Syarah Kitab Tauhid : 181 – 182 – 183

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

181.

182.

183.

 

.ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Tak Terasa

Terkadang tak terasa bahwa sebagian hidayah telah Allah ambil dari kita..

Kekhusyu’an yang telah sirna..
Tilawah qur’an yang tak lagi dilantunkan..
Hati yang tak lagi merasa nikmat saat mengingat Allah..

Anehnya.. kita biasa biasa saja..
Tak sedih dan tidak juga merasa kehilangan..

Namun saat kehilangan sebagian dunia..
Kita stress, sedih dan galau..
Bahkan terkadang menyalahkan ketentuan sang pencipta..

Mungkin dunia lebih besar di hati kita..
Padahal ia tak lebih berharga dari bangkai anak kambing..

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من سرَّتْهُ حسنتُهُ وساءتْهُ سيِّئتُهُ فهو مؤمنٌ

“Siapa yang merasa gembira dengan amal kebaikannya dan merasa susah dengan amal keburukannya maka ia adalah mukmin..” (HR Ahmad dan Attirmidzi)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kawatir Penyakit Munafik

Syaikh Shalih Fauzan hafizhohullah berkata,

فكون الإنسان يخشى على دينه، ويخشى من النفاق، هذا دليل على كمال إيمانه، وكونه يأمن، هذا دليل على نقص إيمانه، أو عدم إيمانه.

“Seorang insan yang mengkhawatirkan (keselamatan) agamanya dan khawatir terkena penyakit munafik. Ini menunjukkan kepada kesempurnaan imannya. Dan merasa aman darinya menunjukkan kepada kekurangan iman atau bahkan tidak ada iman..”

(Syarah Kitab Iman hal. 172)

Karena mukmin itu sadar..
Bahwa yang bermanfaat setelah kematiannya adalah agama dan keimanannya..
Bukan harta dan kedudukan dunia..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Belajar Menundukkan Pandangan

Subhanallah, tak sia-sia Allah menyuruh kaum mukminin dan mukminat untuk menundukkan pandangan, ternyata luar biasa dahsyat manfaatnya, untuk menjaga hati agar selalu bersih dari segala kotoran syahwat dunia.

Awalnya saya mengira perintah menundukkan pandangan mata sebatas untuk menjaga gejolak syahwat yang tak terkendali, tapi ternyata setelah dicoba dan dipraktekkan, ternyata menundukkan pandangan juga sangat ampuh untuk menjaga kestabilan hati dari segala perkara yang bisa menghilangkan fokusnya untuk tujuan akhirat .

Hati ini ibarat sungai yang harus bermuara ke laut. Dalam perjalanan ke laut, segala macam sampah dan kotoran yang menumpuk akan menjadi penghalang air itu menuju laut, demikian juga dengan kotoran dunia berupa, syahwat, ambisi dunia yang tak terkendali, hasad, iri dan dengki, galau, ingin memiliki apa yang ada pada orang lain, dengan anggapan ”rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri”, kepo dengan segala sesuatu yang belum tentu bermafaat baginya, bahkan mungkin menjadi mudarat..

Semua akan menjadi penghalang jernihnya sungai iman untuk bermuara ke samudera ma’rifatullah dan sukses menggapai cintaNya dan ridhoNya. Semuanya berpangkal dari tak bijaknya hamba dalam menjaga pandangan mata.

Semakin kau lepaskan pandangan matamu, semakin banyak keinginan duniamu. Semakin banyak keinginan, kan membuatmu semakin letih mengejar dan mendapatkannya. Bila ternyata ambisimu gagal memperolehnya maka semakin bertambah kegalauanmu.

Lihat istri orang lebih cantik dari istrimu, harta orang lebih banyak dari hartamu, wajah dan tampilan orang lebih keren dari tampilanmu, titel dan gelar orang lebih hebat dari titelmu, HP dan Gadget orang lebih bagus dari HP mu.. dst, akan membuat galau dihatimu membuncah bahkan bisa meledak dalam dinamit, stres, depresi, yang bisa berujung stroke, sakit jiwa, bahkan bunuh diri.

Saudaraku, tundukkan pandanganmu, jangan menoleh ke kiri dan ke kanan, tak usah over dalam bersosial media, agar hidupmu kan menjadi bahagia.

Semoga…

———-

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Zubair Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

SELESAI : Buk-Ber Puasa SENIN-KAMIS – Desember 2022

MALAM AHAD – 24 DESEMBER 2022 / 01 JUMADAL AAKHIROH 1444

Jadwal buk-ber berikutnya insyaa Allah adalah di hari Kamis – 05 Januari 2023, dan untuk laporan BULAN JANUARI 2023, insyaa Allah, klik  : https://bbg-alilmu.com/archives/60821

daftar partisipasi s/d MALAM AHAD – 24 DES 22 pkl. 23.59 WIB :

Senin Kamis – 1 – Des 31 – Final

================
.
BACKGROUND :
Program rutin, insyaa Allah, menghidangkan ratusan porsi ifthor (makanan dan minuman) untuk kegiatan buka-bersama (buk-ber) ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an dan penuntut ilmu yang rutin berpuasa dan buka bersama di setiap hari senin-kamis di 4 tempat yaitu : ma’had assunnah, ma’had ibnu ‘abbas dan ma’had anas bin malik di lombok timur dan di RPQ (rumah penghafal qur’an) assunnah di kota bima (sumbawa timur).
.
SATU porsinya senilai Rp. 20.000. Namun silahkan berapapun partisipasinya, semoga menjadi bekal amal kebaikan yang melimpah, aamiin.. Dalam program ini, kami bekerjasama dengan Assunnah Peduli, Lombok Timur.
.
SENIN : 28 November 2022 : 500 Santri
KAMIS : 01 Desember 2022 : 404 Santri
SENIN : 05 Desember 2022 : 402 Santri
KAMIS : 08 Desember 2022 : 525 Santri
SENIN : 12 Desember 2022 : 420 Santri
KAMIS : 15 Desember 2022 : 243 Santri

================
.
● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga.” [HR. Ahmad 5/192 – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

● Dalam hadits lainnya, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia.”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]
.
FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus karena Allah menyisihkan sebagian hartanya untuk menghidangkan ifthor bagi ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an yang melaksanakan ibadah puasa sunnah secara rutin in-syaa Allah di setiap senin-kamis, semoga Allah menerimanya…
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alayhi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

90 Hari Menjelang Ramadhan 1444 Hijriyah

hari ini Jum’at tanggal 29 Jumadal Uula, atau sekitar 90 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1444 hijriyah..

bagi yang masih ada hutang puasa Romadhon 1443, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb..

nb : angka 90 hanya estimasi, penentuan tanggal 1 Romadhon 1444 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbath, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.

Syarah Kitab Tauhid : 178 – 179 – 180

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

178.

179.

180.

 

ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Bahaya Waktu Kosong

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

من أعظم الأشياء ضررًا على العبد،
‏ بطالته وفراغه،
‏ فإن النفس لا تقعد فارغة،
‏ بل إن لم يشغلها بما ينفعها شغلته بما يضره.
‏”إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوء ِ”

“Termasuk perkara yang besar bahayanya bagi hamba adalah waktu kosongnya. Karena jiwa tidak pernah diam. Jika ia tidak disibukkan dengan perkara yang bermanfaat, maka ia akan sibuk dengan perkara yang ber-mudhorot. Karena “sesungguhnya jiwa itu suka menyuruh kepada keburukan..”

(Kitab Thoriqul Hijrotain)

Jiwa yang mulia..
keinginannya kepada perkara-perkara yang mulia..

Sedangkan jiwa yang buruk..
Menginginkan perkara-perkara yang buruk..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Belajar Yakin

Tingkatan tertinggi iman adalah hadirnya ”yakin” dalam diri seorang mukmin, sehingga ia benar-benar melihat janji Allah ada di depan matanya.

Janji Allah itu benar adanya, hanya saja kabut yang menutup iman menjadi penghalang hadirnya yakin di hati.

Yakin di dalam dada Khalilullah-Ibrahim- yang membuat iya nyaman manakala dicampakkan Namrud ke dalam api, bahwa Allah pasti kan selamatkannya.

Yakin yang membuncah dalam dada Kalimullah-Musa- yang membuat ia tenang melihat jalan buntu di depan lautan, sementara Firaun dan bala tentaranya sudah terlihat dibelakang, bahwa Allah akan menyelamatkannya.

Yakin Ibunda Hajar-Uminya Ismail- bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakannya, meski di tinggal di lembah gersang tak ada padanya kehidupan, yang membuat ia selamat dan menjadi orang pertama yang mendiami Tanah Haram yang padanya ada Baitullah.

YAKIN DALAM BERINFAQ

Sering seseorang berinfaq untuk agama Allah diuji keimanannya, apakah benar Allah kan menggantikan apa yang dia Infaq-kan di Jalan Allah..? Sementara hartanya sudah menipis bahkan habis, tetapi janji Allah tak kunjung muncul juga.

Dalam kondisi kritis itulah “ilmu tentang yakin” kita kan teruji.

Sebagaian kita ada yang akhirnya menghentikan infaq-nya karena kecewa dengan janji Allah yang tak terwujud -menurut sangkaannya- karena lemahnya iman dan tipisnya perasangka baik pada Allah.

Kesalahan fatal hamba adalah, tatkala ia berinfaq, ia sedang mencoba Allah-subhanahu wa ta’ala- apakah benar atau tidak janji-Nya. Akhirnya Allah menghukumnya dengan kebalikan apa yang dia harap.

ALLAH JANGAN DICOBA-COBA

Adapun hamba yang full keimanannya, ia yakin Allah pasti kan menggantikan apa yang ia infaq-kan. Tidak ada keraguan walau sebiji sawi dalam hatinya akan janji Allah, karena itulah Allah mewujudkan apa yang dia yakini.

Kawan..
Pertebal imanmu dalam berinfaq, dan tak usah mencoba-coba Allah, kelak kau akan kecewa.

———-

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Zubair Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Ciri-Ciri Orang Yang Bertawakkal Kepada Allah

Syaikh Abdurrahman As Sa’diy rohimahullah berkata,

فالمتوكل على الله قوي القلب لا تؤثر فيه الأوهام، ولا تزعجه الحوادث لعلمه أن ذلك من ضعف النفس، ومن الخور والخوف الذي لا حقيقة له، ويعلم مع ذلك أن الله قد تكفل لمن توكل عليه بالكفاية التامة، فيثق بالله ويطمئن لوعده، فيزول همه وقلقه، ويتبدل عسره يسراً، وترحه فرحاً.

“Orang yang bertawakkal kepada Allah hatinya tegar..

Tidak terpengaruh oleh kekhawatiran.
Dan tidak galau dengan berbagai macam kejadian..

Karena ia tahu bahwa itu menunjukkan kepada kelemahan jiwa dan termasuk sifat pengecut dan ketakutan yang tidak ada hakikatnya..

Dia yakin bahwa Allah pasti menjamin orang yang bertawakal kepada-Nya dengan jaminan yang sempurna..

Ia pun yakin kepada Allah dan merasa tenang dengan janji-Nya
sehingga hilanglah kegelisahan dan kekhawatirannya..

Kesusahannya berubah menjadi kemudahan..

Kesedihannya berubah menjadi kegembiraan..”

(Al Wasail Al Mufidah 1/26)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah