Tidak Siap Menghadapi Ujian

Terbiasa dengan kenikmatan dunia membuat kita tidak siap menghadapi ujian dan kesabaran pun menjadi pendek…
Padahal jangan berkhayal bisa masuk surga sementara kita maunya enak terus..

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah: 214)

Allahumma aatina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqinaa adzabannar..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Puasa Ramadhan Mengangkat Derajat Di Surga

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Marhaban Ya Ramadhan

Dahulu salafush-shalih bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan dan saling mengucapkan selamat diantara mereka..

Karena ia adalah bulan yang mulia dan kesempatan yang agung untuk mendekatkan diri kepada Allah..

Keindahan Ramadhan hanyalah dirasakan oleh orang-orang yang beriman dan berharap pahala Allah ‘Azza wa Jalla..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Sungguh Menakjubkan… Subhaanallah

“TIDAK mengherankan bila seorang hamba merendahkan dirinya kepada Allah, dan terus beribadah kepada-Nya, dan tidak bosan berkhidmat kepada-Nya, karena adanya hajat dan butuhnya dia kepada-Nya..

Namun yang MENAKJUBKAN adalah bila seorang RAJA menarik rasa cinta hamba-Nya dengan bermacam-macam kenikmatan, dan menarik hati hamba-Nya dengan berbagai kebaikan, padahal Dia sama sekali tidak membutuhkan hamba tersebut..

Cukuplah sebagai KEMULIAAN, karena Anda adalah hamba-Nya… dan cukuplah sebagai KEBANGGAAN, karena Dia adalah Robb Anda..”

[Oleh: Ibnul Qoyyim -rohimahulloh-, Kitab: Al-Fawaid, hal: 35].

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA. حفظه الله تعالى

0809162214

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah