Category Archives: BBG Kajian

MUTIARA SALAF : Meratapi Dunia

Berkata Ibnu Muflih Al-Hambali -semoga Allah merahmatinya-dalam kitabnya al-Aadab As-Syariyyah :

من عجيب
ما رأيت ونقدت من أحوال النَّاس : كثرة ما ناحوا على خراب الدِّيار ، وموت الأقارب والأسلاف ، والتَّحسُّر على قلة الأرزاق ، وذمِّ الزَّمان وأهله ، وذكر نكد العيش فيه ، والحديث عن غلاء اﻷسعار ، وجور الحكام ، وقد رأوا من انهدام الإسلام ، والبعد عن المساجد ، وموت السُّنن ، وتفشي البدع ، وارتكاب المعاصي، فلا أجد منهم من ناح على دينه ، ولا بكى على تقصيره ، ولا آسى على فائت دهره ، وما أرى لذلك سببا إلاَّ قلَّة مبالاتهم بدين اﻹسلام ، وعظم الدُّنيا في عيونهم».
باالله_عليكم_أليس_هذا_
حال_أهل_زماننا.
• المصدر: [الآداب الشَّرعية) (240/3)

“Hal aneh yang kulihat dan ku kritisi dari kondisi manusia sekarang, yaitu banyaknya orang-orang yang meratapi petaka yang menghancurkan negeri-negeri..
kematian yang melanda kaum kerabat dan nenek moyang..
Keluhan rezeki yang merosot..
Menghujat zaman dan orang-orang yang hidup padanya..
Kegalauan karena susahnya penghidupan..
Perbincangan seputar naiknya harga barang kebutuhan..
Upatan atas kezaliman penguasa..

Tapi tak kulihat adanya orang yang meratap atas runtuhnya Islam..
Jauhnya manusia dari masjid-masjid..
Matinya sunnah-sunnah Nabi..
Tersebarnya berbagai bid’ah..
Merajalelanya kemaksiatan..

Tak kutemukan orang yang meratapi perkara agamanya yang hilang..
Menangisi diri atas kemalasannya beramal..
Merasa menyesal atas amalan-amalan yang terluput..
Habis digilas roda zaman..

Kusimpulkan bahwa itu terjadi karena tidak perdulinya mereka terhadap Islam..
Dan karena besarnya dunia di mata mereka..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Akibat Beban Dosa

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

وإذا ثَقُل الظهر بالأوزار منع القلب من السير إلى الله، والجوارح من النهوض في طاعته، وكيف يقطع مسافة السفر مُثْقل بالحمل على ظهره؟! وكيف ينهض إلى الله قلب قد أثقلته الأوزار؟! فلو وضعت عنه أوزاره لنهض وطار شوقا إلى ربه، ولانقلب عسره یسرا.

“Punggung yang berat dengan menanggung dosa, menghalangi perjalanan hati menuju Allah, dan membebani badan untuk mentaati-Nya..

Orang yang membawa beban yang amat berat bagaimana mungkin dapat menyelesaikan perjalanannya..?!

Jika ia meletakkan beban-beban dosa dari dirinya, tentu hatipun akan terbang penuh rindu kepada Rabbnya. Dan kesulitanpun berubah menjadi ringan..” (Bada’i Tafsir 3/223)

Saat hati berat kepada ketaatan..
Itu akibat ia menanggung beban dosa..
Sehingga membuat langkahnya tertatih..
Bahkan terhenti tak mampu melanjutkan perjalanan..

Demikianlah kelak di hari akherat..
Ia akan membawa dosa dosanya itu di punggungnya..

Allah Ta’ala berfirman,

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu..!” sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu..” (Al-An’am – 31)

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 109 – 110 – 111

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

109.

110.

111.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 112 – 113 – 114
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Taubat Secara Umum

Taubat tidak harus untuk dosa tertentu, bisa juga untuk dosa-dosa secara umum.

=====

Syeikhul Islam -rohimahullah- mengatakan:

والناس في غالب أحوالهم لا يتوبون توبة عامة مع حاجتهم إلى ذلك،
– فإن التوبة واجبة على كل عبد في كل حال؛
– لأنه دائمًا يظهر له ما فرط فيه من ترك مأمور،
– أو ما اعتدى فيه من فعل محظور، فعليه أن يتوب دائمًا.

“Mayoritas keadaan manusia tidak bertaubat dengan taubat yang umum (untuk semua dosanya), padahal mereka sangat membutuhkan taubat ywng demikian..

– Karena taubat itu diwajibkan kepada seluruh hamba di semua keadaan.
– Karena selalu terjadi pada dirinya; tindakan melalaikan apa yang diperintahkan kepadanya.
– atau tindakan melakukan kezaliman dengan melakukan sesuatu yang diharamkan padanya..

Oleh karenya, sudah seharusnya ia selalu bertaubat kepada-Nya..”

[Majmu’ Fatawa 6/175]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Sungguh-Sungguh Waktu Muda .. Tua Memetik Buah

Al-Qurthubiy rohimahullah berkata :

إن الإنسان إذا عمّر في الدنيا و هرم لفي نقص و ضعف و تراجع، إلا المؤمنين، فإنهم تكتب لهم أجورهم التي كانوا يعملونها في حال شبابهم

“Sesungguhnya manusia itu apabila diberi umur panjang, dan menjadi tua renta, sungguh (pada hakikatnya) ia dalam keadaan berkurang, kelemahan, dan dalam kemunduran, kecuali orang-orang yang beriman, dicatat untuk mereka pahala mereka, dari amalan yang mereka lakukan dahulu di masa muda..”

(Al-Jami’ li-ahkamil-Qur’an: 20/180).

Waktu berjalan dan berlalu terus tidak akan pernah menunggu kita, orang yang paling bahagia adalah yang mengisi waktunya dengan mentauhidkan Allah, dengan ibadah dan aktifitas-aktifitas yang bermanfaat..

Jangan tertipu dengan angan-angan, dan ungkapan “bersenang-senang dengan maksiat mumpung masih muda, tua tinggal bertaubat..”

Justru yang harus kita ingat adalah isilah waktu kita dengan hal-hal yang mendatangkan ridho Allah ta’ala, dan ketika tua renta tinggal memetik buah-buah pahala kebaikan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Apabila Allah Menginginkan Kebaikan Kepada Seorang Hamba

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا عَلَيْكُمْ أَنْ تَعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ؟ فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زَمَانًا مِنْ عُمُرِهِ -أَوْ: بُرهَة مِنْ دَهْرِهِ -بِعَمَلٍ صَالِحٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ لَدَخَلَ الْجَنَّةَ، ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا سَيِّئًا، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ سَيِّئٍ، لو مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ، ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا صَالِحًا، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ”. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ: قَالَ: “يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ

“Jangan merasa kagum kepada amal seseorang hingga kamu lihat ia meninggal di atas apa..

Karena ada orang yang beramal sholih dalam hidupnya jika ia wafat di atasnya, ia masuk surga. Tapi ia berubah lalu beramal keburukan..

Dan ada lagi hamba yang beramal keburukan dalam hidupnya jika ia wafat di atasnya, ia masuk neraka. Kemudian ia berubah dan beramal sholih..

Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, dijadikan ia beramal sebelum wafatnya..”

Mereka berkata, “Bagaimana dijadikan beramal..?”

Beliau bersabda, “Yaitu Allah memberinya taufik kepada amal sholih kemudian ia wafat di atasnya..”

(HR. Ahmad)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 106 – 107 – 108

Simak penjelasan berikut oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى

106.

107.

108.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 109 – 110 – 111
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Keindahan Senja

Keindahan senja..
Akan pudar digantikan gelapnya malam..

Demikian kehidupan silih berganti..

Ada masa kita tertawa..
Lalu datang masa kita menangis..

Namun setelah malam yang gelap..
Terbitlah keindahan pagi..
Memberi kehangatan dalam sanubari..

Semua itu agar terpatri ubudiyah dalam hidup kita…
Baik saat susah maupun saat senang..

وَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاۤءَۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَۙ (١٤٠)

“Dan hari-hari itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zholim..” (Q.S. Ali ‘Imran ayat 140)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 103 – 104 – 105

Simak penjelasan berikut oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى

103.

104.

105.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 106 – 107 – 108
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 100 – 101 – 102

Simak penjelasan berikut oleh Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى

100.

101.

102.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 103 – 104 – 105
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL