Category Archives: BBG Kajian

Jangan Merasa Aman Dari Fitnah

Jubair bin Nufair rohimahullah berkata,

“Aku masuk ke rumah Abud Darda rodhiyallahu ‘anhu di Himsh. Ternyata beliau sedang sholat. Setelah tasyahhud akhir beliau berlindung dari kemunafikan..

Setelah selesai sholat, aku berkata, “Wahai Abud Darda bagaimana mungkin engkau akan munafik..?”

Abud Darda rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Ya Allah aku memohon ampunan-Mu (3x). Tidak akan aman dari bala (fitnah) orang yang merasa aman darinya. Demi Allah, ada orang yang tertimpa fitnah dalam sesaat hingga ia meninggalkan agamanya..”

(Kitab An Nifaq – karya Al Faryabi)

Sungguh naif orang yang merasa imannya telah kuat..
Lalu ia merasa aman dari fitnah..

Ia pun mendatangi tempat-tempat yang banyak fitnah..
Atau situs situs fitnah..
Tak terasa syubhat itu telah merusak hati dan keimanannya..

Ingatlah.. nila setitik dapat merusak susu sebelanga..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Tahukah Kamu Kemana Matahari Itu Pergi..?

Dari Abu Dzarr rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

وعَنْ أَبِي ذَر رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ، يَوْما: “أَتَدْرُونَ أَيْنَ تَذْهَبُ هذِهِ الشَّمْسُ؟” قَالُوا: اللّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: “إِنَّ هذِهِ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَىٰ مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ الْعَرْشِ، فَتَخِرُّ سَاجِدَةً. فَلاَ تَزَالُ كَذٰلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا: ارْتَفِعِي، ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ، فَتَرْجِعُ. فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلعِهَا، ثُمَّ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ الْعَرْشِ، فَتَخِرُّ سَاجِدَةً. وَلاَ تَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا: ارْتَفِعِي، ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ، فَتَرْجِعُ. فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلِعِهَا. ثُمَّ تَجْرِي لاَ يَسْتَنْكِرُ النَّاسُ مِنْهَا شَيْئا حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا ذَاكَ، تَحْتَ الْعَرْشِ. فَيُقَالُ لَهَا: ارْتَفِعِي، أَصْبِحِي طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِكِ. فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِهَا”. فَقَالَ رَسُولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: “أَتَدْرُونَ مَتَى ذَاكُمْ؟ ذَلِكَ حِينَ ﴿ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ﴾.

“Suatu hari Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahukah kalian kemana matahari itu pergi..?

Mereka berkata, “Allah dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui..”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya ia pergi menuju tempatnya di bawah ‘Arsy. Lalu ia sujud, dan ia terus sujud sampai dikatakan, “Bangkitlah dan terbitlah dari arah kamu biasa terbit..” maka iapun terbit dari tempat terbitnya (dari timur)..

Kemudian ia berlari seperti biasa dan manusia pun tidak menganggapnya aneh hingga tempatnya di bawah ‘Arsy.. lalu dikatakan kepadanya, “Terbitlah dari barat..!” maka ia terbit dari barat..”

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahukah kalian kapan itu terjadi..? yaitu saat keimanan sudah tidak ada manfaatnya lagi bagi yang sebelumnya tidak beriman. Tidak pula kebaikan yang ia amalkan..”

(HR. Muslim)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Apakah Ada Tidur Di Alam Kubur..?

Pertanyaan ini datang, karena ada yang mengatakan bahwa di alam kubur tidak ada tidur.

Alasannya: karena yang ada di alam kubur hanya nikmat atau adzab. Dan karena nama alam itu adalah “hayah barzakhiyyah” (kehidupan barzakh), sehingga tidak ada tidur di alam itu.

JAWABAN:
Ada beberapa jawaban untuk masalah ini:

1. Bila kita melihat dalil-dalil yang shohih, maka ada beberapa dalil yang menunjukkan bahwa di alam kubur itu ada tidur. Diantaranya:

A. Firman Allah Ta’ala tentang orang yang mendustakan hari akhir:

‎يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا

“Celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)..?!”

[QS. Yasin: 52]
__

● Imam Thobari rohimahullah ketika menafsiri ayat ini mengatakan:

‎قال هؤلاء المشركون لما نفخ في الصور نفخة البعث لموقف القيامة فردت أرواحهم إلى أجسامهم، وذلك بعد نومة ناموها

“Kata-kata itu dikatakan oleh kaum musyrikin ketika sangkakala ditiup untuk kebangkitan makhluk menuju padang mahsyar, maka ruh-ruh mereka dikembalikan ke jasad-jasad mereka, dan itu terjadi setelah tidur yang mereka lakukan..”

[Tafsir Thobari 20/531]
__

● Syeikh Assi’di rohimahullah juga menyampaikan hal yang senada dengan ini:

‎أي: من رقدتنا في القبور، لأنه ورد في بعض الأحاديث، أن لأهل القبور رقدة قبيل النفخ في الصور

“Maksudnya: (siapa yang membangkitkan kami) dari tidur kami di alam kubur..?!, karena telah datang dalam sebagian hadits, bahwa para ahli kubur itu memiliki masa tidur sebelum sangkakala ditiup..”

[Tafsir Assi’di 697]
__

B. Sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam tentang perkataan malaikat Munkar dan Nakir kepada ruh seorang mukmin setelah selesai menjalani fitnah kubur dengan baik:

‎نم كنومة العروس الذي لا يوقظه إلا أحب أهله إليه، حتى يبعثه الله من مضجعه ذلك

“Tidurlah seperti tidurnya pengantin baru, yang tidak ada yang berani membangunkannya kecuali keluarga yang paling dia cintai, sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya itu..”

[HR. Attirmidzi: 1071, Hasan]
__

C. Perkataan sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu tentang ruh orang mukmin di alam kubur:

‎فيقال: انظر إلى مقعدك، ثم يتبعه نوم كأنما كانت رقدة

“Lalu dikatakan kepadanya: ‘lihatlah kepada tempatmu (di surga) itu’. Kemudian ia tertidur, dan seakan-akan ia hanya tidur sejenak..”

Sedangkan tentang ruh musuh Allah, sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu mengatakan:

‎ثم يقال له : نم كما ينام المنهوش .. الذي تنهشه الدواب والحيات

“Kemudian dikatakan kepadanya: ‘tidurlah seperti tidurnya orang yang manhusy’ .. yakni tidurnya orang yang digigiti banyak hewan dan ular..”

[HR. Albazzar dalam Musnadnya 9760, dan Abdullah bin Ahmad dalam Assunnah 1446, dengan sanad yang Hasan]
__

2. Adapun perkataan bahwa di alam kubur itu yang ada hanya nikmat atau azab saja, maka ini tidak menafikan adanya masa tidur untuk ahli kubur, karena seseorang tetap bisa merasakan nikmat atau azab, meski dia dalam tidurnya.

3. Adapun alam kubur disebut “kehidupan barzakh”, maka ini juga tidak menafikan adanya masa tidur untuk ahli kubur.

Hal ini sebagaimana “kehidupan dunia”, tetap ada masa tidur meski namanya “kehidupan dunia.”

Demikian, wallahu ta’ala a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 142 – 143 – 144

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

142.

143.

144.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Lebih Tersembunyi Dari Langkah Semut

Syaikh Muhammad Attamimi rohimahullah berkata,

الشرك قد يقع ممن هو أعلم الناس
‏وأصلحهم وهو لا يدري،
‏كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
‏”الشرك أخفى من دبيب النمل”

“Kesyirikan bisa terjadi kepada orang yang paling berilmu dalam keadaan ia tidak tahu. Sebagaimana sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, “Syirik itu lebih tersembunyi dari langkah semut..”

(Al Jawahir Al Mudhiah, 23)

Para nabi khawatir dirinya jatuh kepada kesyirikan..
Mereka berlindung kepada Allah darinya..

Karena hati itu mudah berubah ubah..
Maka janganlah kita merasa aman dari syirik..
Walaupun kita telah mempelajari tauhid bertahun-tahun lamanya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Kebiasaan Mengganggu Orang Yang Sedang Sholat

Di berbagai masjid, ada orang orang yang berdzikir atau membaca Al Qur’an dengan suara keras bahkan dengan pengeras suara, di saat ada orang lain yang sedang sholat sunnah atau sholat fardhu.

Tentu suara yang keras dapat mengganggu orang-orang yang sedang sholat tersebut.

Abu Sa’iid rodhiallahu ‘anhu mengisahkan bahwa di saat Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam sedang beri’tikaf di masjid, beliau shollallahu ‘alayhi wasallam mendengar sebagian sahabat mengeraskan bacaan (Al-Qur’an)-nya.

Mendengar bacaan mereka yang keras, beliau shollallahu ‘alayhi wasallam membuka tirai seraya bersabda,

أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ، أَوْ قَالَ: فِي الصَّلَاةِ

“Ketahuilah, sesungguhnya kalian semua tengah bermunajat dengan Robbnya. Oleh karena itu janganlah sebagian dari kalian mengganggu konsentrasi sebagian yang lain, dan jangan pula kalian saling mengeraskan suara bacaannya (Al-Qur’an – atau beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : bacaan dalam sholatnya’..)” [Ahmad dan Abu Daawud]

Kasus ini berkaitan dengan sesama orang yang sedang sholat..

Bagaimana bila yang mengeraskan suaranya adalah orang yang berdzikir bukan sedang sholat, atau mambaca al Qur’an di luar sholat, tanpa peduli dengan saudara-saudaranya yang sedang sholat..?

Semoga mencerahkan.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tidak Merasa Aman

Tidak adanya Indzar (peringatan adzab) tidak berarti adzab itu tidak ada atau tidak datang, karena hal itu bisa jadi merupakan istidroj dari Allah ta’ala, Allah menunda adzab bagi manusia atas maksiat mereka.

{ وَٱلَّذِینَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔایَـٰتِنَا سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَیۡثُ لَا یَعۡلَمُونَ }

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui..”
[ Qs. Al-A’raf : 182 ]

Jangan merasa aman dari makar Allah ta’ala, karena Allah berfirman:

{ أَفَأَمِنُوا۟ مَكۡرَ ٱللَّهِۚ فَلَا یَأۡمَنُ مَكۡرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡخَـٰسِرُونَ }

“Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi..” [ Qs. Al-A’raf:99 ]

Semoga kita tidak lengah, dan tidak menyepelekan perkara maksiat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi Lc, حفظه الله تعالى

Lebih Berat Dari Dosa Besar

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

الرِيَاءُ ، والعُجبُّ ، والكِبرُ ، والفَخرُ ، والخُيَلاءُ ، والقُنوطُ مِن رَحمةِ اللهِ ، واليَأسُ مِن رُوحِ اللهِ ، والأمنُ مِن مَكرِ اللهِ ، والفَرحُ والسرُورُ بِأذَى المُسلمِين ، والشَمَاتةُ بِمُصِيبَتِهم ، ومَحبَةُ أن تَشِيعَ الفَاحِشَةَ فِيهم ، وحَسدُهم عَلى مَا آتاهُم اللهُ مِن فَضلهِ ، وتَمنِي زَوالُ ذلِكَ عَنهُم أشدُّ تَحرِيمًا مِن الزِنَا ، وشُربِّ الخَمرِ ، وغَيرُهمَا مِن الكَبَائِر الظَاهِرَة ، ولا صَلاحُ للقَلب ، ولا للجَسَدِ إلا بِاجتنَابِهَا ، والتَوبَةُ مِنهَا ؛ وإلا فَهو قَلبٌ فَاسِد .

– riya,
– ujub,
– sombong,
– angkuh,
– putus asa dari rahmat Allah,
– merasa aman dari makar Allah,
– gembira dengan menyakiti kaum muslimin,
– senang ketika kaum muslimin ditimpa musibah,
– merasa suka perbuatan maksiat tersebar pada kaum muslimin,
– dengki kepada nikmat yang diberikan kepada kaum muslimin dan berharap nikmat itu hilang dari mereka,

(semua ini) lebih haram dari dosa zina, minum arak dan dosa-dosa besar lainnya yang tampak.

Hati dan jasad tidak mungkin menjadi lurus kecuali dengan menjauhinya dan bertaubat darinya. Jika tidak maka hatinya rusak.

( Madaarijus Saalikin 402/1 )

📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 139 – 140 – 141

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

139.

140.

141.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Allah Yang Memberi Rezeki

Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ ، اتَّقُوا اللهَ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا ، وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا ، فَاتَّقُوا اللهَ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ.

“Wahai manusia bertakwalah kepada Allah, dan perbaguslah dalam mencari rezeki, karena jiwa tidak akan meninggal hingga sempurna rezekinya walaupun lambat datangnya..

Bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencarinya.. ambil yang halal dan tinggalkan yang haram..”

[ HR Ibnu Majah ]

Ketakutan dengan rezeki masa depan..
Bukanlah sifat mukmin yang bertawakal..

Karena mukmin itu yakin bahwa yang memberi rezeki adalah Allah..
Bukan ijazah, bukan skil dan kemampuan, bukan perusahaan..

Kewajiban kita hanya berusaha..
Sedangkan hasilnya serahkan kepada Allah Azza wa Jalla..

Ditulis oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى