E-Book Panduan “Haji, Umrah dan Ziarah” – Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz Rohimahullah

Panduan yang insyaa Allah mudah dipahami bagi yang akan hendak berangkat haji atau umroh..

Silahkan klik link berikut ini 1x atau 2x untuk download otomatis PDF file:

Panduan Haji, Umrah dan Ziarah – Syaikh Bin Baz rohimahullah

===============

Silahkan juga download :

Panduan DZIKIR PAGI v.3.2

Panduan DZIKIR PETANG v.3.2

Panduan DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU – v. 3.1

Panduan DO’A dan DZIKIR Saat MUDIK & SAFAR – v.3.0

Tak Sesuai Harapan

Saat kenyataan tak sesuai harapan, hati sering mengeluh..

Namun saat kita yakin bahwa Kasih sayang Allah tak selamanya berupa kesenangan, tapi terkadang dengan ujian dan cobaan.. saat itulah hati terhibur dan ridho dengan ketentuan-Nya.

Karena Allah lebih sayang kepada hamba-Nya dari kasih sayang ibu kepada anaknya.

Dari Umar bin Al Khattab rodhiallahu ‘anhu , beliau menuturkan

ﻗﺪﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺳﺒﻲ، ﻓﺈﺫﺍ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺒﻲ ﻗﺪ ﺗﺤﻠﺐ ﺛﺪﻳﻬﺎ ﺗﺴﻘﻲ، ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪﺕ ﺻﺒﻴﺎً ﻓﻲ

ﺍﻟﺴﺒﻲ ﺃﺧﺬﺗﻪ، ﻓﺄﻟﺼﻘﺘﻪ ﺑﺒﻄﻨﻬﺎ ﻭﺃﺭﺿﻌﺘﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻨﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : (ﺃﺗﺮﻭﻥ ﻫﺬﻩ ﻃﺎﺭﺣﺔ ﻭﻟﺪﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ). ﻗﻠﻨﺎ: ﻻ، ﻭﻫﻲ ﺗﻘﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻻ ﺗﻄﺮﺣﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: (ﻟﻠﻪ ﺃﺭﺣﻢ ﺑﻌﺒﺎﺩﻩ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺑﻮﻟﺪﻫﺎ

“Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam kedatangan rombongan tawanan perang. Di tengah-tengah rombongan itu ada seorang ibu
yang sedang mencari-cari bayinya.

Tatkala dia berhasil menemukan bayinya di antara tawanan itu, maka dia pun memeluknya erat-erat ke tubuhnya dan menyusuinya.

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami, “Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api..?”

Kami menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah, sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya..”

Maka Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya..” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka seindah indah harapan adalah keridhoan hati untuk menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 79 – 80 – 81

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

79.

80.

81.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 82 – 83 – 84
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Seburuk-Buruk Teman

Yahya bin Mu’adz rohimahullah berkata,

بئس الصديق تحتاج أن يقول له : اذكرنى في دعائك، وأن تعيش معه بالمــداراة ، أو تحتاج أن تعتذر إليه

Seburuk-buruk teman adalah yang :
– engkau butuh berkata kepadanya, “ingat aku dalam do’amu ya..”
– engkau harus berusaha agar dia tidak marah, atau
– engkau harus selalu minta maaf padanya.

(Mukhatshor Minhajil Qoshidin)

Temanmu..
Adalah yang mau berjalan bersama menuju jannah-Nya..
Yang tidak melalaikanmu dari mengingat-Nya..
Dan mengingatkanmu tentang tujuan hidup di dunia..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Getirnya Ujian Sebelum Datangnya Kenikmatan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Diantara ihsan Allah yang sempurna kepada hamba-hambaNya adalah memberikan getirnya ujian sebelum diberi kenikmatan..

Ketika Allah hendak menyempurnakan kenikmatan surga kepada Adam, Allah berikan kepadanya pedihnya dikeluarkan dari surga dan merasakan derita kehidupan dunia yang kesenangannya diwarnai oleh kepayahan..

Tidaklah Allah menguji hamba-Nya kecuali karena Dia ingin memberinya kenikmatan..

Tidaklah Allah menimpakan bala kepadanya kecuali karena Dia ingin memberinya keselamatan…

Tidaklah Allah mematikannya kecuali karena Dia ingin menghidupkannya kembali..

Tidaklah Dia menjadikan dunia penuh kepayahan kecuali agar si hamba berharap kehidupan akherat..

Dan tidaklah Allah mengujinya dengan sikap manusia yang tidak baik kepadanya, kecuali karena agar si hamba kembali kepada-Nya..”

(Mukhtashor Showa’iq Mursalah hal. 844)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Nambah Lagi

Ada hal yang harus bertambah seiring dengan selalu bertambahnya usia kita, bahkan secara khusus ALLAH ta’ala berfirman kepada kekasih-Nya:

‏﴿١١٤﴾ … وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا

… dan katakanlah (wahai Muhammad): “Ya Rabb-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku..” (Thaahaa: 114)

Jika ALLAH ta’ala meminta Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk berdo’a dan berupaya agar ilmu beliau selalu bertambah, bagaimana dengan kita..?!

Sudahkah kita memanjatkan do’a diatas..?
Sudahkah kita berusaha agar ilmu kita terus bertambah, hari ini lebih banyak dari kemarin..?

Dan sudahkah ilmu yang kita miliki membuat kita “bertambah”…
Tambah yakin kepada ALLAH,
Tambah semangat beribadah,
Tambah baik dan santun dalam bertutur dan bersikap..?

Imam Syafi’i rohimahullah menegaskan:
“Ilmu bukanlah teori yang anda hafal namun yang bermanfaat (diamalkan) dalam kehidupan anda..” (Baihaqi dalam Al Madkhal 516)

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : EMPAT Jalan Menuju Istiqomah

Berkata Imam Syaqiq bin Ibrohim Al-Balkhi rohimahumallah,

قال شقيق البلخي رحمه الله: أربعة أشياء من طريق الاستقامة: لا يترك أمر الله لشدةٍ تنزلُ به، ولا يتركه لشيء يقع في يده من الدنيا، فلا يعمل بهوى أحد ولا يعمل بهوى نفسه.
(حلية الأولياء)

Empat jalan menuju istiqomah :

jangan tinggalkan perintah Allah karena sesuatu yang berat yang dia alami,
jangan pernah tinggalkan perintah Allah karena sesuatu yang dia peroleh dari dunia,
jangan pernah beramal karena hawa nafsu seseorang,
jangan pernah mengerjakan sesuatu karena hawa nafsunya sendiri.

[ Hilyatul Auliya’ ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Cinta Membuat Ia Bertahan

Muhammad bin Isma’il, seorang ulama yang sangat terkenal dengan nama Imam Bukhari rohimahullah.

Tidak terhitung fitnah dan cela yang beliau rasa, layaknya setiap tokoh yang pasti memiliki lawan.

Namun yang membuat sosok ini berbeda adalah beliau tidak membalas atau setidaknya mengangkat tangan lalu berdo’a agar ALLAH membalas mereka.

Hal ini menggugah rasa penasaran banyak orang dan pada akhirnya terlemparlah sebuah pertanyaan:
Mengapa engkau tidak pernah mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menzhalimi, menyakiti dan memfitnah dirimu..?

Beliau menjawab:
Karena Nabi -shollallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Bersabarlah sehingga kalian dapat berjumpa denganku di telaga (pada hari kiamat)..”
(HR. Bukhari)

Ternyata, cinta dan rindu untuk bertemu dengan sang Nabi yang membuat beliau bertahan dan bersabar.

Saudaraku,
Sudahkah kerinduan untuk bertemu dengan Rosulullah -shollallahu ‘alaihi wa sallam- membuat anda bertahan dan bersabar di tengah badai kehidupan..?

Referensi:
Siyar A’lamin Nubalaa’ 12/461 dengan perubahan.

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Nasehat Menghadapi Fitnah Zaman Ini

Nasehat Syaikh ‘Abdurozzaq bin ‘Abdil Muhsin Al Badr حفظه الله تعالى menghadapi fitnah zaman ini :

1. Berdo’a
2. Mentadabburi Alqur’an
3. Menuntut ilmu
4. Mujahadah
5. Panutan Yang Benar, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam
6. Mengingat hari akhirat
7. Berteman dengan Teman-teman yang sholeh

1. BERDO’A

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita do’a agar kita tetap istiqomah di jalannya dan mengikuti manhaj yang mulia ini. Do’a ini sangat penting untuk kita amalkan dan selalu berharap Allah ‘azza wajalla wafatkan kita didalam Iman dan Islam sesuai manhaj yang haq ini. Berikut do’anya:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“YAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII ‘ALAA DIINIK

“Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu..” [HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]

2. MENTADABBURI ALQUR’AN

Tugas kita sebagai seorang muslim bukan hanya membaca Al Qur’an atau menghafalkannya. Walaupun itu memang sebuah perkara yang luar biasa dan merupakan sebuah amalan yang akan menjadi penerang hati kita. Juga mentadabburinya adalah hal yang penting lainnya.

Ini sabda Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam

“خيركم من تعلم القرآن وعلمه” رواه البخاري(1).

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya..” (HR. al-Bukhari)

Dengan belajar Al Qur’an, insyaa Allah kita memiliki pondasi keimanan yang kokoh dalam menghadapi godaan di dunia ini.. aamiin ya Robbal ‘aalamiin

3. MENUNTUT ILMU AGAMA

Menuntut ilmu agama sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam adalah salah satu benteng menghadapi fitnah zaman ini. Sekali lagi tentunya sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.

Mengapa ini menjadi begitu penting..?

Sebab ilmu merupakan dasar kita berkata dan beramal sehingga kita dapat beribadah sesuai dengan sunnah Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.

Dengan ilmu segala sesuatu diukur, diketahui halal dan haram, dipahami hukum-hukum syariat, dan dibedakan kebenaran dan kebatilan, serta jalan petunjuk dan kesesatan. Oleh karena itu Nabi shollallahu ‘alaihi wasalllam senantiasa berdo’a di pagi hari setelah shubuh :

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا صَالِحًا»

“Ya Allah, Aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal shalih yang diterima..” (HR Ahmad)

Do’a ini dimulai dengan meminta ilmu yang bermanfaat. Karena dengannya seorang hamba bisa membedakan antara rezeki yang baik dan buruk, dan antara amal sholeh dan amal kejelekan.

Adapun jika seorang hamba tidak memilik ilmu yang bermanfaat, bagaimana dia bisa membedakan halal dan haram, perkara baik dan buruk, serta amalan kebaikan dan kejelekan.

4. MUJAHADAH (bersungguh-sungguh)

Bersungguh-sungguh dalam melakukan segala sesuatu, terutama beribadah kepada Allah ‘azza wajalla. Kesungguhan inilah yang akan menjadi bekal kita dalam terus berusaha beribadah kepada Allah ‘azza wajalla. Tetap istiqomah hingga kematian nanti menjemput kita. Dengan bersungguh-sungguh insyaa Allah kita akan selalu berupaya memperbaiki diri.

Mujahadah tidaklah cukup sekali atau dua kali, namun ia harus dilakukan sepanjang hayat hingga ajal menjelang. Allah tabaroka wa ta’ala berfirman (yang artinya):

“Sembahlah Robbmu hingga datang kematian kepadamu..” (QS. Al Hijr: 99).

5. PANUTAN – TAULADAN YANG BENAR

Kepada siapa lagi kita meneladani hidup ini kalau tidak kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam. Dengan mengikuti jejak Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dan meneladani perilakunya lah insyaa Allah kita akan mendapatkan keuntungan di akhirat dan dunia ini. Dan meneladani Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berarti kita mengambilnya melalui jalur yang benar, yaitu melalui para salafush sholih, sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in. Inilah salah satu bekal kita.

“Dan orang-orang yang terdahulu – yang mula-mula (berhijrah dan memberi bantuan) dari orang-orang “Muhajirin” dan “Anshor”, dan orang-orang yang menurut (jejak langkah) mereka dengan kebaikan (iman dan taat), Allah ridho akan mereka dan mereka pula ridho akan Dia, serta Ia menyediakan untuk mereka Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang besar..” (Qs 9:100)

6. MENGINGAT HARI AKHIRAT

Mengingat hari akhirat akan selalu membuat kita waspada. Kembali ingat bahwa dunia sementara dan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan akhirat. Dengan mengingat akhirat yang menjadi tujuan kita, insyaa Allah hati dan fikiran menjadi kembali fokus untuk mempersiapkan diri kita menghadapi hari akhirat dengan beramal sholeh sesuai ajaran Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.

7. BERTEMAN DENGAN TEMAN-TEMAN YANG SHOLEH

Teman yang sholeh akan selalu mengingatkan kita jika kita lalai. Dengan berteman dengan teman-teman yang sholeh, insyaa Allah kita tidak tergelincir pada jurang maksiat. Karena teman-teman yang sholeh ini akan selalu mengingatkan kita untuk tetap istiqomah berada pada jalur yang benar.

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian..” (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Andai Mereka Tahu

Jika saya tinggalkan dunia hitam ini, lalu saya mau kemana..?

Jika saya keluar dari bidang haram ini, lalu saya mau kerja dimana..?

Jika saya tinggalkan geng saya dengan segala maksiatnya, memangnya ada yang mau berteman dengan saya..?

Andai mereka tahu bahwa Pencipta dan Pemilik kehidupan ini telah berfirman:

‏﴿١٠٠﴾ ۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ …

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan kelapangan yang banyak..” (An Nisaa: 100)

Ternyata..
Ada kehidupan lain yang penuh dengan kehangatan siap menyambut kita.
Banyak bidang dan lapangan pekerjaan yang menunggu kita.
Banyak teman shalih/shalihah yang mau berpijak bersama.

Hanya saja kita belum tahu dan mengenal mereka.

Saudaraku..
ALLAH memastikan bahwa dibalik hijrah ada banyak tempat yang indah, ada banyak kelapangan, rizki, ketenangan serta kebahagaian.

Maka jangan ragu untuk berhijrah dari dosa.

Yang perlu anda lakukan adalah terus melangkah, lalu bersabar dan bertahan, niscaya pertolongan ALLAH dan kelapangan itu pasti menyapa anda.

(Disadur dari Tafsir Ath Thobari dan Al Qurthubi QS. An Nisa ayat 100)

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah