Suka Berdusta

Al Hasan bin Sahl rohimahullah berkata,

الكذاب لِصّ
‏لأن اللص يسرقُ مالك
‏والكذاب يسرقُ عقلك
‏ولا تأمن مَنْ كذب لك
‏أنْ يَكذِب عليك
‏ومن اغتاب غيرَك عندك
‏فلا تأمَنْ أن يغتابَك عند غيرك

“Tukang dusta itu pencuri.
Pencuri mencuri hartamu, sedangkan tukang dusta mencuri akalmu..

Jangan merasa aman dari orang yang berdusta untuk keuntunganmu, karena ia bisa berdusta untuk merugikanmu..

Dan orang yang meng-ghibahi orang lain di sisimu, jangan merasa aman dari (dia) meng-ghibahi dirimu di hadapan orang lain..”

(Zahrul Adab 1/386)

Tinggalkanlah orang yang suka berdusta..
Jangan jadikan ia sebagai sehabatmu..
Karena ia adalah seburuk buruk teman yang menemanimu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Hadits Batil Yang Populer Di Masyarakat Terkait Hari Arofah

PERTANYAAN :

Mohon penjelasan derajat hadits sbb :

“Barangsiapa membaca surat Al Ikhlas 1.000 kali pada hari Arofah, akan dikabulkan seluruh permintaannya..” (HR. Ahmad)

JAWABAN :

hadits BATIL

hadits itu disebutkan oleh Ibnu Arraq dalam kitab Tanziihusy Syari’ah.

(تنزيه الشريعة المرفوعة عن الأخبار الشنيعة الموضوعة)

dan menurut beliau, dalam sanadnya terdapat sejumlah perawi yang tidak dikenal (majhul). Nah, ini adalah ciri-ciri hadits batil (palsu).

Dijawab oleh,
Ustadz Dr. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

======

JANGAN MENYEBARKAN HADITS PALSU

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ (رواه البخاري، رقم 110 و مسلم، رقم 3)

“Siapa yang berbohong atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia mengambil tempat tinggalnya di neraka..”

(HR. Bukhari, no. 110 dan Muslim, no. 3)

An-Nawawi rohimahullah mengatakan,

“Diharamkan meriwayatkan hadits palsu bagi orang yang mengetahui kalau itu palsu, atau ada dugaan kuat kepalsuannya. Siapa yang meriwayatkan hadits, sedangkan dia tahu atau menduganya palsu dan tidak menjelaskan periwayatan dan kepalsuannya, maka dia masuk dalam ancaman ini, yaitu termasuk dalam golongan para pendusta atas nama Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam..”

(Syarh Shohih Muslm, 1/71)

Menceritakan Nikmat Allah

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من لم يشكر القليل، لم يشكر الكثير، ومن لم يشكر الناس، لم يشكر الله، التحدث بنعمة الله شكر، وتركها كفر، والجماعة رحمة، والفرقة عذاب”.

– Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak dapat mensyukuri yang banyak

– Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka ia belum berterima kasih kepada Allah

Menceritakan nikmat Allah adalah termasuk syukur dan meninggalkannya termasuk kufur. Al jama’ah itu adalah rahmat dan perpecahan itu adalah adzab.

(HR Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan bahwa menceritakan nikmat itu jika tujuannya adalah untuk memperlihatkan karunia Allah maka ia terpuji. Namun jika untuk bersombong maka ia tercela.

(Ar Ruuh hal. 312)

● Contoh menceritakan nikmat adalah perkataan Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu,

والذي لا إله غيره، ما نزلَت آية من كتاب الله إلَّا وأنا أعلم فيمن أُنزلت

“Demi Dzat yang tidak ada ilah selain-Nya. Tidak ada satupun ayat dari kitabullah yang turun kecuali aku mengetahui kepada siapa turun..”

(Diriwiyatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya)

● Abu Nu’aim rohimahullah meriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

“Demi Allah, tidak ada satu ayat pun kecuali aku mengetahui dimana turunnya dan untuk siapa ia turun. Karena Robbku telah memberiku hati yang faham dan lisan yang selalu bertanya..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Empat Lafazh Takbir Dari Tanggal 1 – 13 Dzulhijjah

Imam Bukhari rohimahullah menyebutkan,

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .

Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq..”

Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada SEPULUH HARI PERTAMA DZULHIJAH, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah sholat sunnah.

(Dikeluarkan oleh Imam Bukhari rohimahullah tanpa sanad -mu’allaq-, pada Bab Keutamaan Beramal di Hari Tasyriq)

Akibat Bergaul Dengan Teman Buruk

Bergaul dengan orang-orang buruk..
seringkali membuat kita berburuk sangka kepada orang-orang sholeh..

Karena teman yang buruk mengotori hati..
Membuat kita berpaling dari kebaikan..
Membuat kita cinta dunia..
Sehingga kita menjadi tidak suka kepada orang-orang yang sholeh..

Saat di neraka ia menyesal menjadikan teman buruk itu sebagai teman dekatnya..

Allah berfirman dalam surat al furqon:

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28)

“Aduh andaikan aku dahulu tidak menjadikannya sebagai teman dekatku

لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولًا (29)

Sungguh ia telah menyesatkanku dari peringatan (al quran) setelah ia datang kepadaku. Dan setan itu berusaha menghinakan manusia..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Agar Allah Menghilangkan Kesusahan Kita Kelak Di Akherat

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا ، نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة ،
‏ومن يسّر على معسر ، يسّر الله عليه في الدنيا والآخرة ،
‏ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والآخرة ،
‏والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه

● Siapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia seorang mukmin maka Allah akan hilangkan satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di akherat.

● Siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang sulit membayar hutang karena miskin maka Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akherat.

● Siapa yang menutupi aib muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akherat.

Allah senantiasa membantu hamba-Nya selama hamba itu senantiasa membantu saudaranya.

(HR Muslim)

Kesusahan di akherat jauh lebih dahsyat dari kesusahan dunia..

Maka tidakkah kita ingin dihilangkan kesusahan kita di akherat kelak dengan membantu saudara kita yang sedang kesusahan..??!

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tiga Tanda Kebinasaan

Berkata Imam Muhammad bin Fadhl Al Balkhi rohimahullah,

: ” علامة الشقاوة ثلاثة أشياء: يرزق العلم ويحرم العمل، ويرزق العمل ويحرم الإخلاص، ويرزق صحبة الصالحين ولا يحترم لهم1]“.

Tanda-tanda kebinasaan itu ada 3 :

– diberikan rizki ilmu tapi terhalang untuk beramal

– diberikan rizki untuk beramal tapi terhalang dari ikhlas, dan

– diberikan rizki berteman dengan orang sholeh tapi tidak bisa memuliakan mereka.

(Mawa’idz Sholihin hal 386)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah