1173. Imam Membaca Do’a Khataman Al-Qur’an

1173. BBG Al Ilmu – 387

Tanya:
Bagaimana sikap yang terbaik saat kita ikut sholat tarawih di masjid yang melakukannya dengan 8 roka’at dan 3 roka’at witir tetapi sebelum witir saat 10 hari terakhir Romadhon imam sholat mengkomando untuk membaca do’a “Khotmil Qur’an” bersama-sama ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Membaca doa kathaman Al Qur`an boleh, dibaca oleh imam, dan makmum mengamini, ataupun di baca sendiri boleh. Tidak baca pun juga tidak masalah.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1172. Seputar Qunut Nazilah

1172. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Bagaimana tata cara qunut nazilah ? Apakah bisa dilakukan berkali-kali ? Bisakah digabung dengan qunut witir dalam pelaksaannya ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Qunut nazilah adalah doa yang berkaitan dengan suatu kejadian pada muslimin yang bersifat genting. Yang memerintahkan adalah penguasa, caranya dilakukan di sholat lima waktu diraka’at akhir setelah rukuk, dan di keraskan dalam bacaan jahriyah seperti subuh, magrib, isya’. Boleh di lakukan pada tarawih.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1171. Mana Yang Lebih Afdhol, Witir Dengan Satu Atau Dua Salam ?

1171. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Rakaat witir yang paling afdhol itu 3 Raka’at satu salam atau dua salam ? yang dua salam …niat sholat ganjil…tapi pelaksanaannya genap?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Witir yang utama tiga rakaat dengan dua kali salam, sebagai mana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1170. Nama Anak Memakai “AR”

1170. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bolehkah bayi saya beri nama : ARRIDHO ? Apakah nama tersebut tidak bertentangan dengan islam karena saya pernah mendengar bahwa kata “ARR” itu adalah milik Allah. Misal arrahman, arrohim.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Sebaiknya dan lebih hati hati nya tanpa memakai “AR”, cukup ridho atau Muhammad Ridho atau nama yang di sukai oleh Allah Ta`ala yaitu Abdurrahman.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1169. Diharuskan Membeli

1169. BBG Al Ilmu – 153b

Tanya:
Apakah pegawai tertentu (yang menduduki jabatan struktural/Fungsional Madya) harus mengikuti Surat Edaran Ketua Dharma Wanita Unit Eselon I Kementerian yang memerintakan untuk membeli paket kue hari Raya Idul Fitri dengan harga yang telah ditetapkan. Bagaimana hukumnya kalau membeli atau menolak menurut ketentuan agama dan sikap pegawai selaku bawahan. Pejabat/pegawai pada umumnya tidak berani menolak surat edaran tersebut.

Jawab:
Ustadz Irfan Helmi, Lc حفظه الله تعالى

Syarat dan prinsip jual beli adalah harus dilandasi kerelaan (‘an taradhin). Jadi, boleh membeli ataupun menolak untuk membeli. Tapi, bila surat edaran niatnya untuk menolong pejabat/pegawai karena harganya lebih murah maka seyogyanya diterima saja.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Wahai Anakku…

Ustadz Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Anakku..!!
Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku..

Suatu ketika aku..
Memecahkan piring atau menumpahkan sup diatas meja karena penglihatanku berkurang,
Aku harap kamu tidak memarahiku
Orang tua itu sensitif…selalu merasa bersalah jika kamu berteriak..

Ketika pendengaranku semakin memburuk,aku harap kamu tidak berkata: ” TULI..!! ”
Mohon ulangi apa yang kau katakan..

Maaf, anakku…!!
Aku semakin tua….
Aku mohon jangan bosan denganku ketika aku mengulangi apa yang kukatakan, seperti dongeng sebelum tidurmu dulukala, aku harap kamu selalu mendengarkan aku, tolong jangan mengejek ku atau bosan mendengarkanku…

Apakah kamu ingat ketika kamu kecil dan kamu mengulangi apa yang kamu baru bisa ucapkan..
Aku dulu senang mendengarnya..

Maafkan aku wahai anakku tentang bau ku, tercium seperti orang yang tua ya… Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi, atau menyinggungku…..
Aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu…

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? Aku selalu mengejar-ngejar kamu ketika kamu tidak ingin mandi…

Aku sabar dalam memandikanmu..

Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku ketika aku rewel…ini semua bagian dari menjadi tua…kamu akan mengerti ketika kamu tua…

Dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa bicara bahkan untuk beberapa menit..aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seseorangpun tuk diajak bicara…aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaanmu

Ketika saatnya tiba dan aku hanya bisa terbaring…sakit dan sakit, aku harap kamu memiliki kesabaran tuk merawatku..

Semoga kelak kita dapat berkumpul disurga..

Pesan dari ku wahai saudaraku:

Jikalau orang tua kita telah semakin sepuh.. maka hati-hatilah dalam berbicara.. ia merupakan kunci surgamu..

Sensitif dari segala ucapan seorang anak.. entah salah atau benar.. bukan menjadi suatu alasan..

Yang jelas mereka berdua telah menyayangimu..

Jagalah kalimat apapun yang dapat menyinggungnya..

Bila engkau dapat bertutur kata manis kepada atasanmu dan engkau akan murah senyum padanya..itu hanya karena gajimu ada ditangannya..

Maka inilah orang tua kita… mereka berdua memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari sekedar atasanmu..
Jangan karena engkau telah lama hidup bersamanya.. sehingga hormatmu padanya hanya hormat biasa.. atau ketika engkau beda pendapat dengannya.. bantahanmu langsung keluar dengan mudahnya..

Rendahkan sayapmu untuknya..jika engkau bersayap..

Sesungguhnya burung tidak dapat terbang jika mereka merendahkan sayapnya..

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Benarkah Ia Sayang Padamu ?

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Seseorang berkata: “Aku bertanya kepada seorang bijak, Bagaimanakah aku mengetahui siapa yang mencintai dan sayang kepadaku?”

Ia berkata : “Yaitu orang yang ikut memikul kesedihanmu…, selalu bertanya tentangmu…, tidak bosan denganmu…, memaafkan kesalahan-kesalahanmu…, menasehatimu jika bersalah…, selalu mengingatmu dan menyertakanmu dalam doanya”

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Malam 1,000 Bulan

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sobat! Hari hari ini banyak dari kaum muslimin yang terobsesi untuk mendapatkan lailatul qadar! Mereka sibuk membicarakan dan mendiskusikan perihal keutamaan Lailatul Qadar.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengetahui indikasi-indikasi hadirnya lailatul qadar.

Sobat! Percayalah bahwa malam tersebut pasti hadir, anda ketahui tanda-tandanya ataupun anda tidak mengetahuinya, anda menyadari kedatangannya ataupun tidak menyadarinya.

Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf dan meningkatkan ibadahnya di malam-malam terakhir bulan ramadhan. Sebagaimana beliau juga membangunkan keluarganya untuk bersama sama beribadah di malam-malam tersebut.

Beliau tidak menyibukkan diri dengan mengidentifikasi ciri-ciri kedatangan malam lailatul qadar. Beliau lebih memilih untuk meningkatkan amalam di kesepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan. Dengan demikian dapat dipastikan bahw beliau telah beramal hingga maksimal di malam lailatul qadar yang jatuh pada salah satu malam dari kesepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan.

Itulah pesan yang Beliau sampaikan melalui sabdanya:

فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا مِنَ العَشْرِ الأَوَاخِرِ

“Barang siapa dari kalian mencari lailatul qadar, hendaknya ia mencarinya di sepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan. (Muttafaqun ‘alaih)

Sobat! Dari pada anda memikirkan dan terus bertanya kapan lailatul qadari datang, lebih bijak bila anda bertanya: apa yang saya lakukan pada malam-malam yang tersisa di bulan ramadhan ini guna memanfaatkan kehadiran lalilatul qadar?

Percayalah bahwa anda pasti melalui momentum lailatul qadar sebagaimana orang-orang kafir dan fasikpun juga melalui momentum yang sama, namun yang membedakan antara anda dari mereka adalah amalan anda, mereka bergelimang dalam dosa dan maksiatnya, sedangkan anda mengisi lailatul qadar dengan lantunan al qur’an, dzikir, doa, dan sholat malam.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Keutamaan 10 Hari Akhir Bulan Ramadhan

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Segera menghampiri kita sepuluh hari terakhir bulan ramadhan ini, di dalam nya terdapat banyak keutamaan dan kekhususan, di antara nya :

» Bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam lebih bersemangat dan bersungguh sungguh dalam ibadah dan beramal.

Ummul Mukminin A`isyah radhiyallahu`anha berkata, ” Sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam tatkala memasuki sepuluh hari terakhir bulan ramadhan bersungguh sungguh dalam ibadah tidak seperti di hari lain nya “.(HR Muslim).

Dalam riwayat lain beliau radhiyallahu`anha berkata, ” Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam apa bila memasuki sepuluh hari terakhir bulan ramadhan beliau mengencangkan ikat pinggang nya dan menghidupkan malam nya serta membangun kan keluarga nya “. (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain beliau radhiyallahu`anha berkata, ” Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam pada malam dua puluh hari pertama mengerjakan sholat dan tidur untuk beristirahat, akan tetapi jikalau memasuki sepuluh hari terakhir bulan ramadhan beliau begadang dan mengencangkan ikat pinggang nya “. (HR Ahmad).

Dalam hadits diatas menunjukkan keutamaan sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, karena Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersungguh sungguh tidak seperti hari hari bisa, beliau meningkatkan amalan ibadah dari sholat, tilawah, dzikir, doa, sedekah dan sebagainya, serta mengencangkan ikat pinggang nya yaitu menjauhi istri istri nya.
Nabi sallallahu alaihi wa sallam menghidupkan malam malam nya untuk ibadah baik ibadah hati, lisan, anggota badan dalam rangka menggapai malam lailatul Qadar, yang barang siapa beribadah malam nya dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa dosa nya yang terdahulu.

A`isyah radhiyallahu`anha berkata,” Aku tidak pernah melihat Nabi sallallahu alaihi wa sallam menghidupkan malam nya hingga subuh kecuali hanya di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan “. (HR Muslim).

» Di antara keutamaan sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam membangun kan keluarga nya untuk ibadah sholat dan dzikir dalam rangka menggunakan kesempatan yang penuh berkah ini, yang hanya sesaat dalam setahun, maka suatu kebahagiaan bagi yang diberikan taufiq pada malam tersebut.

Sebagai manusia melewatkan malam malam tersebut hanya dengan sia sia, ini merupakan bentuk keburukan dan keteledoran yang sepantasnya di hindari oleh setiap muslim.

» Di antara keutamaan sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam melakukan ibadah i`tikaf yaitu menggunakan waktu khusus untuk ibadah dan berbuat ketaatan.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Said Al Hudriy radhiyallahu`anhu, bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengerjakan i`tikaf di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, dan bersabda, ” Barangsiapa diantara kalian yang berkehendak untuk beri`tikaf maka beri`tikaf lah “. (HR Muslim).

Dari Ummul Mukminin A`isyah radhiyallahu`anha berkata, ” Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengerjakan i`tikaf di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan pada setiap tahunnya hingga beliau wafat, kemudian para istri istri Nabi melakukan i`tikaf sepeninggal beliau sallallahu alaihi wa sallam “.(HR Bukhari dan Muslim).

Tujuan melakukan ibadah i`tikaf yaitu agar dapat berkonsentrasi mengerjakan ketaatan di dalam masjid dalam rangka menggapai keutamaan malam lailatul Qadar dengan aneka ibadah seperti sholat, tilawah, dzikir, doa, serta menjauhi perkara yang tidak membawa manfaat dari urusan dunia.

Semoga Allah Ta`ala memberikan taufik untuk mengerjakan ketaatan, dan diberikan khusnul khotimah kepada kita, serta di berikan ampunan atas segala dosa dosa kita dan orang yang telah mendahului kita.

Apakah Bersentuhan Kulit Dengan Istri Atau Lawan Jenis Itu Membatalkan Wudhu ?

Ustadz M Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

Bismillah. Dalam masalah ini para ulama fiqih memang berselisih pendapat menjadi beberapa pendapat, karena mereka berbeda penafsiran terhadap firman Allah yang berbunyi: (Au Laamastumun-Nisaa’) di dlm surat An-Nisaa’: 43, dan surat Al-Maaidah: 6).

Ada yang menafsirkan dengan jima’ (menyetubuhi istri), dan ada pula yang menafsirkannya dengan hanya bersentuhan dengan tangan. Diantara pendapat-pendapat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Abu Hanifah berpendapat bahwa seorang laki-laki yang bersentuhan atau bercumbu dengan istri tanpa melakukan jima’ (senggama) TIDAK MEMBATALKAN wudhu, kecuali jika dzakar (kemaluan)nya ereksi, maka wudhunya BATAL.

2. Imam Malik dan imam Ahmad berpendapat bahwa seorang laki-laki yang bersentuhan dengan wanita (istri ataupun bukan) dengan adanya nafsu syahwat menyebabkan wudhunya BATAL.

3. Imam Asy-Syafi’i berpendapat bahwa seorang laki-laki yang bersentuhan langsung dengan (kulit) seorang wanita dengan nafsu syahwat ataupun tidak, sengaja ataupun tidak sengaja, menyebabkan wudhunya BATAL, kecuali jika wanita tersebut adalah mahromnya.

(*) PENDAPAT YANG ROJIH:
Pendapat yang rojih (kuat dan benar) di dalam masalah ini adalah bahwa bersentuhan dengan lawan jenis apakah ia termasuk mahrom atau bukan, dengan sengaja ataupun tanpa sengaja, dengan nafsu syahwat maupun tanpa syahwat TIDAK MEMBATALKAN WUDHU, kecuali jika sentuhan itu menyebabkan keluarnya madzi atau mani, maka wudhunya bataL.

Dalilnya, hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (setelah berwudhu), beliau menciumi sebagian istrinya, lalu beliau pergi (ke masjid) untuk sholat tanpa mengulangi wudhu beliau.”

(Hadits SHOHIH. Diriwayatkan oleh Abu Daud no.178-180, At-Tirmidzi no.86, An-Nasai I/104, dan selainnya. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dlm Shohih Al-Jami’ IV/273).

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Menebar Cahaya Sunnah