All posts by BBG Al Ilmu

MUTIARA SALAF : Terfitnah Oleh Pujian Manusia

Kholid bin Shofwan berkata kepada Umar bin Abdil Aziz, rohimahumallah,

يا أمير المؤمنين إنّ أقواماً غرهم ستر الله
‏وفتنهم حسن الثناء فلا يغلبن جهل غيرك
‏بك علمك بنفسك
‏أعاذنا الله وإياك أن نكون بالستر مغرورين
‏وبثناء الناس مسرورين
‏وعما افترض الله علينا متخلفين ومقصرين
‏وإلى الأهواء مائلين

“wahai Amirul Mukminin..

banyak orang yang tertipu ketika Allah menutupi aib mereka..
dan terfitnah oleh pujian manusia…

maka ketidak tahuan mereka terhadap aibmu..
jangan sampai mengalahkan pengetahuanmu tentang aibmu..

– semoga Allah melindungi kami dan engkau dari tertipu dengan penutupan Allah terhadap aib kita..

– dan dilindungi dari gembira karena mendapat pujian manusia..

– dan dilindungi dari menyia nyiakan perintah Allah dan mengikuti hawa nafsu..”

(Az Zuhdul Kabiir karya imam Al Baihaqi 1/187)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sanksi Yang Tidak Dirasakan

Diantara makar Allah adalah yang Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam sabdakan,

إذا رأَيتَ اللهَ يُعطي العبدَ من الدُّنيا على مَعاصيهِ ما يُحِبُّ، فإنما هوَ استِدْرَاجٌ، ثُمَّ تَلا رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ: ﴿ فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ ﴾ [الأنعام: 44])

“Apabila kamu melihat Allah memberikan kepada seorang hamba kenikmatan dunia akibat maksiatnya maka sesungguhnya ia adalah istidroj (diulur). Lalu beliau membaca firman Allah,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa..” (Al-An’am – 44)

(HR. Ahmad, no.17349, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shohihah, no. 414)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah mengatakan bahwa makna makar Allah kepada hamba-Nya adalah memberikan sanksi akibat dosanya dari arah yang ia tidak merasakannya.

Maka jangan pernah kita merasa aman dari makar Allah..
Jangan merasa aman dari datangnya adzab Allah dengan sekonyong konyong saat kita berbuat dosa..

Karena bagi Allah itu mudah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Jangan Mengikuti Hawa Nafsu

Allah Ta’ala berfirman,

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَـٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah menyesatkannya di atas ilmu dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya..? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran..?!”

(Al-Jaasiyah – 23)

Syaikh Sholih Fauzan hafizhohullah berkata,

فالهوى إلهٌ آخرُ .
‏وليسَ الشركُ مقصوراً على عبادة الصنم أو الوثن .
‏بل هناك شيءٌ آخرُ وهو الهوى .
‏فقد لا يعبدُ الإنسانُ الأصنام ، والأشجار ، والأحجار ولا يعبد القبور .
‏لكن يتبع هواه ، فهذا عبدٌ لهواه .

“Hawa nafsu adalah tuhan yang lainnya..
Syirik itu tidak terbatas pada menyembah patung atau berhala..
tapi ada sesuatu yang lain yaitu hawa nafsu..

Terkadang seorang insan tidak menyembah patung, pohon, batu atau kuburan..
Tetapi ia mengikuti hawa nafsunya..
Maka ia menjadi hamba hawa nafsu..

Maka hendaklah setiap insan waspada..
Jangan ia ikuti kecuali yang sesuai dengan al qur’an dan sunnah..”

(Ithoful Qori 1/71)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Mereka Adalah Keamanan Untuk Ummat Islam

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

النجوم أمنة للسماء فإذا ذهبت النجوم أتى السماء ما توعد وأنا أمنة لأصحابي فإذا ذهبت أتى أصحابي ما يوعدون وأصحابي أمنة لأمتي فإذا ذهب أصحابي أتى أمتي ما يوعدون

“Bintang adalah keamanan untuk langit. Apabila bintang telah pergi maka datanglah kepada langit yang dijanjikan (kiamat).

Aku adalah keamanan untuk para shahabatku. Apabila aku telah pergi, akan datang kepada shahabatku apa yang dijanjikan (berupa fitnah).

Dan para shahabatku adalah keamanan untuk ummatku. Apabila para shahabatku telah pergi, akan datang kepada ummatku apa yang dijanjikan (berupa bid’ah dan kesesatan)..”

(HR Muslim)

Maka ikutilah para shahabat Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dalam cara beragama..
Mereka adalah keamanan untuk ummat Islam..

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

فعلى كل من انتسب إلى الدين
‏بقول أو عمل أن يكون متبعـــاً
‏للصحابة، مقتديا بهم.

“Atas setiap yang menisbatkan dirinya kepada agama ini baik dengan ucapan maupun perbuatan, hendaklah ia mengikuti para shahabat dan menjadikan mereka sebagai teladan..”

(Jami’ul Masaail 1/193)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Berlindung Dari Segala Fitnah

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Aku bermimpi bertemu dengan Allah dan Dia berfirman,

يا محمَّدُ إذا صلَّيتَ فقلِ اللَّهمَّ إنِّي أسألُك الخيراتِ وتركَ المنكراتِ وحبَ المساكينِ ، وإذا أردتَ بعبادِك فتنةً فاقبِضني إليكَ غيرَ مفتونٍ

“Ya Muhammad, apabila kamu berdo’a maka ucapkan, “Ya Allah aku memohon kepadamu kebaikan, dan meninggalkan kemungkaran dan mencintai orang orang miskin. Dan apabila Engkau menghendaki fitnah melanda hamba hamba-Mu maka wafatkanku dalam keadaan tidak terkena fitnah..” (HR Ahmad dan At Tirmidzi)

Fitnah syubhat dan fitnah syahwat yang merajalela..
Merusak keimanan dan agama..
Itulah yang dikhawatirkan oleh seorang mukmin..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Mencintai Kebenaran

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

المؤمن ترضيه كلمة الحق له وعليه وتغضبه كلمة الباطل له وعليه لأن الله تعالى يحب الحق والصدق والعدل ويبغض الكذب والظلم

“Mukmin itu ridho dengan kalimat yang benar, baik menguntungkan atau merugikan dirinya. Dan benci kepada kalimat yang batil, baik menguntungkan atau merugikan dirinya. Karena Allah Ta’ala mencintai kebenaran, kejujuran dan keadilan, dan membenci dusta dan kezaliman..” (Majmu Fatawa 10/600)

Bagi mukmin..
Merujuk kepada kebenaran saat ia salah itu mudah..
Karena kebenaran lebih ia sukai dari mempertahankan ego..
Ia tidak takut kehilangan dunia demi mengikuti kebenaran..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

SELESAI : Bukber Puasa Senin-Kamis – Agustus 2023

KAMIS SORE  –  31 AGUSTUS 2023 / 14 SHOFAR 1445

Jadwal buk-ber berikutnya di bulan SEPTEMBER 2023 dapat dilihat di link berikut ini:

UPDATE : Bukber Puasa Senin-Kamis – Agustus 2023

BANK SYARIAH INDONESIA
748 000 4447
AL ILMU TA’AWUN
info : 0838 0662 4622

===============

BACKGROUND :
Program rutin, insyaa Allah, menghidangkan ratusan porsi ifthor (makanan dan minuman) untuk kegiatan buka-bersama (bukber) ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an dan penuntut ilmu yang rutin berpuasa dan buka bersama di setiap hari senin-kamis di beberapa ma’had di lombok timur dan  RPQ di kota bima (sumbawa timur).

SATU porsinya senilai Rp. 20.000. Namun silahkan berapapun partisipasinya, semoga menjadi bekal amal kebaikan yang melimpah, aamiin.. Dalam program ini, kami bekerjasama dengan Assunnah Peduli, Lombok Timur.

DOKUMENTASI
SENIN : 07 Agustus 2023 : 120 Santri
KAMIS : 10 Agustus 2023 : 365 Santri
SENIN : 14 Agustus 2023 : 308 Santri
KAMIS : 17 Agustus 2023 : 155 Santri
SENIN : 21 Agustus 2023 : 228 Santri
KAMIS : 24 Agustus 2023 : 333 Santri
SENIN : 28 Agustus 2023 : 164 Santri
KAMIS : 31 Agustus 2023 : 381 Santri

================

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga.” [HR. Ahmad 5/192 – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

Dalam hadits lainnya, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya), “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia.”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]
.
FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================
.
jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus karena Allah menyisihkan sebagian hartanya untuk menghidangkan ifthor bagi ratusan santri/santriwati penghafal Alqur’an yang melaksanakan ibadah puasa sunnah secara rutin in-syaa Allah di setiap senin-kamis, semoga Allah menerimanya…
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alayhi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Rahasiakan Sholat Sunnahmu

Sholat merupakan satu ibadah yang sangat agung, salah satu rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat.

Sholat merupakan tiang agama, dan kita diwajibkan melaksanakannya dalam sehari semalam lima kali.

Selain sholat lima waktu, kita dianjurkan untuk memperbanyak sholat sunnah.

Tidak seperti sholat wajib lima waktu yang bagi laki-laki diwajibkan mengerjakannya di masjid, sholat sunnah lebih ditekankan untuk mengerjakannya di rumah. Dan ini bukan berarti kita tidak boleh sholat sunnah di masjid, namun sholat sunnah di rumah itu lebih utama.

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

“Sungguh, sebaik-baik sholat, (ialah) sholat seseorang di rumahnya kecuali sholat wajib..” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk sembunyi-sembunyi dalam mengerjakan sholat sunnah, karena pahalanya lebih besar dari pada sholat sunnah dilihat orang lain.

Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

صَلَاةُ الرَّجُلِ تَطَوُّعًا حَيْثُ لَا يَرَاهُ النَّاسُ تَعْدِلُ صَلاَتَهُ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ

“Sholat sunnah seseorang tanpa dilihat oleh manusia, (pahalanya) menyamai sholatnya di tengah-tengah manusia sebanyak 25 derajat..” (HR. Abu Ya’la , dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih al-Jami: 3821).

Selain itu bisa lebih menjaga keikhlasan, karena kita sembunyi-sembunyi dalam melaksanakannya, dan tidak ada yang melihat serta memperhatikan kecuali Allah Ta’ala.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala selalu menjaga keikhlasan kita semua, dan kita selalu semangat dalam menjaga sholat, baik yang wajib maupun yang sunnah.

Ditulis oleh,
Ustadz Fuad Hamzah Baraba Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Menghilangkan Kegundahan Dan Kesedihan

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rohimahullah menjelaskan,

Salah satu sebab untuk menepis rasa gundah dan sedih adalah :
– fokus pada amalan hari ini,
– tidak terlalu khawatir dengan apa yang akan datang, dan
– tidak sedih berlebih dengan masa lalu.

Karena itu, Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam berlindung kepada Allah Ta’ala dari ‘hamm’ dan ‘hazn’.

HAMM adalah kekhawatiran terhadap masa depan.

HAZN adalah penyesalan berlebihan terhadap masa lalu yang tidak mungkin kembali dan diperbaiki.

Seorang hamba hendaknya fokus pada hari ini. Hendaknya ia kerahkan kemampuan dan usahanya untuk memperbagus amalan hari ini dan waktu yang dihadapi. Ketika seseorang konsentrasi untuk itu, ia akan terlupakan dari khawatir dan sedihnya.

(Al-Wasailul Mufidah li Nailil Hayaatis Sa’idah, hlm. 16)

jangan lupa salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum (Yang Maha Hidup dan Tidak Bergantung pada Makhluk-Nya)

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..

#doa