Doa Seorang Muslim Kepada Saudaranya

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, mendoakan ampunan dan kebaikan untuk saudaranya seislam termasuk akhlak mulia yang diajarkan Islam. Ia merupakan salah satu tanda jauhnya hati seorang muslim dari kedengkian dan kebencian kepada saudaranya seislam. Siapa yang dikaruniakan hati demikian sudah semestinya ia memuji Alloh, dan siapa yang merasakan selain itu maka banyak memohon ampun kepada Alloh Ta’aala adalah di antara obatnya yang paling mujarrob.

Amir bin Abdillah at-Tamimi ~rohimahulloh~ mengatakan dalam salah satu doa yang dipanjatkannya :

“Ya اللّـﮧ , waktu Shubuh telah datang, manusia segera bangun dan pergi mencari karunia-Mu. Sesungguhnya masing-masing mereka memiliki keperluan, dan sesungguhnya keperluan Amir di sisi-Mu adalah agar Engkau mengampuninya. Ya اللّـﮧ, kabulkanlah keperluanku dan juga keperluan mereka..” [Mereka adalah Tabi’iin hal. 29-30]

Syaikh Muhammab bin Abdul Wahhab rohimahulloh ~lahir 1115 H n wafat 1206 H~ dalam al-Qowaa’idul arba’ :
 
أسأل الله الكريم رب العرش العظيم أن يتولاك في الدنيا والآخرة، وأن يجعلك مباركا أينما كنت، وأن يجعلك ممن إذا أعطى شكر، وإذا ابتلي صبر، وإذ أذنب استغفر

“Aku memohon kepada Alloh yang Maha Mulia Pemilik ‘Arsy Yang Agung agar memimpinmu dalam  kehidupan di dunia dan di akhirat. Dan menjadikan kamu termasuk orang diberkahi di mana saja kamu berada. Dan semoga Dia menjadikan  kamu termasuk orang yang jika diberikan nikmat ia bersyukur, jika diberikan cobaan ia bersabar dan jika berdosa ia memohon ampun kepada Alloh.”

Aamiin..aamiin..aamiin..

Semoga risalah sangat sederhana ini bermanfaat. Jangan lupakan doa terbaikmu untukku dan untuk seluruh kaum muslimin.

بارك اللّـﮧ فـيكم

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Ingat Mati Merupakan Sebab Khusyu’ Di Dalam Sholat

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله تعالى

Khusyu’ di dalam sholat merupakan salah satu sifat orang-orang beriman dan bertakwa yang telah dipuji dan dijanjikan oleh Allah Ta’ala kepada mereka bahwa mereka akan masuk ke dalam Surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang hakiki nan abadi, dan terbebas dari siksa api Neraka-Nya yang sangat pedih dan menakutkan.

Hanya saja, upaya untuk dapat mewujudkan rasa khusyu’ di dalam sholat tersebut merupakan amalan yang sangat berat nan sulit bagi seorang hamba, apalagi bagi orang yang tidak paham aqidah islam yang benar, dan di saat iman melemah serta berbagai godaan dan fitnah dunia semakin kuat dan dahsyat.

SERING MENGINGAT KEMATIAN MERUPAKAN OBAT MUJARAB YANG MEMBANTU KITA UNTUK KHUSYU’ DI DALAM SHOLAT

» Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan umatnya agar banyak mengingat kematian karena ia dapat membantu seorang hamba untuk mewujudkan rasa khusyu’ di dalam sholatnya seraya bersabda:

اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه

Artinya: “Ingatlah kematian dalam sholatmu, karena jika seseorang mengingat mati dalam sholatnya, maka ia akan memperbagus sholatnya. Sholatlah seperti sholatnya orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan sholat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (baca: meralatnya atau menyampaikan alasan-alasan) (karena tidak bisa memenuhinya dengan baik dan benar, pent).” (HR. Ad-Dailami di dalam Musnad Al-Firdaus.

Hadits ini Derajatnya dinyatakan HASAN oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah Ta’ala).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yg dpt kami share pd pagi hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 12 Mei 2014).

» BBG Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah.

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1098. Hukum Seputar Membaca Al-Qur’an Dari Ponsel Dan Mushaf Elektronik

1098. BBG Al Ilmu – 41

Tanya:
Bagaimana hukum membaca al-Qur’an dari ponsel, apakah sama pahala dan hukum dan adab nya dengan membaca dari mushaf ?

Jawab:
Tidak ada perbedaan antara membaca Al-Qur’an dari mushaf atau membaca dari mushaf elektronik, halaman di Internet, atau dari layar ponsel. Yang penting adalah membaca, menggerakkan bibir dan melihat ke kalimat Allah yang tertulis, dan semua itu telah terpenuhi ketika membaca dari sebuah layar elektronik, dan dia juga mendapatkan ‘pahala membaca’ sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut (yang artinya):
” Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya kebaikan sepuluh kali lipat, aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf.” (HR At-Tirmidzi, 2910. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at–Tirmidzi).

Berkaitan dengan pertanyaan apakah membaca Al-Qur’an dari ponsel harus berwudhu dahulu, Syaikh Shalih Al -Fauzan hafizhohullahu ta’ala menjawab:

“Ini adalah jenis kemewahan yang muncul di kalangan masyarakat. Mushaf, Alhamdulillah, sudah tersedia di masjid-masjid dan dalam edisi cetak yang bagus, dan tidak perlu membacanya dari ponsel. Tetapi jika itu terjadi maka kami berpendapat  bahwa itu TIDAK masuk dalam hukum yang sama seperti Mushaf …Adapun ponsel , itu tidak dapat disebut Mushaf.”

Oleh karena itu, tidak mengapa membaca Al-Qur’an dari mushaf elektronik, atau dari halaman di Internet, atau dari layar ponsel TANPA wudhu’, dikarenakan tidak menyentuh Al-Qur’an, melainkan seperti membaca dari mushaf tanpa menyentuhnya, sama halnya seperti jika Mushaf berada dihadapan seseorang dan ia membaca darinya tanpa menyentuhnya, dan ini memudahkan bagi perempuan yang sedang menstruasi dan bagi yang tidak bisa membawa Mushaf dengan mudah, atau bagi seseorang yang berada di tempat di mana sulit baginya untuk berwudhu.

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://islamqa.info/en/108477

http://islamqa.info/en/106961

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1097. Hukum Menjaga Acara Keagamaan Non-Muslim Sebagai Aparat

1097. BBG Al Ilmu – 207b

Tanya:
Bagaimana hukumnya ketika seorang ikhwan menjadi petugas keamanan (co : TNI, Polisi, dll) mendapatkan tugas untuk menjaga suatu acara yang tidak ada dalam ajaran islam ? atau bahkan mendapatkan tugas untuk menjaga acara-acara agama lain ?

Jawab:
Ust. Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Kalau itu karena ingin menjalani tugas, dan ia tidak mendukung ritual keagamaan non-muslim secara langsung, maka boleh.

Alasannya karena itu tugas aparat demi menjaga kestabilan, keamanan dan mereka punya kepentingan. Sedangkan pihak lain yang bukan aparat, tidak boleh turut di dalamnya.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

View

1096. Apa Yang Harus Dilakukan Bila Imam Melakukan Kesalahan ?

1096. BBG Al Ilmu – 199

Tanya:
Pernah terjadi kepada kami dimana kami shalat berjama’ah 3 orang, pada saat roka’at ketiga imam lupa dan ahirnya membaca tahiyat awal seperti roka’at kedua. Kami para makmum juga ragu-ragu dengan jumlah roka’at, dan kami putuskan ikut imam tanpa menegur kesalahannya.

Disaat masuk roka’at keempat ada keyakinan bahwa tadi memang keliru.

Pertanyaannya:
1, Apa yang harus makmum lakukan disaat ada keyakinan di roka’at keempat itu ?

2. Disaat kejadian itu makmum putuskan tetap ikut imam yang pada ahirnya sholat kelebihan 1 roka,at, sah tidak sholatnya ?

Jawab:
Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

1. Tetap mengikuti imam. Yang sebetulnya harus dilakukan adalah ketika imam salah maka makmum harus mengingatkan imam dengan mengucapkan: “Subhanallah”.

2. Ketika makmum mengikuti imam, setelah salam maka makmum itu harus menerangkan kepada imam, bahwa shalatnya lebih satu raka’at. Yang mana kemudian imam melakukan sujud sahwi diikuti oleh makmumnya.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Tanda-Tanda Kerasnya Hati

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang terpenting sebagai berikut :

1. Malas Melakukan Kataatan dan Amal Kebaikan.

Kita lihat sekarang banyak sekali diantara kita yang malas sholat lima waktu berjamaah dengan alasan kesibukan dunia. Bahkan ada yang meninggalkan sholat jum’at tanpa udzur syar’i. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda:

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ

“Hendaknya kaum tersebut berhenti meninggalkan shalat jum’at atau Allah akan keraskan hati mereka kemudian mereka menjadi orang-orang yang lalai.” (HR Muslim).

Juga berapa banyak orang yang enggan berzakat dengan alasan banyak pengeluaran pribadi dan lainnya. Mereka lupa kalau hati mereka telah mengeras dan telah memiliki sifat-sifat munafiqin yang di jelaskan dalam firman-Nya, yang artinya, “Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (At-Taubah : 54)

2. Tidak Tersentuh Oleh Ayat Al-Qur’an dan tidak dapat mengambil pelajaran.

Berapa banyak kita membaca al-Qur`aan bahkan mengkhatamkannya sekali atau dua kali namun kalbu kita tidak tersentuh dan bergetar sedikitpun. Berbeda dengan hati yang sehat dan lembut Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, maka tidak terpengaruh sama sekali, tidak mau khusyu’ atau tunduk, dan juga lalai dari membaca al-Qur’an serta mendengarkannya, bahkan enggan dan berpaling darinya. Sedang kan Allah Subhannahu wa Ta’ala telah memperingatkan, artinya, “Maka beri peringatanlah dengan al-Qur’an orang yang takut kepada ancaman-Ku.” (Qaaf : 45)

3. Tidak Tersentuh dengan Ayat.

Tidak tergerak kalbu kita dengan terjadinya peristiwa dan kejadian alam, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Padahal semua itu menunjukkan kemaha kuasaan Allah atas seluruh makhluknya. Kita memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai sesuatu yang tidak ada apa-apanya, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat. Lihatlah firman Allah yang artinya: “Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (At-Taubah :126)

4. Mendahulukan kelezatan Dunia dari Akhirat.

Kalbu yang tidak tersentuh dengan ayat-ayat Allah baik berupa al-Qur`an ataupun ayat-ayat kauniyah akan mendahulukan dunia dari akherat. Bahkan kadang semangat dan keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata . Segala sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan materi. Cinta, benci dan hubungan dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Ujungnya, jadilah dia seorang yang dengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap dunia.

Kita lihat banyak orang yang mendengar kumandang adzan tapi tidak segera bersiap ke masjid karena lezatnya tidur dibalik selimut atau mengakhirkan sholat karena menonton pertandingan sepak bola. Padahal Allah telah berfirman yang artinya:

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS al-A’laa: 16-17).

5. Kurang Mengagungkan.

Kalbu yang mengeras akan kehilangan rasa cemburu, kekuatan iman padanya melemah dan tidak marah ketika larangan Allah diterjang, serta tidak mengingkari kemungkaran.

Setelah itu ia tidak dapat mengenal yang ma’ruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa. Hal ini mengakibatkan kalbu tidak lagi mengagungkan Allah dan kekuasaanNya.

6. Kemaksiatan dan kezhaliman Berantai karena kezhaliman muncul dari kegelapan kalbu.

Sebagaimana disampaikan ibnu al-jauzi dalam ugkapan beliau: kezhaliman muncul dari kegelapan kalbu, karena seandainya kalbu mengambil cahaya petunjuk (Hidayah), tentulah ia akan memandang akibatnya, (lihat Fathu alBaari 5/100).

Demikian juga kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan baru akibat dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah lingkaran setan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan.

Inilah sebagian tanda kerasnya hati akibat perbuatan dosa dan kemaksiatan, agar kita semua dapat introspeksi diri dan merubah diri menjadi insan kamil yang didam-idamkan.

Wabillahi taufiq

– – – – – •(*)•- – – – –

http://m.klikuk.com/tanda-tanda-kerasnya-hati/

View

Aku Ingin Mati

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

‘Aku Ingin Matiiiii…!’, sebuah jeritan dari dalam hati orang-orang yang sedang mendapati kesulitan dan jalan buntu dalam menyelesaikan masalah yang membelitnya. Ungkapan ini sepertinya menjadi sebuah solusi terakhir dari kebuntuan yang ditemuinya.

Di antara mereka yang di PHK bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Di antara mereka yang banyak hutang bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Di antara mereka yang brantakan rumah tangganya bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Di antara mereka yang kendaraan cicilannya hilang bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Di antara mereka yang susah dapat jodoh bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Di antara mereka yang hamil di luar nikah bilang, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’

Itulah di antara contoh masalah yang menjadikan, ‘Aku Ingin Matiiiii…!’ sebagai ucapan yang mewakili kondisi orang yang mengalaminya. Aneh ya, meski masalah orang berbeda-beda namun kata-kata ini seperti menjadi sebuah kesepakatan di antara mereka.

Saudaraku seislam yang saya muliakan, hidup dengan segala lika-likunya adalah ujian..kelapangan rizki dan kesempitannya adalah ujian..Kemudahan dan kesulitan dalam suatu urusan adalah ujian..Apapun masalah dan keadaan kita pada hakikatnya adalah ujian..Ujian yang menguji kita apakah kita tetap tegar mensikapi semua itu dengan tuntunan wahyu [Al-Qur’an dan As-Sunnah] atau malah memilih mengikuti bisikan nafsu dan syaithon..

Saudaraku seislam yang saya cintai, mari jadikan apa pun yang menimpa kita sebagai kesempatan untuk meraih pahala dan kemuliaan di sisi Alloh. Jangan biarkan kesempatan emas ini hilang begitu saja. Yuuk kita hadapi semua itu dengan sikap baik sangka kepada اللّـﮧ, sabar dan…tetap semangat. 🙂

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Buah Kejujuran Dan Kedustaan

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga اللّـﮧ memberikan kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

Dari Abdulloh bin Mas’ud ~rodhiyallohu ‘anhu~, ia berkata : Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلىَ البِرِّ وَإِنَّ البرَّ يَهْدِيْ إِلىَ الجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتىَّ يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِيْقاً, وَإِيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ يَهِدِى إِلىَ الفُجُوْرِ وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إِلىَ النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيتَحَرَّى الكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذاباً

“Kalian harus berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu akan menunjukkan kepada kebaikan dan sungguh kebaikan itu akan menunjukkan jalan ke Surga. Dan seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha dalam kejujuran hingga ia dicatat di sisi اللّـﮧ sebagai orang-orang yang jujur.

Dan hati-hatilah kalian dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada perbuatan buruk dan sesungguhnya keburukan akan menunjukkan jalan ke Neraka. Dan seseorang senantiasa berdusta dan berusaha dalam kedustaan hingga ia dicatat di sisi اللّـﮧ sebagai seorang pendusta.” [HSR. Muslim no. 6586]

Demikian dapat disampaikan.

Semoga اللّـﮧ menjadikan penulis dan pembacanya termasuk orang-orang yang gemar berlaku jujur dan tercatat sebagai orang-orang yang jujur di sisi-Nya.. Dan semoga اللّـﮧ menjauhkan kita dari berdusta apalagi tercatat sebagai pendusta di sisi-Nya.

Aamiin Yaa Robbal ‘Alaamiin

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Bagaimana Cara Mengenalkan Ibadah Haji ke Anak ?

Ust. Abdullah Zaen, MA, حفظه الله تعالى

Berhaji adalah salah satu perintah agama Islam bagi pemeluknya yang mampu, diwajibkan sekali dalam seumur hidup.

Jika memang mampu dan memungkinkan, ajaklah anak-anak menunaikan ibadah haji dan umrah. Sebab, pemandangan Ka’bah, Masjidil Haram, Shafa, Marwa dan semua syiar yang ada di tanah suci akan membekas dalam hati mereka. Demikian pula dengan kalimat talbiyah, doa orang yang berthawaf, shalatnya orang-orang yang bertaubat, lantunan dzikir tahlil dan yang lainnya di padang Arafah, serta permintaan orang-orang yang berhajat akan mempengaruhi jiwa anak, dengan izin Allah ta’ala. Lebih dari itu kita juga akan mendapat pahala dari haji mereka.

Dikisahkan bahwa di musim haji ada seorang ibu mengangkat anaknya seraya berkata kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam,

“أَلِهَذَا حَجٌّ؟” قَالَ: “نَعَمْ وَلَكِ أَجْرٌ”.

Apakah anak ini mendapat pahala haji?” Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjawab, ”Ya, dan engkau juga mendapat pahala”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu’anhuma.

Ini bagi mereka yang mampu. Adapun untuk mereka yang kurang mampu, maka bisa mengenalkan anak tentang ibadah haji ini dengan berbagai sarana yang ada. Bisa menggunakan buku bergambar atau video atau yang lainnya.

Tanamkan dalam jiwa anak kecintaan terhadap ibadah haji dan tanah suci Mekah. Bisa diawali dengan cara mengajarkan pada mereka saat shalat, bahwa mereka menghadap ke arah Ka’bah yang ada di Mekah. Jika ada rezeki lebih ajarkan mereka untuk menabung untuk menunaikan ibadah haji, sekalipun nominal uang yang dimilikinya kecil.

Catatan penting:

Haji anak kecil dianggap sah, sebagaimana disebutkan di atas. Hanya saja dia tidak dianggap telah menunaikan haji fardhu. Sehingga bila sudah baligh dan mampu, maka dia wajib menunaikan haji lagi. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama dari mazhab yang empat. Bahkan ada yang mengatakan sudah ijma’.

Hukum tersebut berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam,

“أيُّمَا صَبِيِّ حَجَّ ثُمَّ بَلَغَ فَعَلَيْهِ حَجَّةً أُخْرَى”

Siapa saja anak kecil yang melakukan haji, kemudian dia baligh, maka wajib baginya untuk menunaikan haji lagi”. HR. Ibn Abi Syaibah dari Ibn ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, dan dinilai sahih oleh Ibn Hajar juga al-Albany.

Jadi, umrah dan haji yang dilakukan anak yang belum baligh, dianggap ibadah sunah. Tidak dinilai sebagai haji atau umrah wajib baginya. Wallahu ta’ala a’lam. [1]

************

* Disadur oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari Mencetak Generasi Rabbani karya Ummu Ihsan Choiriyah dan Abu Ihsan al-Atsary (hal. 88-89) dengan banyak tambahan.

[1] http://islamqa.info/id/36862

Ref:

http://tunasilmu.com/

View

Tanda Nyata Orang Yang Dikehendaki Allah Hidayah

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanya milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh..Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, marilah kita renungi salah satu ayat اللّـﮧ berikut :

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang dikehendaki اللّـﮧ akan mendapatkan hidayah niscaya Dia melapangkan dadanya untuk  menerima Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki اللّـﮧ kesesatannya, niscaya Dia menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah اللّـﮧ menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. [QS. Al An’aam ; 6 : 125]

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa menerima Islam dan apa pun yang benar-benar bersumber darinya adalah tanda orang yang dikehendaki اللّـﮧ mendapatkan kebaikan dan petunjuk. Sedangkan orang yang sempit hatinya dalam menerima Islam dan apa pun yang bersumber darinya termasuk orang yang dikehendaki اللّـﮧ kesesatan baginya.

Nah sekarang perhatikan apa yg kita rasakan..apakah hati begitu lapang, gembira dan bahagia dengan apa yang diajarkan Islam, atau malah sebaliknya, sempit sumpek bahkan benci dengan ajaran Islam?

Semoga اللّـﮧ meneguhkan kita dalam Islam..Islam yang bersih dari campuran syirik, bid’ah dan penyimpangan lainnya..Islam yang diajarkan Nabi kita dan diamalkan generasi sahabat, bukan Islam dalam nama namun hakikatnya bukan termasuk ajarannya.

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Katanya pecinta Nabi…
Beragama koq suka-suka sendiri…
Yang diterima hanya yang cocok di hati…
Yang sesuai dalil malah dibenci…

Apa sih yang sebenarnya kamu cari…
Kebenaran itu terang laksana mentari…
Meski dua mata tak ada yang menutupi…
Apa gunanya jika buta di hati…

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Menebar Cahaya Sunnah