Category Archives: BBG Kajian

Seandainya Merayakan Maulid Itu Suatu KEBAIKAN

Syaikh Al Albani rohimahullahu ta’ala berkata,

Seandainya “itu” (merayakan maulid) adalah kebaikan, tentunya para salafush shalih telah mengetahuinya, (karena) mereka LEBIH BERILMU daripada kita.

Dan mereka itu LEBIH SEMANGAT IBADAHNYA daripada kita. Seandainya mereka tahu “itu” kebaikan, tentu mereka telah melakukannya, tidak akan mereka menjauhinya dan meninggalkannya..”

( Al Huda wan Nuur / 94 )

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menjadi Yang Terdepan Bila..

Kita akan menjadi orang yang TERDEPAN dalam Maulid, bila kita dapatkan:

– Satu saja hadits shahih yang menjelaskan keutamaan tanggal 12 Rabi’ul Awal.

– Satu saja hadits shahih yang menjelaskan keutamaan amalan Maulid.

– Satu saja atsar shahih yang menjelaskan bahwa Sahabat Abu Bakar, atau Umar, atau Ustman, atau Ali, atau sahabat lainnya -radhiallahu ‘anhum- pernah merayakannya.

– Satu saja riwayat shahih yang menjelaskan ada satu saja dari generasi tabi’in dan tabi’ut tabi’in yang merayakannya.

– Satu saja riwayat sahih dari Imam Empat yang menjelaskan tentang keutamaan Maulid.

Kalau ada yang bisa menemukan SATU SAJA riwayat SAHIH tentang salah satu perkara di atas, kita akan menjadi orang yang terdepan dalam amalan itu.

Ingat, tidak mungkin kita bisa lebih dari mereka:
– dalam ilmu agama.
– dalam semangat beribadah.
– dan dalam mencintai Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam.

[Disarikan dari tulisan Sy Shalih Sindi -hafizhahullah-]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 118 – 119 – 120

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

118.

119.

120.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 121 – 122 – 123
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 115 – 116 – 117

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

115.

116.

117.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 118 – 119 – 120
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Seuntai Nasihat

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

‎تدبير الحق عز وجل لك خير من تدبيرك ، وقد يمنعك ما تهوىٰ ابتلاء ، ليبلو صبرك ، فأره الصبر الجميل ، تر عن قرب ما يسر

“Rencana Allah padamu lebih baik dari rencanamu.. terkadang Allah menghalangi rencanamu untuk menguji kesabaranmu..

maka perlihatkanlah kepada-Nya kesabaran yang indah. Tak lama kamu akan melihat sesuatu yang menggembirakanmu..”

(Shaidul Khathir 1/205)

Kita hanya bisa berencana..
Tapi Allah lah yang menentukan..

Maka janganlah terlalu berharap kepada rencana kita..
Tapi berharaplah yang terbaik di sisi-Nya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Dua Macam Ilmu

Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata,

العلم علمان:
‏علم في القلب، وعلم على اللسان
‏فعلم القلب هو العلم النافع
‏وعلم اللسان حجة الله على عباده

“Ilmu itu ada dua macam:
– ilmu yang masuk ke hati, dan
– ilmu yang sebatas di lisan..

Adapun ilmu yang masuk ke hati adalah ilmu yang bermanfaat, dan adapun ilmu yang sebatas di lisan maka itu adalah hujjah Allah atas hamba-hambaNya..”

(Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah 13/235)

Ilmu yang masuk ke hati dan menimbulkan rasa takut kepada Allah..
Lalu menimbulkan amal sholih dan ketakwaan..
Itulah ilmu yang bermanfaat..

Adapun ilmu yang sebatas di lisan..
Hanya pandai menyampaikan dan membawakan banyak riwayat..
Namun tidak menimbulkan rasa takut kepada Allah..
Tidak pula menimbulkan amal sholih..
Adalah ilmu yang tidak bermanfaat dan menjadi kebinasaan untuknya kelak..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 112 – 113 – 114

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

112.

113.

114.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 115 – 116 – 117
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Senantiasa Berniat Kepada Kebaikan

Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar menulis surat kepada ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz, rohimahumullah,

*”فإن نويت الحقّ وأردته أعانك الله عليه، وأتاح لك عمالاً، وأتاك بهم من حيث لاتحتسب، فإن عون الله على قدر النيّة، فمن تمت نيته في الخير تم عون الله له، ومن قصرت نيته قصر من العون بقدر ما قصر منه. والسلام”*

“Apabila kamu berniat kebenaran dan menginginkannya, maka Allah akan membantumu kepada kebenaran tsb dan memberimu orang-orang yang akan membantumu kepada kebenaran tsb, karena bantuan Allah itu sesuai niatmu..

Siapa yang berniat kepada kebaikan maka Allah akan membantunya, dan siapa yang kurang niatnya kepada kebaikan maka berkurang juga bantuan Allah sesuai kekurangan niatnya..”

[ Az Zuhd Lil Ahmad bin Hanbal ]

Menjaga niat adalah perkara yang tak mudah..
Namun pengaruhnya amat besar dalam kehidupan..

Seseorang akan berbuat sesuai dengan niatnya..

Siapa yang niatnya lurus maka akan menimbulkan perbuatan yang baik..
Sebaliknya perbuatan-perbuatan yang buruk, adalah akibat dari niat-niat yang buruk..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Meratapi Dunia

Berkata Ibnu Muflih Al-Hambali -semoga Allah merahmatinya-dalam kitabnya al-Aadab As-Syariyyah :

من عجيب
ما رأيت ونقدت من أحوال النَّاس : كثرة ما ناحوا على خراب الدِّيار ، وموت الأقارب والأسلاف ، والتَّحسُّر على قلة الأرزاق ، وذمِّ الزَّمان وأهله ، وذكر نكد العيش فيه ، والحديث عن غلاء اﻷسعار ، وجور الحكام ، وقد رأوا من انهدام الإسلام ، والبعد عن المساجد ، وموت السُّنن ، وتفشي البدع ، وارتكاب المعاصي، فلا أجد منهم من ناح على دينه ، ولا بكى على تقصيره ، ولا آسى على فائت دهره ، وما أرى لذلك سببا إلاَّ قلَّة مبالاتهم بدين اﻹسلام ، وعظم الدُّنيا في عيونهم».
باالله_عليكم_أليس_هذا_
حال_أهل_زماننا.
• المصدر: [الآداب الشَّرعية) (240/3)

“Hal aneh yang kulihat dan ku kritisi dari kondisi manusia sekarang, yaitu banyaknya orang-orang yang meratapi petaka yang menghancurkan negeri-negeri..
kematian yang melanda kaum kerabat dan nenek moyang..
Keluhan rezeki yang merosot..
Menghujat zaman dan orang-orang yang hidup padanya..
Kegalauan karena susahnya penghidupan..
Perbincangan seputar naiknya harga barang kebutuhan..
Upatan atas kezaliman penguasa..

Tapi tak kulihat adanya orang yang meratap atas runtuhnya Islam..
Jauhnya manusia dari masjid-masjid..
Matinya sunnah-sunnah Nabi..
Tersebarnya berbagai bid’ah..
Merajalelanya kemaksiatan..

Tak kutemukan orang yang meratapi perkara agamanya yang hilang..
Menangisi diri atas kemalasannya beramal..
Merasa menyesal atas amalan-amalan yang terluput..
Habis digilas roda zaman..

Kusimpulkan bahwa itu terjadi karena tidak perdulinya mereka terhadap Islam..
Dan karena besarnya dunia di mata mereka..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Akibat Beban Dosa

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

وإذا ثَقُل الظهر بالأوزار منع القلب من السير إلى الله، والجوارح من النهوض في طاعته، وكيف يقطع مسافة السفر مُثْقل بالحمل على ظهره؟! وكيف ينهض إلى الله قلب قد أثقلته الأوزار؟! فلو وضعت عنه أوزاره لنهض وطار شوقا إلى ربه، ولانقلب عسره یسرا.

“Punggung yang berat dengan menanggung dosa, menghalangi perjalanan hati menuju Allah, dan membebani badan untuk mentaati-Nya..

Orang yang membawa beban yang amat berat bagaimana mungkin dapat menyelesaikan perjalanannya..?!

Jika ia meletakkan beban-beban dosa dari dirinya, tentu hatipun akan terbang penuh rindu kepada Rabbnya. Dan kesulitanpun berubah menjadi ringan..” (Bada’i Tafsir 3/223)

Saat hati berat kepada ketaatan..
Itu akibat ia menanggung beban dosa..
Sehingga membuat langkahnya tertatih..
Bahkan terhenti tak mampu melanjutkan perjalanan..

Demikianlah kelak di hari akherat..
Ia akan membawa dosa dosanya itu di punggungnya..

Allah Ta’ala berfirman,

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu..!” sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu..” (Al-An’am – 31)

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL