Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Ridho Dengan Tauhid Dan Sunnah

Kisah kaum Anshor yang marah kepada pembagian Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ لَمَّا أَعْطَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَعْطَى مِنْ تِلْكَ الْعَطَايَا فِي قُرَيْشٍ وَقَبَائِلِ الْعَرَبِ وَلَمْ يَكُنْ فِي الْأَنْصَارِ مِنْهَا شَيْءٌ وَجَدَ هَذَا الْحَيُّ مِنْ الْأَنْصَارِ فِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى كَثُرَتْ فِيهِمْ الْقَالَةُ حَتَّى قَالَ قَائِلُهُمْ لَقِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَوْمَهُ فَدَخَلَ عَلَيْهِ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذَا الْحَيَّ قَدْ وَجَدُوا عَلَيْكَ فِي أَنْفُسِهِمْ لِمَا صَنَعْتَ فِي هَذَا الْفَيْءِ الَّذِي أَصَبْتَ قَسَمْتَ فِي قَوْمِكَ وَأَعْطَيْتَ عَطَايَا عِظَامًا فِي قَبَائِلِ الْعَرَبِ وَلَمْ يَكُنْ فِي هَذَا الْحَيِّ مِنْ الْأَنْصَارِ شَيْءٌ قَالَ فَأَيْنَ أَنْتَ مِنْ ذَلِكَ يَا سَعْدُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَنَا إِلَّا امْرُؤٌ مِنْ قَوْمِي وَمَا أَنَا قَالَ فَاجْمَعْ لِي قَوْمَكَ فِي هَذِهِ الْحَظِيرَةِ قَالَ فَخَرَجَ سَعْدٌ فَجَمَعَ النَّاسَ فِي تِلْكَ الْحَظِيرَةِ قَالَ فَجَاءَ رِجَالٌ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ فَتَرَكَهُمْ فَدَخَلُوا وَجَاءَ آخَرُونَ فَرَدَّهُمْ فَلَمَّا اجْتَمَعُوا أَتَاهُ سَعْدٌ فَقَالَ قَدْ اجْتَمَعَ لَكَ هَذَا الْحَيُّ مِنْ الْأَنْصَارِ قَالَ فَأَتَاهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ بِالَّذِي هُوَ لَهُ أَهْلٌ ثُمَّ قَالَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ مَا قَالَةٌ بَلَغَتْنِي عَنْكُمْ وَجِدَةٌ وَجَدْتُمُوهَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَلَمْ آتِكُمْ ضُلَّالًا فَهَدَاكُمْ اللَّهُ وَعَالَةً فَأَغْنَاكُمْ اللَّهُ وَأَعْدَاءً فَأَلَّفَ اللَّهُ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ قَالُوا بَلْ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمَنُّ وَأَفْضَلُ قَالَ أَلَا تُجِيبُونَنِي يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ قَالُوا وَبِمَاذَا نُجِيبُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ الْمَنُّ وَالْفَضْلُ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَوْ شِئْتُمْ لَقُلْتُمْ فَلَصَدَقْتُمْ وَصُدِّقْتُمْ أَتَيْتَنَا مُكَذَّبًا فَصَدَّقْنَاكَ وَمَخْذُولًا فَنَصَرْنَاكَ وَطَرِيدًا فَآوَيْنَاكَ وَعَائِلًا فَأَغْنَيْنَاكَ أَوَجَدْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ فِي لُعَاعَةٍ مِنْ الدُّنْيَا تَأَلَّفْتُ بِهَا قَوْمًا لِيُسْلِمُوا وَوَكَلْتُكُمْ إِلَى إِسْلَامِكُمْ أَفَلَا تَرْضَوْنَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ أَنْ يَذْهَبَ النَّاسُ بِالشَّاةِ وَالْبَعِيرِ وَتَرْجِعُونَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رِحَالِكُمْ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْلَا الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنْ الْأَنْصَارِ وَلَوْ سَلَكَ النَّاسُ شِعْبًا وَسَلَكَتْ الْأَنْصَارُ شِعْبًا لَسَلَكْتُ شِعْبَ الْأَنْصَارِ اللَّهُمَّ ارْحَمْ الْأَنْصَارَ وَأَبْنَاءَ الْأَنْصَارِ وَأَبْنَاءَ أَبْنَاءِ الْأَنْصَارِ قَالَ فَبَكَى الْقَوْمُ حَتَّى أَخْضَلُوا لِحَاهُمْ وَقَالُوا رَضِينَا بِرَسُولِ اللَّهِ قِسْمًا وَحَظًّا ثُمَّ انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَفَرَّقْنَا

Dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata :

“Setelah Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam membagi-bagikan (harta fai`) kepada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah arab, sedangkan orang-orang Anshar tidak mendapatkan apa-apa, maka dalam hati mereka pun muncul kemarahan hingga banyak ucapan-ucapan yang tidak enak keluar. Sampai-sampai salah seorang dari mereka berkata; “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam telah bertemu dengan kaumnya..!”

maka Sa’d bin Ubadah menghadap Rosulullah seraya berkata; “Wahai Rosulullah, sesungguhnya timbul di dalam hati penduduk wilayah ini (Anshar) kemarahan kepadamu, karena keputusan yang engkau buat berkenaan dengan harta fai` yang engkau dapat, engkau telah membagi-bagikan kepada kaummu dan memberikan kepada kabilah-kabilah arab dengan pemberian yang banyak, sedang penduduk wilayah ini tidak mendapatkan apa-apa..”

Beliau bersabda: “Lalu dalam masalah ini engkau sendiri bagaimana wahai Sa’d..?” Sa’d berkata; “Wahai Rosulullah, aku hanyalah bagian dari kaumku..” Beliau bersabda: “Kumpulkanlah kaummu untuk menghadapku di kandang ternak ini..”

Abu Sa’id berkata, “Lalu datanglah beberapa laki-laki dari kaum muhajirin namun beliau mengabaikannya, lalu mereka masuk dan datang lagi yang lain namun beliau tetap menolak.

Maka ketika orang-orang Anshar telah berkumpul, Sa’d mendatangi beliau dan berkata; “Orang-orang Anshar telah berkumpul untukmu wahai Rasulullah..”

Abu Sa’id berkata; “Lalu beliau mendatangi mereka, beliau lalu mengucapkan tahmid dan memuji Allah dengan pujian-pujian yang layak untuk-Nya. Setelah itu beliau bersabda: “Wahai orang-orang Anshar, telah sampai kepadaku ucapan-ucapan yang tidak enak, serta kebencian yang kalian dapatkan dalam hati kalian, bukankah aku datang sedang kalian dalam kesesatan lalu aku beri petunjuk..?! Kalian dalam keadaan fakir lalu Allah kayakan kalian..?! Kalian saling bermusuhan lalu Allah satukan hati kalian..?!”

Mereka menjawab, “Bahkan, Allah dan Rosul-Nya lebih berhak untuk mengungkit nikmat dan keutamaan..” beliau bersabda: “Tidak maukah kalian memenuhi panggilanku wahai kaum Anshar..?” mereka menjawab; “Dengan apa kami harus memenuhi penggilanmu wahai Rosulullah, sedang keutamaan ada pada Allah dan Rasul-Nya..?”

Beliau bersabda: “Demi Allah, sekiranya kalian mau, kalian akan mengatakannya, kalian benar-benar akan berkata jujur dan kalian dipercaya: “engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan lalu kami membenarkanmu, engkau datang dalam keadaan dihinakan lalu kami menolongmu, engkau diusir lalu kami memberimu tempat, engkau dalam keadaan kekurangan lalu kami mengkayakanmu..”

Wahai kaum Anshar, apakah kalian mendapatkan dalam hati kalian sesuatu terhadap sisa harta dunia (harta fai`) yang dengannya aku melunakkan suatu kaum agar mereka mau masuk Islam, dan aku serahkan keIslaman kalian kepada kalian..?

Wahai kaum Anshar, tidak ridhokah kalian jika orang-orang kembali dengan membawa kambing dan unta sedang kalian kembali ke rumah kalian dengan membawa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam..?

Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, kalau bukan karena hijrah sungguh aku adalah bagian dari orang Anshar, sekiranya manusia melewati suatu lembah lalu orang-orang Anshar melewati lembah yang lain, maka aku akan melewati lembah yang dilalui orang Anshar. Ya Allah, sayangilah orang-orang Anshar, anak-anak Anshar, serta anak cucu Anshar..”

Abu Sa’id berkata; “Maka menangislah orang-orang Anshar hingga jenggot mereka basah, lalu mereka berkata, “Kami rela Rosulullah sebagai bagian kami..” Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berlalu dan kami juga membubarkan diri..”

(HR Ahmad no 11305)

Tidak ridho kah kita melihat mereka membawa dunia sedangkan kita membawa tauhid dan sunnah..???

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Derajat Hati Yang Paling Tinggi

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata :

فإن أرفع درجات القلوب فرحها التام بما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم وابتهاجها وسرورها كما قال تعالى: (والذين آتيناهم الكتاب يفرحون بما أنزل إليك) وقال تعالى: (قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا) ففضل الله ورحمته القرآن والإيمان من فرح به فقد فرح بأعظم مفروح به”.

“Sesungguhnya derajat hati yang paling tinggi adalah kebanggaan yang sempurna dengan apa yang dibawa oleh Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam, merasa bahagia dan gembira dengannya sebagaimana firman Allah :
“Dan orang-orang yang Kami berikan al kitab, mereka bergembira dengan apa yang diturunkan kepadamu..” (Ar Ra’du: 36)
dan firman Allah :
“Katakan, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah mereka bergembira..” (Yunus: 58)

Karunia Allah dan rahmat-Nya adalah Alqur’an dan keimanan. Siapa yang bergembira dengannya maka ia telah bergembira dengan sesuatu yang amat agung..”

(Majmu’ Fatawa 16/49)

Bergembira dengan harta dunia..
Berbangga dengan pendapat dan pemikiran manusia..
Bergembira dengan pangkat dan kedudukan..
Bergembira dengan kenikmatan dunia..
Adalah kegembiraan yang tidak dipuji oleh Allah..

Namun gembira dengan Alqur’an dan hadits..
Gembira dengan keimanan dan ketaatan..
Adalah seindah indah kegembiraan…

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Do’a Ketika Bangkit Dari Majelis #1

‘Abdullah bin ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu berkata, 

“Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam seringnya apabila hendak bangkit dari majelis, beliau berdo’a dengan do’a ini untuk (diajarkan) kepada para sahabatnya :

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ اليَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا ، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

“Ya Allah, berikanlah kepada kami rasa takut kepada-Mu yang dapat menghalangi kami dari memaksiati-Mu..
Berikanlah ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu..
Berikanlah keyakinan yang dapat meringankan musibah-musibah dunia..
Berikanlah kami kenikmatan dengan penglihatan, pendengaran dan kekuatan selama kami hidup..
Jadikanlah itu sebagai warisan untuk kami..
Dan jadikan pembalasan kami untuk orang-orang yang menzalimi kami..
Jangan jadikan musibah menimpa agama kami..
Jangan jadikan dunia sebagai keinginan kami yang terbesar..
Tidak juga sebagai pengetahuan kami yang paling besar..
Dan jangan kuasakan kepada kami pemimpin yang tidak menyayangi kami..”

(HR Attirmidzi dan dishohihkan oleh syaikh Al Bani)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

HADITS : Bersegeralah Beramal Sebelum Datangnya Fitnah

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَادِرُوا بِالأعْمَالِ الصَّالِحةِ ، فَسَتَكُوْنُ فِتَناً كَقِطَعِ اللَّيْلِ المُظْلِمِ ، يُصْبحُ الرَّجُلُ مُؤْمِناً وَيُمْسِي كَافِراً ، وَيُمْسِي مُؤمِناً ويُصبحُ كَافِراً ، يَبيعُ دِينَهُ بعَرَضٍ مِنَ الدُّنيا. رواه مسلم .

“Bersegeralah beramal sebelum datangnya fitnah yang bagaikan potongan malam yang amat gelap.. di pagi hari seseorang mukmin dan di sore hari ia kafir.. di sore hari ia mukmin dan di pagi hari ia kafir.. Ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia..”

(HR Muslim)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Penyakit Hati Yang Tersembunyi

Ibnu Rojab rohimahullah berkata:

إنَّ خاتمة السوء،
‏ تكون بسبب دسيسة باطنة للعبد،
‏لا يطَّلع عليها الناس

“Sesungguhnya suul khotimah disebabkan oleh penyakit yang ada di batin seorang hamba yang tidak diketahui oleh manusia..”

(Jami’ul Ulum wal Hikam 1/57)

Terkadang..
Seseorang terlihat soleh di hadapan manusia..
Namun saat sendiri ia memaksiati Allah..

Terkadang..
Seseorang menampilkan amalnya kepada manusia..
Sehingga manusia memujinya..
Sementara hatinya riya berharap pujian manusia..

Ada lagi orang yang ikhlas saat beramal..
Namun tertimpa ujub dan sombong setelah beramal..

Ada lagi yang tertipu dengan banyaknya amal yang ia lakukan..
Lalu ia memandang remeh maksiat dan melakukannya..

Ternyata ajalnya menjemput saat ia bermaksiat..
Itu semua penyakit batin yang membinasakan..

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Sholat Mencegah Dari Perbuatan Keji dan Mungkar

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

فإن الصلاة إذا أتى بها كما أُمر ، نهته عن الفحشاء والمنكر ، وإذا لم تنهه ، دل على تضييعه لحقوقها وإن كان مطيعاً

“Sesungguhnya sholat itu apabila dilaksanakan sesuai dengan apa yang diperintahkan, maka ia akan mencegah dari perbuatan keji dan munkar.. dan apabila sholat tidak mencegah darinya maka ini menunjukkan ia melalaikan hak haknya walaupun ia orang yang taat..”

(Majmu’ Fatawa 6/22)

#selfreminder

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

KITAB FIQIH – Ada Hak Selain Zakat Dalam Harta Kita

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Zakat Fitr #3  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan..

⚉Dalam Harta Kita Ada Hak Selain Zakat

maksudnya bahwa bukan hanya zakat yang wajib dikeluarkan dari harta kita, namun juga hal-hal lain yang harus kita keluarkan untuk membantu orang-orang yang susah.

Dari Abu Musa Al Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, semoga Allah meridhoinya, ia berkata Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Berilah makan orang yang lapar dan kunjungilah (jenguklah) orang yang sakit dan bebaskanlah tawanan dari kaum muslimin..” [HR. Bukhari]

Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallahu ‘anhu, Ia berkata ketika kami berada dalam perjalanan bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam . Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berada diatas kendaraannya, lalu ia menengok kanan kiri. Melihat itu Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Siapa yang mempunyai kelebihan tempat duduk (kelebihan kendaraan, hewan), hendaklah ia memberikan kepada yang tidak punya. Siapa yang punya kelebihan perbekalan, hendaklah ia memberikan kepada orang yang tidak punya bekal..”

Lalu kata Abu Sa’id rodhiyallahu ‘anhu, beliaupun menyebutkan macam-macam harta yang lain hingga sampai-sampai kami menganggap bahwa tidak ada hak bagi seorangpun dari kami pada kelebihan hartanya..” [HR. Muslim]

Sebab kata beliau (penulis),
“Hanya mengandalkan zakat yang wajib saja terkadang tidak cukup untuk memberi makan orang-orang lapar dan membantu orang-orang susah. Maka dari itulah Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam menyuruh kita untuk membantu mereka dengan kelebihan harta kita..”

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa Ia berkata, “Pada hartamu itu ada hak selain zakat..” (HR. Ibnu Syaibah dan Abu Ubaid dan di shohihkan oleh Syaikh al-Albani rohimahullah.

Ibnu Hazm rohimahullah berkata dalam kitab Al Muhalla (jilid 6 halaman 224-229),  “Wajib atas orang kaya di setiap negri untuk membantu orang-orang fakirnya dan penguasa wajib memaksa mereka untuk itu apabila ternyata zakat itu tidak mencukupi mereka, demikian pula pada semua harta kaum muslimin.. Dengan harta itu untuk makan orang-orang fakir miskin dari makanan pokok yang harus dimakan. Demikian pula pakaian-pakaian, tempat tinggal dan yang lainnya..”

Dalilnya firman Allah (dalam surat Al Isra : 26)

‎وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

“Dan berikanlah karib kerabat itu haknya dan orang-orang miskin dan ibnu sabil..”

Allah juga berfirman dalam surat An nisa : 36

‎وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri..”

Dalam ayat ini Allah mewajibkan hak orang-orang miskin, ibnu sabil demikian pula para budak, karib kerabat dan yang lainnya. Allah mewajibkan berbuat ihsan kepada orang tua, demikian pula tetangga, karib kerabat dan yang lainnya.

Maka ini semua menunjukkan bahwa seorang muslim tidak hanya berkewajiban mengeluarkan zakat dari hartanya tapi juga Ia harus membantu orang-orang susah dari kelebihan hartanya karena demikianlah Islam.

Seorang muslim tidak diperbolehkan mementingkan dirinya sendiri dan membiarkan muslim lainnya kesusahan.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Zakat Fitr #3

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى.

PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Zakat Fitr #2  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan pembahasan kita.. fiqih.. Masih tentang Zakat Fitr

⚉ Waktu Pengeluarannya

⚉ Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa bahwa, “Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam memerintahkan mengeluarkan Zakat Fitr sebelum keluarnya manusia menuju sholat Ied..” [HR. Bukhari Muslim]

Adapun orang yang diwakilkan untuk membagi-bagikan maka boleh ia membagikannya 2 atau 3 hari sebelum Idul Fitr.

Dan kemudian beliau (penulis) menyebutkan :
⚉ Tidak Boleh Mengakhirkan Pembagian Dari Waktunya, Siapa Yang Melakukan Itu Maka Dianggap Sebagai Sedekah Biasa.

⚉ Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam mewajibkan Zakat Fitr.. Siapa yang melaksanakannya setelah sholat maka ia dianggap sedekah biasa..”

⚉ Kepada Siapa Dibagikan..?

Diberikan kepada fakir miskin.. BUKAN kepada 8 asnaf, karena 8 asnaf itu kekhususan zakat harta.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah dalam kitab Ikhtiyarot halaman 102 berkata : “Tidak boleh memberikan Zakat Fitr kecuali kepada orang yang berhak mendapatkan kafarat saja yaitu fakir miskin..”

⚉ Kenapa Demikian..?

Jawabannya :
“Karena Zakat Fitr itu sama dengan kafarat.. sedangkan kafarat itu hanya berbentuk makanan dan diberikan kepada fakir miskin saja..”

Oleh karena itu.. sebagaimana sudah kita bahas bahwa Zakat Fitr tidak boleh berbentuk uang, akan tetapi harus berbentuk makanan.

Adapun ayat yang menyebutkan (dalam surat At Taubah : 60)

‎۞ إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا

Maka itu adalah untuk zakat harta..

Adapun untuk Zakat Fitr, Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa menyebutkan bahwa Zakat Fitr itu sebagai makanan bagi orang miskin. Itu menunjukkan bahwa mustahiknya hanya 1 yaitu fakir miskin saja untuk Zakat Fitr.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

HADITS : Ucapan Ketika Ingin Memuji Seseorang

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
أَثْنَى رَجُلٌ عَلَى رَجُلٍ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ وَيْلَكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ مِرَارًا ثُمَّ قَالَ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَادِحًا أَخَاهُ لَا مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ فُلَانًا وَاللَّهُ حَسِيبُهُ وَلَا أُزَكِّي عَلَى اللَّهِ أَحَدًا أَحْسِبُهُ كَذَا وَكَذَا إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ذَلِكَ مِنْهُ

dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakrah dari bapaknya berkata,

“Ada seseorang menyanjung orang lain di hadapan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam maka Beliau berkata: “Celaka kamu, kamu telah memenggal leher sahabatmu, kamu telah memenggal leher sahabatmu..” kalimat ini diucapkan oleh Beliau berulang kali.

Kemudian Beliau bersabda: “Siapa diantara kalian yang ingin memuji saudaranya hendaklah ia mengucapkan, ‘Aku mengira si fulan demikian, dan Allahlah yang mengetahuinya, dan aku tidak menganggap suci seorangpun di hadapan Allah, aku mengira dia begini-begini..’ jika dia mengetahui tentang diri saudaranya itu..”

( HR. Bukhari )

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Balasan Bagi Orang Yang Pemaaf

Imam Adz Dzahabi rohimahullah berkata:

مسعود بن محمد الهمذاني رحمه الله
‏كان من خيار الناس وكان كثيرًا ما يصفح عن الناس بقوله : الماضي لا يُذكر
‏قيل إنّه رُؤيَ في المنام فقيل له : ما فعل الله بك قال : أوقفني بين يديه وقال لي : يا مسعود الماضي لا يُذْكَر، انطلقوا به إلى الجنّة

Mas’ud bin Muhammad Al Hamadzani rohimahullah adalah orang yang sholih. Ia selalu memaafkan manusia dan berkata, “Yang telah berlalu tidak perlu diingat..”

Setelah ia meninggal, disebutkan bahwa ada orang yang bermimpi melihatnya. Ia ditanya, “Apa yang Allah lakukan kepadamu..?”
Ia menjawab, “Aku berdiri di hadapan Allah dan (Allah) berfirman, “Hai Mas’ud, yang telah berlalu tidak perlu diingat..”
Bawalah ia ke surga..

(Tarikhul Islam 42/327)

Allah memberi balasan dengan yang setimpal..
Orang yang selalu memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain kepadanya..
Allahpun akan memaafkannya..

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL