Jadwal Puasa Asyuro Dan Ayyaamul Biidh – Al Muharrom 1446 Hijriyah

REVISI

Sehubungan dengan :
– adanya perbedaan (hasil rukyatul hilal dan hisab) terkait awal bulan Al Muharrom 1446 Hijriyah,

– bahwa sidang isbat oleh pemerintah hanya untuk menentukan awal bulan Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah (terkait Idul Adha), sedangkan untuk bulan-bulan hijriyah lainnya seperti Al Muharrom, pemerintah tidak secara khusus mengadakan sidang isbat

– penjelasan para ulama tentang rukyatul hilal

maka dengan ini kami posting REVISI terhadap informasi kami sebelumnya, yang mana revisi ini mengikuti hasil rukyatul hilal, wallaahu Ta’ala a’lam.

=======

Terkait revisi jadwal puasa Asyuro dan Ayyaamul Biidh di bulan Al Muharrom 1446, berikut ini ada tambahan dari Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى dan Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى via Al Fawaid

1. Sebagaimana hadits, untuk mengikuti rukyatul hilal.

Dikarenakan pemerintah, untuk bulan al muharrom, tidak melaksanakan rukyat, dan juga tidak menetapkan untuk wajib mengikuti putusan tentang awal bulan (al muharrom), maka ikuti rukyatul hilal.

2. Sebaiknya tetap, untuk kehati-hatian, berpuasa di 2 hari, (yaitu) tanggal 9 al muharrom dan tanggal 10 al muharrom (16-17 juli)

Wallaahu Ta’ala a’lam

Sifat- Sifat Yang Membinasakan Dan Menyelamatkan

Dari sahabat Anas Ibnu Malik rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

ثلاثٌ مُهلِكاتٌ :إعجابُ المرءِ بنفسِه، و شُحٌّ مُطاعٌ ، و هوًى مُتَّبَعٌ. وثلاثٌ مُنجِياتٌ : خشيةُ اللهِ في السرِّ و العلانيةِ ، و القصدُ في الفقرِ و الغِنى ، و العدلُ في الغضبِ و الرِّضا

Tiga sifat yang dapat membinasakan, (yaitu) :

1. Bangga terhadap diri sendiri,
2. Kikir yang ditaati, dan
3. Hawa nafsu yang diikuti

Dan tiga sifat yang menyelamatkan, (yaitu) :

1. Takut kepada Allah dikala ia sendirian atau keramaian
2. Sederhana di saat fakir dan di saat berkecukupan,
3. Bersikap adil di saat marah dan ridho.

(HR. Al Bazzar dan lainnya)
Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam Ash-Shohiihah no : 1802.

Kekayaan Dunia Tidak Bisa Menjadi Tebusan Kelak Di Akherat

Sahabat Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عليه وسلم لما دَعَا قَوْمَهُ إِلَى الْإِيمَانِ، قَالَ أَبُو لَهَبٍ: إِذَا كَانَ مَا يَقُولُ ابْنُ أَخِي حَقًّا، فَإِنِّي أَفْتَدِي نَفْسِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْعَذَابِ بِمَالِي وَوَلَدِي، فَأَنْزَلَ اللَّهُ: ﴿مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ﴾

Ketika Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam mengajak kaumnya kepada keimanan, maka abu lahab mengatakan, “Sungguh bila yang dikatakan keponakanku ini benar, maka pada hari kiamat aku akan menebus diriku dari adzab yang pedih dengan harta dan anakku..”

Maka Allah Ta’ala menurunkan,

مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ

“Tidaklah akan berguna baginya hartanya dan apa yang telah dia usahakan..”

(Tafsir Ibnu Katsir – QS. Al-Masad : 2)

Cara Menyikapi Majelis Ghibah

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahullahu Ta’ala pernah ditanya sbb,

PERTANYAAN

عندما أكون في مجلس يكون فيه غيبة ولا أستطيع القيام منه، فماذا أفعل؟

Ketika saya di sebuah majelis yang berisi ghibah (menggunjing) dan saya tidak mampu untuk meninggalkan majelis tersebut, apa yang harus saya lakukan..?

JAWABAN

هذا لا يجوز والغيبة محرمة؛

Engkau nasehati mereka dengan mengatakan, “ini tidak boleh dan ghibah adalah perbuatan yang diharamkan..”

Karena Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺭَﺩَّ ﻋَﻦْ ﻋِﺮْﺽِ ﺃَﺧِﻴﻪِ ﺭَﺩَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻦْ ﻭَﺟْﻬِﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ.

“Siapa saja yang membela kehormatan saudaranya (sesama muslim) maka Allah akan melindungi wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti..” (Shohih at-Targhib wat Tarhib, no. 2848 -pent)

والمؤمن لا يحضر مجالس الشر فإن كنت تستطيع إخبار جلسائك بأن هذا لا يجوز وأن الواجب تركه فافعل ذلك، وأخلص لله في العمل

Seorang mukmin tidak akan menghadiri majelis yang berisi keburukan, jadi jika engkau mampu untuk memberi tahu kepada teman-teman dudukmu bahwa perbuatan ini tidak boleh dan yang wajib adalah meninggalkannya, maka lakukanlah hal itu dan ikhlaskan karena Allah dalam melakukannya.

وإن كنت لا تستطيع فقم ولا تحضر الغيبة ولو استنكروا قيامك، وإذا سألوك فقل: قمت لأجل هذا، لقول الله تعالى

Namun jika engkau tidak mampu, maka tinggalkan dan jangan menghadiri ghibah tersebut walaupun mereka mengingkari sikapmu meninggalkan majelis tersebut, dan jika mereka bertanya kepadamu maka katakan, “Saya pergi karena ada ghibah ini..”

Karena Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺨُﻮﺿُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺁﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﻓَﺄَﻋْﺮِﺽْ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳَﺨُﻮﺿُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺣَﺪِﻳﺚٍ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ۚ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﻳُﻨﺴِﻴَﻨَّﻚَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻘْﻌُﺪْ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮَﻯٰ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ.

“Dan jika engkau melihat orang-orang yang suka menjadikan ayat-ayat Kami sebagai olok-olokan, maka tinggalkan mereka hingga mereka beralih kepada pembicaraan yang lain, namun jika syaithan menjadikan dirimu lupa, maka setelah teringat janganlah engkau duduk bersama kaum yang zholim itu..” (Qs. Al-An’aam: 68)

ref : http://www.binbaz.org.sa/fatawa/1754

Ayo .. Sebarkan Ilmu Agama..!

● Ibnul Mubarak -rohimahullah- berkata,

“Aku tidak tahu ada amalan yang derajatnya lebih tinggi setelah kenabian, melebihi amalan menyebarkan ilmu agama..”

(Tahdzibul Kamal 20/16)

● Az-Zuhri -rohimahullah- berkata,

“Mengajarkan satu amalan saja yang sesuai Sunnah, itu lebih afdhol daripada beribadah selama 200 tahun..!”

(Aqidatus Salaf wa Ashabil Hadits 318)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Ikhlas Adalah Satu Satunya Jalan Untuk Meraih Keutamaan Di Sisi Allah

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahullahu ta’ala mengatakan,

Allah subhanahu wa ta‘ala tidak akan melihat hamba dari sisi fisiknya, apakah besar atau kecil, apakah sehat atau sakit, dan tidak pula dari sisi rupa wajahnya, apakah cantik atau jelek. Semua ini tidak ada artinya sama sekali disisi Allah ta’ala.

Begitu juga Allah ta’ala tidak melihat kepada nasab keturunannya, apakah nasabnya terpandang atau tidak, tidak juga kepada harta bendanya, dan tidak pula kepada sesuatu yang lain sama sekali.

Tidak ada hubungan antara hamba dengan Allah ta’ala melainkan hanya dengan taqwa.

Barangsiapa yang lebih banyak ketaqwaannya kepada Allah, maka dia akan lebih dekat dan lebih mulia disisi Allah subhanahu wa ta‘ala.

Oleh karenanya, janganlah pernah sama sekali engkau merasa bangga dengan :
– hartamu,
– rupa wajahmu,
– fisik badanmu,
– banyaknya anak-anakmu,
– istana dan kendaraan-kendaraanmu, dan
– dengan sesuatu apapun dari dunia ini.

Dan bila engkau dimudahkan untuk dapat bertaqwa kepada allah, maka hal itu termasuk keutamaan Allah kepadamu, maka puji serta bersyukurlah engkau kepada Allah atas nikmat tersebut.

(Syarah Riyadussholihin – 1/61)

•┈┈••┈┈•

قال العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله في شرحه لهذا الحديث:
” فالله سبحانه وتعالى لا ينظر إلى العباد إلى أجسامهم هل هي كبيرة أو صغيرة أو صحيحة أو سقيمة ولا ينظر إلى الصور هل هي جميلة أو ذميمة .
كل هذا ليس بشيء عند الله، وكذلك لا ينظر إلى الأنساب هل هي رفيعة أو دنيئة، ولا ينظر إلى الأموال ولا ينظر إلى شيء من هذا أبداً .
ليس بين الله وبين خلقه صلة إلا بالتقوى، فمن كان لله أتقى كان من الله أقرب وكان عند الله أكرم إذن لا تفخر بمالك ولا بجمالك ولا ببدنك ولا بأولادك ولا بقصورك ولا بسيارتك ولا بشيء من هذه الدنيا أبداً، إنما إذا وفقك الله للتقوى فهذا من فضل الله عليك فاحمد الله عليه . ” ا.هـ

[“شرح رياض الصالحين” [(1 / 61)]

Siapa Yang Mampu Mengerjakan Semua Yang Ia Ucapkan..?!

‏قيل للحسن البصري: فلان لا ينصح، يقول: أخاف أن أقول ما لا أفعل!

Ada seseorang yang berkata kepada al-Hasan al-Bashry rohimahullah (w. 110 H) bahwa si fulan tidak mau menasehati dengan dalih, ‘aku takut mengatakan apa yang tidak aku lakukan..’

Maka beliau mengatakan,

وأينا يفعل كل ما يقول! ودّ الشيطانُ لو ظفر بهذا؛ فلم يؤمر بمعروف.

Siapa diantara kita yang mengerjakan semua yang ia ucapkan..?!

Setan sangat ingin seandainya ia bisa berhasil dengan melemparkan pemahaman yang salah semacam ini, sehingga tidak ada satupun perkara ma’ruf yang diperintahkan.

(Al Jaami’ li Ahkaamil Qur’an – 1/367)

Mewaspadai Sifat Munafik

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

إذا أردت أن تسأل نفسك، هل أنت مؤمن أم منافق ، إسأل نفسك عن الصلاة في وقتها والمحافظة عليها، خصوصا صلاة الفجر إن كنت من أهلها وبانتظام، فاعلم أنك مؤمن ليس بينك وبين الجنة إلا أن تموت. وإن كنت ضيعتها فسارع إلى إنقاذ نفسك فإنها وضياعها من علامات النفاق والعياذ بالله. وإذا كان الكفار عدواً مبيناً من الخارج، فإن المنافقين عدواً خفياً من الداخل، وهم أعظم ضرراً و أشد خطراً على المسلمين لأنهم يخالطونهم ويعلمون أحوالهم .

Bila ingin mengetahui apakah engkau termasuk orang yang beriman ataukah orang yang munafik, maka tanyakanlah kepada dirimu tentang :
– sholat pada waktunya, dan
– bagaimana engkau menjaganya,
terlebih lagi pada sholat shubuh.

Jikalau engkau termasuk orang yang melakukannya dengan teratur, maka ketahuilah bahwa engkau adalah seorang mukmin dan tidak ada penghalang antara dirimu dengan surga kecuali kematian -insyaa Allah-,

Namun jikalau engkau termasuk orang yang menyia-nyiakannya, maka bersegeralah untuk menyelamatkan dirimu karena itu merupakan tanda kemunafikan, wal ‘iyaadzubillah.

Kalau orang-orang kafir adalah musuh nyata dari luar kaum muslimin, maka orang-orang munafik adalah musuh yang tersembunyi dari dalam kaum muslimin. Orang-orang munafik ini lebih besar bahayanya bagi kaum muslimin karena mereka berbaur dan mengetahui kondisi kaum muslimin.

(Syarah al-Mumti’ 2/27-28)

Makna Dari Kalimat ‘Jagalah Allah’

Dari sahabat Abdullah bin Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa, beliau berkata, pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda,

”يَا غُلاَم إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، اِحْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ“ الحديث.

Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat :
– jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu,
– jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.

(HR. At-Tirmidzi no. 2516). Syaikh Al-Albani rohimahullahu ta’ala mengatakan, hadits ini shohih.

● Imam Ibnu Rojab rohimahullahu ta’ala menjelaskan makna hadits ini seraya mengatakan,

JAGALAH ALLAH : maksudnya ialah, menjaga batasan-batasan yang telah ditetapkan-Nya sehingga :
– jangan melakukan sesuatu melebihi dari apa yang diperintahkan,
– jangan meremehkan dari apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta‘ala,
– senantiasa menjaga hak-hak Allah subhanahu wa ta‘ala dengan selalu mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

ALLAH AKAN MENJAGAMU : penjagaan Allah ‘Azza wa Jalla terhadap hamba di dunia ada dua macam :
– Allah menjaga anggota tubuhnya, keluarganya, dan hartanya, atau
– Allah ‘Azza wa Jalla menjaga agamanya dari syubhat (pola pikir yang menyimpang) dan syahwat (hasrat untuk melakukan dosa) dan ini bentuk penjagaan yang paling mulia.

(Ringkasan dari Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, jilid: 1/hal. 462)

Diantara Pelajaran Dasar TAUHID Yang Penting Untuk Diajarkan Ke Anak-Anak Sejak Usia Dini

Ajarkanlah anak-anak anda ilmu dasar tauhid berikut ini sejak usia dini.

siapakah Tuhan-mu..? Allah
apakah agamamu..? Islam
siapakah nabi-mu..? Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam
apa kitabmu..? Al Qur’an

dimana Allah..? di atas langit, ber-istiwaa di atas ‘Arsy

apa dalilnya..?

اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى ۝٥

Ar-rohmaanu ‘alal-‘arsyis-tawaa’  |  Robb yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas ‘Arsy.  (Qs Thoha/20 ayat 5)

apa makna Istiwaa..? tinggi di atas (sesuai dengan keagungan Allah tanpa bertanya kaifiyahnya/bagaimananya)

apa ibadah yang paling agung..? tauhid
apa makna tauhid..? meng-esakan Allah dalam ibadah

apa dosa yang paling besar..? syirik
apa makna syirik..? menyekutukan Allah dalam ibadah

apa itu kalimat tauhid..? laa ilaaha illallah
apa makna ‘laa ilaaha illallah’..? tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah

kenapa Allah menciptakan kita..? untuk beribadah kepada-Nya
apa dalilnya..?

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ۝٥٦

Wa maa kholaqtul-jinna wal-insa illaa liya‘ buduun  |  tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. (Qs Adz Dzaariyat/51 ayat 56)

berapa jumlah rukun Islam..? 5 (lima)
apa saja..?
– bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan Rosul Allah
– sholat
– zakat
– puasa ramadhan
– haji ke baitullah bagi yang mampu

berapa jumlah rukun Iman..? 6 (enam)
apa saja..?
beriman kepada :
– Allah
– malaikat malaikat-Nya
– kitab kitab-Nya
– rosul rosul-Nya
– hari akhir
– ketentuan/takdir yang baik dan buruk

apakah Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat..? iya

apakah nama-nama dan sifat-sifat Allah serupa dengan nama nama dan sifat sifat kita..? tidak

apa dalilnya..?

لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١١

Laysa kamits-lihî syai-un, wa huwas-samii‘ul-bashiir  |  Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.  (Qs Asy Syuraa/42 ayat 11)

Menebar Cahaya Sunnah