671. Tj Bagaimana Cara Memanfaatkan Kulit Qurban

671. BBG Al Ilmu – 295

Tanya:
Mohon penjelasan mengenai cara pemanfaatan kulit hewan kurban, apakah langsung bisa dijual dan hasilnya disodaqohkan? Dan apakah kulit hewan kurban boleh diberikan ke yayasan/masjid?

Jawab:
Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Solusi yang bisa ditawarkan adalah:

1- Semua hasil kurban termasuk kulit diserahkan pada fakir miskin, hadiah bagi orang kaya atau sebagai bentuk ihsan pada keluarga atau rekan shohibul qurban secara cuma-cuma, alias gratis, tanpa mengharap imbalan atau barter.

2- Kulit diserahkan kepada para penadah kulit secara cuma-cuma (gratis), tanpa mengharap gantian daging atau kambing. Dengan catatan, kulit tersebut tidak diketahui akan digunakan untuk tujuan haram seperti untuk alat musik dan semacamnya.

Seandainya kulit tersebut dijual oleh fakir miskin atau oleh orang-orang yang dihadiahkan kulit, maka itu urusan mereka. Namun keuntungannya tidak boleh dikembalikan pada shohibul kurban atau panitia kurban.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/4559-panitia-menjual-kulit-kurban-ditukarkan-daging.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

670. Tj Daging Qurban Tercampur

670. BBG Al Ilmu – 385

Tanya:
.
Di tempat kami panitia qurban menerima banyak hewan dengan tenaga SDM yang terbatas, sehingga bagian daging untuk sohibul qurban sering kali tidak bisa dipastikan diambil dari hewannya sendiri karena sewaktu proses pencacahan semua daging kurban dijadikan satu untuk memudahkan kerja panitia. Apakah hal ini diperbolehkan ?

Jawaban:
.
Mencicipi hasil qurban oleh shohibul qurban tidaklah wajib. Sehingga situasi seperti yang ditanyakan tidaklah masalah.

والله أعلم بالصواب

Dijawab oleh,
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal MSc, حفظه الله تعالى

 

669. Tj Cara Menjamak Shalat Ketika Safar

669. BBG Al Ilmu – 411

Tanya:
Mengenai manjamak shalat pada saat jauh dr rumah. sy kebetulan lagi berobat di suatu tempat yang jaraknya lebih dari 200 km dari rumah. Apakah boleh saya menjamak shalat dhuhur+ashar dan magrib+isya setiap hari ?

Jawab:
Status anda adalah musafir.

Ada 2 macam shalat yang berkaitan dengan safar, yaitu qashar dan jama’, dan harus diketahui perbedaan keduanya.

Qashar:
Qashar adalah meringkas shalat empat rakaat (Dhuhur, Ashar dan Isya) menjadi dua rakaat. Para ulama berbeda pendapat tentang batasan waktu sampai kapan seseorang dikatakan sebagai musafir dan diperbolehkan meng-qashar (meringkas) shalat. Namun, karena tidak ada satu dalilpun yang sahih dan secara tegas menerangkan tentang batasan waktu dalam masalah ini, maka seorang musafir diperbolehkan untuk meng-qashar shalat selama ia mempunyai niatan untuk kembali ke kampung halamannya walaupun ia berada di perantauannya selama bertahun-tahun. Inilah pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin dan para ulama lainnya rahimahumullah dan pendapat inilah yang rajih (kuat).

Jama’
Menjama’ shalat adalah mengabungkan antara dua shalat (Dhuhur dan Ashar atau Maghrib dan ‘Isya’) dan dikerjakan dalam waktu salah satunya. Boleh seseorang melakukan jama’ taqdim dan jama’ ta’khir.

Kesimpulannya, musafir di sunnahkan mengqashar shalat dan tidak harus menjama’. Yang afdhal bagi musafir yang telah menyelesaikan perjalanannya dan telah sampai di tujuannya adalah mengqashar saja tanpa menjama’ sebagaimana dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika berada di Mina pada waktu haji wada’, yaitu beliau hanya mengqashar saja tanpa menjama. Namun selama ada sebab yang mengakibat seseorang kesulitan untuk melaksanakan shalat sesuai waktunya maka dia diperbolehkan untuk menjamak shalatnya.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/1336/slash/0/seputar-hukum-shalat-jama-dan-qashar/ 

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

668. Tj Do’a Ketika Tidak Ada Harapan Kesembuhan

668. BBG Al Ilmu – 49

Tanya:
Do’a apa yang dibaca jika orang tidak ada harapan kesembuhan atau hidup.

Jawab:
Dalam kasus seperti itu, maka bacalah:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْ حَمْنِيْ وَألْحِقْنِي بِا لرَّ فِيْقِ الأَعلى
“Allaahummaghfirlii, warhamnii, waalhiqnii bir rofiiqil a’laa” 
(“Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku, dan pertemukan aku dengan Engkau, Kekasih Yang Maha Tinggi.)” (HR Al Bukhari 7/10, Muslim 4/1893).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2479/slash/0/penyembuhan-tanpa-obat/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

667. Tj Do’a Untuk Kesembuhan Orang Lain

667. BBG Al Ilmu – 49

Tanya:
Bagaimana cara do’a untuk kesembuhan orang lain ?

Jawab:
Berdasarkan hadits, bisa dibaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Pertama:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي
‫ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا‬

Dari Aisyah, bahwasanya Nabi memohon perlindungan bagi keluarganya, Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdoa,

“Allahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa, isyfihi wa antasy syaafi, laa syifaa-a illa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqaman” (Ya Allah Rabb Pemelihara manusia, hilangkanlah deritanya, sembuhkanlah. Engkaulah Dzat Yang mampu menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu semata, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit).” (Muttaffaqun ‘alaihi).

Kedua:
 
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَأْسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ اشْفِ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Telah menceritakan kepada kami Abdus Shomad telah bercerita kepadaku bapakku telah menceritakan kepada kami Abdul aziz berkata, saya menemui Anas bin Malik bersama Tsabit lalu Tsabit berkata kepadanya: sesungguhnya saya merasa sakit, maka Anas bin Malik menawarkan diri: maukah kamu saya ruqyah dengan ruqyah Abul Qosim Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam?, (Tsabit) berkata: tentu, (Anas bin Malik) berkata: “Ucapkan: ALLAHUMMA ROBBAN NAASI
MUDZHIBAL BA`SI ISYFI ANTASY SYAAFII LAA SYAAFIYA ILLAA ANTA ISYFI SYIFAA`AN LAA YUGHOODIRU SAQOMAN (Ya Allah tuhan manusia, yang menghilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan, tiada penyembuh selain Engkau, sembuhkanlah dengan kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit lagi).”

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2479/slash/0/penyembuhan-tanpa-obat/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

666. Tj Do’a Ketika Kita Sakit

666. BBG Al Ilmu – 49

Tanya:
Apakah bacaan do’a ketika sakit ?

Jawab:
Dalam hadits banyak diriwayatkan doa-doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika kita sakit, diantaranya membaca:

– “Bismillah” (baca 3 x), kemudian baca do’a berikut sebanyak 7 x

أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

“A’uddzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru”

’Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan aku takuti’

Do’a diatas terdapat dalam hadits dari Utsman bin Abi Al ‘Ash Ats Tsaqafi, bahwasanya dia mengadu kepada Rasulullah tentang rasa sakit yang ia derita pada badannya semenjak ia masuk Islam, maka Rasulullah berkata kepadanya, ”Letakkanlah tanganmu pada bagian yang sakit dan bacalah bismillah tiga kali dan bacalah tujuh kali, (do’a diatas)…”
(HR Muslim 4/1728).

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2479/slash/0/penyembuhan-tanpa-obat/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

665. Tj Cara Qadha Shalat Ketika Bis Tidak Berhenti

665. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Apa bila kita safar trus kita berniat menjamak dan qoshor antara sholat dhuhur dan ashar, di waktu ashar. Tapi ternyata bus yang kita naiki tidak berhenti, sehingga habis waktu ashar, bagaimana cara mengqodhonya.

Jawab:
Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Pertama, anda harusnya shalat di kendaraan ketika menyadari bis tidak berhenti, karena waktu ‘ashar cukup panjang.

Kedua, jika itu terjadi saat masih safar, cara qodhonya adalah ketika antum tiba di tempat tujuan pada saat waktu maghrib, maka shalat 2 raka’at zhuhur, setelah salam, shalat 2 raka’at ‘ashar, setelah itu baru maghrib.

Ketiga, jika itu terjadi saat selesai safar, cara qodhonya adalah ketika antum tiba kembali di rumah antum pada saat waktu maghrib, maka shalat 4 raka’at zhuhur, setelah salam, shalat 4 raka’at ‘ashar, setelah itu baru maghrib.

والله أعلم بالصواب

664. Tj Datang Ketika Imam Sudah Mulai Khutbah, Mana Yang Utama, Shalat Atau Duduk ?

664. BBG Al Ilmu – 423

Tanya:
Apakah kalau kita datang sholat jumat dan khotib sedang kutbah dan kita baru masuk masjid manakah yang lebih utama langsung duduk mendengarkan khutbah ato sholat sunnat dulu (mutlak).

Jawab:
Ketika kita masuk masjid dan khatib sudah memulai khutbahnya, kita disyariatkan untuk shalat dua raka’at tahiyatul masjid yang ringan sebelum duduk sebagaimana terdapat dalam hadits berikut:
Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu, dia berkata:
“Sulaik Al-Ghathafani datang pada hari Jum’at, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berkhutbah, dia pun duduk. Maka beliau pun bertanya padanya, “Wahai Sulaik, bangun dan shalatlah dua raka’at, kerjakanlah dengan ringan.” Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jum’at, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka hendaklah dia shalat dua raka’at, dan hendaknya dia mengerjakannya dengan ringan.” (HR. Al-Bukhari no. 49 dan Muslim no. 875).

Tambahan:
Shalat 2 raka’at yang dilakukan sebelum duduk itu dinamakan ‘tahiyatul masjid’, akan tetapi ini hanyalah penamaan ulama saja karena pada hakekatnya jika seseorang masuk masjid setelah adzan lalu shalat rawatib atau shalat sunnah wudhu, maka itulah tahiyatul masjid baginya.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Seperti Inilah Seharusnya Seorang Muslim Ketika Hidup Di Dunia

Ust. Djazuli, حفظه الله

Berkata Ali bin Abi Thalib,” Jangan pernah merasa hebat di Dunia,

kalo cuma punya banyak harta, duit & anak..!?

justru orang yg hebat & sukses di Dunia ini adalah yang semakin bertambah tua usianya, semakin baik juga pemahaman agamanya, semakin banyak amalnya & semakin mulia akhlaknya.. (y)

Tidak ada kebaikan di Dunia ini kecuali hanya untuk 2 orang saja:

1. Seorang yang segera bertaubat kpd Allah setiap kali ia berbuat maksiat

2. Seorang yang cepat mengamalkan kebaikan setiap ia mengetahuinya, jangan coba ngaku-ngaku orang baik, kalo jumlah hartanya fantastis, ttp amalnya sangat minim & memperihatinkan..??

Hilyatul Awliya (4/51)

Semoga nasehat beliau bermanfaat &
mendorong kita semua untuk banyak berintrospeksi diri!

– – – – – •(*)•- – – – –

Mengenal Masjidil Haram

Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc حفظه الله تعالى

“Rasulullah telah berhaji, ketika sampai di wadi asfaan,beliau berkata:”Wahai abu bakar, wadi apa ini? Berkata Abu Bakar:”Ini adalah wadi asfaan kemudian beliua berkata:”Sungguh telah melewati wadi ini nuh, hud dan ibrahim diatas onta-onta merah mereka yang dikendalikan dengan tali kekang dan sarung-sarung mereka dari Aba’ dan selendang-selendang mereka dari nimaar berhaji ke Al Bait Al Atiiq (ka’bah)”.

Dan apa yang telah dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dengan sanad kepada Ibnu Abbas beliau berkata:
“Ketika Rasulullah melewati wadi asfaan saat beliau berhaji beliau berkata:”Wahai abu bakar wadi apa ini? Berkata Abu Bakar: ”Ini adalah wadi asfaan” kemudian beliau berkata: ”Sungguh telah melewati wadi ini hud dan soleh diatas onta-onta merah mereka yang dikendalikan dengan tali kekang dan sarung-sarung mereka dari Aba’ dan selendang-selendang mereka dari nimaar bertalbiah dan berhaji ke Al Bait Al Atiiq (ka’bah)”

Karena maksudnya adalah berhaji ketempat nya walaupun belum ada disana bangunannya.

Baca lebih lengkap..
KliK http://m.klikuk.com/masijid-al-haram/

Menebar Cahaya Sunnah