Ketika Rezeki Berada Di Tangan Orang Beriman

Allah Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُم بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَفْسُقُونَ

“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan adzab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik..”

(Al-Ahqaf – 20)

Adapun orang yang beriman..
Mereka diberi rezeki oleh Allah di dunia..
Dan menggunakan rezeki itu untuk meraih kenikmatan akherat..
Dengan menggunakan rezeki itu untuk mentaati Allah ‘Azza wajalla..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Memaafkan Yang Dicintai Allah

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rohimahullah berkata,

العفو الذي يحبه الله هو الذي فيه إصلاح لأن الله اشترط ذلك في العفو فقال(فمن عفا وأصلح فأجره على الله)أي كان عفوه مشتملاً على الإصلاح.

“Memaafkan yang dicintai oleh Allah adalah mema’afkan yang disertai dengan ishlah (memperbaiki hubungan).

Karena Allah mensyaratkan hal itu dalam firman-Nya yang artinya: ‘Siapa yang memaafkan dan ishlah (memperbaiki hubungan) maka kepada Allah pahalanya..’ Artinya mema’afkannya disertai ishlah..”

(Syarah Kitab Tauhid 2/278)

Sebagian orang ada yang memaafkan namun tidak memperbaiki hubungan..

Padahal memperbaiki hubungan dengan sesama muslim jauh lebih penting dari sekedar memaafkan…
Kecuali jika menimbulkan mudhorot yang lebih besar…

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

KITAB FIQIH – Hukum Memberikan Zakat Kepada Orang Yang Dikira Mustahik Padahal Bukan

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Hukum Memindahkan Zakat  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

kita lanjutkan fiqihnya..

⚉ Orang Yang Memberikan Zakat Kepada Orang Yang Ia kira Ia Mustahik Ternyata Bukan Mustahik

⚉ Ibnu Qudamah dalam kitabnya al Mugni jilid 2 hal 528, berkata :
“Apabila ia memberi kepada orang yang Ia kira Fakir, setelah diberi ternyata dia bukan fakir, ia kaya, apakah sah zakatnya..?

Dalam hal ini, Imam Ahmad rohimahullah ada 2 riwayat :
1️⃣ Riwayat pertama, mengatakan sah
2️⃣ Riwayat kedua, mengatakan tidak sah
Dan yang mengatakan tidak sah ini juga pendapat Al Hasan bin Sholeh, Sofyan Ats Tsauri, Abu Yusuf, Ibnul Mundzir, dan Imam Asy-Syafi’i.. dan Imam Asy Syafi’i ada 2 riwayat dalam hal ini, sama dengan Imam Ahmad.

⚉ Namun Syaikh al-Albani rohimahullah merojihkan bahwa kalau dia tidak tahu, dan dia kira itu adalah orang miskin, maka zakatnya sah. Ini berdasarkan hadits bahwa Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda dari hadits Abu Hurairah rodhiallahu ‘anhu : “Orang yang bersedekah lalu ia keluar lalu ia memberi kepada seorang laki-laki, yang Ia kira dia adalah fakir miskin ternyata dia orang kaya..”

⚉ Lalu Imam Bukhari membawakan Hadits tersebut dengan membawakan bab : “Apabila Ia Bersedekah Kepada Orang Kaya, Dalam Keadaan Dia Tidak Tahu”.. kata Imam Ibnu Hajar, dalam Fathul Bari, maksudnya sedekahnya diterima.

Demikian pula hadits Ma’an bin Yazid dimana ayahnya yaitu Yazid meletakkan uang di masjid untuk diberikan kepada fakir miskin, lalu diambillah oleh anaknya yang bernama Ma’an. Ketika ayahnya tahu bahwa Ma’an yang mengambilnya, maka ayahnya mengatakan: “Demi Allah bukan kamu yang saya inginkan”.. lalu Ma’an mengadu kepada Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam, maka Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Engkau sudah mendapatkan pahala niatmu wahai Yazid.. dan buat kamu, apa yang telah kamu ambil Ma’an..” (HR. Bukhari)

⚉ Kemudian mana yang lebih utama..? yaitu memperlihatkan sedekah, zakat atau menyembunyikannya..? artinya merahasiakan.

Boleh memperlihatkan sedekah kepada orang-orang, kalau memang dia yakin selamat dari riya’. Namun tentunya untuk selamat dari riya’, sesuatu yang berat sekali, kalau memang ternyata disana ada maslahat yang besar seperti, misalnya seperti supaya orang-orang ikut untuk bersedekah dan diapun juga bisa menjaga keikhlasannya, silahkan.. namun tentunya yang paling utama adalah secara rahasia.

Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam surat Al-Baqoroh: 271

إِن تُبْدُوا۟ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا ٱلْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ

“Jika kamu memperlihatkan sedekah(mu), maka itu bagus.. dan jika kalian merahasiakannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, secara diam-diam maka itu lebih baik bagi kalian..”

⚉ Kata Ibnu Katsir rohimahullah, “ini menunjukkan bahwa merahasiakan sedekah, ataupun zakat, itu lebih utama..”

⚉ Dan juga disebutkan dalam hadits, 7 orang yang akan Allah Subhanahu Wata’ala berikan naungan pada hari kiamat, dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah Subhanahu Wata’ala.. diantaranya yaitu orang yang menginfaqkan atau bersedekah lalu dia menyembunyikannya, atau merahasiakannnya sampai-sampai tangan kirinya saja, tidak tahu apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya..
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

Ada Apa Dengan Bulan Rojab..?

Allah Subhaana waTa’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya EMPAT BULAN HAROM. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka JANGANLAH KAMU MENGANIAYA DIRI KAMU DALAM BULAN YANG EMPAT ITU.” (QS. At Taubah: 36)
.
Al Hafizh Ibnu Katsir rohimahullah berkata dalam tafsirnya:
.
“Allah Ta’ala berfirman, “MAKA JANGANLAH KAMU MENGANIAYA DIRI KAMU DALAM BULAN YANG EMPAT ITU,” maksudnya: Dalam bulan-bulan yang terhormat ini. Karena dosanya lebih berat dan lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Sebagaimana dosa maksiat di negeri al harom juga dilipatgandakan. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zholim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al Hajj: 25)
.
Maka demikian pula dalam bulan-bulan haram, DOSA-DOSA DI DALAMNYA DI LIPATGANDAKAN.”
.
Empat bulan tersebut adalah :
1⃣ Dzul Qo’dah,
2⃣ Dzulhijjah,
3⃣ Muharrom,
4⃣ Rojab.
.
Lalu beliau (Ibnu Katsir rohimahullah) membawakan atsar dua sahabat Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam yaitu Ibnu ‘Abbas  rodhiyallahu ‘anhumaa dan Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu yang menguatkan ucapan beliau.
.
Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Allah menjadikan dosa di dalam bulan-bulan harom itu lebih besar serta menjadikan amalan saleh dan pahala juga lebih besar.” (Latho-if Al Ma’arif – 207)
.
Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Kezholiman di bulan-bulan harom lebih besar kesalahan dan dosanya dibandingkan kezholiman pada bulan-bulan lainnya.”
.
Wallahu a’lam
.
#haram
#bulan
#mulia
#pahala
#dosa
#suci
#rojab
.
.

Diatas Apa Dirimu Wafat..?

Bismillah..
Sudah menjadi ketetapan hanya Allah yang berkekalan. Ulama-ulama wafat, ahlul bid’ah wafat, para bajingan wafat, dan semua kita akan wafat.

Masalahnya bukan pada wafat dan mati, tetapi diatas apa kau mati..?

Jangan kau samakan matinya Syeikhul Islam di penjara Qal’ah dengan matinya bajingan pemerkosa istri orang, meski sama-sama dalam penjara.

Tidakkan pula sama antara matinya ahli bid’ah dan ahli ilmu.

Maka ambillah pelajaran dari orang-orang yang mati, di atas apa mereka mati, yang membuatmu kian tegar di atas jalan kebenaran, tidak berpaling darinya, membuatmu kan sabar menghadapi mereka, toh ujungnya segala syubuhat mereka kan berakhir dengan kematian.

Jadikan ibrah bahwa kebenaran akan berkekalan meski pembawanya mati binasa berkalang tanah, sebaliknya ahli syubuhat dan syahwat juga kan binasa tubuhnya di pendam tanah, bersama dengan apa yang ada di otaknya dan yang mengalir melalui lisan kotornya. Kalaupun ada warisan kesesatan, namun takkan pernah abadi sebagaimana abadinya kebenaran.

Pulau Siberut jauh ditengah
Jauh dari bumi Andalas
Hancur badan dikandung tanah
Kenangan baik tak akan lepas

Allahul musta’an.

———
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى

Kumpulan HADITS

Kumpulan Hadits

  1. Agar Do’a Kita Diijabah Saat Dalam Kesusahan
  2. Akibat Berpaling Dari Kebaikan
  3. Allah Kagum Kepada Mereka
  4. Amal Yang Lebih Utama Dari Sholat, Puasa Dan Sedekah
  5. Ampunan Dosa : Bacaan Aamiin
  6. Ampunan Dosa : Bacaan Dzikir Agung Ditengah Adzan
  7. Ampunan Dosa : Bacaan Dzikir Setelah Ngobrol Diluar Majelis Ilmu
  8. Ampunan Dosa : Bacaan I’tidal
  9. Ampunan Dosa : Dzikir Setelah Berpakaian
  10. Ampunan Dosa : Dzikir Setelah Makan
  11. Ampunan Dosa : Meskipun Setinggi Langit
  12. Ampunan Dosa : Puasa dan Sholat Malam Di Bulan Ramadhan
  13. Ampunan Dosa : Sholat Sunnah Wudhu
  14. Antara Maghrib Dan ‘Isya
  15. Bahaya Ghibah (Menggunjing)
  16. Banyak Manusia Melalaikan Bulan Sya’ban
  17. Berbaik Sangka Kepada Allah
  18. Bersegeralah Beramal Sebelum Datangnya Fitnah
  19. Ciri-Ciri Orang Mukmin
  20. Diantara Keutamaan EMPAT Kalimat
  21. Digandeng Tangannya Sampai Dimasukkan Ke Dalam Surga
  22. Di Bawah Naungan Sedekah
  23. Dzikir Menghapus Dosa Walaupun Sebanyak Buih Di Laut #1
  24. Dzikir Penggugur Dosa
  25. Do’a Agar Dihindarkan Dari Musibah Agama
  26. Do’a Dari Jauh
  27. Do’a Ketika Bangkit Dari Majelis #1
  28. Do’a Ketika Bangkit Dari Majelis #2
  29. Do’a Memohon Perlindungan Dari Do’a Yang Tidak Dikabulkan
  30. Do’a Nabi Shollallahu ‘Alayhi Wa Sallam Untuk ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘Anha dan Ummatnya
  31. Do’a Perbaiki Urusan Agama, Dunia Dan Akhirat
  32. Dua Perkara Yang Mudah Namun Sedikit Yang Mengamalkannya
  33. Dzikir Yang Berputar Mengelilingi ‘Arsy Allah
  34. Hakikat Kebaikan
  35. Hamba Yang Paling Utama Kelak Pada Hari Kiamat
  36. Hari Yang Dipilih
  37. Jadilah Orang Yang Jujur
  38. Jangan Balas Mencela
  39. Jangan Katakan Seandainya Ini dan Itu
  40. Jangan Mencabut Uban
  41. Jangan Mengakhirkan Sholat Maghrib
  42. Kerusakan Ummatku
  43. Keutamaan Banyak Amal Sholeh
  44. Keutamaan EMPAT Kalimat # 1
  45. Keutamaan EMPAT Kalimat # 2
  46. Keutamaan EMPAT Kalimat # 3
  47. Keutamaan EMPAT Kalimat # 4
  48. Keutamaan Hari Senin dan Kamis
  49. Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban
  50. Keutamaan Orang Yang Banyak Berdzikir
  51. Keutamaan Sholawat – Ditampakkan Di Setiap Hari Jum’at
  52. Keutamaan Sholawat – Kedudukan Pada Hari Kiamat
  53. Keutamaan Sholawat – Menggugurkan Kesalahan Dan Meninggikan Derajat Di Surga
  54. Keutamaan Wudhu Dengan Sempurna
  55. Larangan Duduk Di Tempat Yang Terkena Teduh Dan Panas
  56. Larangan Memelihara Anjing
  57. Memaafkan Kesalahan Anak, Isteri, Orangtua
  58. Mengucapkan Tahniah Datangnya Ramadhan
  59. Menunggu Sholat Berikutnya
  60. Merasa Khawatir Amalnya Tidak Diterima
  61. Mereka Yang Banyak Mengingat Allah
  62. Mereka Yang Dikagumi Oleh Allah
  63. Orang Yang Berbuka Puasa Tanpa Udzur
  64. Orang Yang Paling Besar Pahala Puasanya
  65. Perbuatan Baik Dibalas Dengan Perbuatan Buruk
  66. Posisi Terdekat Seorang Hamba Dengan Robb-nya
  67. Rezeki Yang Telah Ditentukan
  68. Ridho Dengan Tauhid Dan Sunnah
  69. Saat Seseorang Akan Menjumpai Kehidupan Akhirat
  70. Sebaik-Baik Hari
  71. Sedekah Dengan Setengah Kurma
  72. Sedekah Tidak Harus Dengan Uang
  73. Sedekah Untuk Orangtua Yang Telah Wafat #1
  74. Sedekah Untuk Orangtua Yang Telah Wafat #2
  75. Sedekah Yang Paling Besar Pahalanya
  76. Sedekah Yang Paling Utama
  77. Semua Urusan Seorang Mukmin Menakjubkan
  78. Sering Terlambat Dalam Sholat Berjama’ah
  79. Setiap Amalan Tergantung Pada Akhirnya
  80. Tanpa Ada Penterjemah
  81. Tidak Berkurang Harta Karena Sedekah
  82. Tidak Boleh Hasad
  83. Tiga Perkara Yang Membinasakan
  84. Ucapan Ketika Ingin Memuji Seseorang
  85. Waspada Pandangan Hasad
  86. Wudhu Sebelum Tidur

Menebar Cahaya Sunnah