KITAB FIQIH – Orang Yang Ruku’ Sebelum Masuk Shof…

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Tempat Berdirinya Imam dan Ma’mum…  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya…

⚉  ORANG YANG RUKU’ SEBELUM MASUK SHOF… KEMUDIAN BERJALAN SAMBIL RUKU’ MASUK KEDALAM SHOF

Kata beliau, “apabila ma’mum bertakbir dibelakang shof kemudian masuk kedalam shof maka ia telah mendapatkan ruku’nya imam dan ia sudah mendapatkan satu roka’at dan sholatnya sah berdasarkan hadits Abu Bakroh,”

Bahwa Bakroh pernah sampai kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam yang sedang ruku’ maka beliaupun ruku’ sebelum masuk kedalam shof lalu ia merayap dan masuk kedalam shof lalu disebutkanlah hal itu kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam maka Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “semoga Allah menambahmu semangat jangan kamu lakukan itu”
[ HR. Bukhori ]

Apa yang dimaksud oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam “jangan kamu lakukan lagi perbuatanmu itu” ? Kata beliau, “yang tampak kepadaku larangan ini adalah untuk sikap ketergesa-gesaan Abu Bakroh bukan larangan ruku’ sebelum masuk shof.”

Kenapa ?
Karena disebutkan dalam riwayat Imam Ahmad dari jalan lain dari Abu Bakroh bahwa ia datang dalam keadaan Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam dalam keadaan sedang ruku’ dan Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam mendengar suara sendal Abu Bakroh dimana ia lari ingin mendapatkan ruku’.

Ketika Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam telah selesai sholat, Nabi bersabda, “siapa tadi yang lari ?” Abu Bakroh berkata “aku yaa Rasulullah”, maka Rasulullah bersabda, “semoga Allah menambahkan kamu semangat, jangan kamu kembali lakukan itu”
Sanadnya hasan dalam mutaba’at. Dan dikeluarkan dikisahkan dalam shohihnya juga sama dengannya dan dalam diriwayat dikisahkan dalam lafadz Abu Bakroh berkata “aku lari”, dan Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam mengatakan dalam hadits tsb
“siapa yang lari tadi dan jalan tergesa gesa,”
dan ini juga dikuatkan dalam riwayat Athohaawi dari jalan yang pertama dalam lafadz “aku datang sementara Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam sedang ruku’ sementara aku tersengal sengal nafasku, maka akupun ruku sebelum masuk shof.”
Dan hadits tsb sanadnya shahih.

Ini menunjukkan bahwa Abu Bakroh lari sehingga tersengal sengal maka Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam mengingkari perbuatan Abu Bakroh yang lari tsb.

Syaikh Al Bani rohimahullah berkata, “kemudian aku mendapatkan yang menguatkan hal ini dari perkataan perawi hadits tsb yaitu Abu Bakroh sebagaimana menguatkan bahwa larangan Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam jangan kembali melakukan lagi maksudnya yaitu jangan tergesa gesa bukan maksudnya ruku’ sebelum masuk shof.”

Ali bin Hujar meriwayatkan dalam haditsnya ia berkata,
“dari Al Qoshim bin Rabi’ah dari Abu Bakroh seorang sahabat Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bahwa ia keluar dari rumahnya dan ia mendapatkan orang orang sedang ruku’ maka kemudian iapun ruku’ bersama mereka kemudian masuk sambil ruku’ kedalam shof dan ia menganggapnya sebagai satu roka’at.”

Artinya Abu Bakroh sesudah Nabi wafat shollallahu ‘alayhi wasallam kembali melakukan ruku’ sebelum masuk shof, itu menunjukkan bahwa yang dipahami Abu Bakroh yang dilarang oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bukan ruku’ sebelum masuk shofnya tapi yang dimaksud adalah ketergesa gesaan beliau.

Syaikh Al Bani berkata sanadnya shohih dan ini hujjah yang sangat kuat yang dimaksud larangan itu adalah tergesa gesa dalam berjalan kedalam shof dan menuju sholat dan itu dilarang oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam.

Dan dalam suatu riwayat Atho’ ia mendengar Ibnu Zubair diatas mimbar berkata, “apabila salah seorang dari kalian masuk masjid dan orang orang sedang ruku’ hendaklah ia ruku’ ketika ia masuk kemudian ia masuk kedalam shof sambil ruku’ karena itu termasuk sunnah.”  [ Dikeluarkan oleh Abdurrozzak ]

Demikian juga kata Syaikh Al Bani perbuatan para sahabat setelah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam melakukan itu juga seperti Abu Bakkar as Siddiq, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Mas’ud demikian pula Abdullah bin Zubair kemudian beliau menyebutkan sebagian atsar atsar tentang itu diantaranya ;

▶ Dikeluarkan oleh Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif bahwa ia “melihat Zaid bin Tsabit masuk kedalam masjid dan imam sedang ruku’ maka beliaupun berjalan hingga beliau masuk ke shof dalam keadaan beliau sedang ruku’.” Artinya masuk ke shoffnya dalam keadaan sedang /sambil ruku’.

▶Dan juga diriwayatkan oleh Zaid bin Wahab ia berkata, “aku keluar bersama Abdullah bin Mas’ud dari rumahnya ke masjid ketika kami telah sampai dipertengahan masjid imam ruku’ maka Abdullah bin Mas’ud segera takbir dan ruku’ dan akupun ruku’ bersamanya kemudian kami berjalan sambil ruku’ sampai masuk kedalam shof dan ketika masuk shof orang orang telah berdiri, setelah imam selesai sholat aku berdiri” kata Zaid bin Wahab, “karena aku merasa belum mendapatkan satu roka’at,” maka Abdullah bin Mas’ud memegang tanganku dan mendudukkanku dan beliau berkata, “engkau telah mendapatkan satu roka’at.”  [ dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah demikian juga Abdurrozzak, Ath-Thobroni dengan sanad yang shahih ]

Ini semua menunjukkan bahwa justru ketika misalnya kita masuk masjid kemudian imam ruku’ kita segera ruku’, lalu kita berjalan sambil ruku’ namun dengan syarat tentunya berjalannya tersebut tidak jauh karena gerakan yang banyak dapat membatalkan sholat dalam ijma’ para ulama.

Kalau misalnya kita hendak masuk shof ternyata imam ruku’ kita segera ruku’ lalu kita berjalan selangkah dua langkah tiga langkah maka yang seperti ini boleh bahkan kata Abdullah bin Zubair ini termasuk sunnah.
.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…

Waspadai ‘Ujub Dengan Ibadah dan Keta’atanmu…

Sebagian orang tatkala melihat mesjid penuh dengan orang sholat di bulan Ramadhan, lantas dia memposisikan dirinya sebagai penyidik dan hakim, lalu berkata, “Kemana saja mereka selama ini sepanjang tahun, gak kelihatan di mesjid ???”

Saudaraku !
Ingatlah, mereka itu tamu-tamu Allah bukan tamumu.
Mereka itu di Rumah Allah bukan di rumahmu.
Mereka itu mengharapkan Rahmat Robbnya bukan rahmatmu.
Apa hakmu menghakimi mereka ?!

Waspadai ‘ujub dengan ibadah dan keta’atanmu sehingga pahalamu lenyap tanpa engkau sadari.

Ustadz Abuz Zubair Hawaary,  حفظه الله تعالى.

Jagalah Dirimu Dari Dua Musuh…

Al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullah berkata,

«احترز من عدوين هلك بهما أَكثر الخلق: صادّ عن سبيل الله بشبهاته وزخرف قوله، ومفتون بدنياه ورئاسته»

“Jagalah dirimu dari dua musuh yang membinasakan kebanyakan manusia,
⚉  orang yang menghalangi dari jalan Allah dengan syubhatnya dan ucapan indahnya yang menipu, dan
⚉  orang yang terfitnah dengan dunia dan kepemimpinannya.

[ Al-Fawaid, hlm. 74 ]

Meraih Khusyu’

Sholat dimulai dengan takbir dan saat berpindah dengan takbir. Karena orang yang di hatinya Hanya Allah yang paling besar maka ia akan khusyu’..

Tapi jika ada di hatinya selain Allah yang lebih besar maka ia tidak bisa khusyu’..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Info Amal Jariyah…

INFO AMAL JARIYAH
.
Satu lagi program AMAL JARIYAH :
.
👉 Perluasan tempat sholat dan keramik untuk ibu-ibu di Masjid Sunnah, Dsn Bongkot, Lombok Timur, seluas 90 m2 dengan biaya total Rp. 11 juta
.
Hanya dengan Rp. 125.000, anda sudah infaq 1 m2
.
Yuuk ikutan infaq untuk bekal akherat kita… silahkan transfer ke (foto 2)
.
Program ini terlaksana dengan kerjasama posko As Sunnah Lombok Timur.
.
https://t.co/0y7px9LiKI
.
#infaq
#amaljariyah
#lantai
#masjid
.

Tak Bisa Membedakan…

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah -rohimahullah- berkata :

” Keumuman ahlul bid’ah tidak dapat membedakan antara hadits yang shohih dengan yang tidak shohih, tetapi menurut mereka kebenaran itu yang sesuai dengan ro’yu dan hawa nafsu mereka “

Diterjemahkan oleh :
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc, حفظه الله تعالى

12494690_213557262365595_2173975630455450926_n

da0304162051

Target Penyaluran Infaq dan Hata Riba… Yuuk Jangan Ketinggalan…

TARGET PENYALURAN INFAQ DAN HARTA RIBA
.
.
1. renovasi wc, keramik wc, penambahan wc baru – Masjid Sunnah, Kembang Kerang Lauk, Lombok TimurRp. 15 juta.
.
Foto 1 : wc masjid tanpa pintu
Video 1 : wc masjid tanpa pintu
Foto 2 : lokasi 2 unit wc baru
.
.
2. renovasi wc, keramik wc, tembok suteran – Masjid Habibah, Aikmel, Lombok Timur – Rp. 15 juta. Sudah masuk Rp. 2.5 juta, sehingga kekurangannya adalah Rp. 12.5 juta.
.
Foto 3 : kondisi tempat wudhu Masjid Habibah
.
Proses renovasi wc di kedua masjid bekerjasama dengan Posko As Sunnah, Lombok Timur.
.
Bagi anda yang ingin membersihkan hartanya dari riba, bisa menyalurkannya ke rekening dana riba Al Ilmu, yang in-syaa Allah akan disalurkan kembali untuk kemaslahatan ummat seperti pembangunan fasilitas umum, wc, sumur, dll.

Bank Syariah Mandiri
.
748 000 6668
.
an. Al Ilmu Ribhat
.
konfirmasi (opsional) : 0838 0662 – 4622
.
.
Namun bila hendak INFAQ UNTUK AMAL JARIYAH di renovasi kedua Masjid diatas, silahkan transfer ke rekening berikut :
.
Bank Syariah Mandiri
.
748 000 5559
.
an. Al Ilmu Dana Sosial
.
konfirmasi (opsional) : 0838 0662 – 4622
.
.
Silahkan share, karena ada pahala juga bagi seseorang yang menunjukkan kepada kebaikan.
.
Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shollallahu ‘alayhi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]

Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua dari riba. Aamiiiin.
.
.
https://www.instagram.com/p/Bwy5FRrAR9j/?igshid=1kmmdtnz4c3yj

Foto 1: Masjid Sunnah, Kembang Kerang Lauk, Lombok Timur

Video 1: Masjid Sunnah, Kembang Kerang Lauk, Lombok Timur

Foto 2: Masjid Sunnah, Kembang Kerang Lauk, Lombok Timur

Foto 3: Masjid Habibah, Aikmel, Lombok Timur

Yang Penting Penilaian Allah Bukan Penilaian Manusia…

Jika perhatianmu hanyalah memperhatikan komentar manusia tentang dakwahmu, apakah membelamu atau memusuhimu, apakah memujimu atau mencelamu, maka waktumu akan banyak yang sia-sia terbuang, dan banyak tujuan dan cita-cita yang tidak bisa terwujudkan. Karena komentar dan para komentator terlalu banyak dan beragam, tidak akan ada habis-habisnya.

Ada yang berkata, “Sebenarnya kijang lebih cepat berlari daripada serigala, hanya saja si kijang terlalu sering menoleh ke belakang melihat kejaran serigala, akhirnya iapun menjadi mangsa serigala.”

Wallahu A’lam bis showaab.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

0210142316

Istimewanya Al Qur’an…

Istimewanya Alquran.. mari semangat membacanya, memahaminya, dan menerapkannya.

=======

Imam Ibnu Katsir -rohimahulloh- mengatakan:

“… oleh karena itu, kitab (Alquran) yang paling mulia itu diturunkan dengan bahasa yang paling mulia, kepada rosul yang paling mulia, dibawa oleh malaikat yang paling mulia.

Itu semua terjadi di bumi yang paling mulia, dan awal turunnya pada bulan yang paling mulia, yaitu bulan Ramadhan, maka sempurnalah kemuliaannya dari segala sisi”

[Tafsir Ibnu Katsir, 4/365-366]

————–

Kemuliaan di atas kemuliaan, pantaskah kita menyia-nyiakannya ?!

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da1910151815

Menebar Cahaya Sunnah