Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya)
“Apabila seseorang mencelamu karena dia mengetahui aib-aibmu, maka janganlah engkau membalasnya dengan mencela aib-aibnya yang engkau ketahui ada padanya.. karena sungguh akibat jelek akan menimpanya..”
Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu (semoga Allah meridhoinya), “Datang seorang laki-laki kepada Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam dan berkata, “Wahai Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam sedekah apa yang paling besar pahalanya..?”
Maka Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :
“Kamu bersedekah dalam keadaan kamu sehat, kikir dan khawatir kefakiran dan sedang berharap kekayaan. Jangan kamu tunda-tunda sedekah hingga nyawa sampai ke kerongkongan, baru kamu berkata, ini untuk si fulan.. itu untuk si fulan.. andaikan ini untuk si fulan..” [HR. Bukhari dan Muslim]
➡️ Ini menunjukkan bahwa sedekah yang paling utama itu saat kita pelit dan takut fakir. Karena saat itu memang berat sekali untuk bersedekah..
⚉ Larangan Menganggap Remeh Sedekah Yang Sedikit
⚉ Dari ‘Adi bin Hatim rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Takutlah engkau dari api neraka walaupun dengan bersedekah setengah kurma..” [HR. Bukhari dan Muslim].
➡️ Maka dari itu, ini menunjukkan walaupun setengah kurma, jangan kita anggap remeh.
⚉ Dan dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Wahai para wanita muslimah jangan menganggap remeh sedekah tetangga untuk tetangganya atau hadiah tetangga untuk tetangga yang lainnya walaupun itu tulang yang sedikit dagingnya dari kambing..” [HR. Bukhari dan Muslim]
⚉ Bolehkah Membeli Sedekah Kita Sendiri..?
Artinya : kalau misalnya kita sedekah ke orang, lalu orang itu menjual sedekah yang kita berikan kepada dia.. bolehkah kita membelinya..? Jawabannya : TIDAK BOLEH
⚉ Berdasarkan hadist Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, “Bahwa Umar bin Khotthob pernah bersedekah dengan kuda dijalan Allah Subhanahu Wata’ala dan ternyata ia mendapati kudanya di jual. Lalu beliau ingin membelinya. Ia datang kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam untuk bertanya. Maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Jangan kamu kembali kepada sedekahmu..” (artinya Rosullullah shollallahu ‘alayhi wa sallam melarangnya) [HR. Bukhari dan Muslim]
➡️ Namun kalau sedekah itu milik orang lain, boleh di beli.
⚉ Sebagaimana dalam hadist Abu Sa’id rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda tidak halal sedekah untuk orang kaya kecuali dalam keadaan 5 keadaan. Salah satunya yaitu, seseorang membeli sedekah tersebut dengan hartanya maka itu boleh.. atau ada orang miskin yang diberikan sedekah, lalu sedekah itu ia hadiahkan kepada orang kaya. Maka orang kaya itu boleh menerimanya.
⚉ Berdasarkan hadist Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam diberikan hadiah daging oleh Bariroh dimana Bariroh mendapatkan itu dari sedekah. Maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Buat dia sedekah tapi buat kita hadiah..” [HR. Bukhari]
. Wallahu a’lam 🌻
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
. Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
. ARTIKEL TERKAIT Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
. WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah
Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukkan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga.. dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at..”
عن الفضل بن أبي عياش قال : كنت جالسًا مع وهب بن منبه ، فأتاه رجل، فقال : إني مررت بفلان وهو يشتمك. فغضب، فقال: ما وجد الشيطان رسولًا غيرك؟ فما برحت من عنده حتى جاءه ذلك الرجل الشاتم، فسلم على وهب، فرد عليه، ومد يده، وصافحه، وأجلسه إلى جنبه .
Dari Al Fadhl bin Abi Ayyasy berkata, “Aku duduk bersama Wahb Bin Munabbih. lalu ada seorang Laki laki datang. Ia berkata, “Sesungguhnya aku melewati si fulan dan ia mencaci maki kamu.”
Maka Wahb marah dan berkata, “Apakah setan tidak menemukan utusan selain kamu..?”
Tak lama orang yang mencaci itu datang dan mengucapkan Salam kepada Wahb. Maka wahb membalas salamnya, menyambutnya dan menyalaminya serta mendudukkannya di sampingnya..”
(Sifatush Shofwah 1/457)
Kalau kita..
Mungkin marah dan balas mencacinya..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
“Andaikan tidak ada cobaan dan musibah di dunia ini, niscaya manusia akan tertimpa penyakit sombong, bangga dan keras hati. Semua itu akan membawa kebinasaan di dunia dan akhirat. Maka dengan rahmat-Nya yang agung, Allah pun memberikan musibah pada sekali waktu sebagai penjagaan dari penyakit berbahaya ini. Maha Suci Allah dengan segala rahmat-Nya atas ujian dan cobaan ini..”
Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),
⚉ senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.. ⚉ engkau menyuruh kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran adalah sedekah.. ⚉ engkau memberi petunjuk kepada orang di tempat ia tersesat adalah sedekah.. ⚉ engkau menuntun /menunjuki orang yang lemah penglihatannya adalah sedekah.. ⚉ engkau menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan adalah sedekah, dan.. ⚉ engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu adalah sedekah..
Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam,
“Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan meninggalkan harta, tetapi ia tidak berwasiat.. apakah (Allah) akan menghapuskan (kesalahan)nya karena sedekahku atas namanya..?” Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Ya..”
Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa, bahwa Sa’ad bin ‘Ubadah rodhiyallahu ‘anhu berkata,
“Wahai Rosulullah.. ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir.. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau..?” Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Ya..” Dia berkata, “Sesungguhnya aku menjadikan engkau saksi bahwa kebun(ku) yang berbuah itu menjadi sedekah atas nama ibuku..”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,
“Bukanlah syarat orang yang bertakwa itu tidak pernah berbuat dosa atau harus suci dari kesalahan dan maksiat.. sebab jika demikian maka tidak ada orang yang bertakwa.. akan tetapi siapa yang bertaubat dari dosa-dosanya dan melakukan amalan yang dapat menggugurkan dosanya, maka ia termasuk orang yang bertakwa..”
Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُسْتَجابُ لأحَدِكُمْ ما لَمْ يَعْجَلْ، يقولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي.
“Senantiasa do’a seorang hamba di-ijabah oleh Allah selama ia tidak tergesa-gesa dengan mengatakan, “Aku sudah berdo’a tapi belum di-ijabah..” (HR Al Bukhari)
Padahal Allah yang lebih mengetahui kapan waktu yang terbaik untuk meng-ijabah do’a kita..
Tugas kita hanya berdo’a.. Lalu menyerahkan ijabah kepada sang pencipta..
Ditulis oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى