Beberapa Dzikir Yang Bisa Dirutinkan Setiap Hari

berikut ini adalah beberapa kalimat dzikir mutlak yang tidak terbatas oleh jumlah dan waktu..

sehingga bisa kita rutinkan dan baca berulang-ulang setiap saat..
● baik saat kita berada di rumah, di kantor, di sekolah..
● saat kita mengemudi kendaraan..
● saat kita berada di kendaraan/transportasi umum seperti bis, kereta, pesawat, becak dll.. dan
● saat menunggu waktu buka puasa, saat menunggu dokter, vaksin dll..

subhaanallaah, walhamdulillaah, walaa illaaha illallaah, wallaahu akbar.. (HR. Muslim, at-Tirmidzi dan lainnya)

subhaanallaah 100 kali, alhamdulillaah 100 kali, Allaahu akbar 100 kali, laa ilaaha illallaah 100 kali.. (HR. Ahmad 6/344)

subhaanallaahil ‘azhiimi wabi hamdih.. (HR. at-Tirmidzi)

subhaanallaahi wabi hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim.. (HR. Bukhori dan Muslim)

laa hawla walaa quwwata illaa billaah.. (HR. Ahmad)

Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad.. (Qs. Al Ahzab – 56)

Astaghfirullaahal ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilayhi.. (HR. at-Tirmidzi)

Astaghfirullaah wa atuubu ilayhi.. (HR. Ibnu Majah)

Hasbunallaahu wani’mal wakiil ‘alallaahi tawakkalnaa.. (HR. at-Tirmidzi)

dalam sebuah hadits qudsi, Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Allaah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku, selagi dua bibirnya bergerak mengingat-Ku..”

(HR. Ahmad 2 – 540, Ibnu Majah 3792, dan dinilai shohiih oleh al-Albani dalam Shohiih Ibni Majah, no. 93792)

semoga Allaah ‘Azza Wajalla memberikan kemudahan untuk mengamalkan dan merutinkan dzikir dan do’a diatas setiap hari..

HADITS : Mengucapkan Tahniah Datangnya Ramadhan

Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Ketika telah datang bulan Ramadhan, Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda memberikan kabar gembira kepada para shahabatnya,

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu Jahanam ditutup. Dan setan-setan yang jahat dibelenggu. Padanya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang terhalang dari kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang..”

(HR An Nasai dan dihasankan oleh Al Albani)

Sebagian ulama berkata,

“Hadits ini adalah dalil (disyariatkan) manusia mengucapkan tahniah (selamat) satu sama lainnya dengan kedatangan bulan Ramadhan..”

(Lathoiful Ma’arif hal. 127)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Hindari Balas Dendam

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

ما انتقم أحد قطُّ لنفسه إلا أورثَه ذلك ذُلاً يجده في نفسه، فإذا عفا أعزّه الله، وهذا مما أخبر به الصادق المصدوق حيث يقول “ما زاد الله عبداً بِعفوٍ إلا عزًّا”، فالعزّ الحاصل له بالعفو أحبّ إليه وأنفع له من العز الحاصل له بالانتقام).

جامع المسائل ١٧٠/١

“Tidak ada seorangpun yang balas dendam untuk dirinya kecuali akan menimbulkan kehinaan pada dirinya. Bila ia memaafkan maka Allah memuliakannya, dan ini yang dikabarkan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam: “Tidaklah Allah menambahkan untuk hambanya yang memaafkan kecuali kemuliaan..”

Kemuliaan yang dihasilkan dari memaafkan lebih dicintai oleh Allah dan lebih bermanfaat dari kemuliaan yang dihasilkan dari membalas dendam..”

(Jami’ Masaail 1/170)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Seorang Mukmin Diberkahi Di Mana Saja Ia Berada

Ibnul Qoyyim rohimahullah ketika berbicara tentang ayat :

‏{ وجعلني مباركًا أين ما كنتُ } مريم : ٣١

“Dan Dia menjadikanku diberkahi di mana saja aku berada..”

Beliau berkata:

‏فهكذا المؤمن مباركٌ أينما حلَّ ،
‏والفاجر مشؤومٌ أينما حلَّ ..

“Demikian pula mukmin, ia diberkahi di mana saja ia berada. Sedangkan orang fajir (buruk) membawa kesialan di mana saja ia berada..” (Al Wabil Ash Shoyyib hal. 177)

Sebagian ulama menafsir bahwa yang dimaksud diberkahi adalah memberi manfaat kepada manusia..

Pendapat lain mengatakan maksudnya adalah suka menyuruh kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran..

Sebagian lagi mengatakan maksudnya adalah mengajarkan kebaikan..

(Tafsir Ath Thobari)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 58 – 59 – 60

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

58.

59.

60.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 61 – 62 – 63
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Musibah Dunia Pasti Berlalu

Ketahuilah bahwa musibah dunia pasti berlalu. Karena dunia bukan negeri balasan. Dunia adalah negeri amal. Namun terkadang Allah memberikan balasan hanya sebatas untuk peringatan dan penggugur dosa-dosa. Maka dari itulah tidak ada sejarahnya bencana terus-menerus mendera. Dia akan selalu berlalu, berlalu, dan berlalu..

Berbeda dengan negeri akhirat. Negeri akhirat disebut dengan darul jaza (negeri balasan). Maka di akhirat, orang yang beriman dibalas dengan surga dan akan senang terus-menerus. Orang yang tidak beriman akan dibalas dengan neraka dan akan menderita terus-menerus tidak ada habis-habisnya..

Bencana atau musibah itu terkadang menjadi nikmat dan terkadang menjadi adzab.

Kapan menjadi nikmat..? Yaitu apabila dengan bencana itu kita menjadi orang yang sadar dan kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga kita menjadi orang yang lebih bertakwa kepada Allah, lebih semangat menjalankan perintah-perintah Allah, lebih semangat meninggalkan larangan-larangan Allah.

👉🏼  Maka kalau ternyata musibah menjadikan kita lebih baik, berarti itu nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala..

Bagi orang beriman, dia selalu mengambil pelajaran dari setiap musibah yang menimpa. Sedangkan orang yang kurang beriman, dia akan selalu berburuk sangka kepada Allah dari setiap musibah yang menimpa..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

ref : Musibah Pasti Berlalu

Menebar Cahaya Sunnah