Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
0907162120
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
0907162120
Diantara waktu yang banyak dilalaikan terutama di bulan Ramadhan ini adalah antara maghrib dan ‘isya.
Anas bin Malik ketika menafsirkan firman Allah:
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنْ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)
“Lambung mereka jauh dari tempat tidur, mereka menyeru Robbnya dengan rasa takut dan berharap.. dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan..” (Assajdah: 16)
Beliau berkata:
كَانُوا يَتَيَقَّظُونَ [وفي رواية: يَتَنَفَّلُونَ] مَا بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ يُصَلُّونَ .
“Mereka memperbanyak sholat sunnah antara maghrib dan isya..” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)
Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari Hudzaifah rodhiyallahu ‘anhu berkata :
جِئْتُ النبي صلى الله عليه وسلم فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الْمَغْرِبَ ، فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَامَ يُصَلِّي ، فَلَمْ يَزَلْ يُصَلِّي حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ)
“Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan sholat maghrib bersamanya. Setelah selesai sholat beliau berdiri sholat dan terus sholat hingga masuk isya..” (Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwaul Gholil. 470)
Imam Asy Syaukani berkata :
والآيات والأحاديث المذكورة في الباب تدل على مشروعية الاستكثار من الصلاة ما بين المغرب والعشاء , والأحاديث وإن كان أكثرها ضعيفا فهي منتهضة بمجموعها ، لا سيما في فضائل الأعمال , قال العراقي : وممن كان يصلي ما بين المغرب والعشاء من الصحابة : عبد الله بن مسعود وعبد الله بن عمرو وسلمان الفارسي وابن عمر وأنس بن مالك في ناس من الأنصار ، ومن التابعين : الأسود بن يزيد وأبو عثمان النهدي وابن أبي مليكة وسعيد بن جبير ومحمد بن المنكدر وأبو حاتم وعبد الله بن سخبرة وعلي بن الحسين وأبو عبد الرحمن الحبلي وشريح القاضي وعبد الله بن مغفل وغيرهم . ومن الأئمة : سفيان الثوري”
“Ayat dan hadits tersebut menunjukkan disyariatkannya memperbanyak sholat sunnah antara maghrib dan isya. Walaupun kebanyakan haditsnya lemah namun ia naik derajatnya jika dikumpulkan. Terutama dalam fadhilah amal..”
Al Iraqi berkata, “Diantara shahabat yang memperbanyak sholat antara maghrib dan isya adalah Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Amru, Salman Al Farisi, ibnu Umar, Anas bin Malik bersama beberapa orang Anshor.
Dari kalangan Tabi’in adalah Al Aswad bin Yazid, Abu Utsman An Nahdi, ibnu Abi Mulaikah, Sa’id bin Jubair, Muhammad bin Al Munkadir, Abu Hatim, Abdullah bin Sakhbarah, Ali bin Al Husain, Abu Abdirrahman Al Hubulli, Syuraih Al Qadhi, Abdullah bin Al Mughoffal dan lainnya. Dan diantara imam adalah Sufyan Ats Tsauri.”
(Nailul Author 3/68)
Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من سره أن يستجيب اللهُ له عند الشَّدائدِ والكُرَبِ ، فلْيُكثِرِ الدعاء في الرخاءِ
“Siapa yang suka do’anya diijabah saat susah maka hendaklah ia memperbanyak do’a saat senang..” (HR Attirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani)
Memperbanyak do’a saat senang dengan banyak mengingat Allah, bersyukur dan beristigfar atas dosa dan kekurangan yang ia lakukan.. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hulaimi. (Faidhul Qadir 6/194)
Dalam hadits lain Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تعرَّف إلى الله في الرخاء يَعْرِفْك في الشدة
“Kenalilah Allah di waktu senang, niscaya Dia akan mengenalimu di saat susah..” (HR Abul Qasim bin Bisyran dalam amalinya)
Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Al Hafidz Ibnu Rojab rohimahullah (semoga Allah merahmatinya) berkata :
الصائم في ليله ونهاره في عبادة.
ويُستجابُ دعاؤه في صيامه وعند فطره.
فهو في نهاره صائم صابر.
وفي ليله طاعمٌ شاكر.
“Orang yang berpuasa itu selalu dalam ibadah di waktu siang dan malamnya..
Diijabah do’anya saat berpuasa dan saat berbukanya..
Di waktu siang ia bersabar untuk berpuasa..
Dan di waktu malam ia makan dan bersyukur..”
(Lathoiful Ma’arif hal. 294)
Itulah keindahan hidup..
Selalu dalam pahala..
Berpindah dari satu ibadah kepada ibadah lainnya..
Namun..
Ini hanya untuk orang yang menginginkan Allah dan kehidupan akherat..
Adapun yang menginginkan dunia..
Akan menganggapnya sebagai beban yang memberatkannya..
Dan berharap agar ramadhan segera berlalu..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Sebagian ikhwah ada yang segera berbuka namun mengakhirkan sholat maghrib. Tentu ini tidak sesuai sunnah.
Abu Athiyah berkata:
دخلت أنا ومسروق، على عائشة
فقلنا: يا أم المؤمنين، رجلان من أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم، أحدهما «يعجل الإفطار ويعجل الصلاة»، والآخر يؤخر الإفطار ويؤخر الصلاة،
قالت: أيهما الذي يعجل الإفطار ويعجل الصلاة؟ “
قال: قلنا عبد الله يعني ابن مسعود
قالت: «كذلك كان يصنع رسول الله صلى الله عليه وسلم»
“Aku masuk bersama Masruq kepada ‘Aisyah rodiyallahu ‘anha.
Kami berkata, “Wahai ummul mukminin, ada dua orang dari shahabat Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam..
yang satu menyegerakan berbuka dan menyegerakan sholat maghrib..
dan satu lagi mengakhirkan berbuka dan sholat maghrib..
Manakah yang sesuai..?”
‘Aisyah berkata, “Siapa yang menyegerakan berbuka dan sholat..?”
Kami berkata, “Abdullah bin Mas’ud..”
‘Aisyah berkata, “Demikian yang dilakukan oleh Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam..”
(HR Muslim no 1099)
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Dari ‘Abdullah bin Amru rodhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda :
خَصْلَتَانِ أَوْ خَلَّتَانِ لَا يُحَافِظُ عَلَيْهِمَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، هُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ : يُسَبِّحُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا ، وَيَحْمَدُ عَشْرًا ، وَيُكَبِّرُ عَشْرًا ، فَذَلِكَ خَمْسُونَ وَمِائَةٌ بِاللِّسَانِ ، وَأَلْفٌ وَخَمْسُ مِائَةٍ فِي الْمِيزَانِ .
وَيُكَبِّرُ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ ، وَيَحْمَدُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَيُسَبِّحُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، فَذَلِكَ مِائَةٌ بِاللِّسَانِ ، وَأَلْفٌ فِي الْمِيزَانِ ، فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُهَا بِيَدِهِ . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ هُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ ؟ قَالَ : يَأْتِي أَحَدَكُمْ – يَعْنِي : الشَّيْطَانَ – فِي مَنَامِهِ فَيُنَوِّمُهُ قَبْلَ أَنْ يَقُولَهُ ، وَيَأْتِيهِ فِي صَلَاتِهِ فَيُذَكِّرُهُ حَاجَةً قَبْلَ أَنْ يَقُولَهَا )
“Dua perkara yang apabila dijaga oleh seorang muslim akan memasukkannya ke surga.. Keduanya mudah tapi yang mengamalkannya sedikit. Yaitu :
⚉ bertasbih di belakang sholat 10x, tahmid 10x dan takbir 10x maka jumlahnya (dikali lima sholat) menjadi 150 di lisan tapi ditimbangan 1,500..
⚉ dan sebelum tidur ia membaca takbir 34x, tahmid 33x dan tasbih 33x. Maka ini 100 di lisan tapi 1,000 di timbangan..”
Mereka berkata, “Wahai Rosulullah, bagaimana ia mudah namun yang mengamalkannya sedikit..?”
Beliau bersabda, “Setan datang ketika ia hendak tidur lalu membuatnya tidur sebelum mengucapkannya.. dan datang ketika setelah sholat lalu mengingatkan keperluannya sebelum ia mengucapkannya..”
(HR Abu Dawud no 5065 dan dishohihkan oleh Al Hafidz ibnu Hajar)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Dari Abu Umamah Al Bahili ia berkata, Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
بينا أنا نائمٌ أتاني رجلان فأخذ بضَبعي فأتيا بي جبلًا وعرًا فقالا اصعَدْ فقلتُ إنِّي لا أُطيقُه فقال إنَّا سنُسهِّلُه لك فصعِدتُ حتَّى إذا كنتُ في سواءِ الجبلِ إذا بأصواتٍ شديدةٍ قلتُ ما هذه الأصواتُ قالوا هذا عُواءُ أهلِ النَّارِ ثمَّ انطلق بي فإذا أنا بقومٍ معلَّقين بعراقيبِهم مشقَّقةٌ أشداقُهم تسيلُ أشداقُهم دمًا قال قلتُ من هولاء قال الَّذين يُفطِرون قبل تَحِلَّةِ صومِهم
“Ketika aku sedang tidur, tiba tiba datang dua orang laki laki dan memegang lenganku. Keduanya membawaku ke sebuah gunung yang terjal. Mereka berkata, “Naiklah..!”
“Aku tidak mampu..” Jawabku.
Mereka berkata, “Kami akan memudahkannya untukmu..”
Akupun naik hingga ke puncak gunung.
Tiba tiba terdengar suara suara keras yang menakutkan. Aku bertanya, “Suara apa ini..?”
Mereka menjawab, “Itu adalah suara lolongan penduduk neraka..”
Kemudian aku dibawa. Aku melihat manusia yang digantung kakinya dan rahangnya disobek dan mengalirkan darah.
Aku bertanya, “Siapa mereka..?”
Keduanya menjawab, “Mereka adalah orang orang yang berbuka puasa sebelum waktunya (tanpa udzur)..”
(HR Ibnu Khuzaimah dan dishohihkan oleh syaikh al-Albani)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ألا أخبرُكُم بأفضلَ من دَرجةِ الصِّيامِ والصَّلاةِ والصَّدَقةِ قالوا بلَى قال صلاحُ ذاتِ البينِ فإنَّ فسادَ ذاتِ البينِ هيَ الحالِقةُ
“Maukah aku mengabarkan kalian amal yang lebih utama dari sholat, shoum dan sedekah..? “
Mereka berkata, “Mau..”
Beliau bersabda, “Yaitu memperbaiki hubungan (sesama muslim). Karena rusaknya hubungan (sesama muslim) adalah pencukur (agama)..”
(HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
Bahkan selama mereka bertengkar, belum mendapat ampunan Allah hingga keduanya berdamai..
Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
تُفتَحُ أبوابُ الجنَّةِ يومَ الاثنينِ و الخميسِ، فيغفرُ اللهُ عزَّ وجلَّ لِكلِّ عبدٍ لا يُشرِكُ باللهِ شيئًا، إلَّا رجلًا كانَ بينَه وبينَ أخيهِ شحناء، فيقول: أنظروا هذينِ حتَّى يصطلحا، أنظِروا هذينِ حتَّى يصطلِحا ،أنظِروا هذينِ حتَّى يصطلِحا
“Pintu pintu surga dibuka pada hari senin dan kamis. Maka Allah Azza wajalla mengampuni semua orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Kecuali orang yang masih bertengkar dengan saudaranya. Maka Allah berfirman: Tangguhkanlah dua orang ini hingga keduanya berdamai 3x..”
(HR Muslim)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :
Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Ada Hak Selain Zakat Dalam Harta Kita – bisa di baca di SINI
=======
Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…
Kita lanjutkan fiqihnya..
⚉ Sedekah Sunnah
Disunnahkan memperbanyak sedekah sunnah.
⚉ Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 261 :
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya :
“Perumpamaan orang-orang yang berinfak atau menginfakkan harta mereka dijalan Allah seperti 1 biji yang ditanam dan menumbuhkan 7 batang. Pada setiap batangnya ada 100 biji. Dan Allah melipat-gandakan kepada siapa yang Allah kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui..”
Ayat ini menunjukkan pahala sedekah itu dilipat-gandakan sampai 700 kali lipat.. dan ini menunjukkan pahala besar dari pahala sedekah.
⚉ Allah juga berfirman dalam surat Aali Imron ayat 92 :
لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Artinya :
“Kamu tidak akan sampai kepada kebajikan hingga menginfakkan apa yang kamu cintai dan tidaklah kalian menginfakkan sesuatu kecuali bahwasanya Allah pasti mengetahuinya..”
Ayat ini menunjukkan bahwa infak atau sedekah yang paling utama adalah menyedekahkan sesuatu yang kita cintai. Oleh karena itu para sahabat apabila mencintai suatu harta, mereka segera mensedekahkannya, mengamalkan ayat tersebut.
⚉ Dari hadist Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :
“Tidak ada suatu pagi pun yang para hamba masuk padanya kecuali ada 2 malaikat yang turun. Yang satu berkata, “Yaa Allah.. berikanlah ganti kepada orang yang berinfak..” Dan yang kedua berkata, “Yaa Allah.. binasakanlah harta orang yang pelit..” [HR. Bukhari].
⚉ Dari hadist Uqbah bin Amir rodhiyallahu ‘anhu aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :
“Setiap orang itu akan berada dibawah naungan sedekahnya hingga diputuskan (perkara) diantara manusia..” [HR. Iman Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban]
Ini menunjukkan bahwa ketika dipadang Mahsyar saat matahari didekatkan 1 mil, maka orang-orang yang bersedekah itu, maka sedekah itu menjadi naungan dia yang akan menaunginya dari teriknya matahari.
Ini menunjukkan akan keutamaan agung bagi mereka yang bersedekah.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah