Memuji Allah Sebelum Tidur Dengan Pujian Seluruh Makhluk

Simak penjelasan haditsnya berikut ini oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى .. Lafazh dzikirnya bisa dilihat dibawahnya.

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Barangsiapa mengucapkan ketika hendak tidur (menuju kasur/tempat tidurnya) :

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ كَفَانِيْ وَآوَانِيْ ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ وَسَقَانِيْ ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ مَنَّ عَلَيَّ فَأَفْضَلَ

ALḤAMDU LILLAAHIL-LADZII KAFAANII WA AAWAANII (segala puji bagi Allah yang telah mencukupi diriku dan melindungiku)

ALḤAMDU LILLAAHIL-LADZII ATH-‘AMANII WA-SAQOONII (segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepadaku makan dan memberikan kepadaku minum)

ALḤAMDU LILLAAHIL-LADZII MANNA ʿALAYYA FA-AFḌHOLA (segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepadaku karunia yang penuh dengan keutamaan dan kelebihan)

Maka sungguh ia telah memuji Allah dengan pujian seluruh makhluk..”

(HR. Al Baihaqi – hadits hasan)

===

Dalam riwayat lainnya, dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, bahwa apabila Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam akan tidur, beliau mengucapkan,

الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا ، وكفَانَا وآوانَا ، فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُئْوِيَ

ALHAMDU LILLAAHIL-LADZII ATH-’AMANAA WA-SAQOONAA (segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kami makan dan memberikan kepada kami minum)

WA KAFAANAA WA AAWAANAA
(dan telah mencukupi kami dan melindungi kami)

FAKAM MIMMAN LAA KAAFIYA LAHU WA LAA MU’WIYA (betapa banyak orang yang tidak memiliki kecukupan dan perlindungan)

(HR. Muslim no. 2715)

📌 Syaikh Abdurrozzaq Al Badr, حفظه الله تعالى berkata,

“(Sebelum tidur) engkau mengingat nikmat Allah atasmu berupa makanan, minuman, kecukupan, dan tempat bernaung. Serta (mengingat) betapa banyak manusia yang terkadang tidak mendapati hal tersebut, dan tidak dimudahkan baginya hal-hal itu. Maka, pujilah Allah (sebelum tidur)..”

=======
📌 silahkan download beberapa poster dzikir dan do’a sebelum tidur di artikel berikut ini :

https://bbg-alilmu.com/archives/39314

Hukum Mengganti Hutang Puasa Orang Yang Telah Wafat

PERTANYAAN

Assalamu’alaykum Ustadz, shobaahul khayr, semoga Allah menjaga antum serta keluarga, aamiin.

Afwan Ustadz mengganggu waktunya, izin bertanya, ada teman yang mungkin 10 tahun terakhir puasa Romadhon nya bolong bolong bahkan mungkin gak puasa Romadhon sama sekali.

Setelah sakit parah sebulan lalu, setelah keluar RS, dia terlihat taubat, dia minta maaf ke ibunya, saudara-saudaranya dan keluarganya, ia rajin sholat berjama’ah di masjid dekat rumahnya .. lalu dia wafat beberapa hari lalu.

Pertanyaannya, bagaimana dengan hutang puasa Romadhon nya yang selama ini ditinggalkan, apakah harus di qodho oleh ahli warisnya atau bayar fidyah..?

Syukron Ustadz.

JAWABAN

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Shobahun nuur, jazakallahu khair atas do’anya. Semoga Allah juga senantiasa menjaga Anda dan keluarga, aamiin.

Pertanyaan ini penting dan semoga Allah memberikan keberkahan kepada Anda yang peduli dengan keadaan teman Anda yang telah wafat. Berikut penjelasannya:

HUTANG PUASA RAMADHAN YANG DITINGGALKAN

1. Hukum Mengganti Puasa Orang yang Telah Wafat

Para ulama berbeda pendapat tentang bagaimana menyelesaikan hutang puasa orang yang telah wafat:

– Pendapat mayoritas ulama (termasuk madzhab Syafi’i, Hambali, dan sebagian Hanafiyah): Disunnahkan bagi ahli waris untuk mengganti puasa yang ditinggalkan almarhum jika memungkinkan, berdasarkan hadits Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam:

“Barangsiapa meninggal dunia dan masih memiliki hutang puasa, maka walinya (ahli warisnya) boleh menggantikan puasanya..” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Namun, ini tidak wajib, melainkan bersifat anjuran.

– Pendapat Madzhab Maliki dan sebagian ulama Hanafiyah: Hutang puasa tidak dapat diganti oleh orang lain, tetapi cukup dengan membayar fidyah.

2. Ketentuan Praktis dalam Kasus Ini
Mengingat teman Anda telah meninggalkan banyak puasa dalam waktu yang lama (sekitar 10 tahun):

Jika ahli waris merasa berat untuk menggantikan seluruh puasanya, maka solusinya adalah membayar fidyah.

Fidyah dibayarkan dengan memberikan makanan kepada fakir miskin, satu mudd (sekitar 0,75 kg bahan pokok seperti beras) untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

3. Bagaimana Jika Tidak Diketahui Jumlah Pastinya..?

Jika tidak diketahui secara pasti jumlah hari puasa yang ditinggalkan, maka ahli waris memperkirakan dengan sebaik-baiknya. Contoh: jika dalam 10 tahun dia hanya berpuasa 1-2 tahun, maka diasumsikan dia meninggalkan sekitar 8 tahun puasa (8 × 30 hari = 240 hari).

Maka fidyah yang harus dikeluarkan adalah sebanyak 240 × 0,75 kg = 180 kg beras, yang dibagikan kepada fakir miskin.

4. Bagaimana Jika Tidak Ada Ahli Waris yang Mampu..?

Jika ahli waris tidak mampu membayar fidyah atau menggantikan puasanya, maka hal ini dikembalikan kepada Allah ﷻ. Semoga amal taubat dan kebaikan almarhum diterima oleh Allah, dan kekurangan-kekurangan ibadahnya dimaafkan.

NASIHAT TAMBAHAN

Perubahan yang dilakukan oleh teman Anda sebelum wafat menunjukkan tanda-tanda husnul khatimah, insyaAllah. Allah Maha Penerima Taubat, sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..” (QS. Az-Zumar: 53)

Semoga Allah menerima amal ibadahnya dan mengampuni kekurangannya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Dijawab oleh,
Ustadz Dr. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

Sifat Orang Yang Bahagia Dan Orang Yang Celaka

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

والله سبحانه وصف أهل السعادة بالإحسان مع الخوف، ووصف الأشقياء بالإساءة مع الأمن .
‏ومن تأمل أحوال الصحابة رضي الله عنهم وجدهم في غاية العمل مع غاية الخوف .
‏ونحن جمعنا بين التقصير – بل التفريط – والأمن !

Allah mensifati orang yang bahagia sebagai orang yang selalu berbuat ihsan disertai rasa takut.

Dan mensifati orang yang celaka sebagai orang yang berbuat buruk disertai rasa aman.

Siapapun yang memperhatikan keadaan para shahabat akan mendapati bahwa mereka berada pada puncak amal disertai rasa takut.

Sedangkan kita mengumpulkan sikap meremehkan dengan merasa aman.

(Addaa Waddawaa 1/91)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Saudara Yang Sebenarnya

Al-Imam Ibnu Hibban rohimahullah berkata,

والإخوان يُعرفون عند الحوائج؛ لأن كل الناس في الرخاء أصدقاء، وشرُّ الإخوان الخاذل لإخوانه عند الشدة والحاجة.

Saudara yang sebenarnya diketahui pada saat dia memiliki banyak kebutuhan (tuntutan masalah). Sebab, semua orang menjadi teman ketika dalam keadaan senang.

Seburuk-buruk saudara adalah yang menelantarkan saudaranya ketika dia sedang kesusahan dan membutuhkan.

( Roudhotul Uqola’ – hlm. 221 )

Jangan Balas Kenikmatan Dengan Keburukan

Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فإن الكريم لا يعامل بالإساءة من أحسن إليه. وإنما يفعل هذا لئام الناس. فليمنعه مشهد إحسان الله ونعمته عن معصيته حياء منه أن يكون خير الله وإنعامه نازلا إليه، ومخالفاته ومعاصيه وقبائحه صاعدة إلى ربه. فملك ينزل بهذا وملك يعرج بهذا، فأقبح بها من مقابلة!

Sesungguhnya, orang yang mulia tidak akan membalas Dzat yang telah berbuat baik kepadanya dengan keburukan. Yang melakukan hal itu hanyalah seburuk-buruk manusia.

Oleh sebab itu, merenungi kebaikan dan nikmat Allah akan menghalanginya untuk bermaksiat kepada-Nya. Dia malu jika kebaikan dan nikmat Allah turun kepadanya, namun di saat yang sama pelanggaran, kemaksiatan, dan keburukannya naik ke hadapan Robbnya.

Renungkanlah :
– malaikat turun kepadanya dengan membawa nikmat-nikmat untuknya, lalu
– malaikat lain naik dengan membawa dosa-dosanya

Betapa buruknya balasan yang dia berikan (kepada Robb-Nya).

(‘Uddatush Shobirin, hlm 102 )

Orang Yang Paling Buruk Kedudukannya Di Akherat

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

إِنَّ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ وَدَعَهُ أَوْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ.

Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan atau dijauhi oleh manusia karena mereka khawatir akan keburukannya.

(HR. Al-Bukhari no. 6131, Muslim no. 2591)

===

Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhohullah berkata:

وذلك كإنسان يكون عنده بذاءة في اللسان وعنده تطاول على الناس، فالناس يحرصون على أن يتخلصوا منه، ولا يدخلون معه في مصادمات؛ لأنه يؤذيهم.

Hal itu seperti seseorang yang memiliki lisan yang kotor dan sifat jahat terhadap manusia, sehingga manusia berusaha untuk menghindar darinya dan tidak mau berurusan dengannya, karena dia dapat menyakiti mereka.

(Syarh Sunan Abu Dawud, hadits no. 4791)

Do’a Terakhir Yang Dibaca Sebelum Tidur

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

berikut adalah lafazh do’anya :

======
➡️ salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a.

Salah Satu Cara Memperbaiki Akhlak

Imam Ath Thurtusi Al Maliki rohimahullah berkata,

العاقـل لا تنقطـع صداقته
‏والأحمـق لا تـدوم موّدتـه
‏فاتخـذ مـن نصحـاء أصحابـك مـرآة لطبائعـك وفعائلـك
‏ڪمـا تتخـذ لوجھـك المــرآة المجليــة
‏فإنّـك إلـى إصـلاح طبائعـك أحـوج منـك إلـى تحسيـن
صورتـك

Orang yang berakal tidak akan putus pertemanannya.
Sedangkan orang bodoh tidak akan lama kecintaannya.

Maka ambillah teman temanmu yang baik sebagai cermin untuk akhlak dan perbuatanmu.
Sebagaimana kamu mengambil cermin untuk melihat wajahmu dengan jelas.

Karena kamu lebih membutuhkan kepada perbaikan akhlak dari pada memperindah jasad dan rupamu.

(Sirojul Muluk hal 73)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(*) Imam Ath Thurtusi Al Maliki rohimahullah wafat tahun 530 H.

Diantara Tanda Tanda Berbakti Kepada Kedua Orangtua

● Al Imam Ahmad bin Hanbal rohimahullahu ta’ala mengatakan,

Berbakti kepada kedua orang tua adalah penghapus dosa-dosa besar.

(Al Adaab Asy-Syar’iyyah – Imam Ibnu Muflih – 1/389)

● Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,

Apabila kita perhatikan keadaan manusia hari ini, pasti kita akan mendapati kebanyakan dari mereka tidak berbakti kepada kedua orangtuanya..! Bahkan mereka durhaka kepada keduanya..!

Engkau akan mendapati dia sangat begitu baik ketika bergaul dengan teman-temannya dan tidak bosan untuk berlama-lama duduk bersama mereka.

Akan tetapi lain halnya bila mereka duduk bersama ayah dan ibunya walaupun sesaat saja, niscaya engkau akan dapati mereka merasa bosan dan jenuh, seakan-akan mereka sedang duduk diatas bara api..!!

Maka ini bukanlah bentuk berbakti kepada orangtua.

Karena seorang yang berbakti itu adalah seorang yang :
– lapang dadanya dalam bergaul dengan ayah dan ibunya,
– melayani keduanya dengan ikhlas dan sukarela (tanpa pamrih), serta
– berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapat ridho keduanya dengan segenap usaha yang ia mampu.

(Syarah al Aqidah al Washitiyyah 3/121)

Keutamaan Banyak Berdzikir

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

إنّ العبد المُطيع الذّاكِر لله تعالى، إذا أصابته
شدة، أو سأل الله حاجة، قالت الملائكة؛ يارب صوت معروف من عبد معروف.

Sesungguhnya seorang hamba yang senantiasa taat dan banyak berdzikir kepada Allah, apabila ia tertimpa kesulitan hidup atau memohon sesuatu kepada Allah, niscaya para malaikat akan mengatakan,

‘Ya Allah, Ini adalah suara yang sering didengar dari hamba yang telah dikenal..’

( Al-Wabilus Shoyyib – 98 )

=====
Diantara dzikir dzikir yang diajarkan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam (silahkan download dan share)

Keutamaan Dzikir Mengingat Allah # 1
https://t.me/bbg_alilmu/24126

Keutamaan Dzikir Mengingat Allah # 2
https://t.me/bbg_alilmu/24132

Menebar Cahaya Sunnah