Malam Senin – 21 Ramadhan / 31 Maret

Malam Senin – 21 Ramadhan / 31 Maret

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,
مَن أنعَمَ الله عليه بقوَّةٍ أو بجمالٍ أو نحو ذلك إذا اتَّـقى الله فيه؛ كان أفضل ممَّن لم يُؤْتَ ما لم يَمْتَحِنَ فيه، فإنَّ النِّعَم مِحَنٌ
“Siapa yang diberikan oleh Allah kekuatan dan keindahan fisik dan sebagainya, apabila ia bertaqwa kepada Allah maka ia lebih utama dari orang yang tidak diberikan ujian tersebut. Karena kenikmatan itu adalah ujian..”
(Al Istiqomah 1/372)
Badan yang kuat tidak ada manfaatnya jika tidak digunakan untuk mentaati Allah..
Paras yang cantik dan ganteng akan menjadi malapetaka jika tidak disertai ketakwaan..
Semua itu adalah ujian..
Maka janganlah tertipu..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Malam Ahad – 20 Ramadhan / 30 Maret

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Pergunakanlah yang lima sebelum datang yang lima (yaitu) :
● masa mudamu sebelum datang masa tua
● masa sehatmu sebelum datang masa sakit
● masa kayamu sebelum datang masa miskin
● masa luangmu sebelum datang masa sibuk
● masa hidupmu sebelum datang kematian..”
(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya, IV/306; Abu Nu’aim, IV/148; al-Baghawi dalam Syarhussunnah, V/182; Ibnul Mubarak dalam kitab az-Zuhd, no.2; al-‘Ajalûni dalam Kasyful Khafâ, I/167; Ibnu Abi Syaibah, XII/223 dan dicantumkan dalam Shohiihul Jaami’, no.1077)
● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
“Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari (mengingat) Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya..”
(Al Fawaid)
● Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,
“Barangsiapa yang mengetahui bahwasanya umur adalah perbekalan yang sangat sedikit yang ia gunakan
untuk perjalanan menuju tempat yang kekal dan terus menerus di dalam jannah (surga), niscaya ia tidak akan menyia-nyiakan umurnya..”
(Hifzhul ‘Umr – hlm. 57)
● Sufyan ats-Tsaury rohimahullah berkata,
“Siapa yang bermain-main dengan umurnya maka dia akan menyia-nyiakan hari-hari yang seharusnya dia gunakan untuk menanam.. dan siapa yang menyia-nyiakan hari-hari untuk menanam maka dia akan menyesal pada hari-hari menuai (akherat)..”
(Hifzhul ‘Umr – hlm 65)
Imam Abu Bakr bin Abi Syaibah rohimahullah berkata,
الشهوة أمرها خطير وشرها جسيم،
فكم من عابد لله حولته الشهوة إلى فاسق،
وكم من عالم حولته إلى جاهل،
وكم أخرجت أناسا من الدين كانوا في نظر من يعرفهم أبعد الناس عن الضلال والانحراف .
“Syahwat itu berbahaya, dan keburukannya besar.
– Berapa banyak ahli ibadah yang berubah menjadi fasiq akibat mengikuti syahwat.
– Berapa banyak ulama menjadi jahil akibat syahwat.
– Berapa banyak orang yang kita kenal jauh dari kesesatan menjadi keluar dari agama akibat syahwat..”
(Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah 4/46)
Syahwat terhadap harta, wanita, tahta, ketenaran, dan pujian manusia..
Seringkali menutupi akal manusia..
Sehingga akal tak berfungi untuk memikirkan kebaikan..
Akibat hanya memikirkan kesenangan syahwat..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Malam Sabtu – 19 Ramadhan / 29 Maret

Malam Jum’at – 18 Ramadhan / 28 Maret

KILAS BALIK PERISTIWA DALAM SEJARAH ISLAM
Pertempuran Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah.
Allah Ta’ala berfirman,
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut..” (Qs Al-Anfaal/8:9)
Sebanyak 14 sahabat rodhiyallahu ‘anhum, gugur sebagai syahid di jalan Allah dalam pertempuran ini, nama-nama mereka adalah (lihat foto).
Continue reading Kisah Perang Badar : 17 Ramadhan – 02 Hijriyah
Malam Kamis – 17 Ramadhan / 28 Maret

Malam Rabu – 16 Ramadhan / 26 Maret
