MUTIARA SALAF : Tergelincir Oleh Lisannya Sendiri

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Termasuk hal yang mengherankan bahwa seseorang ada yang mudah baginya untuk menjaga diri dan menahan diri dari memakan sesuatu yang haram, kezholiman, zina, mencuri, minum khomer, melihat yang haram dan selainnya,

Namun sulit baginya untuk mengendalikan gerakan lisannya. Sampai-sampai engkau melihat seseorang yang dianggap baik agamanya, zuhud dan banyak ibadah, namun dia berbicara dengan ucapan yang dimurkai Allah tanpa mempedulikan akibatnya.

Dengan satu kalimat saja dia tergelincir ke dalam jurang yang dalamnya lebih jauh dari jarak antara timur dan barat.

Betapa banyak engkau melihat orang yang sangat berhati-hati dari perbuatan keji dan zholim, namun lisannya suka menodai kehormatan orang-orang yang masih hidup maupun yang telah mati tanpa mempedulikan apa yang dia ucapkan..”

(Al-Jawaabul Kaafi – hal. 366)

MUTIARA SALAF : Akibat Dari Tidak Mengenal Jahiliyah

● Umar bin Al Khothob rodhiyallahu ‘anhu berkata,

إنما تنقض عرى الإسلام عروة عروة إذا نشأ فى الإسلام من لم يعرف الجاهلية

“Sesungguhnya tali Islam itu terputus seutas demi seutas apabila tumbuh dalam Islam orang yang tidak mengenal jahiliyah..”

● Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Semua yang menyelisihi ajaran Rosul termasuk jahiliyah.

Maka siapa yang tidak mengenal dengan jelas jalan orang+orang yang tersesat, maka akan menyangka jalan kesesatan itu sebagai jalannya kaum mukminin.

Sebagaimana hal ini terjadi pada ummat Islam dalam banyak perkara, baik dalam masalah aqidah, atau ilmu dan amalan.
Padahal ia adalah jalannya kaum kafir yang memusuhi para Rosul tapi dianggap sebagai jalannya kaum mukminin. Bahkan ia menyeru kepadanya. Juga seperti mereka yang jatuh kepada bid’ah dan menyeru kepadanya..”

(Masail Fil I’tiqod hal 22)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Hakekat Umur Dan Kehidupan Seseorang

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Waktu seseorang itulah hakekat umurnya, dialah penentu kehidupan abadinya (di kemudian hari), apakah dalam kenikmatan abadi ataukah dalam kehidupan sengsara dalam adzab abadi yang pedih.

Waktu berlalu lebih cepat dari aliran awan. Maka siapa saja yang waktunya dihabiskan untuk Allah dan karena Allah, maka waktu itulah hakekat umur dan kehidupannya. Adapun selain itu (jika waktunya tidak dihabiskan untuk dan karena Allah) maka waktu tersebut pada hakekatnya bukanlah termasuk kehidupannya, akan tetapi kehidupannya laksana ibarat kehidupan hewan.

Jika ia menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan syahwat, serta angan-angan yang batil, dan waktu yang terbaiknya adalah yang ia gunakan untuk tidur dan menganggur maka matinya orang yang seperti ini lebih baik dari pada hidupnya..”

(Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109)

MUTIARA SALAF : Tidak Ada Amalan Khusus Bulan Rojab

Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqolani Asy Syafi’i rohimahullah adalah seorang ulama besar dari madzhab Syafi’i

Perlu diperhatikan bahwa mengkhususkan puasa dan amalan tertentu pada bulan Rojab tanpa bulan lainnya adalah perlu ditinjau kembali karena para ulama seperti Al Hafizh Ibnu Rojab, Al Hafizh Ibnu Hajar dan juga Al Imam Ibnul Qoyyim -rohimahumullah- menjelaskan bahwa  HADITS-HADIST TENTANG AMALAN TERTENTU PADA BULAN ROJAB SECARA KHUSUS ADALAH LEMAH DAN PALSU.

● Al Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah berkata,

“Tidak ada satu hadits shohih pun yang dapat dijadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rojab.. tidak puasanya, tidak pula puasa khusus di hari tertentu dan tidak pula sholat malam di malam yang khusus..”

(Tabyinul ‘Ajab – hal. 11)

● Al Hafizh Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Tentang puasa, tidak ada satu pun hadits shohih dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam atau sahabatnya tentang keutamaan puasa Rojab secara khusus.

Adapun tentang sholat, tidak ada hadits yang shohih tentang sholat tertentu yang dilakukan pada bulan Rojab. Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan shalat roghoib pada malam Jum’at pertama bulan Rojab adalah bohong, batil dan tidak sah..”

(Lathoif al-Maarif – 140)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah juga berkata,

“Dan semua hadits yang berbicara
tentang puasa Rojab dan sholat
pada sebagian malamnya adalah
dusta yang diada-adakan..”

(Al-Manaarul Muniif, 96)

namun amalan seperti puasa senin-kamis, puasa ayyaamul biidh, puasa daud yang biasa dilakukan di bulan-bulan lain, begitu juga dengan sholat tahajjud, witir, sedekah dan amalan sholeh lainnya, maka tetaplah dijalankan, bahkan nilai pahalanya dilipat-gandakan karena dilakukan di salah satu bulan harom.

kaidah yang perlu kita ketahui bersama adalah bahwa AMALAN BILA BERTEPATAN DENGAN WAKTU YANG MULIA MAKA IA AKAN DI LIPAT GANDAKAN PAHALANYA..

Allahu ta’ala a’lam

 

#rojab

Pahala Amal Sholeh

Sebagian orang beranggapan bahwa pahala amal sholeh hanya akan dirasakan di akhirat.. Begitu pula akibat buruk dari dosa hanya akan dirasakan di hari kiamat.

Padahal sebenarnya,

– AMAL SHOLEH seorang mukmin akan mendatangkan kebaikan, baik ketika di dunia maupun saat di akhiratnya.

– Begitu pula KEMAKSIATAN akan mendatangkan keburukan, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.

—–

Renungkanlah dua firman Allah berikut ini:

“Barangsiapa melakukan amal sholeh -baik lelaki maupun perempuan- dalam keadaan beriman, maka pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan akan Kami beri balasan (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan..”
(QS. An-Nahl: 97)

“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit (di dunia), dan pada hari kiamat nanti Kami akan mengumpulkannya dalam keadaan buta..”
(QS. Thoha: 124)

Penulis:
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Keutamaan Istighfar

Allah Ta’ala berfirman,

{ وَیَـٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُوا۟ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوۤا۟ إِلَیۡهِ یُرۡسِلِ ٱلسَّمَاۤءَ عَلَیۡكُم مِّدۡرَارࣰا وَیَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ وَلَا تَتَوَلَّوۡا۟ مُجۡرِمِینَ }

“Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku..! Mohonlah ampunan kepada Tuhan kamu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa..”

(Qs Huud : 52)

Al-Imam Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

من اتصف بصفة الاستغفار، يسر الله عليه رزقه، وسهل عليه أمره، وحفظ عليه شأنه وقوته.

“Barangsiapa memiliki sifat suka istighfar, maka Allah akan menggampangkan rezekinya, memudahkan urusannya, dan menjaga keadaan dan kekuatannya..”

(Tafsir Qs Huud : 52)

Berikut ini adalah beberapa amalan penggugur dosa dan lafazh istighfar berdasarkan hadits shohih dari Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam :

MUTIARA SALAF : Cara Pandang Salaf Terhadap Amal Kebaikan Yang Mereka Lakukan

Ibnu Rojab al-Hanbali rohimahullah berkata,

كان السلف يجتهدون في أعمال الخير ويعدون أنفسهم من المقصرين المفرطين المذنبين. ونحن مع إساءتنا نعد أنفسنا من المحسنين.

“Dahulu para salaf bersungguh-sungguh dalam melakukan amal-amal kebaikan. Namun, mereka menganggap diri mereka termasuk orang-orang yang melakukan kekurangan, menyia-nyiakan, dan banyak dosa.

Sedangkan kita bersamaan dengan perbuatan buruk kita, kita menganggap diri kita termasuk orang-orang yang berbuat baik..”

(Majmu’ Rosail Ibnu Rojab al-Hanbali, 1/254)

MUTIARA SALAF : Sikap Tawadhu Kepada Yang Lebih Tua Dan Yang Lebih Muda

Bakr bin Abdillah Al-Muzany rohimahullah berkata,

● Jika engkau melihat orang yang lebih tua darimu maka katakanlah, ‘Dia mendahuluiku dengan iman dan amal sholeh, sehingga dia lebih baik dariku..’

● Dan jika engkau melihat orang yang lebih muda darimu maka katakanlah, ‘Aku mendahuluinya melakukan dosa dan kemaksiatan, sehingga dia juga lebih baik dariku..’

● Jika engkau melihat teman-temanmu menghormati dan memuliakan dirimu maka katakanlah, ‘Ini karena kemuliaan jiwa mereka..’

● Dan jika engkau melihat mereka kurang dalam memuliakan dirimu maka katakanlah, ‘Ini adalah akibat dosa yang kulakukan..!

(Shifatush Shofwah, karya Ibnul Jauzy – Daarul Ma’rifah, 3/248)

MUTIARA SALAF : Senantiasa Memanfaatkan Umurnya

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

ينبغي للإنسان أن يغتنم عمره بصالح الأعمال لأنه سوف يندم إذا جاءه الموت إن أمضى ساعة من دهره لا يتقرب بها إلى الله عز وجل كل ساعة تمضي عليك وأنت لا تتقرب إلى الله بها فهي خسارة فانتهز الفرصة بالصلاة والذكر وقراءة القرآن.

“Sebaiknya seorang insan itu senantiasa memanfaatkan umurnya untuk beramal sholih. Karena ia akan menyesal jika ia dijemput kematian, tatkala berlalu satu waktu yang ia tidak memakainya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Setiap waktu yang engkau lalui dalam keadaan engkau tidak mendekatkan diri kepada Allah dengannya, maka itu adalah kerugian. Maka manfaatkanlah kesempatan ini untuk sholat, berdzikir dan membaca Al-Qur’an..”

(Syarh Riyadh Ash-Sholihin 5/154)

Menebar Cahaya Sunnah