Badru Salam, حفظه الله تعالى
Tonton “Ceramah Singkat: Kita Adalah Budak – Ustadz Badrusalam, Lc.” di YouTube
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Tonton “Ceramah Singkat: Kita Adalah Budak – Ustadz Badrusalam, Lc.” di YouTube
Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُلْتَمَسَ الْعِلْمُ عِنْدَ الْأَصَاغِرِ»
Diantar tanda dekatnya hari kiyamat ialah bila masyarakat telah menimba ilmu dari orang orang kecil (kerdil).
Imam Abdullah Bin Al Mubarak perawi hadits ini berkata: yang dimaksud dengan orang orang kecil (kerdil) adalah ahlul bid’ah. ( riwayat Ibnul Mubarak dan Al lalakaa’i)
Ibnu Abdil Bar meriwayatkan dalam kitab Jami’ Bayaan Al ‘Ilmi wa Fadhlihi, bahwa Ibnu Mubarak berkata:
الذين يقولون برأيهم، فأما صغير يروي عنكبير فليس بصغير»
وذكر أبو عبيد في تأويل هذا الخبر عن ابن المبارك أنه كان يذهب بالأصاغر إلى أهل البدع ولا يذهب إلى السن،
Yang dimaksud dengan orang orang kecil (kerdil) adalah orang yang berpendapat hanya berdasarkan akalnya. Adapun anak muda yang meriwayatkan (mengikuti) dari ulama’ yang lebih besar maka ia tidak dianggap sebagai orang kerdil.
Selanjutnya beliau menukilkan penjelasan Abu Ubaid tentang ucapan Ibnu Mubarak di atas, bahwa Ibnu Mubarak berpendapat bahwa yang di maksudkan dengan orang orang kerdil adalah ahlul bid’ah dan bukan orang yang berumur muda.
Sekedar tua umur, buaaanyak, namun tua ilmu belum tentu, betapa banyak orang tua umurnya, namun kerdil ilmunya, dan betapa banyak orang yang muda umurnya, namun tuaaa benget ilmunya.
Fuad Baraba’, حفظه الله تعالى
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. An-Nahl:97).
Di dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala mengabarkan kepada kita semua, dan menjanjikan bagi siapa saja yang mampu memadukan antara iman dan amal shaleh akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan akherat.
Karena iman dan amal shaleh keduanya merupakan komponen dan faktor terpenting untuk memperoleh kebahagiaan.
Ya Allah, anugerahkan kepada kami iman dan amal shaleh…
Muhammad Sholeh Al-Munajjid, حفظه الله تعالى
Yahya bin Mu’adz رحمه الله تعالى berkata:
“Badan akan terasa menderita jika sedang sakit. Begitu pula dengan kalbu seseorang, akan menderita jika sedang melakukan dosa. Saat badan sakit, ia tidak akan bisa merasakan lezatnya makanan. Begitu pula dengan kalbu, ia tidak akan bisa merasakan nikmatnya ibadah saat sedang melakukan dosa.”
Courtesy of Mutiara Risalah Islam
Syair Imam Syafi’i rohimahullah,
تعَمَّدْني بِنُصْحك فِي انفرادي *** وجَنِّبْني النصيحةَ في الجماعَةْ
فإنَّ النُّصحَ بين الناسِ نوعٌ *** من التوبيخ لا أرضَى اسْتِماعَهْ
وإنْ خالفْتَني وعصيْتَ قولي *** فلا تجزعْ إذا لم تُعطَ طاعَةْ
“Sengajalah menasehatiku saat aku sendiri. Jauhkan aku dari nasehat di depan khalayak ramai
Karena nasehat di tengah manusia itu bentuk mempermalukan. dan aku tidak rela untuk mendengarkan
Dan jika perkataanku ini tidak engkau ikuti. maka jangan kaget bila nasehatmu tidak ditaati..”
(Diwan Imam Syafi’i, hal: 96)
Sekelas Imam Syafi’i rohimahullah saja, tidak mau mendengarkan nasehat yang disampaikan di hadapan manusia.. maka bagaimana orang yang jauh di bawah beliau -ketakwaan dan keikhlasannya-, akan mau mendengarkannya..?!
Sebagian orang menampakkan diri :
– sebagai penasehat,
– sebagai penjaga benteng agama,
– sebagai orang yang peduli untuk menjaga masyarakat dari kesesatan.. dst.
Tapi sayang TERSELIP di hati kecilnya -disengaja atau tidak- rasa ingin menjatuhkan SAUDARANYA.. wallohul musta’an.
📝
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Firanda Andirja, حفظه الله تعالى
Al-Hafiz Ibnu Hajar rohimahullah berkata :
قَالَ مُعَاوِيَةُ : يَغْلِبْنَ الْكِرَامَ وَيَغْلِبُهُنَّ اللِّئَامُ
Mu’aawiyah rodhiyallahu ‘anhu berkata : “Mereka para wanita mengalahkan para suami yang mulia, dan mereka dikuasai oleh para suami yang buruk” (Fathul Baari 9/265)
Sungguh wanita adalah makhluk yang lembut dan sangat butuh dengan kelembutan. Hatinya bisa tertawan dengan kelembutan…. bukan dengan kekerasan seorang suami.
Seorang wanita yang bertekuk lutut dihadapan seorang suami karena kerasnya sang suami bukan berarti menunjukan sang suami hebat dan berakhlak mulia…. Karena kalau menundukan dengan kekerasan maka orang jalanan, preman, dan petinjupun mampu melakukannya.
Akan tetapi suami yang bisa menawan hati istrinya dengan kelembutan meskipun sering mengalah dan bersabar dengan sikap-sikap istrinya, itulah suami yang hebat dan mulia…
Firanda Andirja, حفظه الله تعالى
Banyak orang mencari kebahagiaan di FB & WA, mungkin mereka sering tersenyum atau bahkan tertawa setelah itu, akan tetapi canda dan tawa belum tentu menunjukan kebahagiaan hati.
Carilah kebahagiaan pada al-Qur’an, firman Allah yang menguasai kebahagiaan hati para hamba. Jika Allah berkehendak maka sangat mudah membahagiakan hatimu. Jika engkau sampai terharu bahkan meneteskan air mata tatkala membaca dan mentadabburi firmanNya, yakinlah kebahagiaan hakiki telah merasuk dalam dadamu.
Bagaimana kita mau bahagia jika tidak sempat baca al-Quran karena waktu kita sudah tersita untuk menelaah dan muroja’ah serta mentadabburi FB dan WA.
Firanda Andirja, حفظه الله تعالى
Maha suci Allah, dalam kelemahan dan kekurangan manusia Allah berikan kenikmatan.
Sungguh nikmat tidur baru bisa dirasakan tatkala seorang dalam kondisi lemah dan letih tak bertenaga. Nikmat lezatnya makanan begitu terasa tatkala seorang dalam kondisi lapar.
Nikmatnya lezatnya minuman tatkala dalam kondisi dahaga.
Jika kenyang maka makanan selezat apapun tidak terasa lezat.
Firanda Andirja, حفظه الله تعالى
Kesehatan adalah kenikmatan yang luar biasa, sayangnya kita sering baru menyadarinya tatkala kita sedang sakit.
Begitulah…sering kenikmatan baru benar benar terasa besar tatkala dicabut oleh Allah.
Maka merenungkan nikmat-nikmat Allah lalu memujiNya dan mensyukuriNya merupakan ibadah yang dicintai Allah