Do’a Yang Menghimpun Kebaikan Dunia Dan Akherat

Dari Abu Malik dari ayahnya, beliau mendengar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda ketika ada seseorang yang mendatanginya seraya mengatakan,

يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ أَقُولُ حِينَ أَسْأَلُ رَبِّي؟

“Wahai Rosulullah, apa yang aku ucapkan saat aku berdo’a kepada Robbku..?”

Beliau menjawab, “Ucapkanlah,

“Ya Allah, ampunilah hamba, rahmatilah hamba, berilah hamba keselamatan dari segala keburukan dan berilah hamba rezeki..”

وَيَجْمَعُ أَصَابِعَهُ إِلَّا الْإِبْهَامَ ، فَإِنَّ هَؤُلَاءِ تَجْمَعُ لَكَ دُنْيَاكَ وَآخِرَتَكَ

-beliau seraya menggenggam jemarinya, kecuali ibu jari- (sebagai isyarat dari empat kalimat do’a di atas), “Sungguh empat kalimat do’a tersebut telah menghimpun seluruh kebaikan dunia dan akhiratmu..”

(HR. Muslim no. 2697)

======
➡️ salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum
● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad
● lalu mulailah berdo’a

Cara Mensyukuri Nikmat Allah

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

انْظُرُوا إلى مَنْ هو أسْفَلَ مِنْكُم، ولا تَنْظُروا إلى مَنْ هو فَوْقَكُم، فهو أجْدَرُ أنْ لا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عليكم

“Lihatlah kepada orang yang dibawah kalian dan jangan melihat orang yang lebih di atas kalian. Yang demikian itu (melihat ke bawah) akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kalian..”

(HR. Muslim)

Ada sebuah ungkapan menarik dari Aun bin Abdillah bin Utbah rohimahullah. Beliau mengatakan,

“Aku banyak bergaul dengan orang-orang kaya, maka aku tidak menemukan orang yang paling banyak obsesinya melebihi diriku. Aku selalu melihat tunggangan mereka yang jauh lebih baik dari tungganganku, pakaian mereka yang jauh lebih baik dari pakaianku. Namun setelah mendengar hadits ini aku memilih bergaul dengan orang-orang faqir. Maka akupun merasakan ketenangan dan rehat karena letih mengejar obsesi..”

(Sunan at-Tirmidzi hal: 304)

Jangan Tertipu

Hatim Al Ashom rohimahullaahu Ta’ala berkata,

– Jangan tertipu dengan tempat yang suci, karena tidak ada tempat yang lebih suci dari jannah. Namun Adam jatuh kepada dosa.

– Jangan tertipu dengan banyaknya ibadah, karena iblis tadinya ahli ibadah namun terjadilah yang terjadi.

– Jangan tertipu dengan banyaknya ilmu, karena Bal’am bin Ba’ur (tadinya ahli ilmu) namun tersesat padahal ia mengetahui nama Allah yang paling agung

– Jangan tertipu oleh pertemanan dan pertemuan dengan orang sholeh. Tidak ada manusia yang lebih sholeh dari Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, namun kaum munafik dan yang memusuhi beliau tidak dapat mengambil manfaat apa apa.

(Madarijussaalikin)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sabar Dan Ridho Dalam Menghadapi Takdir

Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

Lebih baik aku menggigit bara api hingga dingin daripada aku mengatakan tentang takdir yang Allah telah tentukan, ‘seandainya itu tidak terjadi..’

(Az Zuhd no 128 – Imam Abu Dawud)

Allah menentukan segala takdir berdasarkan ilmu dan hikmah..
Dan ilmu Allah sempurna dan tidak ada kekurangannya..
Sedangkan ilmu hamba hanyalah setetes samudra yang amat luas..

Maka sangat tidak etis bila seorang hamba mengkritik keputusan Allah..
Kewajiban hamba adalah sabar dan ridho dalam menghadapi ketentuan-Nya..
Dan yakin bahwa Allah tidak akan pernah menzholimi hamba hamba-Nya..
Namun hambalah yang zholim dan lalim..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bagaimana Mengamalkan Dzikir Ini..?

 

Al-Imam an-Nawawi rohimahullahu Ta’ala berkata,

قلت: قال العلماء من أصحابنا وغيرهم: ينبغي أن يقول هذا الذكر سرا بحيث يسمع نفسه ولا يسمعه المبتلى لئلا يتألم قلبه بذلك، إلا أن تكون بليته معصية فلا بأس أن يسمعه ذلك إن لم يخف من ذلك مفسدة، والله أعلم

Aku katakan, ‘berkata para ulama dari madzhab kami (Syafi’i) dan yang lainnya’,

‘Semestinya dzikir ini dibaca dengan pelan, yakni hanya didengar oleh dirinya dan tidak didengar oleh yang tertimpa musibah agar hatinya tidak merasa sakit dengan sebab itu.

Kecuali orang tersebut ditimpa musibah berupa kemaksiatan (yang dilakukannya), maka tidak mengapa diperdengarkan kepadanya hal itu, jika tidak dikawatirkan akan muncul kerusakan dari perbuatan ini..’

(Al-Adzkaar no.779)

Tiga Perkara Yang Mengherankan Dan Tiga Perkara Yang Membuat Sedih

Sahabat Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

ثلاث أعجبتني حتى أضحكتني, مؤمل دنيا والموت يطلبه. وغافل وليس بمغفول عنه. وضاحك ملء فيه لا يدري أساخط رب العالمين عليه، أم راض عنه.

وثلاث أحزنني حتى أبكيتني، فراق محمد وحزبه، وهول المطلع (الموت)، والوقوف بين يدي ربي ﷻ، ولا أدري إلى جنة أم إلى نار.

Ada tiga hal yang membuatku terheran-heran sehingga diriku tertawa,

1. Seorang yang sangat panjang angan-angannya hidup di dunia, padahal kematian terus mengintainya.

2. Seorang yang lalai (dari ketaatan), padahal semua perbuatannya tercatat.

3. Orang yang banyak tertawa (merasa aman dari siksa), sedangkan dia tidak tahu apakah Allah murka padanya ataukah meridhoinya.

Dan ada 3 perkara yang membuatku sedih sehingga aku pun menangis,

1. Ketika berpisah dengan Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat beliau.

2. Ketika menghadapi sakitnya sakratul maut.

3. Ketika berdiri dihadapan Allah ‘Azza wa Jalla sementara aku tidak mengetahui apakah akan masuk surga atau neraka.

(Shifah Ash-Shofwah – I/259)

Bersabarlah

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rohimahullahu Ta’ala berkata,

وما هي إلا ساعة ثم تنقضي هذه المكاره اصبر عليها ،اصبر على كبح نفسك عن شهواتها ، اصبر على الواجبات التي أمرك الله بها ،اصبر على البلايا التي تصيبك من نفسك ، أو من الله عز وجل ، أو من الناس ، اصبر حتى تنال دار الراحة ،نسأل الله أن يكتب لنا ولكم هذه الدار الصبر والثبات

Tidaklah kehidupan ini melainkan hanya beberapa saat saja, kemudian akan lenyaplah hal-hal yang tidak disukai, maka dari itu bersabarlah dalam menghadapinya.

– bersabarlah atas terkekangnya jiwamu dari berbagai syahwat yang ada.

– bersabarlah terhadap berbagai kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu.

– bersabarlah terhadap berbagai musibah yang menimpamu, apakah musibah itu karena perbuatan dirimu sendiri, atau musibah itu datangnya dari Allah, atau dari manusia yang lain.

– bersabarlah sampai engkau mendapatkan negeri yang penuh dengan ketenangan (surga).

Kita memohon kepada Allah agar menganugerahkan kesabaran dan keteguhan kepada kita dalam kehidupan ini.

(Syarh al-Kafiyah as-Syafiyah 4/46)

Jangan Suka Menuduh Seseorang Tidak Ikhlas

Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam mendengar Kholid bin Al Walid rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Berapa banyak orang yang sholat tapi berkata dengan lisannya apa yang tidak sesuai dengan hatinya..”

Maka Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda:

إنِّي لَمْ أُومَرْ أنْ أنْقُبَ عن قُلُوبِ النَّاسِ

“Aku tidak diperintahkan untuk membedah hati manusia..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Terkadang kita suka menuduh orang lain tidak ikhlas..
dari mana kita tahu bahwa ia tidak ikhlas..

Kita hanya menghukumi seseorang sesuai dengan yang ia perlihatkan kepada kita…
Adapun yang tidak tampak maka serahkan kepada sang Pencipta..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Diantara Tanda Tanda Kebahagiaan Dan Keberuntungan

Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala berkata,

Termasuk tanda tanda kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba :

– tatkala bertambah ilmu maka bertambah pula tawadhu’ (rendah hati) dan kasih sayangnya

– tatkala bertambah amalannya, bertambah pula rasa takut dan kewaspadaannya

– semakin bertambah umurnya, maka semakin berkurang ambisinya

– tatkala bertambah pada hartanya, maka semakin bertambah pula kedermawanan dan pemberiannya

– semakin bertambah kedudukannya dan kekuasaannya, semakin bertambah pula kedekatannya dengan manusia dan menunaikan kebutuhan mereka dan tawadhu’ (rendah hati) terhadap mereka.

(Al Fawaid, hlm. 148-149)

Tiga Perkara Yang Menghapus Dosa, Mengangkat Derajat, Menyelamatkan Dan Membinasakan

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Ada tiga perkara yang menghapus dosa, tiga perkara yang mengangkat derajat, tiga perkara yang menyelamatkan, dan tiga perkara yang membinasakan

TIGA PERKARA YANG MENGHAPUS DOSA
● menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin/sulit
● menunggu (di masjid) dari satu sholat (berjama’ah) hingga sholat (berjama’ah) berikutnya
● berjalan menuju sholat berjama’ah.

TIGA PERKARA YANG MENGANGKAT DERAJAT
● memberi makan
● menyebarkan salam
● sholat di waktu malam, ketika manusia sedang tidur.

TIGA PERKARA YANG MENYELAMATKAN
● berbuat adil ketika marah maupun senang
● sederhana ketika miskin maupun kaya
● takut kepada Allah ketika bersendirian maupun di keramaian.

TIGA PERKARA YANG MEMBINASAKAN
● kekikiran yang kelewatan/dituruti
● hawa nafsu yang dituruti
● kekaguman seseorang terhadap dirinya

(HR. Ath-Thobroni – Shohiihul Jaami’ no. 3045)

Menebar Cahaya Sunnah