Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Akibat Buruknya Batin Dan Lisan

Ibnu Hajar Al Haitami rohimahullah berkata,

وكل من رأيته سيء الظن بالناس، طالبًا لإظهار معايبهم؛
‏ فاعلم أن ذلك لخبث باطنه وسوء طويته.

“Semua orang yang kamu lihat:
– suka berburuk sangka kepada manusia dan,
– ingin menampakkan aib mereka

adalah karena busuknya batin dan hatinya..”

(Az Zawaajir 1/143)

Orang yang hatinya bening..
Akan bening pula hatinya kepada manusia..
Dan manusiapun selamat dari lisannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Janganlah Meremehkan Kebaikan Atau Dosa Sekecil Apapun

Kebaikan yang kecil terkadang menjadi sebab masuk surga.

عَنْ أَبِي هُرَيرةَ رضيَ اللهُ عنه، عن النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، قال: «لقد أُرِيتُ رجلًا يتقلَّبُ في الجنَّةِ في شَجَرةٍ قطعَها مِنْ ظَهْرِ الطريقِ، كانت تُؤذِي المسلمين.”

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Aku diperlihatkan seorang laki laki yang mondar-mandir di dalam surga karena menyingkirkan pohon dari jalan yang mengganggu kaum muslimin..”

(HR Muslim)

Maka jangan anggap remeh kebaikan sedikitpun..

Sebagaimana jangan menganggap remeh dosa sekecil apapun..
Karena bisa jadi dosa yang dianggap remeh itu..
Menjadi penyebab ia masuk Neraka..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Cara Mendakwahi Pengagum Dunia

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

( الْعَارِف لَا يَأْمر النَّاس بترك الدُّنْيَا فَإِنَّهُم لَا يقدرُونَ على تَركهَا وَلَكِن يَأْمُرهُم بترك الذُّنُوب مَعَ إقامتهم على دنياهم فَترك الدُّنْيَا فَضِيلَة وَترك الذُّنُوب فَرِيضَة فَكيف يُؤمر بالفضيلة من لم يقم الْفَرِيضَة ؟!

“Orang yang berilmu tidak menyuruh manusia untuk meninggalkan dunia, karena mereka tidak mungkin meninggalkannya. Tapi suruh mereka untuk meninggalkan dosa dan biarkan mereka dalam (kesenangan) dunia..

Karena meninggalkan dunia hanya keutamaan sedangkan meninggalkan dosa adalah kewajiban. Bagaimana akan disuruh kepada keutamaan orang yang tidak melakukan kewajiban..?!

فَإِن صَعب عَلَيْهِم ترك الذُّنُوب فاجتهد أَن تحبب الله إِلَيْهِم بِذكر آلائه وإنعامه وإحسانه وصفات كَمَاله ونعوت جَلَاله فَإِن الْقُلُوب مفطورة على محبته فَإِذا تعلّقت بحبه هان عَلَيْهَا ترك الذُّنُوب والاستقلال مِنْهَا والإصرار عَلَيْهَا

Jika ia sulit meninggalkan dosa, maka bersungguh sungguhlah agar ia mencintai Allah dengan mengingatkan kenikmatan kenikmatan-Nya dan perbuatan ihsan-Nya serta sifat sifat-Nya yang sempurna. Karena hati itu difitrahkan untuk mencintai Allah. Apabila ia telah mencintai-Nya maka akan ringan baginya meninggalkan dosa..

الْعَارِف يَدْعُو النَّاس إِلَى الله من دنياهم فتسهل عَلَيْهِم الْإِجَابَة والزاهد يَدعُوهُم إِلَى الله بترك الدُّنْيَا فتشق عَلَيْهِم الْإِجَابَة

Orang yang berilmu mendakwahi manusia kepada Allah dari dunia mereka sehingga mudah bagi mereka menerima dakwah. Sedangkan orang yang zuhud mendakwahi mereka agar meninggalkan dunia sehingga sulit bagi mereka menerima dakwah..”

(Al Fawaid – Ibnu Qoyyim Al Jauziyah)

Penterjemah,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Jangan Merasa Aman Dari Fitnah

Jubair bin Nufair rohimahullah berkata,

“Aku masuk ke rumah Abud Darda rodhiyallahu ‘anhu di Himsh. Ternyata beliau sedang sholat. Setelah tasyahhud akhir beliau berlindung dari kemunafikan..

Setelah selesai sholat, aku berkata, “Wahai Abud Darda bagaimana mungkin engkau akan munafik..?”

Abud Darda rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Ya Allah aku memohon ampunan-Mu (3x). Tidak akan aman dari bala (fitnah) orang yang merasa aman darinya. Demi Allah, ada orang yang tertimpa fitnah dalam sesaat hingga ia meninggalkan agamanya..”

(Kitab An Nifaq – karya Al Faryabi)

Sungguh naif orang yang merasa imannya telah kuat..
Lalu ia merasa aman dari fitnah..

Ia pun mendatangi tempat-tempat yang banyak fitnah..
Atau situs situs fitnah..
Tak terasa syubhat itu telah merusak hati dan keimanannya..

Ingatlah.. nila setitik dapat merusak susu sebelanga..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Tahukah Kamu Kemana Matahari Itu Pergi..?

Dari Abu Dzarr rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

وعَنْ أَبِي ذَر رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ، يَوْما: “أَتَدْرُونَ أَيْنَ تَذْهَبُ هذِهِ الشَّمْسُ؟” قَالُوا: اللّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: “إِنَّ هذِهِ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَىٰ مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ الْعَرْشِ، فَتَخِرُّ سَاجِدَةً. فَلاَ تَزَالُ كَذٰلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا: ارْتَفِعِي، ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ، فَتَرْجِعُ. فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلعِهَا، ثُمَّ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ الْعَرْشِ، فَتَخِرُّ سَاجِدَةً. وَلاَ تَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا: ارْتَفِعِي، ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ، فَتَرْجِعُ. فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلِعِهَا. ثُمَّ تَجْرِي لاَ يَسْتَنْكِرُ النَّاسُ مِنْهَا شَيْئا حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا ذَاكَ، تَحْتَ الْعَرْشِ. فَيُقَالُ لَهَا: ارْتَفِعِي، أَصْبِحِي طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِكِ. فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِهَا”. فَقَالَ رَسُولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: “أَتَدْرُونَ مَتَى ذَاكُمْ؟ ذَلِكَ حِينَ ﴿ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ﴾.

“Suatu hari Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahukah kalian kemana matahari itu pergi..?

Mereka berkata, “Allah dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui..”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya ia pergi menuju tempatnya di bawah ‘Arsy. Lalu ia sujud, dan ia terus sujud sampai dikatakan, “Bangkitlah dan terbitlah dari arah kamu biasa terbit..” maka iapun terbit dari tempat terbitnya (dari timur)..

Kemudian ia berlari seperti biasa dan manusia pun tidak menganggapnya aneh hingga tempatnya di bawah ‘Arsy.. lalu dikatakan kepadanya, “Terbitlah dari barat..!” maka ia terbit dari barat..”

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahukah kalian kapan itu terjadi..? yaitu saat keimanan sudah tidak ada manfaatnya lagi bagi yang sebelumnya tidak beriman. Tidak pula kebaikan yang ia amalkan..”

(HR. Muslim)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Lebih Tersembunyi Dari Langkah Semut

Syaikh Muhammad Attamimi rohimahullah berkata,

الشرك قد يقع ممن هو أعلم الناس
‏وأصلحهم وهو لا يدري،
‏كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
‏”الشرك أخفى من دبيب النمل”

“Kesyirikan bisa terjadi kepada orang yang paling berilmu dalam keadaan ia tidak tahu. Sebagaimana sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, “Syirik itu lebih tersembunyi dari langkah semut..”

(Al Jawahir Al Mudhiah, 23)

Para nabi khawatir dirinya jatuh kepada kesyirikan..
Mereka berlindung kepada Allah darinya..

Karena hati itu mudah berubah ubah..
Maka janganlah kita merasa aman dari syirik..
Walaupun kita telah mempelajari tauhid bertahun-tahun lamanya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Kebiasaan Mengganggu Orang Yang Sedang Sholat

Di berbagai masjid, ada orang orang yang berdzikir atau membaca Al Qur’an dengan suara keras bahkan dengan pengeras suara, di saat ada orang lain yang sedang sholat sunnah atau sholat fardhu.

Tentu suara yang keras dapat mengganggu orang-orang yang sedang sholat tersebut.

Abu Sa’iid rodhiallahu ‘anhu mengisahkan bahwa di saat Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam sedang beri’tikaf di masjid, beliau shollallahu ‘alayhi wasallam mendengar sebagian sahabat mengeraskan bacaan (Al-Qur’an)-nya.

Mendengar bacaan mereka yang keras, beliau shollallahu ‘alayhi wasallam membuka tirai seraya bersabda,

أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ، أَوْ قَالَ: فِي الصَّلَاةِ

“Ketahuilah, sesungguhnya kalian semua tengah bermunajat dengan Robbnya. Oleh karena itu janganlah sebagian dari kalian mengganggu konsentrasi sebagian yang lain, dan jangan pula kalian saling mengeraskan suara bacaannya (Al-Qur’an – atau beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : bacaan dalam sholatnya’..)” [Ahmad dan Abu Daawud]

Kasus ini berkaitan dengan sesama orang yang sedang sholat..

Bagaimana bila yang mengeraskan suaranya adalah orang yang berdzikir bukan sedang sholat, atau mambaca al Qur’an di luar sholat, tanpa peduli dengan saudara-saudaranya yang sedang sholat..?

Semoga mencerahkan.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Lebih Berat Dari Dosa Besar

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

الرِيَاءُ ، والعُجبُّ ، والكِبرُ ، والفَخرُ ، والخُيَلاءُ ، والقُنوطُ مِن رَحمةِ اللهِ ، واليَأسُ مِن رُوحِ اللهِ ، والأمنُ مِن مَكرِ اللهِ ، والفَرحُ والسرُورُ بِأذَى المُسلمِين ، والشَمَاتةُ بِمُصِيبَتِهم ، ومَحبَةُ أن تَشِيعَ الفَاحِشَةَ فِيهم ، وحَسدُهم عَلى مَا آتاهُم اللهُ مِن فَضلهِ ، وتَمنِي زَوالُ ذلِكَ عَنهُم أشدُّ تَحرِيمًا مِن الزِنَا ، وشُربِّ الخَمرِ ، وغَيرُهمَا مِن الكَبَائِر الظَاهِرَة ، ولا صَلاحُ للقَلب ، ولا للجَسَدِ إلا بِاجتنَابِهَا ، والتَوبَةُ مِنهَا ؛ وإلا فَهو قَلبٌ فَاسِد .

– riya,
– ujub,
– sombong,
– angkuh,
– putus asa dari rahmat Allah,
– merasa aman dari makar Allah,
– gembira dengan menyakiti kaum muslimin,
– senang ketika kaum muslimin ditimpa musibah,
– merasa suka perbuatan maksiat tersebar pada kaum muslimin,
– dengki kepada nikmat yang diberikan kepada kaum muslimin dan berharap nikmat itu hilang dari mereka,

(semua ini) lebih haram dari dosa zina, minum arak dan dosa-dosa besar lainnya yang tampak.

Hati dan jasad tidak mungkin menjadi lurus kecuali dengan menjauhinya dan bertaubat darinya. Jika tidak maka hatinya rusak.

( Madaarijus Saalikin 402/1 )

📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Allah Yang Memberi Rezeki

Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ ، اتَّقُوا اللهَ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا ، وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا ، فَاتَّقُوا اللهَ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ.

“Wahai manusia bertakwalah kepada Allah, dan perbaguslah dalam mencari rezeki, karena jiwa tidak akan meninggal hingga sempurna rezekinya walaupun lambat datangnya..

Bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencarinya.. ambil yang halal dan tinggalkan yang haram..”

[ HR Ibnu Majah ]

Ketakutan dengan rezeki masa depan..
Bukanlah sifat mukmin yang bertawakal..

Karena mukmin itu yakin bahwa yang memberi rezeki adalah Allah..
Bukan ijazah, bukan skil dan kemampuan, bukan perusahaan..

Kewajiban kita hanya berusaha..
Sedangkan hasilnya serahkan kepada Allah Azza wa Jalla..

Ditulis oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Ujian Yang Membuat Manusia Tidak Sabar

‘Abdurrohman bin ‘Auf rodhiyallahu ‘anhu berkata,

ابتُلِينَا مع رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم بالضَّرَّاءِ فصَبَرْنا، ثم ابتُلِينا بعدَه بالسَّرَّاءِ فلم نَصْبِرْ

“Dahulu kami bersama Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam diuji dengan kesusahan tapi kami bersabar.. Kemudian setelah beliau wafat, kami diuji dengan kesenangan, ternyata kami tidak bersabar..” (Riwayat At-Tirmidzi)

Kesenangan membuat kita lalai..
Membuat kita ujub dan sombong dengan harta dan tahta..
Membuat kesabaran kita pendek karena terbiasa dengan kenikmatan..
Membuat ibadah menjadi berat karena terbiasa dengan syahwat..

Maka orang yang tak tertipu dengan kesenangan dunia..
Hatinya selalu berharap akherat dan takut akan siksa Neraka..
Sungguh luar biasa..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى