434 / 15 Juli 2013).

» Artikel BBG Majlis Hadits, chat room Kajian Hadits Shohih.

Tafsir At Taubah 34-35

Ust. Abu Riyadl Lc

Mari kita mengkaji ayat ini. (Qs. at-Taubah/9:34-35)

…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak
dan tidak menafkahkannya pada jalan Allâh,
maka beritahukan kepada mereka(bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam,lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya,(lalu dikatakan) kepada mereka:
“Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.
(Qs. at-Taubah/9:34-35)

Ibnu Katsir rahimahullâh
Menuturkan:
“Dinyatakan bahwa setiap orang yang mencintai sesuatu dan mendahulukannya dibanding ketaatan kepada Allâh, niscaya ia akan disiksa dengannya. dikarenakan orang-orang yang disebut pada ayat ini lebih menyenangi untuk menimbun harta kekayaannya daripada mentaati Allâh Ta’ala,
maka dari itu kelak mereka disiksa dengan harta itu.
Sebagaimana halnya Abu Lahab, yg dibantu oleh istrinya, ia tak henti-hentinya memusuhi Rasûlullâh, maka kelak pada hari kiamat, istrinya akan berbalik menyiksa abu lahab. Di leher istri Abu Lahab akan diikatkan tali dari sabut, dengan tali ini ia mengumpulkan kayu-kayu bakar di neraka, lalu ia menimpakannya kepada Abu Lahab. Dengan cara ini, siksa Abu Lahab semakin terasa pedih, karena dilakukan oleh orang yang sangat dicintai semasa hidupnya di dunia. Demikian pula halnya para penimbun harta kekayaan. Harta kekayaan yang sangat ia cintai, kelak pada hari kiamat menjadi hal yang paling menyedihkan di neraka Jahannam, harta itu akan dipanaskan, lalu digunakan untuk membakar dahi, perut, dan punggung mereka”
Tafsir Ibnu Katsir (2/351-352).

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Perbedaan Antara Hati Yang Sehat(Bersih) Dan Hati Yang Rusak(Sakit) Dimata Allah Ta’ala

Ust. Abu Riyadl Lc

Hati seorang hamba bisa sakit dan terkadang sakitnya parah, sedangkan ia sendiri tidak menyadarinya. Bahkan hatinya telah mati namun pemiliknya tidak tahu bahwa hatinya telah mati.

Dan tanda sakit atau kematian hatinya adalah:
Si pemiliknya tidak merasa sakit dengan kemaksiatan yang ia perbuatan, tidak merasa pedih dengan kebodohannya terhadap kebenaran, serta tidak merasa menyesal dg keyakinannya yang salah dan batil(sesat).

Karena sesungguhnya apabila hati itu memang hidup, ia akan merasa sakit dengan keburukan-keburukan yang hinggap pada dirinya. Dan akan menangisi karena kebodohannya terhadap kebenaran

Hati yg rusak juga merasa tidak nyaman dan terasa berat saat diobati.
Ia lebih memilih untuk menderita bobroknya hati daripada menahan pahitnya obat.

Di antara tanda-tanda hati yang sakit, berpaling dari perkara-perkara yang bermanfaat dan beralih ke perkara-perkara yang berbahaya. Beralih dari obat yang mujarab kepada penyakit yang membahayakan.

Makanan dan obat hati yang paling bermanfaat adalah keimanan, dan yang paling mujarab adalah al-Qur-an dan ilmu

Lihat betapa bayak manusia sepeti biawak padang pasir..

Manamungkin biawak padang pasir akan nyaman dilempar ke air danau yg sejuk walaupun sedang kehausan.. Pasti Ia akan berusaha keluar darinya.
Karena tidak ada kecocokan akan hausnya si biawak dan obat haus yg ada di danau..

Itulah mengapa terkadang kita berat beribadah..beramal.. Bersedekah..membaca qur’an.. Dan Menuntut ilmu..

Krn biawaq itu takut air..

Seperti apa hati kita? Seperti ikan ataukah seperti..????

www.abu-riyadl.blogspot.com
Www.mahadulquran-boyolali.com

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Menebar Cahaya Sunnah