Category Archives: BBG Kajian

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-7

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-6) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 7 🌼

Bahwa mereka mengagungkan seluruh perkara-perkara agama.
Maka mereka menyerukan kepada apa yang di seru oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai kemampuan.

Manhaj salaf tidak pernah meremehkan perkara masalah apapun dari urusan agama.
Adapun orang yang tidak mengikuti salaf, mereka meremehkan sebagian perkara agama dengan alasan furu’ (cabang) katanya.
Sehingga mereka menganggap bahwa masalah furu’ itu tidak perlu di besar-besarkan.

Sehingga dengan seperti itu mereka tidak menghormati masalah-masalah yang sifatnya furu’.
Masalah-masalah yang mereka anggap sepele, seperti masalah jenggot, masalah isbal dan yang lainnya.

Sedangkan PENGIKUT MANHAJ SALAF TIDAK PERNAH MEREMEHKAN MASALAH-MASALAH AGAMA SEKECIL APAPUN JUGA.

Allah Ta’ala berfirman [QS Al-Baqarah : 208] :

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

Hai orang-orang yang beriman, masuklah di dalam Islam seluruhnya.”

Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya, jilid 1 halaman 335:
Allah memerintahkan hamba-hambanya yang beriman yang membenarkan Rasulnya, agar mereka berpegang kepada seluruh tali-tali Islam dan syari’at-syari’atnya.
Dan mengamalkan seluruh perintah-perintahNya. Dan meninggalkan semia larangan-laranganNya. Selama mereka punya kemampuan.”

Allah juga berfirman [QS Al-Hajj : 32]

‎ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka itu adalah termasuk ketaqwa’an hati.

Disini Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa orang yang mengagungkan syiar-syiar Allah, itu adalah menunjukkan ketaqwaan hati. Sedangkan seluruh agama, seluruh yang Allah perintahkan dalam Alqur’an dan di perintahkan oleh Rasul, sekecil apapun itu adalah syiar Allah yang harus kita agungkan.

Allah juga berfirman [QS An-Nur : 15]

‎إِذۡ تَلَقَّوۡنَهُۥ بِأَلۡسِنَتِكُمۡ وَتَقُولُونَ بِأَفۡوَاهِكُم مَّا لَيۡسَ لَكُم بِهِۦ عِلۡمٞ وَتَحۡسَبُونَهُۥ هَيِّنٗا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٞ

Ingatlah ketika kalian mengambilnya dengan lisan-lisan kalian dan kalian mengucapkan dengan mulut-mulut kalian, apa-apa yang tidak ada padanya ilmunya dan kalian menganggap itu hina atau remeh. Padahal itu di sisi Allah besar.”

Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang meremehkan perintah-perintah Allah, syariat Allah yang mereka anggap remeh, maka ini termasuk perkara kemunafikan.

Dan berapa banyak yaa ahowat Islam, perkara-perkara yang di anggap remeh, tapi ternyata…سُبْحَانَ اللّهِ … itu tonggak kebaikkan kaum muslimin.

Contoh misalnya masalah yang berhubungan dengan takjil atau mempercepat/mempergegas berbuka puasa. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Senantiasa umatku diatas kebaikan, selama mereka bergegas berbuka puasa.”

Ini dia masalah meluruskan shaff, ternyata jika kita tidak lakukan itu menyebabkan itu hati kita bercerai berai.
Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan Hadits An-Nu’man bin Basyir raddliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎ عِبَادَ اللهِ لَتُسَوُنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوْهِكُمْ

hai hamba-hamba Allah luruskan shaff-shaff dan kalian atau Allah akan jadikan hati kalian bercerai berai.

Nah ini Ikhwatul Islam,
👉🏼 JADI KITA DI
DALAM MENDIDIK ADALAH DIDIKLAH MEREKA DALAM MENGAGUNGKAN SYARIAT-SYARIAT ALLAH SEKECIL APAPUN.
Selama itu adalah perintah Allah dan perintah Rasulnya. Kita mengagungkan Ia.
Jangan menganggap meremeh masalah yang dianggap katanya furu’ (bercabang)

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-6

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-5) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 6 🌼

Mereka memulai dakwah mereka, dengan yang dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Mereka mendahulukan apa yang di dahulukan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Maka dengan cara seperti ini sangat memungkinkan untuk menghasilkan maslahat dan menjauhi mafsadah.

Maksud beliau adalah dalam berdakwah kita hendaknya melihat mana yang lebih di dahulukan yaitu masalah TAUHIDULLAH JALLA WA ‘ALA.

Ambil sebuah contoh misalnya nasihat Luqman kepada anaknya.

Allah Ta’ala berfirman [QS. Luqman : 13]

‎وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, dimana Luqman menasehatinya. Ia berkata, ‘Hai anakku jangan kamu sekutukan Allah. Sesungguhnya kesyirikan itu adalah kedholiman yang agung.”

Maka para Rasulpun demikian, mereka memulai dakwah dari TAUHIDULLAH JALLA WA ‘ALA.

Tidak ada Rasul yang memulai dakwahnya dari ekonomi misalnya, atau dari politik misalnya……Tidak ada.
Semua Rasul berdakwah di mulai dari tauhid, menjauhkan agar manusia menjauhkan kesyirikan.

Allah berfirman: [QS Al-Anbiyaa:25]

‎وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Tidaklah kami utus seorang Rasulpun, kecuali kami wahyukan kepadanya , bahwa tidak ada ILLAH yang berhak di sembah kecuali Aku. Maka sembahlah Aku.”

Maka di dalam berdakwah, ketika TIDAK memulai dari sisi tauhid, tapi lebih misalnya mendahulukan masalah-masalah yang lain.
Ini adalah ciri dakwah yang tidak sesuai dengan manhaj para nabi.

Dan dakwah seperti ini tidak akan berdiri di atas azas yang kokoh.
Karena pondasi seseorang adalah tauhid.
Pondasi amal tauhid seseorang tidak akan beramal, kecuali apabila aqidah telah kuat di hati, menghujam di dada.
Tapi ketika aqidah itu masih lemah, maka dia tidak akan membuahkan amal.

Adanya orang-orang yang masih suka berbuat maksiat itu akibat dari pada lemahnya keimanan, lemahnya aqidah.

Maka dari itulah, ketika pondasinya telah di kuatkan, إِنْ شَاءَ اللّهُ untuk membuat diam dan yang lainnya itu lebih kokoh lagi… bi-iznillah.

Oleh karena itulah ya Akhowat Islam , semua yang mereka memulai dakwahnya dari TAUHIDULLAH, pasti Allah akan bela, Alllah akan tolong mereka.
Bahkan buah dan hasilnya akan lebih berkah.

Maka lihatlah bagaimana dakwahnya Syaikhul Islam Taimiyah, dakwahnya Syaikh Muhamammad bin Abdul Wahab dan juga para ulama-ulama yang mereka memulai dakwahnya dari TAUHIDULLAH JALLA WA ‘ALA.
Maka sangat berkah sekali dan hasilnya pun juga memberikan berbagai macam kebaikan-kebaikan.

Ya inilah ya Akhul Islam, kaidah yang ke 6 yang harus kita perhatikan di dalam masalah berdakwah yaitu memulai yang paling penting, kemudian setelahnya yang penting-penting.
Jangan sampai kita memulai yang tidak terlalu penting, lalu kita tinggalkan yang lebih penting dari itu.

Demikian pula kita dalam menuntut ilmupun juga demikian.
Kita mulai menuntut ilmu dari perkara yang paling penting terlebih dahulu.
Yaitu untuk masalah tauhid, masalah iman dan segala sesuatu yang menyempurnakan keimanan.

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah Ke-5

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-4) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 5 🌼

Bahwa dakwah yang mereka prioritaskan dan pertama kali mereka serukan adalah TAUHID

Maka dakwah tidak akan pernah sukses, dan ibadahpun tidak akan di terima kecuali dengan Tauhid.

Karena para Rasul demikian di perintahkan oleh Allah.

Allah berfirman [QS Al-Anbiyaa:25]

‎وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Tidaklah kami utus seorangpun Rasul sebelummu, kecuali Kami wahyukan kepadanya: Bahwa tidak ada Illah yang berhak di sembah kecuali Aku, maka beribadahlah kepada Ku.”

Nabi juga ketika mengirim para da’i ke negeri-negeri, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang beliau ajarkan kepada mereka supaya yang pertama kali mereka dakwahkan adalah LAA ILLAAHA ILLALLAH

Seperti dalam hadits Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus Mu’az ke Yaman, beliau bersabda:
Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum ahli kitab, maka hendaklah yang pertama kamu dakwahi adalah syahadat LAA ILLAAHA ILLALLAH

Maka dari itulah dakwah-dakwah yang tidak memulai dari tauhid, hakikatnya adalah dakwah yang membuang pokok dan azas segala sesuatu.
Makanya dakwah para Nabi dari tauhid dulu.
Karena itulah pokoknya, azasnya.
Amalnya tidak akan di terima kecuali dengan tauhid.

Bahkan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan datang kecuali dengan adanya tauhid.

Maka TAUHIDULLAH yaitu mengesakan Allah dan menjauhkan kesyirikan adalah sumber kemenangan, sumber keberkahan, sumber pertolongan, bahkan sumber berbagai macam kebahagiaan bagi seorang hamba adalah Tauhidullah Jalla Jalalu

Maka suatu dakwah yang tidak memperhatikan masalah tauhid itu adalah dakwah yang tidak sesuai dengan dakwah para nabi.

Kita lihat di zaman sekarang ada yang memulai dakwah , dan prioritas dakwahnya terlihat dalam masalah politik, yang lain bahas masalah khilafa, yang lain bahas masalah fadhail amal.
Ini semua tentunya dakwah yang tidak sesuai dengan manhaj para Rasul.

Dakwah yang haq, dakwah yang sesuai dengan manhaj para Rasul adalah dakwah yang menitik beratkan kepada masalah tauhid.
Menjadikan manusia untuk hanya mentauhidkan Allah dan menjauhkan kesyirikan.

Karena itulah perintah Allah yang teragung/ yang terbesar.
Bahkan itulah tujuan penciptaan manusia dan jin.

Allah berfirman:
Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaku saja.

Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.
Maka seorang yang beramal dengan amal apa saja, kalau ia berbuat syirik tidak akan di terima Allah.

Maka bagaimana suatu dakwah akan tegak, akan menang sementara mereka tidak peduli dengan adanya kesyirikan. Tidak berusaha untuk mengingkari kesyirikan.

👉🏼 Maka dakwah yang haq adalah dakwah yang benar-benar mengagungkan masalah tauhid.
Dakwah yang benar-benar memprioritaskan masalah Tauhid Wallahi jalla wa’ala

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silakan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Berhentilah, Wahai Pelaku Maksiat…

Wahai pelaku maksiat, berhentilah dari semua dosa dan maksiat yang dimurkai Allah…

Engkau menginginkan kenikmatan Surga, tetapi tetap bergelimang dalam kemaksiatan…
Engkau menginginkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, tetapi tetap berpindah dari satu maksiat ke maksiat yang lain…

Sampai kapan kebaikan-kebaikan tetap gersang, sedangkan keburukan-keburukan terus bersemi…?
Sampai kapan merasa acuh tak acuh, padahal telah datang ancaman siksa yang sangat keras…?
Sampai kapan engkau marah ketika dinasihati…?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إنَّ أبغضَ الكلامِ إلى اللَّهِ أن يقولَ الرَّجلُ للرجل : اتَّقِ اللَّهَ ، فيقولُ عليكَ نفسك

“Sesungguhnya ucapan yang paling dibenci Allah adalah seseorang yang ketika dikatakan kepadanya : “Bertakwalah kamu kepada Allah“, maka dia pun menjawab : “Urusi saja dirimu sendiri” (HR. An-Nasaa’i, hadits dari Abdullah bin Mas’ud, lihat ash-Shahiihah no. 2939 dan 2598)

Bukankah sekarang waktunya untuk menyesali dosa-dosa yang telah lalu…?
Bukankah sekarang waktunya bangkit dari kelalaian…?
Bukankah sekarang waktunya untuk mengagungkan Rabbul ‘izzah…?
Bukankah sekarang waktunya untuk kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah…?

Berapa banyak air mata penyesalan tertumpah di hari Kiamat, menangisi dosa-dosa yang tercatat di dalam Kitab…?
Siapakah yang akan membela saat berdiri di hari Hisab, lalu ditanyakan apa yang diperbuat…?

Sungguh aneh, bagaimana manusia bergembira, sementara maut membuntuti, kuburan menanti, Kiamat semakin mendekati, dan dihadapan Allah kelak mereka berdiri…

Alangkah kerasnya hati akibat cinta dunia, dan mengabaikan kematian…
Alangkah kerasnya hati akibat banyaknya dosa dan maksiat, serta mengabaikan akhirat…

Manusia yang hatinya lembut adalah jika hatinya merasa takut kepada Allah, hingga mereka paling sedikit dosanya dan cepat meneteskan air mata…

Jika rasa takut itu berada di dalam hati, maka ia akan membakar tempat-tempat nafsu syahwat di hati, dan akan mengusir kecintaan terhadap dunia darinya…

Ketika hasrat ibadah terasa lemah, saat taat dirasa berat, tatkala syahwat makin menguat, dan kala hati terkubur dalam futur, maka jawablah :

Relakah aku mati dalam keadaan seperti ini ?

Hitungan terakhir adalah keluarnya nyawa…
Hitungan terakhir perpisahan dengan keluarga…
Hitungan terakhir adalah masuknya ke kubur…

Bersegeralah, wahai pelaku maksiat…!

Yang tersisa tinggal beberapa hembusan nafas…
Sekiranya dia tertahan, niscaya terputuslah amalan…
Semoga Allah merahmati orang yang melihat dirinya, lantas menangis karena dosa-dosanya…

Demi Allah, barangsiapa tidak mendapatkan rahmat, maka tempatnya adalah adzab Allah…
Demi Allah, barangsiapa tidak mendapatkan ampunan, maka tempatnya adalah adzab Allah…
Demi Allah, barangsiapa tidak mendapatkan Surga, maka tempatnya adalah Neraka Allah…

Ustadz Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى 

Do’a Kala Dilanda Kesedihan #1

Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) : DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A…

ALLAAHUMMA INNII ‘ABDUK,
WABNU ‘ABDIK.. WABNU AMATIK,
NAASHIYATII BIYADIK,
MAADHIN FIYYA HUKMUK,
‘ADLUN FIYYA QODHOO-UK,
AS-ALUKA BIKUL-LISMIN HUWA LAK,
SAMMAYTA BIHI NAFSAK,
AW ANZAL-TAHU FII KITAABIK,
AW ‘ALLAMTAHU AHADAN MIN KHOLQIK,
AWIS TA’-TSARTA BIHI FII ‘ILMIL GHOIBI ‘INDAK,
AN TAJ’ALAL QUR’AANA ROBII’A QOLBII
WANUURO SHODRII
WAJALAA-A HUZNII
WA DZAHAABA HAMMII

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku.”

Do’a di atas didasarkan pada hadits dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallah ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdo’a (dengan do’a di atas) . . . melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan.

Ibnu Mas’ud berkata, “Ada yang bertanya, Ya Rosulallah, bolehkah kita mempelajarinya ?’ Beliau menjawab, Ya, sudah sepatutnya orang yang mendengarnya untuk mempelajarinya‘.

(HR. Ahmad dalam Musnadnya I/391, 452, Al-Hakim dalam Mustadraknya I/509, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya VII/47, Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2372, Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir no. 10198 –dari Maktabah Syamilah-. Hadits ini telah dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim, keduanya banyak menyebutkannya dalam kitab-kitab mereka. Juga dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Takhriij Al-Adzkaar dan dishahihkan oleh Al-Albani  dalam al-Kalim al Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Shahihah no. 199.)

Jangan Tinggalkan Do’a Ini Di Akhir Sholat…

Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A…

da250915-2108

DAFTAR KOMPLIT – Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

Berikut ini adalah kumpulan berbagai artikel terkait ibadah Do’a.

Selamat menyimak dan mengamalkannya…  Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

    1. Hakikat Do’a
    2. Adab # 1 – Benar-Benar Men-TAUHID-kan Allah
    3. Adab # 2 – Berdo’a Dalam Hal-Hal Yang Di Syari’atkan
    4. Adab # 3 – Yakin Bahwa Hanya Allah Yang Meng-IJABAH Doa
    5. Adab # 4 – Terpenuhinya DUA Syarat Ini
    6. Adab # 5 – Terus Ber-DO’A
    7. Adab # 6 – Makanan, Minuman dan Rezeki Yang Halal
    8. Adab # 7 – Tidak Maksiat Kepada Allah
    9. Adab # 8 – Isi Doa Tidak Berlebih-Lebihan
    10. Adab # 9 – Tidak Tergesa-Gesa Ingin Do’a Segera Di Kabulkan
    11. Adab # 10 – Awali Do’a Dengan Memuji Allah dan Ber-Sholawat Baik Di Luar Maupun Dalam Sholat
    12. Adab # 11 – Yakin Bahwa Do’a Akan Di Kabulkan Oleh Allah
    13. Adab (12-13) # 14 – Berusaha Mengambil Martabat Yang Paling Sempurna Dalam Ber-DO’A
    14. Adab # 15 – Do’a Untuk Diri Sendiri Baru Kemudian Do’a Untuk Orang Lain
    15. Adab # 16 – Beriman Bahwa Manfa’at dan Mudhorot Hanya Dari Allah
    16. Adab # 17 – Dibolehkan Bertawassul Dengan TIGA Hal Ini
    17. Adab # 18 – DO’A Yang Mudah Namun Sarat Isinya
    18. Adab # 19 – Menyebut Nama Allah Di Akhir D’oa
    19. Adab # 20 – Suci Dari Najis dan Hadats
    20. Adab # 21 – Berdo’a Di Tempat Yang Suci Dari Najis
    21. Adab # 22 – Memakai Pakaian Yang Bagus
    22. Adab # 23 – Tidak Berdo’a Seperti Sajak
    23. Adab # 24 – Mengangkat Tangan
    24. Adab # 25 – Memperlihatkan Kebutuhan Kepada Allah
    25. Adab # 26 – Tetap Berdo’a Saat Senang
    26. Adab (27-28) # 29 – Sabar dan Jangan Bosan Berdo’a
    27. Adab (30-31) # 32 – Berbaik Sangka Kepada Allah dan Yakin Allah Akan Kabulkan Do’a Kita
    28. Keutamaan Berdo’a Dengan Nama Allah ‘Al Hayyu’ Dan ‘Al Qoyyuum’
    29. Dua Perkara Penting Untuk Dipahami Ketika Berdo’a
    30. Diantara Do’a Dan Dzikir Ketika Mengalami Kesedihan Dan Kesulitan
    31. Ada Apa Dengan ‘DO’A BERBUKA PUASA’ Yang Populer Di Masyarakat..? 
    32. Adab PAKAIAN Saat Berdo’a
    33. Adakah Dalil Mengusap Wajah Setelah Do’a..? 
    34. Agar Terhindar Dari Ikhtilaf Para Ulama Tentang Membaca Do’a Dari Al Qur’an Dalam Sujud
    35. Amalan Bagi Pasutri Yang Tidak Memiliki Anak Untuk Mendo’akan Mereka
    36. Amalan Yang Paling Utama
    37. Apa Hukumnya Do’a dan Dzikir Tanpa Wudhu..?
    38. Apakah Berdosa dan Diterima Do’anya Seorang Istri Yang Suaminya Berpenghasilan Haram..?
    39. Apakah Do’a Dikhususkan Di Sujud Terakhir Saja..?
    40. Apakah Do’a Setelah Wudhu Mengangkat Tangan..?
    41. Apakah Perlu Merubah Dhomir (Kata Gabnti Orang) Dalam Bacaan Do’a Untuk Mayat Wanita dan Pria…?
    42. Bagaimana Caranya Agar Hati Bisa IKHLAS Terus..? Adakah Do’anya..?
    43. Bagaimana Isi ‘KHUTBAH NIKAH’ Yang Sebenarnya..? Dan Kapan Dilakukannya..?
    44. Berharap Do’a Dari Orang Yang Kita Beri Hadiah
    45. Boleh Memilih Bila Ada Contoh Beberapa Do’a Untuk Suatu Amalan
    46. Bolehkah Do’a Yang Biasa Dibaca Dalam Sholat Dibaca Diluar Sholat…?
    47. Bolehkah Dzikir Saat Menjalankan Aktifitas Harian..?
    48. Bolehkah Membaca Sayyidul Istighfar Saat Do’a Dalam Sujud..?
    49. Bolehkah Meminta Do’a Orangtua..?
    50. Bolehkah Merutinkan Do’a Yang Tidak Berasal Dari Al Qur’an dan Hadits..?
    51. Bolehkah Seseorang Berdo’a Dengan Do’a Yang Tidak Ada Dalilnya Dalam Al Qur’an dan Hadits …?
    52. Buku Kumpulan Do’a Yang Direkomendasi
    53. Dilarang Berdo’a Dalam Keadaan Marah Kepada Allah
    54. Do’a Ayah Bagi Anak Laki-lakinya
    55. Do’a Berlindung Dari Kesyirikan
    56. Do’a Di Sujud Terakhir dan Siapakah Yang Diperbolehkan Berdo’a Dalam Bahasa Lain Selain Arab..?
    57. Do’a Kala Dilanda Kesedihan #1
    58. Do’a Kala Dilanda Kesedihan #2
    59. Do’a Ketika Menghadapi Kesulitan
    60. Do’a Meminta Jodoh Bagi Pria dan Wanita 
    61. Do’a Memohon Cinta Allah
    62. Do’a Memohon Kemudahan
    63. Do’a Memohon Kepada Allah Agar Kerinduan Bertemu Allah Dilandasi Oleh Cinta Yang Tulus Kepada-Nya
    64. Do’a Memohon Perlindungan Dari Do’a Yang Tidak Dikabulkan
    65. Do’a Memohon Perlindungan Dari Pikun
    66. Do’a Memohon Perlindungan Dari Keburukan
    67. Do’a Menghadapi Kesulitan
    68. Do’a Perbaiki Urusan Agama, Dunia Dan Akhirat
    69. Do’a Perlindungan Untuk Anak Kecil Dan Untuk Diri Sendiri
    70. Do’a Saat Menjenguk Orang Sakit
    71. Do’a Yang Dibaca Khotib KETIKA Sedang Khutbah Jum’at
    72. DUA Do’a Yang Kita Baca Di Setiap Akhir Sholat (sebelum salam)
    73. DUA Lafazh Pujian Kepada Allah Sebelum Berdo’a
    74. Dzikir dan Do’a Pada Asalnya Tidak Dikeraskan
    75. Haram Berdo’a atau Berdzikir Sebelum Melakukan Perbuatan Maksiat
    76. HARAM Mendo’akan Ampunan Dosa Bagi Orang Kafir dan Musyrik
    77. Haruskah Kita Menghadap Kiblat Ketika Berdo’a..?
    78. Hikmah Dibalik Tertundanya Pengabulan Do’a
    79. Ibadah Apa Yang Lebih Utama Dilakukan Saat Berada Di 1/3 Malam Terakhir..? 
    80. Jangan Merubah Isi Do’a
    81. Keutamaan Mendo’akan Orangtua Di Bulan Ramadhan
    82. Jangan Tinggalkan Do’a Ini Di Akhir Sholat
    83. Membaca Sholawat Saat Berdo’a
    84. Membiasakan Diri Untuk Mendo’akan Kebaikan Bagi Sesama Muslim
    85. Mengapa Mendo’akan Kebaikan Untuk Pemimpin Muslim..?
    86. Mutiara Do’a Malam LAYLATUL QODR
    87. Niat Do’a Yang Tinggi Nilainya Di Sisi ALLAH
    88. Penghalang Dikabulkannya DO’A
    89. Penjelasan Hadits Tentang Sahabat Yang Menjadikan Seluruh Isi Do’anya Sholawat
    90. Saat Hendak Berdo’a Dalam Sujud Apakah Tetap Membaca Sholawat..?
    91. Salah Satu Contoh Memuji Allah Sebelum Berdo’a
    92. Seluruh Do’a Termasuk Do’a Dalam Sujud, Apakah Itu Amalan Lisan Atau Hati..?
    93. Sering Terlintas Di Hati… Do’a Saya Diterima Gak Ya…?
    94. Sekali Lagi… Tentang Ber-Do’a Setelah Sholat Wajib
    95. Tentang DO’A Sebelum Salam
    96. TIGA Perkara Penting Untuk Diingat Agar Kita Langgeng Dalam Berdo’a
    97. TIPS Menggunakan Waktu 1/3 Malam Terakhir Bagi Wanita Haidh
    98. daftar artikel akan terus bertambah… insyaa Allah… silahkan cek kembali dari waktu ke waktu..

 

 

 

KTT DO’A : Seluruh Do’a Termasuk Do’a Dalam Sujud, Apakah Itu Amalan Lisan Atau Hati..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

da181214-0000
da170417-1719