WAJIBNYA SEORANG MUSLIM UNTUK MENCARI NAFKAH, DAN TIDAK BOLEH BERGANTUNG KEPADA ORANG LAIN

Ikhwani….

ALLAH dan Rasul-Nya memerintahkan dan menganjurkan umat islam seluruhnya untuk bekerja mencari nafkah, untuk keperluan pribadinya, orang tuanya, anak dan istrinya apabila dia telah berkeluarga.

Artinya bekerja untuk mencari rezeki yang halal. Dan sesungguhnya kita mengetahui dengan jelas dari petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa para Nabi dan Rasul seluruhnya mereka mencari nafkah, mereka bekerja dan berusaha untuk menghidupi diri serta keluarganya dan ini merupakan bentuk kemuliaan, karena mereka para Nabi dan Rasul makan dari jerih payah sendiri, hasil keringat sendiri dan yang demikian adalah lebih terhormat dan nikmat.

Perhatikan pelajaran diatas, yang kita mengetahui mereka adalah orang yang mulia tetapi tetap mereka mencari nafkah utknya dan keluarganya.

Sedangkan mengadahkan tangan, meminta-minta kepada orang lain serta makan dari hasil jerih payah orang lain merupakan suatu kehinaan pada dirinya dan menghilangkan kehormatan padanya dan termasuk perbuatan tercela. Oleh sebab itu islam agama yang mulia ini sangat menganjurkan akan kita berusaha dan bekerja serta berharap kepada ALLAH, karena ALLAH lah yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk.

Akhir pembahasan ini saya akan membawakan hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang menunjukkan tanda-tanda kemuliaan seorang mukmin.

Malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi yang mulia صلى الله عليه وسلم ; Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin yaitu pada Shalatnya diwaktu malam dan TIDAK MENGHARAPKAN sesuatu kepada orang ( silsilah shohihah: 831)

Belum Shalat Maghrib Padahal Sudah Iqamat Shalat Isya

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
 
Pertanyaan
Pada suatu hr sy msk ke sebuah masjid dan saat itu sedang berlangsung jama’ah shalat Isya. Padahal saat itu sy blm shalat Maghrib. Apakah sy hrs shalat Maghrib dahulu kemudian menyusul jama’ah Isya? Ataukah sy shalat Isya dahulu bersama jama’ah kemudian shalat Maghrib?

Jawaban
Dalam keadaan seperti ini anda hrs ikut shalat bersama para jamaah yg sedang shalat Isya, tp anda berniat shalat Maghrib. Ketika imam berdiri pd rakaat keempat, anda harus tetap duduk (attahiyat akhir) pd rakaat ketiga, sambil menunggu imam menyelesaikan rakaat terakhirnya. Ketika imam salam, barulah anda ikut salam bersama para jamaah.

Perlu anda ketahui bahwa beda niat antara imam dan makmum adalah diperbolehkan, menurut pendapat yg lebih shahih dari sebagian ulama. Dlm contoh diatas, anda jg boleh shalat Maghrib dahulu sendirian, kemudian setelah itu anda ikut shalat Isya bersama para jama’ah.

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Tsani, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Edisi Indonesia Fatawa bin Baz, Penerjemah Abu Abdillah Abdul Aziz, Penerbit At-Tibyan – Solo]

Amalan Pasutri Di Hari Jum’at

Dari Aus bin Abi Aus radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من اغتسل يوم الجمعة وغسّل وغدا وابتكر ومشى ولم يركب ودنا من الإمام وأنصت ولم يلغ كان له بكل خطوة عمل سنة

“Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan, dia berangkat pagi-pagi dan mendapatkan awal khotbah, dia
berjalan dan tidak berkendaraan, dia mendekat ke imam, diam, serta berkonsentrasi mendengarkan khotbah maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun.” (H.R. Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah; dinilai sahih oleh Imam An-Nawawi dan Syekh Al-Albani)

Ada sebagian ulama yang mengartikan kata “memandikan” dengan ‘menggauli istri’, karena ketika seorang suami melakukan hubungan intim dengan istri, berarti, dia memandikan istrinya.

Dengan melakukan hal ini sebelum berangkat sholat Jumat, seorang suami akan lebih bisa menekan syahwatnya dan menahan pandangannya ketika menuju masjid (Lihat Aunul Ma’bud, 2:8)

Namun sangat disayangkan disana banyak hadits dhoif bahkan maudhu’ diantaranya “berhubungan dihari jumat seperti membunuh sekian ribu orang yahudi… dan lain lain… banyak hadits palsu yang aneh aneh dan dibuat buat…

Jadi tujuannya berhubungan bukan merupakan hal hal yg bersifat janji dari Allah atau keberkahan.. namun tujuanya adalah terkandung dalam hadits mandi diatas dan hal ini sangat bermanfaat untuk orang uyang pergi menuju masjid jami’ yg mungkin dijalan akan bertemu para wanita yg bukan mahram, sehingga nafsunya terkendali.. dan akan khusu’ dalam mendengarkan khutbah..

Dan waktu tersebut tentunya adalah seusai isya’ sampai  beberapa waktu sebelum adzan jum’ah yang cukup untuk mandi janabah, lebih pagi hari lebih baik karena mandinya akan membuat harum dihari jumat

Walllahu ‘alam bishowab

Sumber : http://www.abu-
riyadl.blogspot.com/2013/03/amalan-pasutri-dihari-jumat.html?m=1

Tidak Mengapa Menghadap Atau Membelakangi Matahari & Bulan Saat Buang Hajat

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Kebanyakan ulama Syafi’iyah menganjurkan tidak menghadap matahari dan rembulan (saat buang hajat), namun sandaran mereka adalah hadits dho’if. Larangan tersebut menyelisihi larangan menghadap kiblat (saat buang hajat) pada empat keadaan. Salah satunya, larangan menghadap kiblat saat buang hajat shahih dan masyhur.

Sedangkan larangan menghadap dan membelakangi matahari atau rembulan adalah hadits dho’if, bahkan hadits batil. …. Inilah pendapat yang jadi pilihan karena anjuran tersebut butuh dalil, sedangkan tidak ada dalil yang mendukungnya.” Lihat Al Majmu’ karya Imam Nawawi, 2: 111.

Selengkapnya di Rumaysho.com:
http://rumaysho.com/hukum-islam/thoharoh/4291-menghadap-matahari-dan-bulan-ketika-buang-hajat.html.

Rumaysho.com

Berharap Amal Diterima

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺆﺗﻮﻥ ﻣﺎ ﺁﺗﻮﺍ ﻭﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﻭﺟﻠﺔ ﺃﻧﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﺭﺑﻬﻢ ﺭﺍﺟﻌﻮﻥ

”Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan keadaan hati yang takut. (sebab mereka mengetahui bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka…”
(QS al-Mu’minun: 60)

Saat mendengar ayat ini ’Aisyah radliyyallahu ‘anha merasa heran
dan bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ﺃﻫﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺸﺮﺑﻮﻥ ﺍﻟﺨﻤﺮ ﻭﻳﺴﺮﻗﻮﻥ

“Apakah mereka orang-orang yang meminum khamr dan mencuri…?”

Maka Rasulullah menjawab,

ﻟﺎ ﻳﺎ ﺑﻨﺖ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ ﻭﻟﻜﻨﻬﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺼﻮﻣﻮﻥ ﻭﻳﺼﻠﻮﻥ ﻭﻳﺘﺼﺪﻗﻮﻥ ﻭﻫﻢ ﻳﺨﺎﻓﻮﻥ ﺃﻥ ﻟﺎ ﻳﻘﺒﻞ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺴﺎﺭﻋﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺨﻴﺮﺍﺕ

”Tidak wahai putri ash-Shidiq (’Aisyah binti Abu Bakar)

Mereka adalah orang-orang yang rajin berpuasa, menegakkan
shalat dan gemar bersedekah.

Akan tetapi mereka merasa takut amalan yang telah mereka kerjakan tidak diterima di sisi Allah.

Mereka itulah golongan yang senantiasa berlomba-lomba
dalam mengerjakan kebajikan…”

(HR. Tirmidzi: 3175, Shahih at- Tirmidzi al-Albani: 2537)

Maka apakah kita yakin bila amal kita diterima..?!

Jangan tertipu dengan banyaknya amal…

Perbaiki kualitas amal shalih dengan menuntut ilmu dan mengikhlaskannya semata mengharap keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla…

Dan ingatlah…
Bahwa salah satu tanda diterima suatu amal adalah melaksanakan ketaatan serupa secara berkesinambungan…

Ust Muhammad Qosim Muhajir, Lc

Hadits ke 14 “Bab Bejana, Larangan Minum Memakai Bejana Emas & Perak”

Bab Bejana.

Hadits 14.

Ust. Badrusalam LC

 

Dari Hudzifah bin AlYamaan radliyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Janganlah minum di bejana emas dan perak dan jangan makan pada keduanya, karena keduanya untuk mereka (kaum kuffar) di dunia dan untuk kalian di akhirat”. Muttafaq ‘alaihi.

 

Fawaid hadits:

1. Larangan makan dan minum pada bejana emas dan perak dan piringnya.

2. Larangan ini bersifat haram.

3. Larangan ini umum untuk laki-laki maupun wanita.

4. Larangan ini khusus untuk makan dan minum saja.

5. Hadits ini tidak menunjukkan bahwa orang kafir boleh melakukannya, namun maksudnya adalah menjelaskan keadaan mereka, karena orang kafir akan diadzab karena bila melakukannya.

6. Bejana emas dan perak ini bersifat umum, baik disepuh atau memang bahannya emas dan perak, baik 24 karat atau 10 karat.

7. Larangan bertasyabbuh dengan kaum kuffar.

8. Perintah menyelisihi kaum kuffar. Dan perintah menyelisihi kaum kuffar pada asalnya haram sampai ada dalil yg menunjukkan boleh.

 

Hadits ke 13 ” DAGING YANG PUTUS”

Hadits 13

# Daging yg putus #

Ust. Badrusalam LC

Dari Abu Waqid Al Laitsi radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apa-apa yang diputus dari bagian tubuh hewan yang masih hidup maka bagian yg terputus itu adalah bangkai”.

HR Abu Daud, dan At Tirmidzi dan beliau menghasankannya, dan ini adalah lafadz Tirmidzi.

Fawaid hadits:

1.  Bagian tubuh hewan yang terputus dari hewan yg masih hidup adalah bangkai yang tidak halal di makan.

Dan ini adalah kesepakatan ulama sebagaimana yg dikatakan oleh syaikhul islam ibnu Taimiyah.

2. Dikecualikan darinya adalah tempat misik yang ada pada binatang kijang, karena suci berdsarkan sunnah dan ijma’ ulama.

Hadits ke 12 “LALAT”

Hadits 12

 

# LALAT #

Ust. Badrusalam LC

 

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila lalat jatuh di minuman seseorang dari kamu hendaklah ia tenggelamkan kemudian buang, karena salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat penawarnya”. (Bukhari dan Abu Dawud dan Abu Dawud menambah: “Sesungguhnya ia jatuh dengan mendahulukan sayap yg ada padanya penyakit”.

Fawaid hadits:

1. Lalat itu suci baik hidup maupun mati.

2. Semakna dengan lalat adalah setiap binatang yg darahnya tidak mengalir, hukumnya sama yaitu suci.

3. Disunnahkan/diwajibkan menenggelamkan lalat dalam air bila jatuh padanya lalu dibuang, dan meminum airnya.

4. Salah satu sayap lalat terdapat penyakit dan pada yg lainnya terdapat penawar, dan ini adalah mu’jizat yg menunjukkan kenabian beliau.

5. Kewajiban aqal adalah tunduk kepada dalil, terutama bila aqal menganggap tidak masuk diakal suatu dalil, karena Allah maha Tahu segala sesuatu sedangkan aqal manusia terbatas.

———

Tuntunan Disaat Minum Susu

Anda suka susu…?

Mari kita simak sekelumit tentang susu.

A. Keutamaan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan,

ﻟﻴﺲ ﺷﻲﺀ ﻳﺠﺰﺉ ﻣﻦﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸﺮﺍﺏ إلا ﺍﻟﻠﺒﻦ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiada satupun makanan dan minuman yang setara dengan susu”
(Hasan, HR al-Baihaqi Syu’bul
Iman: 5957, Shahihul Jami’ al-Albani: 381)

Susu dapat disajikan di pagi hari sebagai kawan sarapan.

Bisa pula dinikmati di siang dan sore hari sebagai selingan.

Maupun di malam hari menjelang tidur kita dan si buah hati.

Namun tahukah Anda, ada doa khusus setelah meminum susu..?

B. Doa Minum Susu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang meminum susu maka ucapkanlah:

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻴﻪ ﻭﺯﺩﻧﺎ ﻣﻨﻪ

“Allahumma barik lana fiih wa zidna minhu”

“Ya Allah berkahilah kami dalam (susu ini) dan tambahanlah untuk kami”
(Hasan, HR al-Baihaqi Syu’bul Iman: 5957, Shahihul Jami’ al-Albani: 381)

C. Apabila Usai

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tuntunan, “Apabila
kalian (usai) meminum susu maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam di mulut”
(HR Ibnu Majah: 499, Shahihul Jami’ al-Albani: 628).

Sungguh indah ajaran Islam.
Ada doa dan kebaikan di setiap perbuatan.

@SahabatIlmu

Luangkanlah Waktu Anda

Ust. Abu Riyadl

BB tidak lepas dari manfaat dan madhorot (positif/negatif)

Jika anda yakin terhadap bc/bm seseorang yg menyampaikan nasehat atau hukum agama..

Maka luangkanlah waktu untuk membaca bc tersebut dan menghayatinya..

Janganlah kita anggap angin laluuuu..

Siapa tau tak sempat anda dapati nasehat tersebut dikemudian hari..

Atau hal tersebut sering ada didepan mata namun kita tidak mampu memanfaatkannya..

Karena sudah tak peka lagi untuk meresapi ilmu..
Atau menghayati sebuah nasehat..

Jangan biarkan fikiran dan hati kita berkarat krn sering mendapat nasehat namun mengangapnya sepele..

Semoga Allah merahmati kita semua..
آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

Menebar Cahaya Sunnah