Sombong Dan Dengki

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

والكبر والحسد هما داءان أهلكا الأولين والآخرين وهما أعظم الذنوب التي بها عصى الله أولا فإن إبليس استكبر وحسد آدم وكذلك ابن آدم الذي قتل أخاه حسد أخاه

“Sombong dan dengki adalah dua penyakit yang membinasakan generasi pertama sampai terakhir. Keduanya dosa terbesar yang Allah dimaksiati dengannya. Karena Iblis sombong dan dengki kepada Adam, demikian juga anak Adam membunuh saudaranya akibat dengki..” (Jami’ur Rosail hal. 233)

Akibat kesombongan, ia menolak kebenaran..
Lebih memilih kesesatan dibanding kebenaran..

Akibat kedengkian, ia berusaha mencelakakan orang lain..
Tak peduli apakah Allah akan murka atau tidak..

Na’udzu billah min dzalik..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Enam Muhasabah

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah ketika menyebutkan macam-macam muhasabah berkata,

محاسبتها على طاعة قصرت فيها من حق الله تعالى فلم توقعها على الوجه الذي ينبغي ، وحق الله في الطاعة ستة أمور :
– الإخلاص في العمل .
– ا لنصيحة لله فيه .
– متابعة الرسول – صلى الله عليه وسلم – .
– شهود مشهد الإحسان .
– شهود منة الله .
– شهود تقصيره فيه بعد ذلك كله .

“Me-muhasabah (introspeksi/evaluasi) kekurangan yang ada pada ketaatan dalam hak Allah yang ia lakukan dengan cara yang tidak patut.

Karena hak Allah dalam setiap ketaatan itu ada enam:

1. Ikhlas dalam beramal.

2. Nasehat Allah padanya (dengan meluruskan amal sesuai dengan keinginan-Nya).

3. Mengikuti tuntunan Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam.

4. Berbuat ihsan dalam amal (dengan melakukannya sebaik baiknya).

5. Menyaksikan nikmat Allah padanya. (Karena Allah lah yang telah menunjuki dan memberinya kekuatan untuk beramal)

6. Memeriksa kekurangan yang ada pada amal tsb dan dirinya setelah itu.

(Ighotsatulahafan 1/83)

Maka setiap kita selalu memeriksa apakah telah melaksanakan enam hak itu pada amalan kita..

Adakah kekurangan padanya untuk kemudian kita perbaiki..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kunci Taufik

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فمفتاح التوفيق :
الدعــاءُ والافتقــــار إلى الله
وعلى قــدر نية العبد وهِمَّتِهِ
يكون توفيق الله له وإعانته.

“Kunci taufik adalah berdo’a dan memohon kepada Allah. Karena taufik dari Allah dan bantuan-Nya disesuaikan dengan niat hamba dan keinginannya..”

(Al Fawaid hal 141)

Jika keinginannya kuat untuk mendapat hidayah..
dan ia semangat untuk mencari dan mengamalkannya..
maka taufik yang Allah berikan kepadanya lebih banyak..
dan Allah senantiasa membantunya selama ia terus menginginkan kebaikan..

Namun ketika keinginan hamba lemah kepada kebaikan..
ia lebih menginginkan dunia dan syahwatnya..
maka taufik dari Allah sedikit diberikan kepadanya..
bahkan mungkin Allah tidak memberinya bantuan kepada ketakwaan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Persiapkanlah Sebaik-Baiknya

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya..

Orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Mereka adalah orang-orang yang berakal..”

(HR. Ibnu Majah no. 3454, di hasankan al-Albani dalam Shohih Ibnu Majah)

Hamid al-Qaishari rohimahullah berkata,

كُلُّنَا قَدْ أَيْقَنَ الْمَوْتَ، وَمَا نَرَى لَهُ مُسْتَعِدًّا، وَكُلُّنَا قَدْ أَيْقَنَ بِالْجَنَّةِ وَمَا نَرَى لَهَا عَامِلاً، كُلُّنَا قَدْ أَيْقَنَ بِالنَّارِ وَمَا نَرَى لَهَا خَائِفاً، فَعَلَام تَفْرَحُوْنَ؟! وَمَا عَسَيْتُمْ تَنْتَظِرُوْنَ؟! الْمَوْتُ، فَهُوَ أَوَّلُ وَارِدٍ عَلَيْكُمْ مِنْ أَمْرِ اللهِ بِخَيْرٍ أَوْ بَشَرٍ، فِيا إِخْوَتَاهْ! سِيْرُوْا إِلَى رَبِّكُمْ سِيْراً جَمِيْلاً

“Setiap kita yakin dengan adanya kematian, namun kita tidak melakukan persiapan untuk menghadapinya..

Setiap kita yakin dengan adanya surga, namun kita tidak melakukan amal kebaikan untuk mendapatkannya..

Setiap kita yakin dengan adanya neraka, namun kita tidak merasa takut terhadapnya..

Lantas, apa yang membuat kalian merasa gembira..?

Apa yang kalian tunggu dan harapkan dari dunia..?

Kematian, ia akan datang kepada kalian dengan membawa berita dari Allah, kebaikan ataupun keburukan..

Wahai saudaraku, persiapkanlah perjalanan menghadap Allah dengan sebaik-baiknya..”

[ Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hlm. 384 ]

Dimudahkan Sesuai Takdir

Apabila ada yang bertanya, untuk apalagi kita beramal jika semuanya telah tercatat (ditakdirkan)..?

Maka, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam telah menjelaskan hal ini ketika menjawab pertanyaan Sahabat Suroqoh bin Malik bin Ju’syum rodhiyallahu ‘anhu.

Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

اِعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ.

“Beramallah kalian, karena semuanya telah dimudahkan oleh Allah menurut apa yang Allah ciptakan atasnya..

Adapun orang yang termasuk golongan orang-orang yang berbahagia, maka ia dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang yang berbahagia..

Dan adapun orang yang termasuk golongan orang-orang yang celaka, maka ia dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang yang celaka..”

[ HR. Bukhari no. 4949 dan Muslim no. 2647 ]

ref: https://almanhaj.or.id/12017-proses-penciptaan-manusia-dan-ditetapkannya-amalan-hamba.html

MUTIARA SALAF : Tak Kan Ditangguhkan

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَاۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝١١

Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan..”

(QS. Al Munaafiqun: 11).

• Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah  berkata,

“Renungkanlah wahai manusia, (sebenarnya) kamu akan dapati dirimu dalam bahaya, karena kematian tidak ada batas waktu yang kita ketahui..

terkadang seorang manusia keluar dari rumahnya dan tidak kembali kepadanya (karena mati)..

terkadang manusia duduk di atas kursi kantornya dan tidak bisa bangun lagi (karena mati)…

terkadang seorang manusia tidur di atas kasurnya, akan tetapi dia malah dibawa dari kasurnya ke tempat pemandian mayatnya (karena mati)..

Hal ini merupakan sebuah perkara yang mewajibkan kita untuk menggunakan kesempatan umur sebaik-baiknya, dengan taubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla..

Dan sudah sepantasnya manusia selalu merasa dirinya bertaubat, kembali, menghadap kepada Allah, sehingga datang ajalnya dan dia dalam sebaik-baiknya keadaan yang diinginkan..”

[ Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu Utsaimin, 8 – 474 ]

Syarah Kitab Tauhid : 76 – 77 – 78

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

76.

77.

78.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 79 – 80 – 81
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Lelah Di Dunia

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

” وقد أجمع عقلاء كل أمة على أن النعيم لا يدرك بالنعيم،

Semua orang yang berakal bersepakat bahwa kenikmatan tidak dapat diraih dengan kenikmatan.

وإن من آثر الراحة فاتته الراحة،

Orang yang lebih suka bersenang-senang, akan terluput darinya kesenangan..

وإن بحسب ركوب الأهوال واحتمال المشاق تكون الفرحة واللذة،

Kebahagiaan dan kelezatan diraih sesuai dengan beratnya perjuangan..

فلا فرحة لمن لا هم له،

Tak akan mendapat kebahagiaan orang yang tak bersungguh-sungguh..

ولا لذة لمن لا صبر له،

Tidak akan merasakan kelezatan orang yang tak punya kesabaran..

ولا نعيم لمن لا شقاء له،

Tidak mendapat kesenangan orang yang tak mau bersusah payah..

ولا راحة لمن لا تعب له،

Dan tak akan beristirahat orang yang tak mau lelah..

بل إذا تعب العبد قليلاً استراح طويلاً،

Bahkan, bila hamba lelah sedikit maka ia akan beristirahat panjang..

وإذا تحمل مشقة الصبر ساعة قاده لحياة الأبد،

Apabila ia kuat menanggung beban kesabaran sebentar, akan membawanya kepada kehidupan yang abadi..

وكل ما فيه أهل النعيم المقيم فهو صبر ساعة،

Semua yang didapatkan oleh orang yang diberi kesenangan abadi adalah akibat kesabaran sesaat..

والله المستعان ولا قوة إلا بالله،

Allah lah tempat meminta bantuan, dan tiada kekuatan kecuali dengan idzinNya..

وكلما كانت النفوس أشرف والهمة أعلا كان تعب البدن أوفر وحظه من الراحة أقل،

Ketika jiwa itu mulia, dan cita citanya tinggi, maka kelelahan badan semakin banyak dan istirahatnya sedikit..

كما قال المتنبي :
وإذا كانت النفوس كباراً ** تعبت في مرادها الأجسام “

Sebagaimana sya’ir al mutanabbi:
Apabila seseorang berjiwa besar..
Badan akan lelah tuk meraihnya..

(مفتاح دار السعادة” لابن القيم 2 / 15 .)

Ditrjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah