👉🏼 Setiap orang yang tergesa gesa melakukan sesuatu dengan cara yang haram. Maka ia dihalangi dari yang ia inginkan.
⚉ Contohnya, bila seorang anak ingin segera mendapatkan warisan dengan cara membunuh ayahnya, maka ia tak berhak mendapat warisan. Sebagaimana sabda Nabi:
لا يرث القاتل
“Pembunuh tidak berhak mendapat warisan.” (HR At Tirmidzi).
⚉ Orang yang ingin lari dari zakat dengan cara membeli sebidang tanah. Maka zakat tidak gugur darinya.
👉🏼 Tetapi bila ia melakukannya dengan cara yang tidak haram maka diperbolehkan.
⚉ Contohnya bila A minta disegerakan diberikan zakat harta B sebelum haulnya karena kondisi A yang amat membutuhkan. Maka boleh hukumnya.
⚉ Contohnya, Istri meminta segera diberikan uang nafkahnya kepada suami sebelum waktunya karena ada kebutuhan misalnya maka diperbolehkan, dst.
.
. Wallahu a’lam 🌴
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page: https://t.me/kaidah_ushul_fiqih https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/ . KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP
Saat ujian itulah terlihat seberapa jauh keyakinan kita kepada Allah.
Orang yang kurang yakin, akan gagal dan ia pun berburuk sangka kepada Allah. Sedangkan orang yang yakin, ia dapat menghadapi ujian dengan kuat walaupun tidak mendapat jalan keluar dan pertolongan.
karena ia yakin… bahwa ketentuan Allah itulah yang terbaik..
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,
ما انتقم أحد قطُّ لنفسه إلا أورثَه ذلك ذُلاً يجده في نفسه، فإذا عفا أعزّه الله، وهذا مما أخبر به الصادق المصدوق حيث يقول “ما زاد الله عبداً بِعفوٍ إلا عزًّا”، فالعزّ الحاصل له بالعفو أحبّ إليه وأنفع له من العز الحاصل له بالانتقام).
جامع المسائل ١٧٠/١
“Tidak ada seorangpun yang balas dendam untuk dirinya kecuali akan menimbulkan kehinaan pada dirinya. Bila ia memaafkan maka Allah memuliakannya. Dan ini yang dikabarkan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam: ‘Tidaklah Allah menambahkan untuk hambanya yang memaafkan kecuali kemuliaan..’
Kemuliaan yang dihasilkan dari memaafkan lebih dicintai oleh Allah dan lebih bermanfaat dari kemuliaan yang dihasilkan dari membalas dendam..”
(Jami’ Masaail 1/170)
Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 28) bisa di baca di SINI
Diantara perkara yang menghalangi seseorang dari kebenaran…
صدور الباطل من شيخ له قبول
⚉ Kebathilan tersebut ternyata di ucapkan oleh seorang Syaikh, seorang Ustadz, atau seorang Ulama yang sangat dihormati.
Dimana tentunya yang namanya Ustadz atau Ulama bukanlah malaikat, bukan pula nabi yang bisa jadi dia jatuh kepada kesalahan. Ketika kesalahan terjadi pada seorang Ustadz, seorang Syaikh yang sangat di hormati, maka dianggaplah itu sebagai sebuah kebenaran dan harga mati. Sehingga murid-muridnya membelanya mati-matian karena itu adalah pendapat gurunya yang ia sayangi, yang ia hormati tersebut.
Ini adalah merupakan perkara yang menyebabkan akhirnya mereka terhalang dari kebenaran, bahkan menganggap kebathilan atau kesalahan tersebut sebagai sebuah kebenaran yang tidak boleh ditolak.
⚉ Ibnu Qayyim rohimahullah berkata:
أن حبك للشيء يعمي ويصم
“Cintamu kepada sesuatu itu, seringkali membuat kamu buta.”
عن تأمل قبائحه ومساو يه
“Dari memperhatikan kekurangan-kekurangan yang ada padanya.”
Maksudnya… seseorang ketika sudah sangat mencintai seorang Ustadz atau seorang Ulama, itu membuat kita buta, sehingga seakan-akan semua yang di ucapkannya bagaikan wahyu dari langit, yang tidak boleh ditolak. Ini adalah merupakan sikap yang tidak benar.
Banyak diantara kita mengatakan, “Iya kami tidak taqlid, kami tidak fanatik”. Tapi ternyata didalam perbuatannya, sehari-harinya menunjukkan betapa fanatiknya dia. Sampai dia membela mati-matian, tidak peduli apakah perkataannya Ustadz tersebut benar atau tidak, yang terpenting bagaimana dia membela mati-matian Ustadz yang ia sangat hormati tersebut.
⚉ Syaikhul Islam rohimahullah berkata:
تَجده يذم القول وقائله بعبارة ، ويقبله بعبارة ، و يقرأ كتب التفسير والفقه وشر و ح الحديث ، و فيها تلك المقالات الَّتِي كان يذمُّها
“Kamu akan dapati ada seseorang yang mencela suatu perkataan dan yang mengatakannya dengan ungkapan, tapi juga menerima dengan ungkapan lain. Membaca kitab-kitab tafsir, fiqih dan syarah-syarah hadits. Dan didalamnya ternyata ada perkataan-perkataan yang ia cela tersebut.”
فيقبلها من أشخاص أُخر ، و يُحسن الظنَّ بِهم
“Dan ia menerima dari orang lain, dari pribadi yang lain, dimana ia ber-husnuzhon kepada mereka.”
و قد ذكرو ها بعبار ة أُخرى
“Dan mereka menyebutnya dengan ungkapan yang lain, yang padahal sebetulnya sama.”
Maksudnya… terkadang seseorang itu menerima suatu perkataan yang sebetulnya ia cela, karena yang mengucapkannya itu adalah orang yang sangat ia ikuti, yang ia sangat cintai. Tapi karena ia mengungkapkannya dengan bahasa yang enak, dia bisa menerima itu. Sementara kalau di ucapkan oleh orang yang tidak ia sukai, ia pasti akan tolak itu.
و هذا مِمَّا يو جد كثيرًا
“Dan ini banyak sekali terjadi”
و السالِم من سلَّمه اللّٰه
“Orang yang selamat tentu yang diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Kemudian beliau berkata juga:
وهاهنا أمر خفي ينبغي التفطُّن له
“Disini juga ada perkara yang penting untuk kita pahami. Bahwa terkadang banyak Ulama mengucapkan atau memilih pendapat yang lemah, karena ia sudah berijtihad, dan sebetulnya Ulama ini sudah dapat pahala. Tapi orang yang membela pendapat Ulama ini, karena membelanya bukan karena Allah, tapi karena untuk meninggikan yang ia cintai tersebut (Ustadz yang ia hormati tersebut), maka ia tidak mendapatkan pahala sama sekali bahkan bisa jadi dosa.”
Karena tujuan dia bukan untuk menegakkan kalimat Allah yang paling tinggi, tapi untuk menegakkan, meninggikan kalimat Ustadznya itu sebagai yang paling tinggi.
Tentu ini perkara yang tidak dibenarkan.
👉🏼 Maka dari itulah kewajiban kita, untuk apabila kita hendak menuntut ilmu atau menyukai seorang ‘alim… harus kita yakini, bahwa ia adalah manusia bukan Nabi bukan Malaikat. Jangan sampai ketika Ustadz yang kita sangat cintai tersebut mengucapkan kata-kata yang tidak benar, lantas kita langsung telan, karena kita sangat menghormatinya, sangat mengagungkannya, sangat kagum dengan keilmuannya. Sehingga akhirnya menyebabkan kita jatuh juga kepada kebathilan
نسأل الله السلامة والعافية
.
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/
Betul untuk yang satu ini memang berat, namun tidak boleh lelah apalagi merasa kalah.
Berikut pengalaman pribadi saya, semoga bermanfaat untuk anda:
1. Biasakan anak untuk tidur dini, jangan biarkan mereka bergadang hingga larut malam.
2. Jangan biarkan anak makan malam terlalu kenyang, karena menyebabkannya berat bangun pagi.
3. Sebelum tidur ingatkan dan kalau perlu ajak anak anda berbicara tentang pentingnya tidur dini agar bisa bangun shalat subuh.
4. Jelaskan mengapa dan apa untungnya shalat subuh berjamaah.
5. Biasakan agar anda bangun terlebih dahulu sebelum azan dikumandangkan untuk shalat sunnah di kamar anak anda, sambil memulai tahapan membangunkan anak, secara pelan pelan.
6. Awalilah usaha anda dengan doa memohon pertolongan kepada Allah agar dimudahkan membangunkan anak anda.
7. Upayakan agar ketika suara azan dilantunkan anda meningkatkan usaha anda membangunkan anak anda, karena itu waktu yang paling efektif untuk membangunkan anak, karena setan sedang menjauh dari anak anda. Rasululah shallallau ‘alaihi wa sallam bersabda:
إذا نودي للصلاة أدبر الشيطان وله ضراط حتى لا يسمع التأذين فإذا قضي النداء أقبل حتى إذا ثوب بالصلاة أدبر
“Bila azan dikumandangkan maka setan itu sambil terkentut kentut menjauh pergi hingga ia tidak mendengar suara azan. Bila azan selesai dikumandangkan, maka setan kembali lagi hingga iqamat dikumandangkan, maka setan kembali menjauh pergi”. (Muttafaqun ‘alaih)
7. Bila anak belum bangun juga setelah azan mulai dikumandangkan, maka mulailah serangan fajar, segera bisikkan di telinga anak anda ajakan mendirikan shalat.
8. Lakukan pemijitan lembut ke badan, punggung, tangan, dan kaki anak anda, karena kadang kala badan anak anda juga terasa pegal pegal efek dari permainan seharian kemaren.
9. Usap wajah anak anda dengan tangan anda yang lembab dingin karena sisa air wudlu air basuh tangan .
10. Kadang kala, anda perlu menggendong anak anda untuk turun dari kasurnya.
11. Jadikan bangun shalat subuh dan shalat subuh berjamaah sebagai bagian dari tema pembicaraan anda sehari hari, di saat anda makan bersama keluarga, anda bercengkrama dengan anak anak dll.
12. Apresiasi keberhasilan anak anda bangun shalat subuh, dengan menceritakan pula perasaan anda terhadap keberhasilan anak anda shalat berjamaah.
13. Bila perlu berikan teguran semisal mengurangi uang jajan sekolah atau mengurungkan rencana makan makan bersama di rumah makan, karena anak susah dibangunkan shalat subuh .
14. Koreksi nafkah yang anda berikan kepada anak anak anda, apakah sudah yakin halal ? karena bisa jadi susahnya anak dan istri kita dalam mejalankan ibadah disebabkan nafkah kita yang kurang baik atau bahkan haram. Allah Ta’ala berfirman:
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (Al Baqarah 168-169)
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba semoga putra putri anda menjadi anak sholeh dan sholehah. Amiin
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى
Lelaki sejati adalah lelaki yang menjadi pemimpin dalam rumah tangga..
Yang siap mengayomi istri dan anak-anaknya…
Siap bekerja keras demi mengemban tanggung jawab atas keluarganya..
Tidak bergantung dengan mata pencarian istrinya, apalagi numpang hidup dengan istrinya..
Duhai para lelaki, dikau adalah pemimpin, semoga sukses selalu dalam mengarungi samudera pernikahan yang terkadang berombak dahsyat, dapat menenggelamkan bahteramu, jika kau tak arif dalam mengemudi.
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى
Perkara yang akan membuat damai hati dan menentamkan jiwa adalah fokus memperhambakan dirimu kepada Allah Rabbal Alamin.
Adapun perkara yang membuat tercerai berainya hati adalah terlalu banyak tau dan selalu mau tau tentang apa yang ada pada manusia.
Semakin kau kuakkan pandangan matamu lebar-lebar, semakin sempit hidup yang kau rasakan, tatkala “jelalatan”matamu membentur semua sisi di sekelilingmu.
Lihat istri orang cantik rupawan, hatimu tercabik-cabik karena istrimu tak seindah dia. Lihat istana nan megah, mobil berkelas dan mewah, jiwamu remuk redam tatkala yang kau miliki hanya sepetak rumah sederhana tak berperabot, dan tatkala yang tunggangi hanyalah besi tua dimakan usia.
Hidup ini bukan untuk membanding-bandingkan rezeki dengan orang lain, tetapi hakikat hidup adalah mensyukuri apa yang kau miliki pemberian dari Allah.
* * *
Dalam berumah tangga, penghalang kebahagian kan datang menyapamu selama engkau selalu ingin tau tentang segala sesuatu pada diri pasanganmu.
Bilamana hidupmu ingin tentram tak perlu heboh maksain diri melanggar privasi pasanganmu hingga segala yang terdapat di HP nya harus kau obrak-abrik tuk cari tau apakah suamimu punya istri baru ataupun tidak, punya pasngan selingkuh atau tidak.
Apalagi jika hidup ber”madu” tak usahlah terlalu banyak tau tentang apa yang dimiliki tetanggamu, tak usah menguping apa pembicarannya dengan suamimu, apalagi mengutus “detektif” kecilmu untuk memata-matai gerak gerik suamimu dan madunya. Hal itu hanya membuat tak nyaman perasaan hatimu kelak.
Dalam dunia sosial, tak usah selalu mau tau pula tentang apa komentar manusia terhadapmu, bagaimana mereka membicarakan tentang rumah tanggamu, atau tentang bisnismu, tutup telinga rapat-rapat dan pejamkan mata baik-baik.
Teruslah berjalan selama memang jalan yang kau tempuh diridhoi Ar rahman.
Batam, 8 Jumadi Ula 1440/14 Jan 2019
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى
“Biasanya orang yang suka debat akan dihalangi dari KEBERKAHAN ilmu.
Karena kebanyakan orang yang suka debat, biasanya hanya ingin memenangkan pendapatnya, sehingga dia terhalang dari keberkahan ilmu.
Adapun orang yang menginginkan kebenaran, sungguh kebenaran itu mudah dan dekat dengannya, tidak perlu ada perdebatan panjang karena kebenaran itu jelas.
Oleh karenanya, kamu akan dapati para ahli bid’ah biasa berdebat dalam bid’ah-bid’ahnya, namun ilmu mereka kurang berkah, tidak ada kebaikan pada ilmu mereka.
Kamu akan dapati mereka saling berdebat dan berbantah-bantahan, namun berakhir dengan kenihilan, mereka tidak sampai kepada kebenaran, karena mereka hanya menginginkan pembelaan terhadap apa yang mereka jalani.
Maka, siapapun yang berdebat untuk memenangkan pendapatnya, biasanya dia tidak diberi taufiq (untuk sampai pada kebenaran), dan tidak menemukan keberkahan pada ilmunya.
Adapun orang yang berdebat dengan niat untuk mendapatkan ilmu, serta untuk menetapkan kebenaran dan membatalkan kebatilan, maka sungguh ini merupakan sesuatu yang diperintahkan, sebagaimana firman Allah ta’ala (yang artinya):
“Ajaklah (manusia) ke jalan Rabb-mu dengan cara yang hikmah dan nasihat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang paling baik”. [Surat Annahl: 125].”
[Kitab: Tafsir Surat Albaqoroh, 2/444-445].
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
RENUNGAN MALAM… . . Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam QS Al Kahfi (18)- 49, yang artinya : . “Dan di letakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “BETAPA CELAKA KAMI, KITAB APAKAH INI, TIDAK ADA YANG TERTINGGAL, YANG KECIL DAN YANG BESAR MELAINKAN TERCATAT SEMUANYA,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzhalimi seorang jua pun.”
.
. #renungan #sore #akun #medsos
.
Alhamdulillah, dana sudah disalurkan ke beberapa kegiatan berikut : . ⚉ pembuatan sumur umum di suatu desa di wilayah Cirebon . ⚉ pembuatan 3 unit WC, keramik, mesin air, toren air, septik tank, ruang bermain terbuka di Pdk Tahfizh di suatu desa di wilayah Parigi Mautong Sul-Teng yang terdampak gempa besar Palu, . ⚉ pembuatan jalan menuju Ponpes Madinatul Qur’an Jonggol . ⚉ pengecoran tempat parkir pengajian Darush Sholihin . ⚉ membantu kebutuhan kaum miskin, janda, dll . ⚉ dan di awal pekan ini, perwakilan tim kami berada di wilayah Sumur, Pandeglang untuk menyalurkan sebagian dana riba ke para pengungsi tsunami selat Sunda . Dan masih ada beberapa kegiatan lainnya yang in-syaa Allah kami akan jadikan target penyaluran dana riba. . Baarokallahu fiik
.