Tidak Siap…

Kita terkadang tidak siap untuk menjadi murid…

Ketika melihat sebuah kesalahan dari guru..
Kita segera pergi meninggalkannya..
Dan menggunjingnya dbelakangnya..

Padahal guru kita adalah manusia bukan Nabi…

Kita terkadang tidak siap untuk menjadi guru..

Ketika diingatkan sebuah kesalahan..
Sering muncul keangkuhan..
Padahal tanda keikhlasan adalah menerima kritikan yang baik…

Kita terkadang tidak siap untuk menjadi besar..

Mudah terkena ujub dan merasa nikmat dengan kehormatan…

Bila kita merasa direndahkan…
Kesombongan seringkali muncul menggelapkan hati..

Kita terkadang tidak siap untuk menuntut ilmu…
Sering tidur di kajian atau berbincang bincang…
Padahal salaf terdahulu amat hormat kepada ilmu…

Mereka duduk seakan ada burung bertengger di atas kepala..
Karena ilmu jauh lebih mulia dari harta..

Kita terkadang tidak siap menjadi kaya..
Tertipu dengan dunia dan lupa kepada sang pencipta..
Rasa pelit membelit hati.. Dan memandang sepele kaum fuqoro..
Padahal harta hanya titipan Allah kelak ia akan ditanya..

Kita terkadang tidak siap untuk meniti jalan menuju surga..
Hawa nafsu masih diperturutkan..
Syahwat menjadi hiasan kehidupan…

Padahal surga dikelilingi dengan sesuatu berat..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

da280414-1430

Jangan GANTUNGKAN Kebenaran Kepada Orang.. Tapi Gantungkanlah Kebenaran Kepada KITAB Dan SUNNAH…

Suatu saat Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- dipuji oleh muridnya dengan syair yang isinya:

Wahai umatku, sungguh (kelamnya) malam ini akan disusul oleh fajar yang sinarnya menyebar di muka bumi. Kebaikan akan datang dan kemenangan tinggal menunggu.

Kebenaran akan menang bagaimanapun keburukan itu diusahakan… selama di tengah-tengah kita ada Ibnu Sholih (Al-Utsaimin) yang menjadi syeikh kebangkitan kita…

Mendengarnya Syeikh langsung menghentikannya dan mengatakan:

Aku tidak setuju dengan bait ini, aku tidak setuju MENGGANTUNGKAN kebenaran kepada orang perorang, karena setiap orang akan mati, maka jika kita gantungkan kebenaran kepada orang-perorang, artinya jika orang itu mati; manusia akan menjadi putus asa (dari kebenaran) karena kematiannya.

Oleh karena itu, jika kamu sekarang bisa mengubah bait itu, (gantilah dengan redaksi): “selama di tengah-tengah kita ada KITABULLAH dan SUNNAH Rasul-Nya…”

Aku nasehatkan kepada kalian untuk saat ini dan seterusnya, janganlah kalian menggantungkan kebenaran kepada orang perorang, karena:

PERTAMA: Orang itu bisa tersesat, sampai-sampai Ibnu Mas’ud mengatakan: ‘Barangsiapa ingin mengikuti seseorang, maka ikutilah orang yang sudah meninggal, karena orang yang masih hidup itu tidak aman dari fitnah (kesalahan).’

Jika kebenaran digantungkan kepada orang perorang, ada kemungkinan orang tersebut terlena dengan dirinya sendiri sehingga dia meniti jalan yang salah -na’udzu billah min dzalik-… Aku memohon kepada Allah semoga Dia meneguhkan kami dan kalian (di atas kebenaran)…

KEDUA: Orang itu akan mati, tidak ada seorang pun yang kekal, (sebagaimana firman Allah): “Kami tidak jadikan manusia sebelummu hidup kekal, apakah jika kamu mati mereka akan akan kekal?!”. [Al-Anbiya’: 34].

KETIGA: Sesungguhnya anak cucu Adam adalah manusia, mungkin saja dia akan terlena bila melihat orang-orang mengagungkannya, memuliakannya, dan mengerumuninya. Mungkin saja dia terlena lalu mengira dan mengaku dirinya maksum, bahwa semua yang dilakukannya itu yang benar, dan setiap jalan yang dipilihnya itulah yang disyariatkan, sehingga dengan begitu datang kebinasaan.

Oleh karena itu, ketika ada seseorang memuji orang lain di depan Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, beliau (ingkari dengan) mengatakan: ‘Celaka kamu, kamu telah memotong leher sahabatmu…‘ [Muttafaq Alaih].”))

Kemudian Syeikh mengatakan kepada muridnya tersebut:

Aku berbaik sangka kepadamu, tapi aku tidak suka (isi syair) ini. Aku akan memberimu beberapa hadiah insyaAllah, semoga Allah ta’ala membalasmu kebaikan.”

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

da171114-1407

Siapakah Orang Yang Benar-Benar Terhalang Dari Kebaikan..?

Dialah orang yang terhalang dari ketaatan kepada Allah.

Tahu kalau waktu shalat dhuha itu hingga 6 jam, tapi tidak bisa shalat meski hanya 2 rekaat, padahal hanya 5 menit untuk melakukannya.

Tahu kalau waktu shalat witir itu mulai ba’da isya’ hingga shubuh, bisa sampai 9 jam, tapi tidak bisa shalat witir meski hanya satu rekaat, padahal hanya 3 menit untuk melakukannya.

Tahu kalau waktu sehari semalam itu 24 jam, tapi tidak bisa membaca Qur’an, walaupun hanya 1 juz, padahal hanya membutuhkan waktu ½ jam.. bahkan meski hanya satu halaman, padahal hanya membutuhkan waktu 2 menit.

Tahu kalau lidah itu tidak bertulang dan tidak mudah lelah, tapi dia tidak gunakan berzikir kepada Allah.

Tapi, kalau untuk komen tentang orang lain, atau ustadz, atau bahkan tiang listrik, semangatnya luar biasa.. memang apa manfaatnya untuk dirinya ?!

Begitulah.. kehidupan dunia ini akan terus berjalan, dan manusia akan terus lalai, kecuali mereka Allah rahmati.

Ayolah, sadarkan diri.. ingatlah waktu yang berlalu takkan pernah kembali lagi.. kita hanya punya kesempatan pada waktu yang tersisa saja dari umur kita.

Dunia ini akan kita tinggalkan.. yang terpenting adalah nasib kita di akhirat.. mari persiapkan sebaik-baiknya dengan amal, semoga Allah merahmati kita semua, amin.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Benarkah Engkau Mencintai Rasul..?

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata :

Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata : “Ya Rasulullah, demi Allah ! Sesungguhnya engkau adalah orang yang lebih aku cintai daripada diriku sendiri, dan sesungguhnya engkau adalah orang yang lebih aku cintai daripada keluargaku dan hartaku, lebih aku cintai daripada anakku

Sungguh, ketika aku berada di dalam rumahku, maka aku selalu mengingatmu. Aku tidak sabar sehingga aku pun mendatangimu lagi, kemudian melihatmu

Jika aku teringat akan kematianku dan wafatmu, maka sadarlah aku bahwa engkau akan masuk ke dalam Surga, diangkat bersama dengan para Nabi. Sedangkan aku, kalaupun aku masuk Surga, maka aku khawatir tidak bisa lagi melihatmu

(HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Ausath no. 477 dan al-Mu’jamus Shaghiir no. 52, lihat ash-Shahiihul Musnad min Asbaabin Nuzul hal 70-71 oleh Syaikh Muqbil al-Wadi’i dan ‘Umdatut Tafsir ‘an al-Hafizh Ibnu Katsir oleh Syaikh Ahmad Syakir)

Subhanallah, sudah seperti inikah cintamu kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam…?

Sebelum ada mimbar yang dibuatkan oleh budak wanita Anshar, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam biasa berkhutbah dengan bersandar pada sebatang pohon kurma.

Tatkala mimbar diletakkan untuk menggantikan batang pohon kurma itu, maka pohon itu berteriak menangis seperti jeritan anak kecil.

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun turun lalu memegangnya dan memeluknya. Maka batang pohon kurma itu terisak-isak bagaikan isakan anak kecil yang dibujuk untuk diam, hingga akhirnya ia tenang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda : “Pohon kurma itu menangisi dzikir yang biasa ia dengar” (HR. Bukhari no. 2095, hadits dari Jabir bin Abdillah)

Subhanallah, sudah seperti inikah cintamu kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam…?

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang setiap hari bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih merasa khawatir dan takut kalau nanti tidak bisa bertemu lagi dengan beliau di akhirat, maka ia pun senantiasa berdoa :

َاَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لاَ يَرْتَدُّ وَنَعِيْمًا لاَ يَنْفَدُ وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فِيْ أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ

Ya Allah, aku mohon kepada-Mu iman yang tidak pernah lepas, kenikmatan yang tidak pernah habis, dan dapat menyertai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di Surga yang tertinggi dan kekal” (HR. Ahmad VI/128 dan Ibnu Hibban no. 1970, lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah V/379).

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata :

Aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar. Dan aku berharap akan bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka, meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka” (HR. Bukhari no. 3688 dan Muslim no. 2639)

Subhanallah, sudah seperti inikah cintamu kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam…?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِي لِي حُبًّا نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِي يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِي بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ

Diantara umatku yang paling mencintaiku adalah orang-orang yang hidup setelahku, salah seorang dari mereka sangat ingin melihatku walaupun (harus menebusnya) dengan keluarganya dan hartanya” (HR. Muslim, hadits dari Abu Hurairah, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 5893)

ْمَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِي

Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh dia telah melihatku, karena sesungguhnya syaitan tidak dapat menyerupaiku” (HR. Muslim no. 4206, hadits dari Abu Hurairah)

ْاَللَّهُمَّ اَرِنِيْ وَجْهَ نَبِيِّكَ وَ رَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِيْ مَنَامِي

Ya Allah perlihatkanlah kepadaku wajah Nabi-Mu dan Rasul-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpiku

Ustadz Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى

Investasi Akhirat – Wakaf Pembebasan Tanah Masjid Al-Barkah Cileungsi – 1439 H

Wakaf Pembebasan Tanah Masjid Al-Barkah Cileungsi – 1439 H


Kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan pahala jariyah. Mari ikut serta dalam program Pembebasan Tanah untuk Perluasan Area Masjid Al-Barkah Cileungsi yang berlokasi di Jl. Pahlawan, Kp. Tengah RT 03/03, Kompleks Radio Rodja dan Rodja TV, Cileungsi, Bogor.

✅Luas tanah keseluruhan:
2.533 meter persegi

✅Harga tanah per meter:
Rp 8.000.000

✅Dengan total keseluruhan:
Rp 20.264.000.000

(Dua puluh milyar dua ratus enam puluh empat juta rupiah)

Wakaf bisa Anda salurkan melalui rekening:

Bank Syariah Mandiri

756 3131 009

Cabang Cibubur
a.n. Pembangunan Masjid Al-Barkah Yayasan Cahaya Sunnah
(Kode bank untuk transfer melalui ATM Bersama dan Prima: 451)

Atau bisa langsung ke Sekretariat Panitia Pembebasan Tanah Masjid Al-Barkah:
Jl. Pahlawan, Kp. Tengah RT 03/03, Kompleks Radio Rodja dan Rodja TV, Cileungsi, Bogor.

☎️ Kontak Informasi di:
0821-12345-756

✉️Konfirmasikan transfer Anda melalui SMS/WA ke nomor:
0821-12345-756

*Cantumkan nama, asal kota, tanggal transfer, dan jumlah transfer Anda.
Contoh: Abdullah-Bogor-10112017-2.000.000

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung atau lebih kecil, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (HR Ibnu Majah no. 738, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ no. 6128)

Atas partisipasi Anda dalam investasi akhirat ini, kami ucapkan terima kasih, jazakumullahu khairan.

KTT Wudhu : Bagaimana Sebaiknya Wudhu Seorang Wanita Saat Safar..?

Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga video player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU…

KTT Wudhu : Apakah Wudhu Tetap Menghapuskan Dosa Meskipun Tidak Diikuti Dengan Sholat Sunnah Setelah Wudhu..?

Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga video player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU…

KTT Wudhu : Cara Mengusap Kepala Wanita Yang Rambutnya Dikuncir…

Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga video player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU…

KTT Wudhu : Cara Mencuci Tangan (Al Kaf) Saat Wudhu dan Batasannya…

Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga video player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU…

KTT Wudhu : Keutamaan Orang Yang Menjaga Wudhu Sambil Menunggu Sholat Di Masjid…

Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga video player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU…

Menebar Cahaya Sunnah