Bukan Dengan Yang Lain

Ibnu_Mukhtarہﮩ

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, marilah kita perhatikan salah satu sabda Nabi kita berikut, semoga اللّـﮧ memberikan kefahaman dan manfaatnya untuk kita.

Dari Abdulloh bin Umar ~rodhiyallohu ‘anhuma~, ia berkata : Aku mendengar Rosululloh ~Sholallohu ‘alaihi wasallam~ bersabda :

إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم

“Apabila kalian berjual beli dengan cara ‘inah (jual beli dengan cara riba), memegang ekor-ekor sapi (peternakan) dan ridho dengan bercocok tanam (kiasan cinta dunia), dan kalian meninggalkan jihad, (maka) اللّـﮧ akan menimpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan dicabut sampai kalian kembali kepada agama kalian.” [HR. Abu Dawud ~rohimahulloh~ dalam sunannya no. 3464, dishohihkan Syaikh Al Albani ~rohimahulloh~ dalam Ash-Shohihah no. 11, Shohihul Jaami’ no. 423]

Saudaraku seislam yang saya sayangi, hadits Nabi kita yang mulia ini banyak memberikan pelajaran buat kita semua. Di antaranya :

1] Hadits yang mulia ini menyebutkan faktor2 penyebab kehinaan kaum muslimin yaitu :

a) Melakukan perbuatan yang diharomkan agamanya, di antaranya adalah dengan melakukan praktek riba.

B-) Cinta dunia hingga menyibukkan dirinya dari beramal untuk keselamatan akhiratnya.

C) meninggalkan kewajiban agamanya diantaranya adalah meninggalkan jihad di jalan اللّـﮧ

2] Hadits yang mulia ini menyebutkan obat dari kehinaan dan keterpurukan umat Islam adalah hanya satu, yaitu kembali kepada ajaran Islam yang murni, bersih dari campuran syirik, bid’ah dan penyimpangan lainnya, ajaran Islam yang Rosululloh dan para sahabatnya amalkan, bukan apa-apa yang diadaka-adakan orang.

3] Kemuliaan sejati itu bersama Islam bukan dengan yang lain.

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

Mengingat Allah…Hati Tenteram Karenanya, Kemuliaan Sebagai Balasannya.

IbnU MUkhtAR ہﮩ

Segala puji hanyalah milik Alloh..sholawat dan salam untuk Rosululloh..

Semua hamba Alloh sangat membutuh OTEM. OTEM Obat Tetes Mata?, Bukan. Tapi OTEM di sini singkatan dari Obat Tentrem Mujarrob yakni Dzikrulloh (mengingat Alloh).

Alloh Ta’aala berfirman : “…Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar Ro’d ; 13 : 28]

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم-  أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا  فِى دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ. قَالُوا بَلَى. قَالَ « ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى »

Dari Abu Darda rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata : Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sebaik-baik amal kalian, yang paling bersih di sisi Robb kalian, lebih meninggikan derajat-derajat kalian, lebih baik bagi kalian dari membelanjakan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian daripada berhadapan dengan musuh kalian, lalu kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?” Mereka menjawaba : “Ya, kami mau.” Beliau bersabda : “Dzikrulloh ( berdzikir mengingat Alloh )”. HR. Tirmidzi dalam sunannya no. 3704 dishohihkan oleh Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam Shohihut Targhib wat Tarhib no. 1493

Semoga Alloh menjadikan kita termasuk orang yang banyak mengingat Alloh dan selalu mensucikan-Nya, aamiin.

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

~#~

Ucapanmu Amalanmu

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Ulama’ dahulu semisal Al Fudhail bin Iyadh dan lainnya berkata:

مَنْ عَدَّ كَلَامَهُ مِنْ عَمَلِهِ قَلَّ كَلَامُهُ فِيمَا لَا يَعْنِيهِ

“Siapa saja yang menyadari bahwa ucapannya adalah bagian dari amalannya, niscaya ia menahan diri dari berbicara kecuali dalam hal hal yang benar benar berguna baginya.”

Sobat! Camkan baik baik, benarkah setiap ucapan saudara berguna bagi saudara? Ataukah hanya sebatas melampiaskan uneg uneg dan memuaskan hasrat berbicara?

Oleh: Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri

– – – – – •(*)•- – – – –

988. Bekerja Sebagai EO Acara Musik

988. BBG Al Ilmu – 271

Tanya:
Bagaimana hukum bekerja sebagai event organizer, yang di dalam nya melaksanaakan hal-hal /even dengan konten acara yang melalaikan, seperti musik, hingar bingar, dancer, gathering dan lain-lain Yang lebih dekat kepada kemaksiatan. Apakah berkah apabila mendapatkan materi dari hal seperti itu dengan niat hanya ingin mencari sumber mata pencaharian/pekerjaan ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Amalan tersebut dilarang dalam agama, sebagaimana di firmankan Allah سبحانه وتعالى.

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (Luqman: 6)

Ayat Allah ini telah ditafsirkan oleh para ulama salaf bahwa yang dimaksud adalah nyanyian dan yang semisalnya.

Jika nyanyian dilarang maka penghasilan tersebut adalah haram. Hendaknya mencari pekerjaan yang halal, semoga di mudahkan Allah.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

987. Bekerja Dengan Wanita Non-Mahram

987. BBG Al Ilmu – 441

Tanya:
Ana seorang suami, bagaimana jika di dalam pekerjaan ana sebagai driver bus pariwisata yang terikat tugas, ketika harus membawa tamu keluar kota dalam beberapa hari dimana ana pun harus terikat bekerja sama dengan wanita pemandu wisata selama perjalanan itu mengingat ana dengan wanita pemandu itu pernah ada saling menaruh hati/pacaran sebelumnya. Apa yang harus ana lakukan dan apa bila dilanjutkan pekerjaan ini (sebagai driver bis dan sering berinteraksi dengan wanita pemandu) apa hukumnya penghasilan dari pekerjaan itu ustadz ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Penghasilan yang anda dapat adalah halal, akan tetapi yang berdosa adalah hubungan/perasaan hati anda kepada wanita yang tidak halal bagi anda. Hendaknya menjauh, karena efek dari ikhthilat / campur adalah seperti yang anda rasakan. Hendaknya anda bisa menjaga diri, membentengi hati, semoga di mudahkan Allah.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Tiada Hari Tanpa Do’a

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Banyak berdoa adalah sebab datangnya ampunan. Seorang hamba menyadari kefaqiran dirinya dihadapan Rabb pemilik Alam Raya. Diapun merasa butuh kepada Allah. Semakin hamba banyak berdoa, Allah semakin cinta. Sebaliknya, semakin hamba enggan untuk berdoa, Allahpun semakin murka.

Sepantasnya seorang muslim lebih semangat berdoa melebihi semangat dikabulkannya doa itu sendiri. Dia terus berdoa dan berdoa. Ia puji Allah manakala doanya terkabulkan. Dan manakala Allah belum mengabulkan doanya, iapun terus berdoa dan tak kenal putus asa.

Tidak ada doa yang sia-sia. Disaat seseorang berdoa namun belum Allah kabulkan, maka ingatlah bahwa Allah maha Adil dan maha Tahu yang terbaik bagi hambanya.

Ada tiga keadaan orang yang berdoa. Allah berikan apa yang dia minta atau Allah simpan doanya di surga  atau Allah selamatkan dia dari mara bahaya.

Lantas, masihkah kita enggan berdoa ?  Simak penjelasan Ust Abu Yahya Badrusalam,Lc.

Klik:
http://salamdakwah.com/videos-detail/seri-arbain-annawawiyah-hadits-42.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Ringkasan Fiqih Islam: Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

Beriman kepada kitab-kitab, yaitu membenarkan dengan mantap bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkan kitab-kitab kepada nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya sebagai petunjuk untuk hamba-hamba-Nya. Kitab-kitab tersebut berasal dari kalam-Nya secara hakekat.

Dan sesungguhnya apa yang dikandungnya adalah benar, tidak ada keraguan di dalamnya. Di antaranya ada yang Allah subhanahu wa ta’ala  sebutkan namanya di dalam Kitab-Nya, dan di antaranya ada yang tidak mengetahui nama dan jumlahnya selain Allah subhanahu wa ta’ala.

Jumlah kitab-kitab samawiyah yang disebutkan di dalam al-Qur`an:

Allah subhanahu wa ta’ala  menjelaskan di dalam al-Qur`an bahwa Dia telah menurunkan kitab-kitab berikut ini:

Shuhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim as.
At-Taurat: Yaitu kitab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala  kepada Musa as.
Az-Zabur : Yaitu kitab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala  kepada Daud as.
Al-Injil : Yaitu kitab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala  kepada Isa as.
Al-Qur`an: Yaitu kitab yang diturunkan oleh Allah  subhanahu wa ta’ala kepada Muhammad shalallahu alaihi wa sallam  untuk semua manusia.
Hukum beriman dan beramal dengan kitab-kitab samawiyah yang telah lalu:

Kita percaya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala  telah menurunkan kitab-kitab ini, membenarkan yang shahih dari berita-beritanya seperti berita-berita al-Qur`an, dan berita-berita yang belum diganti atau dirubah dari kitab-kitab terdahulu. Kita mengamalkan hukum-hukum yang belum dinasakh darinya disertai ridha dan berserah diri. Dan apa-apa yang tidak kita ketahui namanya dari kitab-kitab samawiyah, kita beriman dengannya secara umum.

Semua kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, Injil dan Zabur dan selainnya sudah dinasakh dengan al-Qur`an al-’Azhim, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ

Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah subhanahu wa ta’ala  turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. (QS. Al-Maidah:48)

Apa yang ada di tangan Ahli Kitab yang dinamakan Taurat dan Injil, tidak benar menyandarkan semuanya kepada Nabi-Nabi Allah subhanahu wa ta’ala  dan Rasul-rasul-Nya. Telah terjadi penyimpangan dan perubahan dalam keduanya, seperti mereka menyandarkan anak kepada Allah subhanahu wa ta’ala , kaum Nashrani menjadikan Isa ‘alaihissalam sebagai tuhan, memberi sifat kepada al-Khaliq dengan sifat yang tidak pantas dengan kebesaran-Nya, menuduh para nabi, dan semisal yang demikian itu. Maka wajib menolak semua itu dan tidak beriman kecuali dengan apa yang datang pembenarannya di dalam Al-Qur`an atau sunnah(Al-Hadits).

Apabila Ahli Kitab menceritakan kepada kita, maka janganlah kita membenarkan dan jangan pula mendustakan mereka. Dan kita berkata: Kami beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala , kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. Jika yang mereka katakan adalah benar, kita tidak mendustakan mereka. Dan jika yang mereka katakan adalah batil, kita tidak membenarkan mereka.

Hukum beriman dan mengamalkan al-Qur`an al-Karim:

Al-Qur`an al-Karim yang telah diturunkan Allah subhanahu wa ta’ala  kepada penutup dan paling utama dari para rasul, Muhammad shalallahu alaihi wa sallam adalah penutup kitab samawi, paling agung, paling sempurna, paling bijaksana. Allah subhanahu wa ta’ala  menurunkannya sebagai penjelas bagi segala sesuatu, petunjuk dan rahmat bagi semesta alam.

Ia adalah kitab paling utama. Malaikat paling utama, Jibril ‘alaihissalam turun dengannya kepada makhluk paling utama yaitu Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, kepada umat paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa paling utama dan paling fasih, yaitu bahasa Arab yang jelas. Setiap orang wajib beriman dengannya, mengamalkan hukum-hukum-Nya, beradab dengan adab-adabnya. Allah subhanahu wa ta’ala  tidak menerima amal ibadah dengan selainnya setelah turunnya (al-Qur`an) yang Allah subhanahu wa ta’ala  memberi jaminan terpeliharanya. Maka, ia terpelihara dari penyimpangan dan perubahan, dan dari tambahan dan kekurangan.

1. Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr:9)

 2. Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)

Dan sesungguhnya al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, * dengan bahasa Arab yang jelas. (QS. Asy-Syu’araa:192- 195)

Kandungan-kandungan ayat-ayat al-Qur`an:

Ayat-ayat al-Qur`an mengandung penjelasan segala sesuatu, yaitu berita atau tuntutan. Dan berita terbagi dua;

1. Berita tentang al-Khaliq (Sang Maha Pencipta), nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, dan perkataan-perkataan-Nya, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala .

2. Berita tentang makhluk, seperti langit dan bumi, arsy dan kursi, manusia dan binatang, benda padat dan tumbuhan, surga dan neraka. Berita para nabi dan rasul serta para pengikut dan musuh mereka, dan balasan setiap golongan dan yang semisal dengan itu.

Tuntutan terbagi dua:

1. Perintah hanya menyembah Allah subhanahu wa ta’ala  saja, taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala  dan rasul-Nya, melaksanakan apa yang diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala , seperti shalat, puasa, dan subhanahu wa ta’alaperintah-perintah Allah subhanahu wa ta’ala  yang lain.

2. Larangan dari menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala , peringatan dari apa-apa yang diharamkan Allah subhanahu wa ta’ala , seperti riba, perbuatan-perbuatan keji, dan larangan-larangan Allah subhanahu wa ta’ala  lainnya.

Bagi Allah subhanahu wa ta’ala puji dan syukur, untuk-Nya nikmat dan karunia, di mana Dia telah mengutus kepada kita Rasul paling utama dan menurunkan kepada kitab-Nya yang paling utama, serta menjadikan kita umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia:

1. Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

Allah subhanahu wa ta’ala  telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah subhanahu wa ta’ala . Itulah petunjuk Allah subhanahu wa ta’ala , dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.Dan barangsiapa yang disesatkan Allah subhanahu wa ta’ala , maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya. (QS. Az-Zumar:23)

2. Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala  telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah subhanahu wa ta’ala mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah subhanahu wa ta’ala , membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi shalallahu alaihi wa sallam) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali ‘Imraan:164)

Copas dari:
http://klikuk.com/ringkasan-fikih-islam-beriman-kepada-kitab-kitab-allah/

– – – – – •(*)•- – – – –

Ciri-Ciri Agama Syi’ah

Ust. Elvi Syam, حفظه الله تعالى

Jika ada orang datang kepada anda dan bicara mengenai beberapa perkara ini;

■ Mengagungkan Saidina Ali melebihi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam

■ Mengagungkan Saidina Hussain
berlebihan

■ Menyalahkan Muawiyah tanpa
melihat siapa yang membawa fitnah

■ Mengatakan Al Quran yang ada tak lengkap

■ Mengatakan Imam al Bukhari dan Muslim hadisnya palsu & penipu

■ Menyalahkan sahabat dan
mengkafirkan sahabat Nabi
Shallallahu ‘alaihi Wa sallam

■ Mengagungkan imam-imam 12
mereka dan mengatakan ada 12 imam Al Mahdi

■ Al Mahdi dari kalangan mereka dan mereka pengikut Al Mahdi (Ansar Imam Mahdi)

■ Bercerita tentang ahlul bait dan
mazhab ahlul bait

■ Tentang wilayah / Imamiyah

■ Menyesatkan ahli sunnah wal
jamaah dan mazhab 4

■ Mengatakan solat 3 waktu saja

■ Tak solat Jumat kecuali dengan
imam mereka

■ Bercerita tentang Karbala

■ Bercerita tentang 10 Muharam dan memarahi orang berpuasa Asyura

■ Menghalalkan nikah mut’ah

■ Bercerita tentang imam 12

■ Menghalalkan Liwath / Homoseksual

■ Menghalalkan taqiyah (berkata atau berbuat yang tidak sesuai dengan apa yang diyakini)

■ Boleh buka puasa Ramadhan, wajib berbuka jika lelah

■ Menghimpunkan sholat (di jamak
semuanya)

■ Tidak sholat tarawih berjamaah dan menganggap amalan itu bid’ah sesat

Ketahuilah mereka ini ialah SYIAH.

Jangan ikuti faham mereka, mereka bertopengkan Islam pada hal mereka adalah SESAT.

Dan masih banyak Ciri Kesesatan Agama Syiah

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah