Kesalahan Dalam Memahami Ikhtilaf Mu’tabar

Sebagian orang memandang bahwa bila ikhtilafnya mu’tabar, berarti boleh dilakukan semua.

=====

Misalnya, “Qunut Subuh”, ketika dikatakan ikhtilafnya mu’tabar, maka kita boleh melakukan dua-duanya, yakni: boleh qunut boleh tidak, meski menurut kita pendapat yang tidak membolehkannya lebih kuat.

Sungguh ini kesalahan dalam memahami konsekuensi dari “ikhtilaf yang mu’tabar” .. kesalahan dalam hal ini akan menyeret kita kepada sikap plin-plan dan tidak konsisten dalam berpendapat, misalnya:

– Menyentuh wanita yang bukan mahram, apakah membatalkan wudhu atau tidak..?

– Membaca alfatihah bagi makmum ketika imamnya mengeraskan bacaannya, apakah wajib ataukah tidak..?

– Nikah tanpa wali, apakah boleh atau tidak..?

– Isbal, apakah boleh atau tidak..?

– Shalat berjama’ah, apakah wajib atau tidak..?

Ikhtilaf dalam masalah-masalah ini adalah mu’tabar, apakah itu berarti kita boleh melakukan dua-duanya..? Bayangkan bahayanya kesalahan pemahaman ini..!

Padahal ikhtilaf yang mu’tabar dalam fikih itu banyak .. begitu pula dalam masalah akidah.

Yang benar bahwa seseorang tetap tidak boleh melakukan sesuatu yang bertentangan dengan dalil dalam pandangannya, meskipun ikhtilafnya mu’tabar.

Kenyataan bahwa itu ikhtilaf yang mu’tabar, hanya mengharuskan kita untuk toleran di dalamnya dan tidak merendahkan pendapat lain .. bukan membenarkannya dan menjadikan kita boleh melakukan dua-duanya.

Karena bila ikhtilafnya bertentangan dan saling menafikan, tidak mungkin dua-duanya benar .. dan bila tidak mungkin dua-duanya benar, maka berarti salah satunya salah, dan kita tidak boleh melakukan sesuatu yang menurut kita salah.

Yang dibolehkan adalah melakukan salah satunya saja yang menurut dia dalilnya lebih kuat, wallahu a’lam.

Demikian, semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 91 – 92 – 93

Simak penjelasan berikut oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى

91.

92.

93.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 94 – 95 – 96
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Pahala Haji Yang Sempurna

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ

“Siapa yang berangkat ke masjid (dan) yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya..”

[ HR. Ath-Thobroni – Al Mu’jam Al Kabir 8/ 94 ]

Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan shohih, lihat Shohih At-Targhiib wat-Tarhiib, no. 86

MUTIARA SALAF: Salah Satu Cara Agar Bisa Qona’ah

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هو أَسفَل مِنْكُمْ وَلا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوقَكُم؛ فهُوَ أَجْدَرُ أَن لا تَزْدَرُوا نعمةَ اللَّه عَلَيْكُمْ

“Lihatlah orang yang di bawah kalian (dalam masalah dunia, -pent.) dan jangan melihat orang yang di atas kalian. Hal ini akan lebih mendorong kalian untuk tidak meremehkan nikmat Allah yang ada pada kalian..” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

● Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahullah berkata,

فما من فقير إلا وهناك من هو أفقر منه، وما من مريض إلا وهناك من هو أشد مرضا منه، وما من ذي جاه إلا وهناك من هو أقل جاها منه، وهكذا المسائل الأخرى، إذا نظر إلى من دونه عرف قدر نعمة الله عليه، وكان هذا من أسباب شكره لها، وهذا في أمور الدنيا.

Tidak ada seorang fakir pun kecuali pasti ada yang lebih fakir daripada dirinya..

Tidak ada orang yang sakit, kecuali pasti ada orang yang lebih parah sakitnya daripada dirinya..

Tidak ada orang yang memiliki kedudukan, kecuali pasti ada orang yang lebih rendah kedudukannya daripada dirinya.. demikian seterusnya..

Ketika melihat orang yang lebih rendah daripada dirinya, dia akan mengetahui besarnya nikmat Allah yang ada padanya sehingga dia mensyukurinya. Melihat orang yang di bawah ini berlaku dalam urusan duniawi.

[ Syarh Kitaabul Jaami’ min Bulugh al-Maram hal. 32 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Berlomba

Al Hafidz Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

‎فمن عجـز عن مـسابقة المـحبين
‎‏فـي مضـمارهم ؛
‎‏فلا يعجز عن مسـابقة
‎‏المذنبيــن في اسـتغفارهــم

“Siapa yang merasa lemah untuk berlomba dengan para pecinta akherat dalam amal sholeh, maka janganlah ia lemah untuk berlomba dengan para pendosa dalam memohon ampunan..”

(Lathoiful Ma’arif hal. 45)

Karena hidup di dunia ini adalah perlombaan..
Dan perlombaan terbaik adalah berlomba untuk meraih kenikmatan yang abadi..
Bukan untuk meraih kenikmatan yang fana..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Keutamaan Orang Yang Banyak Berdzikir

Imam Ahmad rohimahullah meriwayatkan dari Muadz bin Anas rodhiyallahu ‘anhu,

(( أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ فَقَالَ أَيُّ الْمُجَاهِدِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا يَا رَسُولُ اللَّه ؟ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَعَالَى ذِكْرًا ، قَالَ فَأَيُّ الصَّائِمِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا ؟ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، ثُمَّ ذَكَرَ لَهُ الصَّلَاةَ وَالزَّكَاةَ وَالْحَجَّ وَالصَّدَقَةَ كُلُّ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : ذَهَبَ الذَّاكِرُونَ بِكُلِّ خَيْرٍ !! ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَجَلْ )) .

Ada seseorang bertanya, “Siapakah mujahid yang paling besar pahalanya wahai Rosulullah..?” Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Ia berkata, “Siapakah orang berpuasa yang paling besar pahalanya..?” Beliau bersabda, “Yaitu yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Lalu ia menyebut sholat, zakat, hajji dan sedekah. Semua itu dijawab oleh Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam, “Yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Abu Bakar berkata kepada Umar, “Orang yang banyak berdzikir telah pergi membawa segala kebaikan..” Maka Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar..”

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

(( أن أفضل أهل كلِّ عملٍ أكثرهم فيه ذكراً لله عز وجل ؛ فأفضلُ الصوَّام أكثرهم ذكراً لله عز وجل في صومهم ، وأفضل المتصدقين أكثرهم ذكراً لله عز وجل ، وأفضل الحجاج أكثرهم ذكراً لله عز وجل، وهكذا سائر الأعمال))

“Sesungguhnya orang yang paling utama dari orang yang beramal adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla padanya.

Orang yang berpuasa yang paling utama adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla saat puasanya.

Orang yang yang bersedekah yang paling utama adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla.. demikian pula orang yang berhajji dan semua amal sholih..”

(Al Wabil Ash Shoyyib)

Dari www.al-badr.net

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

SELESAI – Wakaf 3 Sumur, Pembebasan Lahan Rumah Tahfizh Dan Masjid

SELASA SIANG – 12 DZULHIJJAH 1443 / 12 JULI 2022
.
alhamdulillah.. alladzii bini’matihi tatimmush-shoolihaat.. dengan pertolongan Allah, kami AKHIRI program wakaf kali ini..
.
Rekening terus terbuka dan dana partisipasi yang tersisa dari program ini dan dana yang masuk setelah berakhirnya program ini insyaa Allah akan dialokasikan dan dilaporkan di program wakaf berikutnya insyaa Allah, yaitu 2 Sumur Bor wakaf di 2 dusun dan lahan wakaf untuk masjid Tahap 6..
.
Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum kepada para muhsinin/muhsinah/donatur yang telah dengan ikhlas karena Allah berpartisipasi dengan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah dan naungan kelak dihari dimana tiada naungan selain naungan Allah Ta’ala..
.
===================================
.
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

===================================
.
SUDAH SELESAI. Dengan memohon izin Allah, terbuka kembali kesempatan untuk berpartisipasi dalam program 3 sumur bor, pembebasan lahan dan pembangunan pondok tahfizh dan pembebasan lahan masjid di bulan harom Dzulqo’dah ini.
.
===================================
.
1️⃣ Sumur Bor – Masjid Al Ijtihad – Ds Longseran Barat, Lombok Barat

2️⃣ Sumur Bor – Ds Longseran Timur, Lombok Barat

● Ada sekitar 400 KK Jiwa yang tinggal di Ds Longseran Barat dan sekitar 300 KK di Ds Longseran Timur. Kedua dusun yang bertetanggaan ini kondisinya darurat air bersih, air yang digunakan sehari-hari adalah air yang dialirkan dari sungai yang airnya keruh dan terkadang mambuat kulit gatal-gatal, sementara mata air di hutan sudah habis dialirkan ke dusun-dusun yang lain, qoddarallah wa maa syaa-a fa’al.. Warga sangat berharap adanya bantuan sumur bor di masing-masing dusun untuk mengurangi kesulitan air yang mereka hadapi.

Berdasarkan survey lokasi, kedalaman ke 2 sumur insyaa Allah mencapai 85 meter di masing-masing dusun dan insyaa Allah dilengkapi dengan mesin pompa, toren, filter air dan pipa,  Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan.. 

===================================
.
3️⃣ Sumur Bor – Musholla Al-Hidayah – Ds Genjer Baru, Terara, Lombok Timur

Saat ini air bersih diambil dari air parit yang disaring namun kurang layak untuk dikonsumsi, qoddarallah wa maa syaa-a fa’al. Sebagian besar warga dusun berprofesi sebagai petani, buruh tani dan buruh lepas, sebagian pedagang dan PNS. Insyaa Allah sumur bor akan dimanfaatkan untuk keperluan ibadah di musholla dan kebutuhan harian warga dusun yang jumlahnya mencapai sekitar 500 KK. Berdasarkan survey lokasi, kedalaman sumur insyaa Allah mencapai 40 meter dan insyaa Allah dilengkapi dengan mesin pompa, toren, filter air dan pipa,  Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan.. 

===================================

4️⃣ Pembebasan lahan dan Pembangunan Rumah Tahfizh – TPQ – Bayan, Lombok Utara

● Ada sekitar 80 santri TPQ dan saat ini mereka meminjam ruangan di sebuah musholla. Dengan adanya bangunan sendiri, insyaa Allah para santri dapat belajar Alqur’an dengan lebih baik lagi. Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya (kepada orang lain)..” (HR. Bukhari, no. 4739)

Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan.. 

===================================

5️⃣ Pembebasan Lahan Masjid Assunnah Timba Gading, Lombok Timur. TAHAP 5

● Ini adalah lanjutan dari program wakaf sebelumnya yang dibagi menjadi beberapa tahap, dan ini adalah tahap ke 5. Berikut ini adalah beberapa keutamaan dari amal jariyah membangun masjid :

Sebagian besar warga timba gading adalah petani tradisional dan buruh tani yang berpenghasilan menengah ke bawah. Saat ini bangunan yang digunakan sebagai masjid tak lagi mampu menampung jama’ah yang alhamdulillah meningkat saat sholat 5 waktu, sholat Jum’at dan saat menghadiri kajian, sedangkan lokasinya juga tak memungkinkan untuk perluasan sehingga pengurus masjid bersama warga dan jama’ah yang jumlahnya mencapai 1,000 jiwa bermaksud hendak membebaskan sebuah lahan untuk bangunan masjid baru yang bisa menampung jumlah jama’ah, namun qoddarallah terkendala oleh biaya karena kondisi ekonomi warga yang belum memungkinkan. Pelaksana program : Assunnah Peduli.. Semoga Allah memberikan kemudahan.. 

berikut adalah lokasi sumur dan masjid yang hendak dibebaskan.

.
===================================

➡➡ Dengan demikian, maka total program di atas mencapai Rp. 368 juta, semoga Allah memberikan kemudahan..

BANK SYARIAH INDONESIA (kode bank : 451)
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah.
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

MUTIARA SALAF : Ujub Itu Menghancurkan Amal

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Jika Allah membukakan untukmu pintu sholat malam, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidur dengan pandangan merendahkan..!

Jika Allah membukakan untukmu pintu puasa, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berpuasa dengan pandangan merendahkan..!

Jika Allah membukakan untukmu pintu jihad, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan merendahkan..!

Bisa jadi orang yang tidur, orang yang tidak berpuasa, dan orang yang tidak berjihad, dia lebih dekat dengan Allah dibandingkan dirimu..

Dan sungguh engkau menghabiskan malam dengan tidur dan bangun pagi dalam keadaan menyesal, itu lebih baik dibandingkan engkau menghabiskan malam dengan sholat, namun di pagi hari engkau merasa ujub..

Sesungguhnya orang yang ujub amalnya tidak akan ada yang naik (diterima oleh Allah)..”

[ Madaarijus Saalikiin – 1/177 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Mengapa Puasa ‘Arofah Dapat Menghapus Dosa Dua Tahun Sedangkan Puasa ‘Asyuro Hanya Menghapus Dosa Satu Tahun..?

Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala berkata,

● PERTAMA :

“الأوّل: أنّ يَـوم عَـرفة في شهر حرام ، وَقبله شَهر حَـرام ، وبعْـده شهر حرام ،بـِخِـلاف عَـاشُـورَاء

Sesungguhnya hari ‘Arofah itu terletak di bulan harom (dzulhijjah), sebelumnya adalah bulan harom (dzulqo’dah) dan sesudahnya juga bulan harom (al muharrom), berbeda dengan hari ‘Asyuro.

● KEDUA :

الثّـانـي: أن صوم يوم عرفة من خصائص شرعنا ، بخلاف عاشوراء ، فضوعف ببركات المصطفى.”

Sesungguhnya puasa hari ‘Arofah termasuk kekhususan syariat kita, berbeda dengan puasa ‘Asyuro, oleh karena itu, dilipat-gandakan (pahalanya) dengan berkah al-Musthofa (Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam).

( al-Fawaid 4/211 )

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 88 – 89 – 90

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

88.

89.

90.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 91 – 92 – 93
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah