Memuji Allah Karena Empat Perkara

Syuraih rohimahullah berkata,

Sesungguhnya aku pernah ditimpa musibah, maka aku memuji Allah karena EMPAT perkara,

– Kupuji Allah karena tidak diberikan musibah yang lebih berat dari itu.

– Kupuji Allah karena aku diberikan kesabaran.

– Kupuji Allah karena telah memberikanku taufiq untuk istirja’.. sehingga aku dapat berharap pahala.

– Kupuji Allah karena musibah itu tidak menimpa agamaku.

(Siyar A’laam An Nubalaa 4/105)

(*) Istirja’ : adalah pengucapan kalimat “Innaa lillaahi wa innaa ilayhi rooji’uin” yang artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.

Ghibah Takjub

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Diantara mereka ada yang melakukan ghibah dengan gaya takjub..

Ia berkata,
– ‘aku heran sama si fulan, kok bisa dia melakukan itu..’
– ‘si fulan bisa ya jatuh kepada kesalahan itu..’

Diantara mereka ada juga yang melakukan ghibah dengan gaya sedih..

Ia berkata, ‘kasihan si fulan, sedih saya terhadap apa yang dia lakukan..’

Orang yang mendengarnya menyangka bahwa ia lakukan itu karena iba.

Padahal hatinya merasa puas. Bahkan jika ia mampu ia lakukan lebih dari itu. Terkadang sengaja ia ucapkan di hadapan musuhnya agar mereka merasa puas.

Ini adalah termasuk penyakit hati yang paling besar dan menipu Allah dan makhluk-Nya..”

(Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 28/237)

Jauhkan Dirimu Dari Teman Yang Buruk

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةً

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya .. sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap..”

(HR. Al Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

📌 Mutharrif bin Abdillah rohimahumallah berkata,

“Teman yang sholeh lebih baik dari menyendiri .. dan menyendiri lebih baik dari teman yang tak baik..”

(Az Zuhd – 1365)

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Rangkaian Amalan Yang Mendatangkan Pahala Satu Tahun Puasa Dan Sholat Malam

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang mandi dan memandikan (mandi Jum’at), berangkat paling awal dan mendapati awal khutbah, berjalan kaki dan tidak berkendara, mendekat kepada imam lalu menyimak khutbah serta tidak berbuat sia-sia; maka dari setiap langkah kakinya ia mendapatkan pahala amalan satu tahun : yaitu puasa (di siang hari) dan sholat malamnya..”

(HR. Abu Dawud no. 345, At-Tirmidzi no. 496, An-Nasa’i no. 1381, Ibnu Majah no. 1087 dan Ahmad no. 16218)

Status Hadist: Shohih menurut Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam Shohih Sunan Abi Dawud.

📌 Penjelasan sebagian ulama terkait kata غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ (mandi dan memandikan) dan ungkapan setelahnya yang merupakan bentuk pengulangan untuk ta’kiid / penegasan dan mubalaghoh) :

1. Kutipan Imam Al-Khattabi rohimahullah dalam kitab: Ma’alim al-Sunan (Jilid 1, hlm. 108–109)

“Para ulama berbeda pendapat mengenai makna kedua kata tersebut (ghosala wa aghtasala, bakkaro wa ibtakaro). Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa ini termasuk pengulangan (takrir) yang dimaksudkan untuk penegasan (ta’kiid) .. Tidakkah engkau memperhatikan bahwa beliau bersabda dalam hadis ini: ‘dan ia berjalan kaki serta tidak berkendara’, padahal makna keduanya sama..! Pendapat inilah yang dipegang oleh Al-Athram..”

2. Kutipan Imam Ibnul Jawzi rohimahullah dalam kitab: Kashf al-Musykil min Hadith al-Shahihain / Al-Mughni ‘an al-Hifzh wa al-Kitab

“Dan dikatakan pula: Keduanya bermakna sama, dan hanyalah disebutkan secara bersamaan sebagai bentuk penegasan (ta’kiid) serta penyampaian yang sangat kuat (mubalaghoh) dalam mengimbau pelaksanaan mandi dan bersegera (ke masjid), sebagaimana beliau bersabda pada lanjutan hadis tersebut: ‘dan ia berjalan kaki serta tidak berkendara’..”

=======
● Dalam riwayat lainnya, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang :

– mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu

– ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu

– ia mendekat pada imam,

– mendengar khutbah serta diam,

maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa (di siang hari) dan sholat malam setahun..”

(HR. At Tirmidzi no. 496)

Status hadits : Shohih menurut Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam :
Shohih Sunan At-Tirmidzi (No. 496)
​Shohih Al-Jaami’ Ash-Shoghiir (No. 6405)
​Shohih At-Targhiib wa At-Tarhiib (No. 687)

==================

📌 Syaikh Prof. Dr. Abdussalam bin Muhammad Asy-Syuwai’ir hafizhohullah menjelaskan,

” Lihat sholat fardhu, dalam hadits Abu Hurairah di Ash-Shohihain (Shohih A lBukhari dan Muslim), bahwa Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu di rumahnya lalu keluar untuk sholat, tidak ada yang membuatnya keluar selain sholat, maka dari setiap langkahnya ia mendapat satu kebaikan dan dihapuskan satu keburukannya..’

Hanya itu.

​Sedangkan untuk sholat Jum’at .. setiap langkah berpahala satu tahun puasa beserta sholat malamnya..!

Lihat perbedaannya..!

Oleh karena itulah sebagian ulama merasa takjub dengan keutamaan yang sangat besar ini atas amalan yang tergolong sedikit..”

📌 Bagaimana mandinya..?

● Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Siapa yang mandi di hari Jum’at seperti mandi junub, kemudian dia berangkat (menuju sholat) Jum’at (di waktu pertama) maka seperti berkurban unta..”

(HR. Al Bukhari 881 – Muslim 850)

📌 Penjelasan para ulama :

“Mandi Jum’at disyari’atkan bagi orang yang menghadiri sholat Jum’at dan bukan karena hari tersebut adalah hari Jum’at..”

(Ar Roudhotun Nadiyah)

maka wanita atau anak-anak yang tidak punya kewajiban untuk sholat Jum’at, tidak terkena perintah ini (mandi Jum’at).

wallaahu ta’ala a’lam

Tiga Amal Yang Paling Berat

Imam Asy Syafii rohimahullah berkata,

Amal yang paling berat itu tiga:
– Dermawan saat susah..
– Wara’ di saat sendirian..
– Dan menyampaikan kebenaran kepada orang yang diharapkan dan ditakutkan..

(Shifatu Ash Shofwah 1/531, karya Ibnul Jauzi)

Kebanyakan orang dermawannya saat kaya..
Ketika susah menjadi pelit..
Karena dermawan saat susah memang sulit..

Saat sendiri rasa takut kepada Allah seringkali kalah oleh syahwat..
Berbeda saat di hadapan orang..
Maka takut kepada Allah saat sendiri pahalanya amat besar..

Saat kita berharap kepada seseorang bantuan dan hartanya..
Atau takut kehilangan sesuatu darinya..
Seringkali membuat berat untuk mengingatkan kesalahannya..
Dan menyampaikan kebenaran kepadanya..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tiga Perbuatan Yang Dapat Merendahkan Derajat Seseorang

Imam Asy Syafi:i rohimahullah ditanya,

“perbuatan apa yang dapat merendahkan lelaki..?”

Beliau menjawab :
– banyak berbicara,
– menyebarkan rahasia, dan
– percaya kepada setiap orang.

(Al Intiqo karya Ibnu ‘Abdil Barr, 100)

Al Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata,

المُؤْمِنُ قَلِيْلُ الكَلَامِ كَثِيْرُ العَمَلِ، وَالمُنَافِقُ كَثِيْرُ الكَلَامِ قَلِيْلُ العَمَلِ، كَلَامُ المُؤْمِنِ حُكْمٌ، وَصَمْتُهُ تَفَكُّرٌ، وَنَظَرُهُ عِبْرَةٌ، وَعَمَلُهُ بِرٌّ، وَإِذَا كُنْتَ كَذَا لَمْ تَزَلْ فِي عِبَادَةٍ

“Mukmin itu sedikit berbicaranya dan banyak beramal. Sedangkan munafik banyak berbicara dan sedikit beramal. Ucapan mukmin itu penuh hikmah. Diamnya untuk tafakkur, melihatnya untuk mengambil pelajaran, dan amalnya kebaikan. Jika kamu seperti itu maka kamu senantiasa dalam ibadah..”

(Hilyatul Auliyaa’ 8/98)

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

SELESAI : Flash Infaq – Air Bersih

SELASA PAGI – 29 SEPTEMBER 2026 / 17 ROBII’UL AAKHIR 1448

Alhamdulillah sejak 13  September 2026, TAHAP 1 telah terkumpul dan tersalurkan Rp. 37.1 Juta atau 106 Tanki air bersih = 424,000 liter air bersih di beberapa kampung dan dusun di Lombok Timur, NTB. Infaq masih terbuka dalam TAHAP 2 dan bisa dibaca di : https://bbg-alilmu.com/archives/75335

Dari Sa’ad bin ‘Ubadah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku bertanya,

“Wahai Rosulullah, sedekah apa yang paling utama..?” Beliau shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab, “memberi air minum..”

(HR. Ahmad no. 22512)
Syaikh Al Albani rohimahullah berkata: hadits Hasan.

📌 Tidak ada batas minimal infaq .. namun bila hendak berpartisipasi per 1 truk tanki air @ 4,000 liter, maka biayanya Rp. 350.000.

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 7480009996
a/n : AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
https://wa.me/6283806624622


————————————————–

SALDO
● 28 Sep – pkl. 05.00 wib :  Rp.  34.8 Juta
—————————–
● tambahan INFAQ        :      Rp.      2.3 Juta
————————————————–
● 29 Sep – pkl. 05.00 wib. : Rp.  37.1 Juta
penyaluran 1 : 13 Sep 26 :  Rp.    (2.1) Juta
penyaluran 2 : 20 Sep 26 :  Rp.    (2.8) Juta
penyaluran 3 : 22 Sep 26 :  Rp.    (8.4) Juta
penyaluran 4 : 24 Sep 26 :  Rp.    (7.7) Juta
penyaluran 5 : 26 Sep 26 :  Rp.    (7.7) Juta
penyaluran 6 : 26 Sep 26 :  Rp.    (4.2) Juta
penyaluran 7 : 29 Sep 26 :  Rp.    (4.2) Juta
————————————————–
============ SALDO :  Rp.      0.0 Juta

————————————————–

📌 PROGRAM SOSIAL LAINNYA
● santunan sembako janda dan dhu’afa di bulan OKTOBER 2026 : https://bbg-alilmu.com/archives/59605

● buka puasa SENIN KAMIS bersama santri ma’had  : https://bbg-alilmu.com/archives/67400

———————————-

Rosulullah shollallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya..” (HR. Muslim no. 1893)

FAQ :
● Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
● Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

Kewajiban Menjaga Iman Secara Terus Menerus

Syaikh Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullah menjelaskan,

Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya iman itu dapat usang (pudar) di dalam dada salah seorang di antara kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka memohonlah kepada Allah agar Dia memperbarui iman di dalam hati kalian..”

Dalam hadits yang agung ini, Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam menggambarkan iman sebagai sesuatu yang dapat usang/pudar sebagaimana usangnya pakaian.

Engkau mengetahui bahwa pakaian, jika engkau membelinya dalam keadaan baru lalu menggunakannya bertahun-tahun, ia akan usang, tua, dan lusuh. Begitu pula iman, ia dapat usang sebagaimana usangnya pakaian.

Pakaian itu, apabila telah usang dan tidak lagi layak digunakan, pemiliknya akan membuangnya dan menggantinya dengan yang lain. Namun iman, kedudukannya berbeda. Tidak ada yang menyia-nyiakan imannya kecuali orang yang terhalang dari kebaikan dan ditelantarkan (dari rahmat Allah)—kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut.

Maka kewajiban bagi setiap hamba adalah menjaga imannya, memeliharanya, dan merawatnya secara terus-menerus dengan senantiasa beramal untuk menguatkan, menumbuhkan, serta menyempurnakannya agar selamat dari kelemahan dan kerapuhan.

Sabda Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam dalam hadits ini,

“Maka memohonlah kepada Allah agar Dia memperbarui iman di dalam hati kalian..”

menunjukkan bahwa iman adalah karunia ilahi dan berada di tangan Allah. Dia menghiasi dengannya siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat,

“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikannya indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana..” (QS. Al-Hujurat: 7-8)

Dan telah shohih dalam do’a Nabi kita shollallahu ‘alayhi wasallam bahwa beliau berdo’a,

“Yaa Allah, hiasilah kami dengan perhiasan iman, dan jadikanlah kami para penunjuk jalan yang mendapat petunjuk..”

Jangan lupa adab sebelum berdo’a adalah memulainya dengan:
● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum
● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad
● lalu mulailah berdo’a.

Hati Yang Ridho Dengan Takdir

Syaikh Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Seorang insan apabila ridho dengan takdir maka ia akan beristirahat dari kesedihan..”

(Syarah Al Arba’in Annawawiyah)

Tidak ridho kepada takdir hanya akan menimbulkan kesedihan..
Hatipun menjadi galau..
Lalu berburuk sangka kepada Allah..
Dan menjauh dari-Nya..

Berbeda saat hati ridho dengan takdir..
Maka ia akan merasa tentram dan tenang..
Ia yakin bahwa itu semua kebaikan untuk dirinya..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Orang Yang Menghargai Waktu

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Aku menyaksikan banyak orang yang tidak mengenal makna kehidupan.
– Ada orang yang kebanyakan waktunya duduk di pinggir jalan melihat orang berlalu lalang.
– Diantara mereka ada yang sibuk bermain catur.
– Ada juga yang habis waktunya membicarakan penguasa dan harga barang yang mahal.

Maka aku sadar bahwa orang yang menghargai waktu hanya orang yang diberi oleh Allah taufik dan ilham..”

(Shoidul Khothir hal 24)

Ada yang habis waktunya untuk main game..
Ada yang habis waktunya untuk menonton film..
Ada yang habis waktunya untuk traveling..
Ada yang habis waktunya untuk hobi..
Seakan tujuan hidup di dunia untuk itu semua..

Sungguh bahagia orang menghabiskan waktunya dalam ketaatan..

✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah