Kenalilah Allah
Ust. Jafar Salih, حفظه الله تعالى
“Kenalilah Allah disaat lapang, niscaya Allah mengenalmu disaat sempit” -Hadits.
Tidak ada kesempitan dan kesulitan yang paling besar yang menimpa seorang hamba di dunia melebihi sulitnya sakaratul maut.
Seorang salaf ketika sedang sekarat berkata kepada anaknya:
“Apa kau kira Allah akan menelantarkanku disaat kritis ini, sedangkan ayahmu sejak 30 tahun lalu selalu mengkhatamkan Qur’an setiap malam?!”
Akhi, tentu tidak mudah bagi kita untuk khatam Qur’an setiap malam. Tapi jangan takut, ada segudang amal shalih yang bisa kita lakukan sebagai persiapan untuk saat-saat kritis itu.
Bersemangatlah mempelajari agama Allah, kemudian bersungguh-sungguhlah untuk mengamalkannya. Semoga Allah mudahkan kita saat kita ditimpa kesulitan.
Renungilah ucapan Ibnul Qayyim berikut ini:
“Barangsiapa dari hamba yang ingin mengetahui kedudukannya disisi Rabnya. Lihatlah kepada dirinya. Apa pekerjaan yang diamanahkan kepadanya dan seperti apa dia dalam melaksanakannya.”
Semoga Allah memperbaiki kita. Amin.
– – – – – •(*)•- – – – –
Wanita Haji Tanpa Mahrom
Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى
Berikut fatwa syekh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu tentang wanita yang haji tanpa mahrom
حجت برفقة نساء بدون محرم فهل يصح حجها
Menunaikan ibadah haji dengan rombongan wanita tanpa ada mahrom, apakah hajinya sah?
قدمت للحج بصحبة عدد من النساء، وليس لي محرم وقد تجاوز عمري الخمسين عاماً، فهل يعتبر حجي صحيحاً،
Pertanyaan:
Aku datang melaksanakan ibadah haji dengan ditemani bebrapa orang wanita, dan aku tidak memiliki mahrom, sedangkan umurku lebih dari 50 tahun, apakah ibadah hajiku dianggap sah?
لا يجوز للمسلمة أن تحج بدون محرم النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: (لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم)،
Jawaban:
Tidak boleh bagi seorang muslimah melaksanakan ibadah haji tanpa adanya mahrom, Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:
(لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم)
“Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahromnya”.
وقد ذهب بعض العلماء إلى جواز الحج مع ثقات النساء بدون محرم، ولكنه قول مرجوح,
Sebagian ulama berpendapat bolehnya melaksanakan ibadah haji bersama rombongan wanita yang terpercaya tanpa mahrom, AKAN tetapi pendapat ini LEMAH.
والصواب ما قاله النبي -صلى الله عليه وسلم-: (لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم)،
Dan yang benar adalah yang disabdakan Nabi صلى الله عليه و سلم:
(لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم)
“Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahromnya”.
لكن لو حجت مع النساء صح حجها وعليها التوبة إلى الله لأنها أخطأت وأثمت
Akan tetapi kalau dia melaksanakan ibadah haji bersana para wanita, maka sah ibadah hajinya, dan dia wajib bertaubat kepada Allah, karena dia bersalah dan berdosa
فعليها التوبة إلى الله والندم ألا تعود إلى مثل هذا وحجها صحيح إن شاء الله، لأنها قد أدت المناسك فصح مع الإثم في مخالفتها السنة في حجها بدون محرم
Maka dia wajib bertaubat kepada Allah Ta’ala dan menyesal untuk tidak mengulangi seperti ini, dan ibadah hajinya sah in syaa Allah, karena dia telah melaksanakan manasik (rangkaian ibadah haji), maka sah dengan tetap berdosa karena menyelisihi sunnah dalam pelaksanaan ibadah hajinya tanpa mahrom
الله ولي التوفيق وله سبحانه وتعالى الحكمة البالغة وعليها التوبة من ذلك.
Allah waliyyut taufiq dan Dia maha suci dan maha tinggi memiliki hikmah yang sempurna, dan dia (wanita itu) wajib bertaubat dari perbuatan itu (haji tanpa mahrom).
سماحة الشيخ / عبدالعزيز بن باز -رحمه الله تعالى-
Sumber fatwa: http://www.binbaz.org.sa/mat/18785
– – – – – •(*)•- – – – –
Kisah Keagungan Hijab Dihati Para Salaf
Ust. Ahmad Zainuddin, حفظه الله تعالى
Dalam kitab bidayah wa nihayah, ibnu katsir menceritakan bahwa pada tahun 286 H, Seorang wanita mengadukan suaminya ke pengadilan karena maharnya belum dibayar sebesar 500 dinar. Akan tetapi sang suami mengingkarinya dan mengatakan jika mahar sudah dibayar. Keduanya pun adu mulut dihadapan para hakim.
Melihat itu, sang ketua hakim berkata,” cobalah dibuka cadar wanita itu. kami khawatir dia bukan istrimu.” Dewan hakim setuju.
Mendengar keinginan hakim untuk melihat wajah istrinya, maka sang suamipun spontan berkata, “ Tidak, jangan kalian lakukan itu. Seandainya pun dalam perkara ini aku yang benar dan istriku yang salah, biarkan aku membayarnya lagi. Asal kalian tidak membuka penutup wajah istriku.”
Pada saat hari terbunuhnya Utsman bin Affan, para pemberontak masuk ke dalam rumah dengan menghunus pedang. Ayunan pedang melambai hendak menebas leher sang khalifah. Serta merta istri Usman bin Affan keluar dari ruangannya menuju ke Usman. Ia gunakan rambutnya yang panjang untuk menahan sabetan pedang supaya tidak mengenai tubuh suaminya.
Situasi demikian genting. Namun, melihat istrinya tidak mengenakan tutup kepala, Usman spontan berteriak kepada istrinya,” Sungguh, masuknya mereka untuk membunuhku lebih ringan bagiku daripada rambutmu terlihat oleh mereka.”
##
Sedemikian besar nilai hijab dihati para salaf. Lantas bagaimana dengan kita ?
Simak kisah-kisah lain seputar hijab dan kiat-kiat menjaga kesucian wanita bersama ust Ahmad Zainuddin, Lc.
Klik http://salamdakwah.com/videos-detail/kiat-islami-menjaga-kesucian-muslimah.html
– – – – – •(*)•- – – – –
994. Apakah Makna Sholat Munfarid Itu ?
994. BBG Al Ilmu – 51
Tanya:
Apakah yang di maksud dengan sholat munfarid ? apa hadist yang berhubungan dengan sholat munfarid tersebut ?
Jawab:
Munfarid adalah istilah bagi orang yang sholat sendirian, lawan kata dari sholat berjama’ah.
والله أعلم بالصواب
Rujukan:
http://almanhaj.or.id/content/3878/slash/0/hukum-hukum-yang-berkaitan-dengan-shalat-berjamaah/
– – – – – •(*)•- – – – –
993. Bolehkah Pelihara Anjing Sebagai Penjaga Rumah ?
993. BBG Al Ilmu
Tanya:
Mohon penjelasan tentang memelihara anjing sebagai penjaga rumah, dan anjing tersebut hanya didalam kandang untuk menghindari najisnya d teras rumah. Apa kah boleh?
Jawab:
Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى
Imam Ibnu Qudamah dalam kitab al-mughni melarang kepemilikan anjing penjaga rumah.
Tambahan:
Memelihara anjing adalah terlarang kecuali bila untuk tujuan berburu. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mengatakan,
مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ صَيْدٍ أَوْ مَاشِيَةٍ نَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ.متفق عليه
“Barang siapa memelihara anjing selain anjing berburu atau penjaga hewan ternak, maka pahalanya akan berkurang setiap hari sebesar dua qirath (1 qirath sebesar gunung uhud)” (Muttafaqun ‘alaih)
والله أعلم بالصواب
Rujukan:
http://www.konsultasisyariah.com/apa-hukum-memelihara-hewan-piaraan/#
– – – – – •(*)•- – – – –
992. Apa Hukum Bersumpah Dalam Berdagang ?
992. BBG Al Ilmu – 399
Tanya:
Apa dalil larangan bersumpah dalam jual beli ?
Jawab:
Sumpah dalam jual beli itu secara mutlak makruh, baik pelakunya seorang pendusta maupun orang yang jujur. Jika pelakunya seorang yang suka berdusta dalam sumpahnya, maka sumpahnya menjadi makruh yang mengarah kepada haram, dosanya lebih besar dan adzabnya sangat pedih, dan itulah yang disebut dengan sumpah dusta. Sumpah itu, jika menjadi satu sarana melariskan dagangan, maka ia akan menghilangkan berkah jual beli dan juga keuntungan. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata : “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Artinya : Sumpah itu dapat melariskan dagangan tetapi juga menjadi penghilang berkah” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Jika sumpah dalam jual beli itu dilakukan dengan penuh kejujuran, maka sumpahnya tetap makruh, tetapi makruh dengan pengertian tanzih (sebaiknya dihindari –ed) karena yang demikian itu sebagai upaya melariskan dagangan sekaligus sebagai upaya mencari daya tarik pembeli dengan banyak mengumbar sumpah. Padahal Allah telah memperingatkan dalam firmannya:
“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka dan tidak (pula) akan melihat mereka pada hari Kiamat kelak, serta tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka adzab yang pedih”
(Ali-Imran : 77).
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Qatadah Al-Anshari As-Sulami, dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Artinya : Hindarilah banyak bersumpah dalam berjual beli, karena sesungguhnya sumpah itu memang bisa membuat laris, tetapi kemudian melenyapkan” (HR Muslim).
والله أعلم بالصواب
Rujukan:
http://almanhaj.or.id/content/640/slash/0/sumpah-dalam-jual-beli-jika-pelakunya-seorang-yang-jujur/
– – – – – •(*)•- – – – –
991. Mengambil Keuntungan Usaha Yang Tinggi, Bolehkah ?
991. BBG Al Ilmu
Tanya:
Model perniagaan yang selama ini ana jalanin, seperti : JUAL BELI SPAREPART KAPAL
Contohnya :
– Ana beli dengan harga Rp.1 juta (harga besi tua)
– Ana jual Rp.10 juta (dengan catatan ana perbaiki, dengan biaya perbaikan habis Rp. 500 ribu).
Didalam perniagaan ini yang berlaku hukum urgensi, dimana si pembeli tidak keberatan dengan harga, dilihat dari sisi urgensinya, dan kelangkaan barang tersebut.
Bagaimana perniagaan ini bila dilihat dari syariat ?
Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى
Dibolehkan jual beli seperti diatas, masing-masing pihak dalam keadaan terbuka dan ridho, karena tidak termasuk yang terlarang. Kecuali jika ada unsur tipu-menipu nya.
والله أعلم بالصواب
– – – – – •(*)•- – – – –
990. Tambahan Bacaan Do’a Habis Sholat
990. BBG Al Ilmu
Tanya:
Apakah dibolehkan setelah shalat kita berdo’a/berdzikir dengan bacaan Al-Qur’an misalnya dengan bacaan surat Ibrahim ayat 40 dan 41. Karena ada beberapa pendapat yang ana dengar do’a setelah shalat hanya dengan yang ada pada Hadist saja.
Jawab:
Ust. Irfan Helmi, حفظه الله تعالى
Se-baik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam Beliau sudah mengajarkan bacaan-bacaan dzikir/doa setelah shalat fardlu. Bahkan “barangsiapa melakukan amalan ibadah yang tidak ada contoh dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam maka amalannya tertolak” (HR Al-Bukhari & Muslim). Meskipun berupa bacaan ayat Al-Qur’an sekalipun.
والله أعلم بالصواب
– – – – – •(*)•- – – – –
989. Bagi-Bagi Hadiah Setelah Menang Pemilu, Bolehkah Diterima ?
989. BBG Al Ilmu – 391
Tanya::
Seorang caleg DPRD yang tanggal 9 April kemarin sudah dipastikan menang membagi-bagikan duit kepada warga katanya sebagai bentuk rasa terima kasih atas kemenangannya. Apakah duit tersebut boleh diterima ? Jika tidak boleh dan tidak bisa dikembalikan, duitnya diapakan ?
Jawab:
Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى
Kalau dia bagi-bagi hadiah/uang sebelum pemilihan, agar dia dipilih, itu masuk dalam kategori suap.
Kalau dia bagi-bagi hadiah/uang setelah dipilih, ditakutkan pengeluaran yang banyak itu akan dia pikirkan setelah menjabat, bagaimana agar uang itu bisa kembali.
Jadi balikkan saja hadiah/uang ke orangnya dengan cara yang baik agar dia berpikir, bagaimana caranya memikirkan untuk kesejahteraan rakyat yang berkesinambungan, bukan sementara saja.
Jika tidak bisa dikembalikan ke yang memberi, hadiah/uang itu di sodaqoh-kan saja.
والله أعلم بالصواب
– – – – – •(*)•- – – – –