simak serial Tanda Tanda Kiamat – 1 oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
simak serial Tanda Tanda Kiamat – 1 oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
Imam Ibnu Rojab al-Hambali rohimahullah menjelaskan,
“Seorang mukmin hendaknya merasa sedih saat kebaikan agama terlewat darinya. Karena itu, dia dianjurkan untuk melihat kepada orang yang lebih baik keagamaannya dan menyainginya dalam kebaikan semaksimal kemampuannya.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
‘Dan pada yang demikianlah (kebaikan) hendaknya manusia saling berlomba..’ (QS al-Muthoffifin: 26).”
Dan janganlah seorang mukmin merasa benci ketika ada orang lain yang menyainginya. Justru seharusnya senang ketika semua orang berlomba dalam kebaikan, bahkan menyemangati mereka..”
(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, syarah hadits ke-13)
Seseorang mendatangi Ibrahim bin Adham rohimahullah dan berkata,
ㅤ
“Wahai Abu Ishaq (kun-yah Ibrahim), sungguh aku seorang yang selalu menuruti hawa nafsu, maka nasihatilah diriku dengan sesuatu yang dapat mencegah dan menyelamatkan hatiku..!”
Ibrahim berkata,
ㅤ
“Jika engkau dapat melaksanakan lima syarat ini maka kemaksiatan tidak membahayakanmu dan kenikmatan tidak mencelakakanmu..”
ㅤ
“Sebutkan lima syarat itu..” ucap lelaki tersebut.
Ibrahim berkata,
ㅤ
PERTAMA:
ㅤ
“Jika hendak bermaksiat kepada Allah maka jangan makan dari rezeki-Nya..!”
ㅤ
“Lalu darimana aku akan makan, sedang semua yang ada di bumi ini termasuk rezeki-Nya..?!” ucapnya dengan heran.
ㅤ
Ibrahim berkata, “Jika demikian, apakah pantas engkau memakan rezeki-Nya, namun bermaksiat pada-Nya..?!”
ㅤ
KEDUA:
ㅤ
“Bila engkau hendak bermaksiat maka jangan menempati daerah milik-Nya..!”
ㅤ
“Sungguh ini lebih berat dari yang pertama. Seluruh negeri dari timur hingga barat adalah milik-Nya. Dimanakah aku akan bernaung..?!”, jawabnya.
ㅤ
KETIGA:
ㅤ
“Jika engkau ingin bermaksiat carilah tempat yang tidak terlihat oleh-Nya, kemudian lakukanlah maksiatmu di sana..!”
ㅤ
“Tidak mungkin..!! Allah melihat segala sesuatu yang tersembunyi..”, jawabnya.
ㅤ
KEEMPAT:
ㅤ
“Nanti, saat Malaikat Maut datang untuk mencabut nyawamu, katakan padanya, “Tundalah kematianku, agar aku dapat melaksanakan taubat nasuha dan mengerjakan amal kebajikan..”.
ㅤ
“Malaikat tidak akan memenuhi permintaanku..”, ucapnya.
ㅤ
Ibrahim menjelaskan: “Jika engkau tak kuasa menolak kematian dan ia tidak bisa ditunda, bagaimana engkau akan menyelamatkan diri..?!”
ㅤ
KELIMA:
ㅤ
“Saat Malaikat menggiringmu ke Neraka, janganlah engkau mau mengikutinya..!”
ㅤ
“Mereka tak akan mendengarkanku..”, jawabnya.ㅤ
Ibrahim berkata, “Lalu bagaimana engkau mengharap keselamatan..?!”
ㅤ
Lelaki itu pun berkata,
ㅤ
“Wahai Ibrahim, cukup.. cukup.. sekarang aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Nya..”
ㅤ
(at-Tawwabin – Ibnu Qudamah al-Maqdisi)
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
“الصبر:
حبس اللسان عن الشكوى إلى غير الله،
والقلب عن التسخط،
والجوارح عن اللطم وشق الثياب ونحوها”.
عدة الصابرين ص: ٢٣١.
“Sabar adalah :
– menahan lisan dari mengadu kepada selain Allah.
– menahan hati dari merasa kesal, dan
– menahan anggota badan menampar pipi, menyobek baju dsb..”
(‘Uddatush Shoobiriin – 231)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ref : https://twitter.com/UB_CintaSunnah/status/1711260149246239186?t=qq4038hUKNnFWNR946btAQ&s=19
Ibnus Sammak menulis surat kepada saudaranya,
أَفْضَلُ العبادة الإمساك عن المعصية ، والوقوف عند الشهوة ، وَأَقْبَحُ الرغبة أَنْ تطلب الدُّنْيَا بعمل الآخرة
الآداب الشرعية (1/153)
“Ibadah yang paling utama adalah menahan diri dari maksiat dan berhenti saat syahwat.. dan seburuk-buruk keinginan adalah mencari dunia dengan melalui amalan akherat..”
(Al Adab Asy Syar’iyah 1/153)
Karena maksiat itu disukai oleh syahwat..
Meninggalkannya amat berat terlebih saat syahwat bergejolak..
Semakin membituhkan perjuangan maka semakin besar pahalanya..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Yahya bin Muadz rohimahullah berkata,
ليكن حظ المؤمن منك ثلاثة :
إن لم تنفعــه فلا تضـره
وإن لم تفرحـه فلا تغمه
وإن لم تمدحه فلا تذمه.
“Hendaklah sikapmu kepada mukmin lain tiga perkara:
● Jika kamu tidak bisa memberinya manfaat, maka jangan memberinya mudhorot.
● Jika kamu tidak bisa membuatnya gembira, maka jangan membuatnya bersedih.
● Jika kamu tidak bisa memujinya, maka jangan mencelanya..”
(Jami’ul Ulum wal Hikam 2/283)
Memasukkan kegembiraan ke dalam hati mukmin..
Adalah termasuk amal yang dicintai Ar Rohman..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۖ وَالْاَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَالسَّمٰوٰتُ مَطْوِيّٰتٌۢ بِيَمِيْنِهٖۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ (٦٧)
“Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan..”
(Q.S. Az-Zumar ayat 67)
Langit dan bumi adalah milik Allah..
Mereka semua makhluk yang membutuhkan karunia-Nya..
Maka orang yang mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya..
Adalah orang paling buruk di sisi Allah..
Walaupun ia baik kepada sesama manusia..
Oleh karena itu Allah tidak akan pernah mengampuni orang yang mati di atas kesyirikan..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
قال إمام أهل مكة في زمانه سفيان بن عيينة _ رحمه الله تعالى _ :
كان العلماء فيما مضى يكتب بعضهم إلى بعض هؤلاء الكلمات :
من أصلح سريرته أصلح الله علانيته ،
ومن أصلح ما بينه وبين الله أصلح الله ما بينه وبين الناس،
ومن عمل لآخرته كفاه الله أمر دنياه .
(رواه ابن أبي الدنيا في كتاب الإخلاص وأورده شيخ الإسلام ابن تيمية في أوائل كتاب الإيمان الكبير ج7 من مجموع الفتاوى )
Imam Sufyan bin ‘Uyainah -rohimahullahu ta’ala- meriwayatkan bahwa para salaf dahulu sering saling berkirim surat yang berisi nasehat berikut :
● barangsiapa memperbaiki apa yang tersembunyi dari dirinya, niscaya Allah akan memperbaiki apa yang terlihat dari dirinya.
● barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Allah akan perbaiki hubungannya dengan manusia
● barangsiapa beramal untuk akhiratnya, niscaya Allah cukupi perkara dunianya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dalam Kitab Al IKhlas dan dinukil oleh Ibnu Taimiyyah dalam awal kitab Al Iman Al Kabir)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى
Simak untaian nasihat Ustadz Anas Burhanuddin MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
ref : untaian nasihat – radio rodja