Setiap Amalan Tergantung Akhirnya

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya..”

[ HR. Al Bukhari no. 6493 ]

sekarang kita berada di hari-hari terakhir bulan Ramadhan 1445 H

untuk mereka yang giat beribadah sejak hari pertama Ramadhan, jangan lengah.. justru inilah saatnya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, kenapa demikian..?! karena setiap amalan tergantung pada akhirnya.

dan untuk mereka yang baru serius ibadah di hari-hari terakhir Ramadhan, jangan pula sedih dan kecil hati.. karena, sekali lagi, setiap amalan tergantung pada akhirnya.. belum terlambat untuk memohon dan meraih ampunan Allah.

as the saying goes.. it’s not how you start, it’s how you finish..

SELESAI : Tebar Ifthor Ramadhan – 1445 / 2024

KAMIS PAGI –  24 RAMADHAN / 04 APRIL

alhamdulillah .. dengan ini kami sudahi program ifthor dan sahur bagi para muktakifiin. jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin dan muhsinah, semoga Allah memberikan balasan pahala puasa serupa pahala puasanya para muktakifiin, aamiin.

➡️ Dengan berakhirnya program Tebar Ifthor Ramadhan pada Kamis Pagi tanggal 04 April 2024 pkl.08.00 wib, maka dana yang masuk ke rekening setelahnya akan diprioritaskan peruntukannya untuk program wakaf 7 sumur bor dan pembangunan 2 masjid, info : https://bbg-alilmu.com/archives/66614

➡️ Bila hendak menitipkan Zakat Fithri, silahkan klik infonya berikut ini : https://bbg-alilmu.com/archives/67103

————————————–
BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 4447
AL ILMU TA’AWUN
info : 0838 0662 4622

————————————–
1️⃣ SELESAI IFTHOR & SAHUR HARIAN – 10 HARI TERAKHIR RAMADHAN (I’TIKAF)

Insyaa Allah menghidangkan makanan dan minuman+ ta’jil pembuka puasa dan Sahur bagi 512 muktakifiin (mereka yang i’tikaf) di 12 Masjid di Lombok Timur. TIDAK ADA batas minimal, silahkan berapapun partisipasinya .. namun bila hendak berpartisipasi per porsi, maka harga 1 porsi + ta’jil : Rp. 25,000 .. total : Rp. 165 Juta .. semoga Allah mudahkan.
TAHAP 1 : Rp. 75,000,000
TAHAP 2 : Rp. 25,000,000
TAHAP 3 : Rp. 25,000,000
TAHAP 4 : Rp. 35,000,000
TAHAP 5 (AKHIR) : Rp. 5,000,000
————————————–
Salah satu tempat I’tikaf Ramadhan 1445 – Masjid Assunnah Sulaiman

Malam 21 s/d 29 Ramadhan

================

2️⃣ SELESAI  IFTHOR HARIAN – 10 HARI PERTAMA RAMADHAN

Alhamdulillah, dengan izin Allah, kegiatan bukber bagi sekitar 800 santri, pengajar dan asaatidzah di ma’had assunnah selama 10 hari pertama Ramadhan 1445 berakhir hari ini Kamis 10 Ramadhan 1445 / 21 Maret 2024. Total partisipasi mencapai Rp. 190.7 Juta .. Jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin yang telah berpartisipasi, semoga Allah memberikan balasan pahala yang melimpah .. Berikut adalah dokumentasi buk-ber puasa Ramadhan 1445 – 2024 :

Ramadhan 01 : 800 santri & jama’ah masjid
Ramadhan 02 : 710 santri & jama’ah masjid
Ramadhan 03 : 800 santri & jama’ah masjid
Ramadhan 04 : 730 santri & jama’ah masjid
Ramadhan 05 : 835 santri & jama’ah masjid
Ramadhan 06 : 760 santri & jama’ah masjid
Ramadhan 07 : 835 santri & jama’ah masjid
Ramadhan 08 : 730 santri & jama’ah masjid
Ramadhan 09 : 740 santri & jama’ah masjid
Ramadhan 10 : 745 santri & jama’ah masjid

————————————–
————————————–

3️⃣ SELESAI TEBAR 300 DUS KURMA UNTUK BUKBER RAMADHAN 1445

alhamdulillah, telah terkumpul 345 dus kurma (senilai Rp. 81 juta), dan insyaa Allah dibagikan di pekan ke 4  Sya’ban ke sekitar 100 masjid dan musholla di pulau Lombok, NTB, untuk ta’jil pembuka puasa ratusan jama’ah yang insyaa Allah buka puasa bersama selama bulan puasa Ramadhan 1445.

UPDATE : alhamdulillah dengan izin Allah, hari ini Ahad 29 sya’ban (10 maret 2024), sebanyak 345 dus kurma telah diserahkan kepada DKM 100 masjid assunnah yang tersebar di beberapa wilayah di pulau Lombok, NTB. Berikut adalah dokumentasinya. 

————————————–
————————————–
4️⃣ SELESAIBUKBER SANTRI – PUASA SENIN DAN KAMIS

alhamdulillah, program telah berakhir pada senin 12 Februari 2024. Untuk dokumentasi bulan Jan dan Feb 2024, silahkan klik link berikut : https://bbg-alilmu.com/archives/66403

————————————–
————————————–
Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga..” (HR. at-Tirmidzi no. 807)

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
————————————–
Nabi shollallahu ’alayhi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya..” [ HR. Muslim no. 1893 ]

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

HADITS : Sampai Di Masjid Namun Sholat Berjama’ah Sudah Selesai

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ ثُمَّ رَاحَ فَوَجَدَ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا أَعْطَاهُ اللَّهُ جَلَّ وَعَزَّ مِثْلَ أَجْرِ مَنْ صَلاَّهَا وَحَضَرَهَا لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَجْرِهِمْ شَيْئًا

“Siapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian dia menuju masjid, ternyata dia jumpai jama’ah sholat telah selesai, maka Allah akan berikan untuknya seperti pahala orang yang mengikuti sholat jama’ah itu dan menghadirinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun..”

(HR. Ahmad 9182, Abu Daud 564, Nasa’i 863 – Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani)

• Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhohullah mengatakan,

والمراد: أنه يؤجر ويثاب على ذلك؛ لأن إسباغه الوضوء، ثم خروجه من بيته يريد الصلاة لا تخرجه إلا الصلاة يرفع له بكل خطوة يخطوها درجة، ويحط عنه بها خطيئة، فإذا أدرك الناس وصلى معهم حصل ما ذهب إليه، وإن فاتته فإنه على نيته وقصده وحرصه ورغبته، لكن هذا فيما إذا لم يكن ذلك عن تقصير منه وتهاون

“Maksud hadits, dia diberi pahala untuk perbuatan yang dia kerjakan.

Karena wudhu dengan sempurna, kemudian keluar dari rumah untuk melaksanakan sholat, niat dia keluar hanyalah untuk sholat, maka Allah akan mengangkat derajatnya bersamaan dengan langkahnya dan Allah hapuskan.

Jika dia masih menjumpai jama’ah dan sholat bersama mereka, berarti dia mendapatkan tujuan dia berangkat ke masjid. Namun jika dia ketinggalan, maka dia mendapatkan pahala sesuai niatnya, tujuannya, semangatnya, dan harapannya.

Namun ini berlaku jika telat itu terjadi bukan karena kesengajaan atau sikap meremehkan..”

(Syarh Sunan Abi Daud, 3/484).

Sepuluh Malam Terbaik Dari Semua Malam

Syaikh Sholih Fauzan bin ‘Abdillah Al-Fauzan hafizhohullah berkata,

“Diantara keistimewaan sepuluh hari terakhir ini (Ramadhan) ialah dengan bersungguh-sungguh menunaikan sholat Tarawih dan memperpanjangnya saat berdiri, rukuk, sujud, memperpanjang pula dalam bacaan Qur’annya. Demikian pula membangunkan keluarga dan anak-anak agar turut serta dalam syiar Islam ini dalam meraih pahala dan agar mereka terdidik dalam ibadah.

Sungguh, banyak sekali manusia yang melalaikan anak-anaknya. Mereka biarkan anak-anaknya bermain di jalanan, begadang hanya untuk bermain dan hal-hal yang tidak pantas. Akibatnya, mereka tidak memuliakan malam-malam ini. Malam-malam (sepuluh hari terakhir Ramadhan) ini tidak pula memiliki tempat di hati-hati mereka. Ini merupakan pendidikan yang buruk.

Merupakan keharaman yang jelas dan kerugian yang nyata, saat datang malam (sepuluh hari terakhir Ramadhan) ini, manusia masih berpaling dan justru mengerjakan hal-hal yang sia-sia.

Mereka tidak mengutamakan malam-malam ini, tidak pula mengambil kebaikan darinya. Mereka habiskan sepanjang malam atau sebagian besar dari malam-malam tersebut hanya untuk sesuatu yang tak berfaedah, atau mungkin berfaedah tetapi sedikit, yang sebenarnya bisa ia raih di waktu-waktu lainnya..”

(Majalis Syahri Ramadhan Al-Mubarak – 240)

Sebagian Orang Mengatakan : Nanti Malam Saja Sholat Tarawihnya

Sebagian orang menganggap bahwa lailatul qodar itu mulainya setelah pertengahan malam..
Padahal malam itu dimulainya dari semenjak terbenam matahari..

Maka orang yang sholat isya berjama’ah lalu sholat teraweh bersama imam sampai selesai telah mendapatkan bagian dari lailatul qodar.

Imam Malik rohimahullah menyebutkan dalam Muwatho nya dari Said bin Al Musayyib berkata:

من شهد العشاء من ليلة القدر فقد أخذ بحظه منها

“Siapa yang sholat isya di malam lailatul qodar, maka ia telah mendapatkan bagian darinya..”

Ibnu Abdil Barr rohimahullah berkata:

مثل هذا لا يكون رأيا ولا يؤخذ إلا توقيفا، ومراسيل سعيد أصح المراسيل

“Seperti ini tidak mungkin berasal dari pendapat dan tentu diambil dari dalil. Karena mursal Said bin Musayyib adalah mursal yang paling shohih..”

Walaupun tentunya orang yang menghidupkan sepanjang malam lailatul qodar dengan ibadah lebih utama dan sempurna pahalanya.

Wallahu a’lam

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Meraih Banyak Kemuliaan Di Malam Lailatul Qadar

Bukan lagi tentang “siapa yang mendapatkan Lailatul Qadar” .. tapi bagaimana dapat sebanyak mungkin kemuliaan dari malam itu..?

=====

Semua yang mukmin dan beramal salih di malam Lailatul Qadar akan mendapatkan keutamaannya .. Yang berbeda adalah kadar yang dia dapatkan dari kemuliaan malam itu.

Siapa yang lebih banyak amal salihnya di malam itu, maka ia mendapatkan lebih banyak kemuliaan darinya.

Jika sekedar untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar saja .. tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak perlu i’tikaf dan menghidupkan malamnya dengan shalat, membaca Alquran dan ibadah lainnya.

Tidaklah beliau seperti itu kecuali karena beliau ingin mendapatkan kemuliaan semaksimal mungkin darinya.

Logika sederhananya, bila ada sebuah mall mengumumkan ada diskon 70 persen di semua itemnya pada 1 malam tertentu .. maka dengan membeli 1 item saja kita sudah mendapatkan keuntungan .. dan semakin banyak kita memanfaatkan diskon itu untuk membeli kebutuhan kita, maka semakin banyak kadar manfaat yang kita dapatkan darinya.

Begitu pula dengan malam Lailatul Qadar.

Pilihan ada di tangan kita .. silahkan memilih, ingin dapat banyak ataukah hanya ingin dapat sedikit dari kemuliaan malam tersebut.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita, amin.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah