Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Keutamaan Membaca SUBHAANALLAH Sebanyak 100 KALI

Sehari Beramal Seribu Kebaikan, Bisakah..?

Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau bersabda, Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu untuk memperoleh seribu kebaikan setiap hari..?

Maka seseorang yang duduk bertanya, Bagaimana seseorang bisa memperoleh seribu kebaikan ?’ Beliau menjawab, ‘Ia bertasbih (membaca SUBHAANALLAH) 100 kali, maka akan ditulis untuknya 1,000 kebaikan, atau dihapus darinya seribu kesalahan.’

[HR. Muslim, no. 2698]

Yuk raih minimum SERIBU KEBAIKAN setiap harinya…
.
Ini malam pun bisa kita meraihnya, in-syaa Allah…
.
Penjelasan:
.
1. Hadits di atas menunjukkan keutamaan dzikir.
.
2. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal. Ini baru kelipatan minimal dari suatu amalan. Karena kelipatannya bisa mencapai 700 kali lipat.
.
3. Huruf aw (artinya: atau) dalam hadits bisa bermakna waw (artinya: dan), artinya dengan bertasbih seratus kali akan ditulis seribu kebaikan dan dihapus seribu maksiat.
.
4. Kalau aw dimaknakan dengan ‘atau’ maknanya menjadi ada yang bertasbih ditetapkan baginya seribu kebaikan, ada juga yang dihapuskan baginya seribu kesalahan
.
5. Hendaklah seorang guru mengajarkan kepada murid-muridnya fadhilah-fadhilah suatu amalan
.
6. Sahabat begitu semangat dalam melakukan kebaikan.
.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal MSc, حفظه الله تعالى
.
Ini adalah dzikir yang tidak terikat oleh waktu dan tempat, jadi silahkan di baca kapan saja (baca soal tanya-jawab di bawah). Wallahu a’lam.
.
PERTANYAAN :
Ingin menanyakan tentang hadits tentang dzikir membaca  SUBHANALLAH 100 x mendatangkan 1000 kebaikan. Dimana disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi Wasallam bersabda :

“Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu untuk memperoleh 1000 kebaikan setiap hari ?

Apakah setiap hari ini ada pembatasan waktu bahwa dzikir membaca SUBHANALLAH ini hanya diucapkan sekali sehari ? …. Atau bolehkah kita baca beberapa kali (berulang-ulang) dalam sehari tanpa batas dengan harapan semakin banyak pahala kebaikan yang didapat dan semakin banyak kesalahan yang dihapus ?

Syukron Ustadz.

JAWABAN :
Boleh diulang lebih dari itu, karena Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tidak membatasi sama sekali. Hanya menjelaskan bahwa orang yang membaca dzikir tersebut bisa mendapatkan pahala 1000 kebaikan. Wallahu a’lam

Dijawab oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

 

IMAN Akan Mendatangkan AMAN

Jika ingin merasa AMAN, maka kuatkan IMAN. Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ

“Orang-orang yang BERIMAN dan tidak mengotori imannya dengan kezaliman (kesyirikan), mereka itulah orang-orang yang mendapatkan KEAMANAN..” [Al-An’am: 82].

Itu juga yang ditunjukkan dalam firman-Nya:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (*) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

“Ingatlah, sungguh para wali (kekasih) Allah, tidak ada KETAKUTAN sedikitpun pada mereka, dan mereka tidak akan bersedih yaitu: orang-orang yang BERIMAN dan bertaqwa..” [Yunus: 62-63]

Oleh karenanya, di saat-saat genting, hanya orang yang imannya sangat kuat yang masih tenang dan merasa aman.. Lihatlah jawaban Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- kepada sahabat Abu Bakar saat di goa Tsaur dan musuh sudah di depan mata, beliau dengan rasa aman dan tenang mengatakan:

مَا ظَنُّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا

“Apa anggapanmu wahai Abu Bakar, terhadap dua orang yang Allah adalah orang ketiganya..” [HR. Bukhari dan Muslim]

Lihat pula jawaban Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- ketika dikagetkan dari tidur beliau oleh seorang musuh yang telah menghunuskan pedangnya di hadapan beliau, dan mengatakan:

مَنْ يَمْنَعُكَ مِنِّي؟

“Siapa yang bisa menghalangiku membunuhmu..?!”

Dengan sangat tenang, beliau menjawab: “Allah..”, dan dengan jawaban ini, orang tersebut gemetar sampai pedang yang di tangannya jatuh sendiri. Lalu pedang itu diambil oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam..” [HR. Ahmad: 14929, shohih].

Lihatlah, kekuatan iman yang sangat istimewa.. oleh karenanya, mari pupuk iman dengan ilmu yang lurus dan amal yang shahih, semoga kita bisa meraihnya, amin.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

KEBAHAGIAAN

KEBAHAGIAAN.. yang merasakannya adalah HATI..

Oleh karenanya, hati menjadi KUNCI kebahagiaan seseorang.
Sayang, banyak orang salah jalan, dan mencari kebagiaan dengan memanjakan jasmaninya.

Padahal harusnya dia memperhatikan hatinya, dan untuk membahagiakan hati, sebenarnya dia HANYA membutuhkan SATU KUNCI kebahagiaan..!!

Kunci tersebut adalah: DEKATNYA dia dengan Allah ta’ala.

1️⃣ Oleh karena itulah, Allah ta’ala berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlahlah bahwa dengan ber-DZIKIR (mengingat-Ku); hati-hati akan menjadi tenang..” [Surat: Arro’d: 28]

karena dengan berdzikir mengingat Allah kita akan dekat dengan-Nya, dan kedekatan kita dengan-Nya akan menjadikan hati kita tenang dan bahagia..

2️⃣ Oleh karena itu pula, Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- mengatakan kepada sahabat tercintanya Abu Bakar, saat puncak kecemasan menghampirinya di dalam goa, sebagaimana dalam Alqur’an:

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“Janganlah BERSEDIH, karena sungguh Allah BERSAMA kita..” [Attaubah: 40]

Ya, dengan menyadari bahwa Allah bersama kita, dekat dengan kita, maka puncak kecemasan hati akan lenyap oleh kebahagiaan yg datang..

3️⃣ Oleh karena ini pula, Allah memerintahkan kepada mereka yang terkena musibah untuk mengatakan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Sungguh kami milik ALLAH, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali..” [Albaqoroh: 156]

Karena ketika kita ingat bahwa kita milik Allah, tentu kita akan merasa dekat dengan-Nya dan terhibur karenanya..

4️⃣ Oleh karenanya, ketika memerintahkan bersabar, Allah berfirman:

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Bersabarlah kalian, karena sesungguhnya Allah BERSAMA orang-orang yang bersabar..” [Al-Anfal: 46]

karena bersabar itu berat, namun rasa berat itu akan sirna dengan kebahagiaan hati karena dekatnya seseorang kepada Allah..

5️⃣ Oleh karena itu pula, hati kita merasa sangat sejuk dan bahagia, ketika kita bisa menyendiri di malam sunyi, BERSAMA Allah dalam munajat-munajat kita, sampai-sampai salah seorang ahli ibadah mengatakan:

لو يعلم الملوك وأبناء الملوك ما نحن فيه من السعادة لجالدونا عليها بالسيوف

“Seandainya para raja dan anak-anak mereka tahu KEBAHAGIAAN yang kami rasakan, tentunya mereka akan merebutnya dari kami dengan pedang-pedang mereka..”

6️⃣ Oleh karena ini pula, mereka yang baru MASUK ISLAM akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara, karena kontrasnya jarak mereka dengan Allah, antara sebelum masuk Islam dengan sesudah masuk Islam… sebelum masuk Islam dia sangat jauh dari Allah, tapi setelah masuk Islam, ia jauh lebih dekat kepada Allah.

Bahkan orang yang baru bertaubat atau mengenal sunnah, biasanya sangat bahagia sekali, karena sebelumnya dia sangat jauh dari Allah, dan setelah itu dia sangat dekat kepada Allah ta’ala.

7️⃣ Kebahagiaan itu ketika KITA semua dekat dengan KEKASIH HATI KITA… Allah yang Maha Pengasih dan Maha Mengasihi. Intinya, jika ingin bahagia, mendekatlah kepada-Nya.

Ya Allah sayangilah kami, dan ampunilah kami, karena kebodohan kami tentang-MU.. Sungguh Engkau Maha Dekat dan sudi memperkenankan do’a kami.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Perintah Sholat Lima Waktu Dalam Alqur’an

Katanya: “Dalam Alquran tidak ada perintah sholat lima waktu..!”

=====

Sungguh perkataan ini benar-benar menelanjangi orang yang mengatakannya, bahwa dirinya benar-benar minim pengetahuan tentang tafsir Quran.

Sebenarnya banyak sekali ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang dalil wajibnya sholat lima waktu, tapi karena kalau disebutkan semuanya menjadi sangat panjang, maka di sini saya sebutkan satu saja.

Allah ta’ala berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى

“Jagalah sholat-sholat kalian, (terutama) sholat wustho (asar)..” [Al-Baqarah: 238].

Di ayat ini terdapat “perintah” menjaga sholat-sholat, dan sebagaimana dalam ushul fikih; pada asalnya perintah menunjukkan “kewajiban”.

Dan yang dimaksud dengan “sholat-sholat” di ayat ini adalah “sholat lima waktu” sebagaimana disebutkan para ahli tafsir.

Sehingga maksud ayat ini adalah “kewajiban menjaga sholat lima waktu..”

Lihatlah kitab-kitab tafsir, kita akan dapati para ulama menegaskan bahwa ayat ini menjelaskan “perintah menjaga sholat lima waktu..”

⚉ Di dalam tafsir Muqatil bin Sulaiman (wafat 150 H) [jilid 1, hal 201] disebutkan:

حافِظُوا عَلَى الصَّلَواتِ الخمس فِي مواقيتها وَالصَّلاةِ الْوُسْطى يعني صلاة العصر

“Jagalah sholat LIMA waktu di waktu-waktunya, (terutama) sholat wustho, yakni sholat asar..”

⚉ Di dalam Tafsir Arrazi (w 606 H) [jilid 6, hal 482] disebutkan:

فهذه الآية دالة على وجوب الصلوات الخمسة بهذا الطريق

“Maka ayat ini menunjukkan wajibnya sholat LIMA waktu dengan cara ini..”

⚉ Di dalam tafsir Jalalain [hal: 52] disebutkan:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَات الْخَمْس بِأَدَائِهَا فِي أَوْقَاتهَا وَالصَّلَاة الْوُسْطَى

“Jagalah sholat LIMA waktu, dengan menjalankannya di waktu-waktunya, (terutama) sholat wustho-nya..”

Lihatlah, bagaimana gamblangnya penjelasan para ulama tentang “perintah sholat lima waktu” dari ayat ini.

Dan ayat-ayat seperti ini banyak dalam Alquran. Hanya orang yang buta tafsir yang mengatakan, tidak ada perintah sholat lima waktu dalam Al-Quran.

Semoga Allah memperbaiki keadaan kita semua, amin.
Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi..

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Bolehkah Mengucapkan Salam Kepada Muslimah Yang Non Mahram..?

Salam merupakan syariat yang sangat mulia, sangat besar pahalanya, dan sangat besar pengaruh baiknya.

Namun demikian, dalam keadaan tertentu bisa jadi membuka pintu fitnah (godaan), misalnya bila diucapkan kepada akhwat non mahram. Oleh karena itu, kita membutuhkan penjelasan dari para ulama bagaimana menyikapi hal ini, agar maslahat syariat Salam tidak dimanfaatkan setan untuk membuka fitnah.

Jawabannya ada pada nukilan Imam Nawawi -rohimahullah- dari Imam Abu Sa’d Al-Mutawalli -rohimahullah- berikut ini:

وإن كانت أجنبية، فإن كانت جميلة يخاف الافتتان بها لم ‏يسلم الرجل عليها، ولو سلم لم يجز لها رد الجواب، ولم تسلم هي عليه ابتداء، فإن سلمت ‏لم تستحق جوابًا، فإن أجابها، كره له.
وإن كانت عجوزًا لا يفتتن بها جاز أن تسلم على ‏الرجل، وعلى الرجل رد السلام عليها.
وإذا كانت النساء جمعًا فيسلم عليهن الرجل، أو ‏كان الرجال جمعًا كثيرًا فسلموا على المرأة الواحدة جاز، إذا لم يخف عليه، ولا عليهن، ولا ‏عليها، ولا عليهم فتنة.

“Apabila dia adalah wanita ajnabiyah (non mahram), maka :

(a) Apabila dia cantik, dan laki-lakinya khawatir terfitnah dengannya, maka yang laki-laki tidak boleh mengucapkan salam kepada dia. Bila yang laki-laki mengucapkan salam kepadanya, maka dia tidak boleh menjawabnya.

Dia juga tidak boleh memulai mengucapkan salam kepada laki-laki itu.. apabila dia mengucapkan salam, maka salamnya tidak harus dijawab. Apabila laki-laki itu menjawabnya, maka hukumnya makruh.

(b) Apabila wanita itu sudah tua, dan tidak mendatangkan fitnah, maka dia boleh mengucapkan salam kepada laki-laki, dan yang laki-laki wajib menjawab salamnya.

(c) Apabila wanitanya banyak dan bersama-sama, lalu laki-lakinya mengucapkan salam kepada mereka.. atau apabila laki-lakinya banyak dan bersama-sama, dan mereka mengucapkan salam kepada satu wanita.. maka boleh, bila tidak khawatir mendatangkan fitnah kepada laki-laki yang satu, atau wanita yang banyak, atau wanita yang satu, atau laki-laki yang banyak..”

[Al-Adzkar, hal 402]

—–

Lihatlah, bagaimana Islam sangat memperhatikan masalah fitnah ini.. agar pintu fitnah ini benar-benar tertutup rapat dan tidak menjerumuskan manusia ke dalam jurang kehinaan dan kebinasaan.

Inti penjelasan di atas adalah bahwa Salam pada asalnya disunnahkan, kecuali apabila menimbulkan fitnah, wallahu a’lam.

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat dan Allah berkahi.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Teruslah Berjuang Dan Berkarya

Kita merasa sakit dan bersedih saat mengetahui dan melihat sendiri betapa banyaknya kebatilan.. Tapi, banyak memikirkan hal itu akan membunuh semangat dan mendatangkan putus asa.

Allah Ta’ala berfirman:

فَإِنَّ ٱللَّهَ یُضِلُّ مَن یَشَاۤءُ وَیَهۡدِی مَن یَشَاۤءُۖ فَلَا تَذۡهَبۡ نَفۡسُكَ عَلَیۡهِمۡ حَسَرَ ٰ⁠تٍۚ

“Karena sesungguhnya Allah akan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan akan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan sampai engkau biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka..” [Fathir 8]

Maka, harusnya kita terus beramal dan berkarya apapun keadaannya..! Adapun hasilnya, itu kembali kepada Allah semata.

Mari terus berkarya memperjuangkan Agama Allah ta’ala.. karena Allah ta’ala.. dan dengan cahaya dari Allah ta’ala.. semoga Allah memberkahi usaha kita, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Merugi Tanpa Islam

Islam tidak memerlukan Anda.. bahkan Anda akan benar-benar merugi dan celaka tanpa Islam..!

Tentang Islam tidak memerlukan Anda, renungkan firman-Nya:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مَن یَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِینِهِۦ فَسَوۡفَ یَأۡتِی ٱللَّهُ بِقَوۡمࣲ یُحِبُّهُمۡ وَیُحِبُّونَهُۥۤ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِینَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَـٰفِرِینَ یُجَـٰهِدُونَ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ وَلَا یَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَاۤئمࣲۚ ذَ ٰ⁠لِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ یُؤۡتِیهِ مَن یَشَاۤءُۚ وَٱللَّهُ وَ ٰ⁠سِعٌ عَلِیمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman..! Bila ada dari kalian yang murtad dari agamanya, maka (sebagai gantinya) Allah akan datangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, mereka berlemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, mereka berjihad di jalan Allah, dan tidak takut kepada celaan siapa pun..” [Al-Ma’idah 54].

Adapun tentang Anda akan benar-benar merugi dan celaka tanpa Islam, maka renungkan firman-Nya:

فَمَن شَاۤءَ فَلۡیُؤۡمِن وَمَن شَاۤءَ فَلۡیَكۡفُرۡۚ إِنَّاۤ أَعۡتَدۡنَا لِلظَّـٰلِمِینَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمۡ سُرَادِقُهَاۚ وَإِن یَسۡتَغِیثُوا۟ یُغَاثُوا۟ بِمَاۤءࣲ كَٱلۡمُهۡلِ یَشۡوِی ٱلۡوُجُوهَۚ بِئۡسَ ٱلشَّرَابُ وَسَاۤءَتۡ مُرۡتَفَقًا

“Barangsiapa menghendaki (beriman), silahkan dia beriman, dan barangsiapa menghendaki (kafir), silahkan dia kafir. Sungguh Kami telah siapkan api neraka bagi orang-orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta (minuman), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek..” [Al-Kahfi 29].

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Bolehkah Mengatakan Si Fulan “Wali”..?

Syeikh Al-‘Utsaimin -rohimahullah- mengatakan,

“Semua kaum muslimin wajib menimbang amalan seseorang yang mengaku sebagai Wali dengan apa yang ada dalam Al-Kitab dan As-Sunnah. Apabila sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah, maka diharapkan dia (benar) Wali Allah.. adapun bila menyelisihi Al-Kitab dan As-Sunnah, maka (jelas) dia bukan Wali Allah.

Allah telah menyebutkan timbangan yang adil untuk mengetahui Wali-Nya, yaitu dalam firman-Nya,

ألا إن أولياء الله لا خوفٌ عليهم ولا هم يحزنون ♡ الذين آمنوا وكانوا يتقون

“Ingatlah, sesungguhnya para Wali Allah, tidak ada ketakutan sedikit pun atas mereka, dan mereka juga tidak akan bersedih, yaitu mereka yang beriman dan bertaqwa..” [Yunus: 62-63]

Maka siapa pun yang beriman dan bertaqwa, berarti dia Wali Allah. Sebaliknya siapa pun yang tidak demikian, maka dia bukan Wali Allah..

Meski demikian, kita tidak boleh memastikan orang tertentu sebagai Wali, tapi kita boleh mengatakan secara umum, “siapa saja yang beriman dan bertaqwa, maka dia adalah Wali Allah..”

[Fatawa Muhimmah, hal 83-84]
—–
Mengapa tidak boleh menilai orang lain sebagai Wali..?

Karena Allah ta’ala telah berfirman:

فَلَا تُزَكُّوۤا۟ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰۤ

“Jangan sampai kalian memuji diri kalian, (karena) Dia-lah yang lebih tahu siapakah orang yang (benar-benar) bertaqwa..” [An-Najm 32]

Ya, kalau memuji diri sendiri saja tidak boleh, padahal yang lebih tahu tentang seseorang adalah dirinya sendiri .. apalagi memuji orang lain (person tertentu) sebagai Wali..!

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Jika Engkau Ingin Selamat

Ambil akidahmu dari Alquran dan Hadits yang shahih dan pahami keduanya sesuai pemahaman Sahabat.. bukan dari orang yang pandai DEBAT dan beretorika.

=====
Imam Malik -rahimahullah- pernah mengatakan:

كُلَّمَا جَاءَنَا رَجُلٌ أَجْدَلُ مِنْ رَجُلٍ أَرَدْنَا أَنْ نَرُدَّ مَا جَاءَ بِهِ جِبْرِيلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“(Apakah) setiap kali datang kepada kita orang yang lebih pandai berdebat daripada orang lain, kita hendak menolak sesuatu yang dibawa oleh malaikat Jibril kepada Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-..?!” [Dzammul kalami wa ahlihi 5/68].

Beliau juga pernah mengatakan:

كُلَّمَا جَاءَنَا رَجُلٌ أَجْدَلُ مِنْ رَجُلٍ تَرَكْنَا مَا نَحْنُ عَلَيْهِ، إِذًا لَا نزَال فِي طَلَبِ الدِّينِ

“(Apakah) setiap kali datang kepada kita orang yang lebih pandai berdebat, kita tinggalkan keyakinan kita..?! Jika demikian, berarti kita akan selamanya dalam pencarian agama..!” [Dzammul kalami wa ahlihi 5/69].

Saudaraku.. Jika engkau ingin selamat, maka ikutilah akidahnya para sahabat Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-, sebagaimana dahulu beliau sabdakan tentang ajaran golongan yang selamat:

مَا أَنَا عَلَيْهِ وأصحابي

“Ajaran yang aku dan para sahabatku ada di atasnya..” [HR. Attirmidzi 2631, dan yang lainnya, dihasankan oleh Al-Albani].

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Berhati-Hatilah Dengan Akidahmu

Saudaraku, berhati-hatilah dengan akidahmu..
=====
Karena semakin hari, fitnah (godaan) dalam akidah semakin besar dan kuat.. semoga Allah selalu menjaga akidah kita, amin..

Dulu banyak dari kita hanya melihat kesesatan sufi dari buku dan kitab.. Sekarang, banyak dari kita melihat sendiri bagaimana kesesatan itu keluar dari lisan mereka..

Dulu sulit percaya orang yang jahil bisa sangat PD dengan kejahilannya.. sekarang, benar-benar tampak jelas di depan mata hal itu.. itulah bahayanya jahlun murakkab (jahil ++)..

Dulu kita heran “mengapa sekaliber Imam Ahmad -rahimahullah- sampai menutup telinga” ketika melewati majlis ahli bid’ah.. sekarang kita merasakan sendiri, betapa berbahayanya retorika ahli bid’ah yang sangat menyihir pendengarnya..

Sungguh benar sabda Nabi -shallallahu alaihi wasallam-:

إِنَّ مِنَ البَيَانِ لَسِحْرًا

“Sungguh, diantara retorika ada yang benar-benar (seperti) sihir..” [HR. Bukhari: 5146]

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى