90 Hari Menjelang Romadhon 1445 Insyaa Allah

malam rabu tanggal 29 Jumadal Uula, atau sekitar 90 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1445 hijriyah. bagi yang masih punya hutang puasa Romadhon 1444, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb.

nb : angka 90 hanya estimasi .. penentuan tanggal 1 Romadhon 1445 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbat .. semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.

Senantiasa Dalam Ibadah

Mukmin memulai harinya dengan ibadah..
Ia bangun membaca dzikir lalu sholat bermunajat dengan Allah..

Saat adzan shubuh berkumandang ia segera pergi untuk sholat shubuh..
Karena orang yang sholat shubuh maka ia berada dalam jaminan Allah..

Setelah itu ia berdzikir hingga matahari terbit..
Di waktu dhuha ia pun kembali sholat berharap rahmat-Nya..

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ ، لَا تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Hai anak Adam, janganlah kamu lemah dari empat roka’at di awal siang niscaya Aku akan mencukupimu di akhirnya..”

(HR Ahmad dan Attirmidzi)

Al Munawi rohimahullah dalam Faidhul Qodir (4/615) berkata:

أكفك آخره) أي : شر ما يُحدثه تعالى في آخر ذلك اليوم من المحن والبلايا

“Makna: ‘Aku akan mencukupimu di akhir siang’ adalah dari keburukan yang akan terjadi di akhir siang berupa musibah dan bencana..”

Yang dimaksud empat roka’at di awal siang ini ada dua pendapat ulama:

1. sebagian ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah empat roka’at dhuha, dan

2. sebagian mengatakan dua roka’at qobliyah shubuh dan sholat shubuh.

Namun bila kita lakukan semua, maka menjadi keutamaan yang besar bagi kita.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Sempurnakan Amal Kebaikanmu Dengan Berdo’a Agar Allah Menerima Amalan Tersebut

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

إذا عمل الإنسان عملاً صالحاً وسأل الله القبول فهذا من تمامه. ألم تعلم أن إبراهيم وإسماعيل كانا يبنيان الكعبة ويقولان:

“Apabila seorang muslim beramal sholih dan memohon kepada Allah agar amalan tersebut diterima, ini adalah bagian dari kesempurnaan amalannya. Tidakkah engkau tahu bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimas salam dahulu membangun Ka’bah dan memohon kepada Allah subhanahu wata’ala.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Wahai Robb kami, terimalah amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui..” (al-Baqarah: 127)

ونحن نعلم أن عملهما عمل صالح مبني على نية صالحة ومع ذلك يسألان الله القبول.

Kita tahu bahwa amalan kedua Nabi tersebut adalah amalan sholih yang dibangun di atas niat yang sholih. Meski demikian, seiring dengan itu mereka berdua masih memohon kepada Allah agar amalan tersebut diterima..”

(Liqo’ Bab al-Maftuh 154)

SELESAI : Wakaf Mushaf + 3 Sumur Bor + Pembebasan Lahan Musholla Dan TPA

SENIN PAGI  – 27 JUMADAL UULA / 11 DESEMBER 

alhamdulillah.. alladzii bini’matihi tatimmush-shoolihaat.. dengan pertolongan Allah, kami SUDAHI program wakaf kali ini..
.
➡➡ Rekening terus terbuka insyaa Allah untuk menampung program wakaf berikutnya yaitu :
– pembuatan 2 sumur bor
– pembangunan musholla dan TPA (TAHAP 1)

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum kepada para muhsinin/muhsinah yang telah dengan ikhlas karena Allah berpartisipasi dengan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah dan naungan kelak dihari dimana tiada naungan selain naungan Allah Ta’ala..

===============================

alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

===================================

1️⃣ Sumur Bor : Dusun Longseran Selatan, Linsar, Lombok Barat

Jumlah penduduk sekitar 150 KK (400an jiwa), sebagian besarnya bekerja sebagai petani dan pekebun dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah. Warga sangat berharap akan adanya bantuan sumur bor dengan kedalaman sekitar 50/60 meter untuk meringankan kesulitan mereka terkait pasokan air bersih. Alhamdulillah sebagian warga rutin mengikuti kajian sunnah di masjid-masjid terdekat.

Sumur bor ini akan dilengkapi insyaa Allah dengan mesin sumur, toren, menara toren dan filter, semoga Allah memberikan kemudahan pelaksanaannya, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok

===================================

2️⃣ Sumur Bor : Masjid Nurul Madinah, Ds Sukarema, Lenek, Lombok Timur.

3️⃣ Sumur Bor : Musholla Assalam, Ds Reban Desa, Masbagik, Lombok Timur.

warga yang tinggal di sekitar :
– Masjid Nurul Madinah ( ked. < 40 m)
– Musholla Assalam (ked. < 55 m)
sangat berharap akan adanya bantuan sumur bor karena saat ini ke 2 masjid dan musholla tsb belum ada sumber air bersih sehingga menyulitkan warga yang hendak beribadah. Selain itu, air dari ke 2 sumur bor bisa dimanfaatkan oleh warga sekitarnya insyaa Allah.

Kedua sumur bor ini akan dilengkapi insyaa Allah dengan mesin sumur, toren, menara toren dan filter, semoga Allah memberikan kemudahan pelaksanaannya, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok

===================================

4️⃣ Pembebasan Lahan Musholla dan TPA (500 m2) di desa Bagik Nyaka Santri, Aikmel. TAHAP 2 (FINAL)

Keberadaan musholla sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan ibadah sholat 5 waktu berjama’ah dan juga kajian-kajian rutin bagi warga sekitarnya dan juga bagi santri TPA (sekitar 60 santri anak-anàk dan dewasa) yang saat ini menempati sebuah bangunan darurat.

Dengan demikian, wakaf no 4 ini mengumpulkan 2 amal jariyah yang diajarkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam, yaitu :
– membangun masjid, dan
– mengajarkan suatu ilmu

Insyaa Allah kegiatan ibadah di musholla ini, termasuk TPA dan kajian-kajian ilmu agama lainnya, akan dibina langsung oleh beberapa asaatidzah hafizhohumullah dari Assunnah lombok.

Semoga Allah memberikan kemudahan, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok

===============================

5️⃣ Wakaf 1,000 Mushaf bagi masjid-masjid, para santri penghafal Alqur’an di ma’had dan TPA, dan juga buku Iqro dan Tajwid. (TAHAP 1)

===================================

Total dana untuk 5 program wakaf di atas mencapai Rp. 370 juta. Semoga Allah mudahkan.

untuk berpartisipasi, silahkan :

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

=========

jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah.
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Rosulullah shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

 

MUTIARA SALAF : Kawatir Akan Penyimpangan Diri

Berkata sahabat Abu Bakr ash-Shiddiq rodhiyallahu ‘anhu,

❍ ﻟـﺴﺖ ﺗـﺎﺭﻛﺎ ﺷﻴــﺌﺎ ﻛـﺎﻥ ﺭﺳــﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻـﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋــﻠﻴﻪ ﻭﺳـﻠﻢ ﻳﻌــﻤﻞ ﺑـﻪ ﺇﻻ ﻋﻤــﻠﺖ ﺑـﻪ،

⇦ ﻭﺇﻧــﻲ ﻷﺧـﺸﻰ ﺇﻥ ﺗـﺮﻛـﺖ ﺷﻴــﺌﺎ ﻣـﻦ ﺃﻣــﺮﻩ ﺃﻥ ﺃﺯﻳــﻎ .

“Tidaklah aku meninggalkan sedikitpun dari suatu amalan, yang mana Rosulullah mengamalkannya kecuali aku pun mengamalkannya. Sesungguhnya aku kawatir, seandainya aku meninggalkan sesuatu pun dari perintah beliau shollallahu ‘alaihi sallam, kemudian aku akan menyimpang..”

Berkata Ibnu Bathah al-Akbari rohimahullah,

❍ ﻫـﺬا ﻳﺎ ﺇﺧــﻮاﻧﻲ اﻟﺼــﺪّﻳﻖ اﻷﻛﺒﺮ ﻳﺘــﺨﻮﻑ ﻋﻠﻰ ﻧــﻔﺴﻪ اﻟﺰﻳــﻎ ﺇﻥ ﻫﻮ ﺧــﺎﻟﻒ ﺷﻴــﺌﺎ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﻧﺒــﻴﻪ ﺻـﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋـﻠﻴﻪ ﻭﺳـﻠﻢ،

⇦ ﻓــﻤﺎﺫا ﻋـﺴﻰ ﺃﻥ ﻳــﻜﻮﻥ ﻣﻦ ﺯﻣــﺎﻥ ﺃﺿــﺤﻰ ﺃﻫــﻠﻪ ﻳﺴﺘــﻬﺰﺋﻮﻥ ﺑﻨـﺒﻴﻬــﻢ ﻭﺑﺄﻭاﻣـﺮﻩ، ﻭﻳــﺘﺒﺎﻫـﻮﻥ ﺑﻤــﺨﺎﻟﻔﺘـﻪ، ﻭﻳﺴــﺨﺮﻭﻥ ﺑﺴﻨﺘـﻪ ؟

“Ketahuilah wahai saudaraku, ini adalah ash-shidiq al-akbar (Abu Bakar ash-Shidiq rodhiyallahu ‘anhu) merasa kawatir penyimpangan atas dirinya, apabila menyelisihi sesuatu dari perintah Nabinya shollallahu ‘alaihi wasallam.

Lalu bagaimana kiranya dengan sebuah zaman, yang mana orang-orang ketika itu mengolok-olok Nabi mereka dan juga perintah-perintahnya..?! Bahkan mereka merasa bangga dengan penyelisihan mereka, dan mengejek serta mentertawakan sunnah beliau shollallahu ‘alaihi wasallam..”

(al-Ibanah al-Kubro – 1/245)

MUTIARA SALAF : Jangan Ragu Untuk Memberikan Nasehat

Ada seseorang yang berkata kepada al-Hasan al-Bashri rohimahullah bahwa si fulan tidak mau menasehati dengan dalih, “Aku takut mengatakan apa yang tidak aku lakukan..”

Maka beliau mengatakan,

وأينا يفعل كل ما يقول! ودّ الشيطانُ لو ظفر بهذا؛ فلم يؤمر بمعروف.

“Siapa diantara kita yang mengerjakan semua yang dia ucapkan..?!

Setan sangat ingin seandainya dia bisa berhasil dengan melemparkan pemahaman yang salah semacam ini, sehingga tidak ada satupun perkara ma’ruf yang diperintahkan..”

(Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an – 1/367)

Kenikmatan Yang Paling Berharga

Al-Imam Ibnu Rojab al-Hanbali rohimahullah berkata,

فَالشَّأْنُ فِي أَنَّ الْعَبْدَ يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ رَبِّهِ مَعْرِفَةٌ خَاصَّةٌ بِقَلْبِهِ، بِحَيْثُ يَجِدُهُ قَرِيبًا مِنْهُ، يَسْتَأْنِسُ بِهِ فِي خَلْوَتِهِ، وَيَجِدُ حَلَاوَةَ ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَمُنَاجَاتِهِ وَخِدْمَتِهِ؛ وَلَا يَجِدُ ذَلِكَ إِلَّاَّ مَنْ أَطَاعَهُ فِي سِرِّهِ وَعَلَانِيَّتِهِ

“Yang paling penting bagi seorang hamba adalah antara dirinya dengan Robbnya terdapat perkenalan yang khusus dengan hatinya, dimana :
– dia menjumpai-Nya dekat dengannya,
– dia merasa senang menyendiri dengan-Nya,
– dia merasakan kelezatan ketika berdzikir mengingat-Nya, berdo’a kepada-Nya, bermunajat kepada-Nya, serta berkhidmat kepada-Nya.

Dan tidak akan menjumpai itu semua kecuali seorang hamba yang mentaati-Nya baik dalam keadaan sembunyi-sembunyi maupun dalam keadaan terang-terangan..”

(Bayan Fadhli Ilmis Salaf – hal. 75)

Kunci Kebahagiaan Dalam Pergaulan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

والسعادة في معاملة الخلق: أن تعاملهم لله، فترجو الله فيهم ولا ترجوهم في الله، وتخافه فيهم ولا تخافهم في الله”.

Kebahagiaan dalam bergaul dengan manusia adalah bergaul dengan mereka karena Allah :

– engkau berharap keridhoan Allah pada mereka, dan bukan berharap keridhoan mereka saat di jalan Allah.

– engkau takut kepada Allah saat bergaul dengan mereka, dan bukan takut kepada mereka saat di jalan Allah.

(Majmu Fatawa 1/51)

Itulah kunci kebahagiaan dalam bergaul..
Adapun bergaul bukan karena Allah dan tidak memperhatikan batasan batasan Allah..
Hanya akan mendatangkan penyesalan di hari kiamat kelak..

Allah berfirman,

يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا (٢٨)

“Wahai, celaka aku..! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku) (Qs. Al-Furqon ayat 28)

لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاۤءَنِيْۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَانِ خَذُوْلًا (٢٩)

sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia..” (Qs. Al-Furqon ayat 29)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Menggantungkan Hati Hanya Kepada Allah

Asy-Syaikh al-Allamah Dr. Sholih al-Fauzan hafizhohullah berkata,

الإنسان لا يشتغل بمدح الناس يرجو منهم، وإنما يثني على الله عز وجل، ويذكر الله ويعلق قلبه بالله، ثم الله جل وعلا يجود عليه وييسر له، أما الناس فإنهم لا ينفعونه بل يكرهونه، إذا صار يمدحهم يكرهونه.

“Seseorang tidak boleh menyibukkan diri memuji orang lain karena mengharapkan kebaikan dari mereka, tetapi hendaknya dia :
– memuji Allah ‘Azza wa Jalla,
– mengingat Allah, dan
– menggantungkan hatinya kepada Allah,
sehingga Allah Jalla wa ‘Ala akan memberikan kemurahan-Nya dan memudahkan urusannya.

Adapun manusia, maka sesungguhnya mereka tidak akan memberinya manfaat, bahkan mereka akan membencinya, jika dia suka memuji-muji mereka maka mereka akan membencinya..”

(Syarh Kitab al-Kabair karya asy-Syaikh Muhammad bin Sulaiman at-Tamimy)

MUTIARA SALAF : Tawadhu

Al Imam Hasan Al-Bashri rohimahullah ditanya tentang makna tawadhu, beliau menjelaskan :

هو أن تخرج من بيتك فلا تلقى أحدا إلا رأيت له الفضل عليك

“Tidaklah engkau keluar dari rumah lalu bertemu dengan seorang muslim, kecuali engkau memiliki perasaan bahwa dia lebih baik dari dirimu..”

(Al-‘Iqdu Al-Fariid 2/202)

Menebar Cahaya Sunnah