955. Bagaimana Cara Beribadah Sholat Dan Shaum Ramadhan Di Negara Yang Malamnya Sangat Pendek ?

955. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ana kadang safar ke beberapa negara Eropa karena pekerjaan (pelaut). Waktu di negara eropa sangat ekstrim dengan daerah katulistiwa (Indonesia). Pada musim panas, misal di Norwegia, matahari baru terbenam jam 2 malam dan jam 4 pagi matahari dah terbit lagi. Bagaimanakah cara ana menjalankan sholat wajib seperti magrib,’ isya & shubuh dan bagaimanakah cara menunaikan ibadah syiam ramadhan yang sesuai dengan syariat ?

Jawab:
Di negara di mana siang dan malam terjadi dalam 1 hari 24 jam, wajib untuk sholat di waktu2 yang telah disyariatkan, terlepas panjang atau pendeknya malam.

Namun bila tidak ada siang atau malam dalam 1 hari 24 jam, wajib untuk mengikuti waktu shalat yang ditentukan di daerah terdekat di mana ada siang dan malam dalam 1 hari 24 jam.

Di negara di mana waktu senja tumpang tindih dengan fajar, atau senja terbenam tapi tidak cukup waktu untuk sholat ‘Isya’, wajib untuk mengikuti waktu yang ditentukan di daerah terdekat di mana ada cukup waktu untuk melakukan sholat ‘isya.

Syaikh al-Utsaimin rahimahullah mengatakan:
“Jika terbenamnya senja cukup lama sebelum waktu fajar dan mereka dapat jalankan sholat ‘Isya’, maka mereka harus menunggu sampai senja menghilang (sebelum sholat ‘Isya). Sebaliknya jika terlalu sulit untuk menunggu, maka diizinkan bagi mereka untuk men-jamak ‘Isya’ bersama dengan Maghrib pada waktu maghrib, untuk menghindari kesulitan.”

Berkenaan dengan Ramadhan, mereka yang mampu harus menahan diri dari makanan, minuman dan segala sesuatu yang membatalkan puasa di setiap hari Ramadhan, dari waktu fajar sampai matahari terbenam di negara mereka, selama malam bisa dibedakan dari siang dalam 1 hari 24 jam. Diperbolehkan bagi mereka untuk makan, minum, berhubungan seksual, dll pada malam hari saja, meskipun pendek malamnya. Syariat Islam bersifat universal dan berlaku untuk semua orang di semua negara.

Rujukan:
http://islamqa.info/en/135415
http://islamqa.info/en/1730

– – – – – •(*)•- – – – –

954. Apakah Memasang Boneka Manekin Di Toko Diperbolehkan ?

954. BBG Al Ilmu – 307

Tanya:
‎​‎​mohon penjelasannya mengenai boneka yang di pajang di toko2 pakaian untuk memikat hati pembeli yang wajah boneka tersebut ditutup dengan cadar, hanya matanya saja yang kelihatan apa kah di perbolehkan menurt syariat ? bagaimana yang bentuk wajah boneka tersebut tampak terlihat jelas, seperti bentuk hidung bibir, mata dan alis mata nya ?

Jawab:
Ust. Ali Basuki, حفظه الله

Hendaknya seorang muslim menghindarkan diri dari sesuatu yang meragukan, dan melangkah kepada yang menenangkan. Lebih baik patung/manekin yang tanpa kepala, dan ini yang biasa dilakukan di arab saudi.

Mengingat beberapa riwayat, diantaranya : “Jibril alaihissalam meminta izin kepada Nabi maka Nabi bersabda, “Masuklah.” Lalu Jibril menjawab, “Bagaimana saya mau masuk sementara di dalam rumahmu ada tirai yang bergambar. Sebaiknya kamu menghilangkan bagian kepala-kepalanya atau kamu menjadikannya sebagai alas yang dipakai berbaring, karena kami para malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar.” (An-Nasai)

Dan juga sabdanya : Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (Shahih Muslim).

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

953. Bolehkah Berpuasa Pada Hari Kelahirannya ?

953. BBG Al Ilmu – 111

Tanya:
Bolehkah seseorang puasa pada hari kelahirannya ?, misalnya : hari rabu….karena ada pendapat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam puasa pada hari kelahirannya yaitu hari senin.

Jawab:
Puasa di hari kelahiran tidak ada sunnahnya kecuali apa yang dilakukan Rosul صلى الله عليه وسلم yaitu bolehnya kita berpuasa di hari senin, kamis, puasa 3 hari setiap bulan (yaumul biidh tanggal 13, 14, 15) dll. Adapun puasa2 yang tidak ada contohnya maka tidak boleh kita lakukan.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

952. Hukum Membayar Pajak

952. BBG Al Ilmu – 139

Tanya:
Bagaimana Hukum Pajak dan Bagaimana dengan si pembayar pajak ? Karena kita selalu dpaksa bayar pajak dalam bertransaksi dan saat menerima penghasilan ?

Jawab:
Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله

Seorang muslim mempunyai kewajiban untuk taat kepada pemerintah, diantaranya. adalah dengan membayar pajak.
والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Keikhlasan Pun Sangat Membutuhkan Kesabaran

{Ust Firanda Andirja MA}

1) Sabar untuk mengikhlaskan niat dan membersihkannya dari riya’ dan tujuan duniawi tatkala sebelum beramal dan juga tatkala sedang beramal.

Jangan pernah membohongi diri, dengan menyatakan saya sedang berjuang di jalan Allah akan tetapi ternyata ada udang di balik batu.

Jika engkau membohongi dirimu, yang sekaligus berarti engkau membohongi Allah dan publik maka suatu saat Allah akan memunculkan udangmu tersebut dihadapan publik……. maka berhati-hatilah…!

2) setelah beramal harus sabar agar amalan tersebut tidak dirusak oleh ujub dan takabbur yang sewaktu waktu timbul karena kekaguman terhadap amalan tersebut atau merasa jasa dan peranmu yang besar sehingga jadilah engkau merasa sok “penting”. Padahal semua keberhasilanmu datangnya dari Allah semata

3) sabar untuk menyembunyikan amalan tersebut dan tidak menampakannya kepada orang lain, karena pahala amalan yg tersembunyi lebih besar. Inipun butuh kesabaran yang besar, karena jiwa selalu ingin menceritakan amalannya kepada orang lain agar dihargai dan dihormati

4) jika engkau berbuat baik kepada orang lain maka bersabarlah dengan menjaga keikhlasanmu dengan tdk marah tatkala air susumu dengan air tuba oleh orang yang kau bantu. Karena sesungguhnya engkau tdk mengarapkan “balas jasa”nya dan tidak pula ucapan “terima kasih”nya. Akan tetapi engkau hanya mengharapkan wajah Allah

Allah berfirman:
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.

Setelah itu Allah berfirman :
وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, (QS Al-Insan 9, 12)

———– (*) ———–

Edisi PEMILU: Melek Terhadap Sejarah Islam

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Kisah sejarah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabanya sering kita dengar dan kitaelajari. Namun demikian hingga saat ini kita belum mampu memetik seluruh pelajaran penting darinya.

Diantara kisah perjalanan dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersama sahabatnya yang pasti telah anda pelajari, ialah kisah hijrah sebagian sahabat ke negri Habasyah.

Saya yakin, anda sepenuhnya memahami bahwa negri habasyah adalah negri kafir, namun demikian, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengizinkan sebagian sahabatnya untuk berhijrah ke sana. Ada satu alasan penting yang melatar belakangi keputusan beliau ini, yaitu adanya kepastian hukum dan perlindungan bagi setiap orang tinggal di negri tersebut.

Rasulullah shallallahi alaihi wa sallam bersabda:

“لو خرجتم إلى أرض الحبشة، فإن بها ملكا لا يظلم عنده أحد، وهي أرض صدق، حتى يجعل الله لكم فرجا مما أنتم فيه”

Ada baik ya jikalau kalian pergi ke negri Habasyah, karena di negri itu dipimpin oleh seorang raja yang menegakkan keadilan, sehingga tidak seorangpun dianiaya di sana. Negri itu adalah negri yang dipimpin dengan kejujuran. Kalian untuk sementara tinggal di sana hingga saatnya nanti Allah memberikan jalan keluar bagi kalian dari kondisi yang menghimpit kalian. ( Ahmad dan lainnya)

Walau negri itu negri kafir, dan Islam melarang ummatnya untuk tinggal apalagi hijrah ke negri kafir, namun demikian pada saat itu negri Habasyah adalah pilihan pahit teringan bagi banyak sahabat dibanding bertahan hidup di negri Makkah.

Bertahan hidup di negri Makkah artinya menanggung derita, siksa dan intimidasi yang sangat berat untuk dipikul oleh kebanyakan sahabat. Sedangkan berhijrah ke negri Habasyah juga pilihan pahit, karena hidup di negri orang kafir, berpotensi mengancam keutuhan agama para sahabat. Dan telah terbukti salah seorang dari kaum muslimin yaitu ubaidillah bin Jahesy tidak kuasa menahan godaan hingga akhirnya ia murtad dan masuk ke agama nasrani.

Petaka yang menimpa Ubaidillah bin jahesy ini membuktikan bahwa keberadaan para sahabat di Habasyah adalah satu pilihan pahit namun tidak sepahit bila mereka bertahan di kota Makkah.

Kisah di atas menjadi pelajaran kita untuk menghadapi kondisi serupa. Misalnya di saat pemilu ini. Menggunakan hak pilih adalah pilihan pahit namun tidak sepahit bila tokoh tokoh syi’ah dan antek antek kaum kafir memenangkan pemilu dan memimpin negri ini.

Sobat! Berpikir cerdas dan bersikap kesatria adalah bagian dari karakter ummat Islam. Mengedepankan dalil dan nalar sehat adalah sikap bijak dibanding sekedar mengikuti hawa nafsu dan emosi diri. 

Ditulis oleh Ustadz Muhamad Arifin Badri . حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜 ✽ 〜- – – – – –

Edisi PEMILU: Renungan Sebelum Mencoblos

Ust. Firanda, حفظه الله

1) Bukanlah yang terbaik menjelaskan bolehnya nyoblos dalam pemilu (karena bolehnya nyoblos telah difatwakan oleh banyak ulama besar), akan tetapi yang lebih baik adalah penjelasan manakah pilihan partai atau caleg yang terbaik. Ini butuh perjuangan dan kerja keras, serta pandangan yang tajam dari para pakar.
Karena inti dari fatwa para ulama adalah ارتكاب أخف الضررين

“Menempuh yang mudorotnya terkecil” bukan bebas memilih…, maka butuh perjuangan untuk menentukan mana yang mudorotnya terkecil.

2) Jika hak milih digunakan untuk nyoblos partai atau caleg yang kurang baik, maka malah akan merugikan islam dan bangsa…
Memaksakan orang awam yang tidak bisa memilah milih untuk menyoblos adalah memaksa dia untuk beramal tanpa ilmu dan membabi buta…

3) Mengajari orang-orang awam untuk menilai juga merupakan pembebanan mereka dengan perkara yang berat, karena bahan penilaian mereka adalah tv, koran, dan internet. Sementara media-media informasi فيه ما فيه

Hal ini juga mengaharuskan mereka untuk menyita waktu yang banyak dalam melaksanakan penelitian tersebut, terlebih lagi jumlah partai yang hendak dipilih banyak.

Memang perkaranya lebih ringan dan lebih mudah tatkala memilih person daripada partai yang isinya heterogen

4) lebih sulit lagi kenyataan yang telah terjadi yaitu munculnya “tokoh yang baik” dari partai yang dianggap tidak baik, demikian juga sebaliknya

5) Suatu partai yang mengharamkan golput sementara “sentimen” jika partainya tidak dipilih sama saja dengan menyatakan “wajib hukumnya untuk memilih partaiku, jika tidak maka berdosa”!!

6) Kita tetap berharap partai yang islami atau yang terwarnai islam, bukan partai yang terbuka dan bertekad untuk tidak menegakkan syari’at. Apakah jika partai terbuka tersebut menang maka “syi’ah” akan ditolaknya? Ataukah dijadikan teman sebagaimana ada calegnya yang syiah dan ada juga yang nonmuslim?

Konsekuensi dari “keterbukaan” maka semuanya bisa jadi teman dan tidak boleh memusuhi siapapun!!

wallahu a’lam

7) jangan lupa untuk terus beribadah dan berdoa serta meningkatkan takwa dan tauhid masing masing, karena apapun kondisi yang terjadi ketakwaanlah yang menyelamatkan kita dan negeri ini.

Intinya yang dibutuhkan sekarang adalah mencari partai atau caleg yang terbaik sebagai bentuk pengamalan fatwa para ulama, karena jika tdk bisa ditentukan mana yang terbaik maka pada hakekatnya fatwa para ulama tersebut tdk bisa diterapkan !!
Setelah itu berusaha mensosialisasikannya…
dan sungguh hal ini membutuhkan riset khusus…

Jika saudara anda akhirnya memilih “diam dan tidak ikut-ikutan” maka janganlah cela dia, jika anda mencelanya maka berilah solusi partai terbaik jaminan anda… Jika anda tdk bisa menjamin maka jangan paksa saudara anda untuk melakukan hal yang meragukannya..

Demikian juga sebaliknya, jika saudara anda bersikeras untuk mencoblos -berdasarkan riset dan penilitian yang bisa ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah- maka hargailah ijtihad dan perjuangannya
Semoga Allah memberikan pimpinan yang terbaik bagi negeri kita

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Munafik, Manis Lisannya Bengis Perilakunya

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Saya yakin, diantara orang yang anda benci ialah orang-orang Munafik. Namun, bagaimanakah anda dapat mengenali mereka?

Jawabannya, sederhana sekali, kenali mereka dari ciri cirinya. Dan diantara ciri menonjol orang orang munafik ialah lisannya yang terdengar begitu manis, namun ternyata perilakunya bengis, ingkar janji, khianat, dan bangga bila musuh musuh anda (orang orang kafir) berjaya sedangkan orang orang Islam tersingkirkan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

آية المنافق ثلاث: إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا اؤتمن خان

Indikator orang munafik ada tiga:
1. Bila ia berbicara, maka ia berdusta.

2. Bila ia berjanji maka ia mengingkarinya (tidak menepatinya).

3. Dan bila diberi kepercayaan (amanah) maka ia berkhianat. (Muttafaqun ‘Alaih)

Sobat, hari hari ini adalah hari hari kampanye, betapa manisnya janji para caleg dan capres. Namun apakah anda mempercayai semua janji janji mereka? Ataukah hati nurani anda berkata: aaah, sekarang janji, paling paling besok juga ingkar janji dan korupsi untuk mencari ganti rugi.

Bahkan, betapa banyak figur yang kemarin telah berjanji dan kini telah terbukti ingkar janji, walau demikian dengan tanpa malu kini mereka kembali mengobral janji.

Lebih parah lagi, kemaren sebagian mereka telah terbukti membuka jalan untuk orang kafir dan kini kembali berusaha membuka jalan untuk orang kafir. Walau demikian betapa banyak dari saudara kita ummat Islam hingga saat ini belum juga mapu berfikir. Semua itu akibat dari manisnya janji walau akhirnya kembali diingkari.

Oleh: Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri dgn sedikit penambahan nomer urut oleh admin

-muslim.or.id-

Renungan Hati

Ust. Djazuli, حفظه الله

Saudaraku!

Luangkan waktu di saat sunyi & senyap untuk banyak merenung..!

Sebab ia salah satu obat lalai & pongah..

Semoga apa yang saya sajikan ini, menghantarkan anda kepada renungan yang cukup dalam nan hikmat

Berkata Fudhail,

Saudaraku! Yang Allah inginkan darimu hanyalah keikhlasanmu..

Siapapun yang bisa menjaga keikhlasan hatinya, maka Allah akan memastikan hubungan yang harmonis antara dirinya & Robnya hingga relasi dirinya dengan manusia..

Seseorang yang mampu menjaga kejernihan hatinya dengan keikhlasan, maka akan Allah pancarkan cahaya kewibawaan pada wajahnya & untaian2 hikmah pada lisannya..

Seorang yang ikhlas tidak akan pernah melihat kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia selalu berusaha menutup ‘aibnya..

Seseorang yang selalu merasakan adanya keikhlasan dalam sanubarinya, sebenarnya keikhlasannya tersebut semu & bias..
Jami’ulum wal hikam (70)

Ketahuilah wahai saudaraku! Orang yang benar ikhlas2 itu tidak akan pernah memperhatikan keikhlasan didlm hatinya, justru ia lebih malu kepada Allah, banyak berserah diri & berbaik sangka kepada-Nya..

Ya Allah jagalah keikhlasan hati kami!

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah