Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
199.
200.
201.
ARTIKEL TERKAIT
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
199.
200.
201.
ARTIKEL TERKAIT
Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,
إن هذه الدنيا كلها تمضي، وكل شيءٍ فيها فإنه عبرة، إن نظرت إلى الشمس تخرج في أول النهار ثم تأفل في آخر النهار وتزول، هكذا وجود الإنسان في الدنيا يخرج ثم يزول.
”Sesungguhnya dunia ini semuanya akan berlalu, segala sesuatu yang ada di dalamnya merupakan pelajaran yang berharga.
Jika engkau melihat matahari keluar di pagi hari, kemudian tenggelam di sore hari, lalu menghilang.. demikian juga wujudnya seorang insan di dunia, ia muncul ke dunia kemudian akan sirna.
إن نظرنا إلى القمر كذلك يبدو أول الشهر هلالاً صغيرًا، ثم لا يزال ينمو ويكبر فإذا تكامل؛ بدأ بالنقص حتى عاد كالعرجون القديم.
Demikian pula jika kita melihat rembulan, ia muncul di awal bulan dalam bentuk bulan sabit kecil, kemudian terus bertambah membesar. Maka jika telah sempurna, iapun mulai mengecil sampai kembali seperti sedia kala.
Demikian juga kalau kita perhatikan bulan demi bulan, engkau dapati seorang insan memandang kalau bulan depan masih lama datangnya. Misalnya ia mengatakan, ‘Kita sekarang ada di bulan dua belas, bulan ramadhan masih delapan bulan lagi, maka alangkah lamanya..!’
Tiba-tiba ia telah melewati ramadhan dengan cepatnya. Tak terasa seolah-olah (kedatangan ramadhan) itu seperti waktu sesaat di siang hari.
هكذا العمر أيضًا -عمر الإنسان- تجده يتطلع إلى الموت تطلعًا بعيدًا ويؤمِّل وإذا بحبل الأمل قد انصرم، وقد فات كل شيء! تجده يحمل غيره على النعش ويواريه في التراب ويفكر: متى يكون هذا شأني؟ متى أصل إلى هذه الحال؟ وإذا به يصل إليها وكأنه لم يلبث إلا عشية أو ضحاها!
Demikian juga umur.. umur seorang insan. Engkau dapati ia memandang kamatian itu masih lama datangnya, ia masih memiliki angan-angan, tiba-tiba tali angan-angannya telah terputus. Maka sungguh telah terluput darinya segala sesuatu. Engkau dapati ia telah dipikul orang lain diatas keranda mayat, lalu iapun dikuburkan dalam tanah.
Ia berfikir,
– kapan terjadinya keadaanku ini..?
– kapan aku sampai pada keadaan ini..
dan tiba-tiba ia telah sampai kepada (ajal)nya, seolah-olah tidaklah ia hidup di dunia ini kecuali baru sore tadi atau waktu dhuhanya.
أقول هذا من أجل أن أحمل نفسي وأحمل إخواني على المبادرة باغتنام الوقت، وألا نضيع ساعة ولا لحظة إلا ونحن نعرف حسابنا فيها، هل تقربنا إلى الله بشيء؟ هل نحن ما زلنا في مكاننا؟ ماذا يكون شأننا؟ علينا أن نتدارك الأمور قبل فوات الأوان، وما أقرب الآخرة من الدنيا!
Aku mengatakan ini agar bisa memotivasi diriku sendiri dan saudara-saudaraku untuk bersegera memanfaatkan waktu, agar tidak menyia-nyiakan waktu, biarpun sedikit, kecuali dalam keadaan kita mengetahui perhitungan kita padanya.
– apakah kita sudah mendekatkan diri kita kepada Allah dengan suatu ibadah..?
– ataukah kita tetap di tempat-tempat kita..?
– apa jadinya keadaan kita..?
Wajib bagi kita bersegera melakukan perkara-perkara yang bermanfaat sebelum hilang kesempatan.
وكان أبو بكر -رضي الله عنه- يتمثل كثيرًا بقول الشاعر:
وكلنا مصبحٌ في أهله ※ والموت أدنى من شراك نعله
Betapa dekatnya akhirat dari dunia. Dahulu Abu Bakr rodhiyallahu ‘anhu sering mempermisalkan (hal ini) dengan ucapan penyair,
”Setiap kita selalu berada didekat keluarganya, sementara kematian itu lebih dekat daripada tali sandalnya..”
أسأل الله لي ولكم حسن الخاتمة، وأن يجعل مستقبل أمرنا خيرًا من ماضيه، وأن يعيننا على ذكره وشكره وحسن عبادته
Aku memohon kepada Allah untukku dan kalian husnul khotimah..
Semoga Allah menjadikan urusan kita kelak lebih baik dari yang telah berlalu..
Semoga Allah menolong kita untuk bisa selalu mengingat-Nya, bersyukur pada-Nya dan memperbagus peribadatan kepada-Nya.. “
[ Liqo Al Baabul Maftuuh 2/179 ]
JUM’AT SIANG – 13 JANUARI 2023 / 20 JUMADAL AAKHIROH 1444
.
alhamdulillah.. alladzii bini’matihi tatimmush-shoolihaat.. dengan pertolongan Allah, kami SUDAHI program wakaf kali ini..
.
➡➡ Rekening terus terbuka dan dana partisipasi yang tersisa dari program ini dan dana yang masuk setelahnya insyaa Allah akan dialokasikan dan dilaporkan di program wakaf berikutnya insyaa Allah, yaitu :
– 4 sumur bor
– pembangunan masjid
– tahap akhir pengaliran sungai
.
Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum kepada para muhsinin/muhsinah/donatur yang telah dengan ikhlas karena Allah berpartisipasi dengan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah dan naungan kelak dihari dimana tiada naungan selain naungan Allah Ta’ala..
.
===================================
.
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
● Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.
===================================
.
1️⃣ Sumur Bor : Masjid Ponpes Shirotol Mustaqim, Montong Lilit, Desa Gereneng, Lombok Timur – TAHAP 2.
Jumlah santri ponpes 80 orang dan jumlah warga yang tinggal di sekitar ponpes mencapai 50 KK/250 Jiwa. Saat ini, keberadaan air bersih sangat minim sehingga menyulitkan jama’ah masjid, para santri dan warga untuk beribadah dan memenuhi kebutuhan air bersih. Rata-rata warga sekitar ponpes bekerja sebagai peternak, buruh tani, buruh lepas, dengan penghasilan di bawah rata-rata (kurang berkecukupan). Insyaa Allah akan dibuatkan 2 unit sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih ponpes dan ratusan warga sekitarnya. Dari hasil survey, kedalaman sumur bor mencapai 40 meter, dan insyaa Allah dilengkapi dengan mesin pompa, toren, filter air dan pipa, Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan..
2️⃣ Sumur Bor : Masjid Sapit, Suwela, Lombok Timur. Lokasi sumur insyaa Allah berada di lahan masjid yang insyaa Allah akan dibebaskan (wakaf # 7)
3️⃣ Sumur Bor : Masjid (ghoyru jaami’) Baiturrahman, Lenang Daya, Ds Tipas, Lombok Timur.
Jumlah warga yang tinggal di sekitar masjid berjumlah 65 KK, dengan mata pencaharian sebagai buruh lepas, beternak, dll. Saat ini warga mengandalkan sumur dangkal (gali) namun sumur tsb kering saat musim panas, dan bila ada airnya, kualitas air tsb kurang layak untuk dikonsumsi karena adanya kandungan zat kapur yang tinggi, qoddarallah wa maa syaa-a fa’al.. Dari hasil survey, kedalaman sumur bor mencapai sekitar 35 meter, dan insyaa Allah sumurnya akan di bor di lahan masjid agar airnya bisa dimanfaatkan bersama-sama oleh warga sekitar masjid dan juga ja’maah masjid.. sumur ini insyaa Allah akan dilengkapi dengan mesin pompa, toren, filter air dan pipa, Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan..
4️⃣ Jaringan Pipa Dari Sumur Bor : Dusun Baret Desa, Sembalun Lawang, Lombok Timur
.
===================================
.
5️⃣ Mengalirkan Sungai – Jaringan Pipa Air Bersih, Limbungan, Parigi, Lombok Timur – TAHAP 2
Jumlah KK di dusun Limbungan sekitar 400 dengan jumlah penduduk 1,200 jiwa lebih. Warga Limbungan secara umum adalah warga dengan keadaan perekonomian menengah ke bawah dengan mata pencaharian sebagian besar adalah petani ladang atau sawah tadah hujan yang mereka bisa bercocok tanam hanya di musim penghujan saja dikarenakan air irigasi yang sangat minim. Jarak antara dusun dan mata air di hutan adalah sekitar 6 KM (6,000 meter) dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Pemerintah desa melalui Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Limbungan sudah menyiapkan jaringan pipa PVC sepanjang 4 KM (4,000 meter), namun khusus di jalur yang melewati tebing curam dan bebatuan, mereka berharap bantuan berupa pipa air jenis HDPE yang lentur berdiameter 4” sepanjang 2 KM (2,000 meter) sehingga insyaa Allah lebih aman dan lebih kuat dari longsoran. Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan..
.
===================================
.
6️⃣ Tempat Wudhu dan Toilet Masjid Assunnah Aisyah, Gubuk Montong, Wanasaba, Lombok Timur – TAHAP 1
.
===================================
.
7️⃣ Pembebasan Lahan Masjid Sapit dan TPA, Suwela, Lombok Timur – TAHAP 1
===================================
BANK SYARIAH INDONESIA (kode bank : 451)
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622
=========
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah.
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Rosulullah shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin
FAQ :
● Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
● Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4
hari ini Kamis tanggal 12 Januari, bertepatan dengan tanggal 19 Jumadal Aakhiroh, atau sekitar 70 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1444 hijriyah..
bagi yang masih ada hutang puasa Romadhon 1443, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb..
nb : angka 70 hanya estimasi, penentuan tanggal 1 Romadhon 1444 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbath, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
196.
197.
198.
ARTIKEL TERKAIT
Abdullah bin Syaqiq rohimahullah berkata,
الرجال ثلاثة:
١-رجل عمل حسنة فهو يرجو ثوابها.
٢-ورجل عمل سيئة ثم تاب فهو يرجو المغفرة.
٣-والثالث: الرجل الكذاب يتمادى في الذنوب ويقول أرجو المغفرة.
ومن عرف نفسه بالإساءة ينبغي أن يكون خوفه غالبا على رجائه”.
“Manusia itu ada tiga :
1. Orang yang beramal soleh berharap pahalanya.
2. Orang yang melakukan dosa kemudian bertaubat, maka ia berharap ampunan.
3. Orang pendusta yang terus menerus berbuat dosa sementara ia berkata, “Aku berharap ampunan..”
Maka siapa yang tahu dirinya selalu berbuat dosa, semestinya rasa takutnya (akan adzab Allah) lebih dominan daripada rasa harapnya (akan ampunan Allah)..”
(Syu’abul Iman 2/324)
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Muhammad bin Nadhr Al Haritsi rohimahullah berkata:
ذُكِرَ رجل عند الربيع بن خيثم فقال : “ما أنا عن نفسي براض فأتفرغ منها إلى ذم غيرها ، إن العباد خافوا الله على ذنوب غيرهم وأمنوه على ذنوب أنفسهم
“Disebutkan tentang seseorang di sisi Rabie’ bin Al Khutsaim.
Maka beliau berkata,
“Aku sendiri belum ridho kepada diriku. Lalu apakah aku akan sibuk mencela orang lain..?
Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada adzab Allah atas dosa-dosa orang lain, tetapi mereka merasa aman dari dosa-dosa dirinya sendiri..”
(Syu’abul Iman 16/100)
Maka sibukkanlah memikirkan aib dan kekurangan diri sendiri..
Jangan sibuk mengingat kelebihan diri..
Karena hal itu hanya akan menimbulkan sifat ujub dan sombong..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Rosulullah Shollallahu ’alaihi Wasallam bersabda,
أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ
“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya.
Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya, “engkau mau kemana..?”
Ia menjawab, “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini..”
Malaikat bertanya, “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya..?”
Orang tadi mengatakan, “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla..”
Maka malaikat mengatakan, “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya..“
(HR. Muslim no.2567)
Mengunjungi teman yang kita cintai karena Allah..
Adalah penyebab Allah mencintai kita..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Bencana yang tak bisa dielakkan oleh siapapun di dunia ini adalah bencana menua, beruban, fisik melemah, indera berkurang, penyakit mulai berdatangan satu demi satu.
Banyak orang-orang hebat dan berjaya dimasa mudanya, stres dimasa tua, karena ia merasa tak berguna lagi, dibuang manusia bagaikan “sampah”, lenyap ketenaran, hilang populeritas, hartapun terus terkuras dan menipis.
Banyak sekali artis ternama, papan atas, penyanyi, bintang film yang dimasa tuanya melarat, menyampah dan tak digunakan lagi.
Tak sedikit juga para konglomerat, dan pejabat, menderita berbagai penyakit tua yang menggerogoti tubuh mereka, terbaring lemah di tampat tidur, ber”pampers” ria, tak mampu mengontrol buang air kecil dan besarnya, padahal dahulu sanggup mengontrol dan mengendalikan ribuan perusahaan dan puluhan ribu orang.
HIKMAH TUA
Bila dicermati, tua adalah nikmat besar yang digiring Allah agar hamba sadar diri, sadar tentang kelemahannya, sadar ia akan kembali pada asal kejadiannya, dari tanah berasal dan akan kembali pada tanah pula untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya dikala hidup.
Orang beriman semakin tua, semakin matang persiapannya menyambut kematian, untuk bertemu dengan Allah sang Pencipta, berjumpa dengan rombongan para nabi, shiddiqin, syuhada dan mursalin.
Semakin panjang umur, semakin banyak amal sholeh yang bisa dilakukan, semakin banyak pahala yang diraih, semoga semakin tinggi derajat surga mereka di sisi Allah.
RASA YANG BERBEDA
Semua orang kan tua-bila ajal tak segera menjemputnya-, namun masa tua orang beriman semakin bertambah kwalitas dan kedudukan mereka di sisi Allah, semakin yakin kan berjumpa Allah, yang membuat mereka semakin bersabar dengan segala penderitaan masa tua.
Orang kafir, orang fasiq dan munafik, semua kan menua, dan kan melemah tubuh mereka, namun suasana hati mereka semakin galau, gelisah, tak menentu, menghujat takdir. Semua itu karena mereka tak siap bertemu Allah, tak berharap surga Allah, dan merasa berat meninggalkan dunia yang mereka cintai.
Dari Solo ke kota Jakarta
Naik kereta melintas sawah
Dikala muda dipuji dipuja
Kala tua menjadi sampah
Dikala kabus pandangan nanar
Angin kencang hujanpun lebat
Hidup didunia hanya sebentar
Sabarlah sobat di atas taat
Belilah emas beserta loyang
Emas terjatuh dalam perigi
Dulu dicinta dulu disayang
Bila tua ditinggal pergi..
———
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى
Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam,
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Dan mohonkanlah ampunan untuk dosamu dan dosa kaum mukminin dan mukminat..” (Muhammad: 19)
Allah memuji orang yang memohonkan ampunan untuk kaum mukminin,
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Robb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Robb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang..” (Al-Hashr – 10)
Syaikh Abdurrahman As Sa’di rohimahullah, beliau berkata,
الاستغفار للمؤمنين والمؤمنات؛ لأنهم بسبب إيمانهم، لهم حق على كل مسلم ومسلمة، ومن جملة حقوقهم أن يدعو لهم، ويستغفر لذنوبهم
“Memohonkan ampunan untuk kaum mukminin dan mukminat karena keimanan mereka, maka (mereka) menjadi memiliki hak atas kaum muslimin lainnya. Diantara hak mereka adalah di do’akan dan dimohonkan ampunan untuk dosa-dosa mereka..”
(Tafsir As Sa’diy)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL