Category Archives: BBG Kajian

AJARAN-AJARAN IMAM SYAFI’I YANG DITINGGALKAN OLEH SEBAGIAN PENGIKUTNYA 2 – HARAMNYA MUSIK

Oleh Ust.Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

Merupakan perkara yg menyedihkan tatkala kita menyaksikan sebagian dai yg mengaku mengikuti madzhab syafi’iyah ternyata menggunakan musik dalam beribadah…, jadilah shalawatan disertai senandung musik…irama gambus islami…kasihada­han islami…

Lebih memilukan lagi bahwa ada di antara mereka yg berdakwah dengan menggunakan alat musik….

Padahal ini merupakan bentuk bertasyabbuh(meniru-niru) kaum nasrani dalam tata cara peribadatan mereka di gereja-gereja mereka. Jika bertasyabbuh dalam perkara adat & tradisi mereka merupakan perkara yg dibenci lantas bagaimana lagi halnya jika bertasyabbuh dalam perkara ibadah mereka??

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنَ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yg bertasyabbuh(meniru-niru) suatu kaum maka ia termasuk dari mereka”

Maka sungguh teriris hati ini tatkala membaca slogan”Nada & Dakwah”??, bagaimana bisa digabungkan antara halal dan haram?? dicampur adukan antara kebenaran & kebatilan??

Allah berfirman:

وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ

“Dan janganlah kamu campur adukkan yg hak dengan yg bathil”(QS Al-Baqoroh:42)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tegas mengharamkan musik dalam sabdanya:

لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ­ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفِ

“Sungguh akan ada dari umatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, kain sutra(bagi lelaki), khomer(segala sesuatu yg memabukkan),& alat-alat musik”(HR Al-Bukhari)

Pengharaman musik pada hadits ini dari dua sisi:

Pertama sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam يَسْتَحِلُّوْنَ­ “menghalalkan”.­ Ini menunjukkan bahwa hukum alat-alat musik adalah haram, namun akan ada kaum dari umat ini yg akan menghalalkannya.

Selengkapnya disini:
http://­www.firanda.com/­index.php/­artikel/­439-ajaran-ajara­n-imam-syafi-i-­yang-ditinggalk­an-oleh-sebagia­n-pengikutnya-2­-haramnya-musik

Pahala Seorang Yang Lisannya Selalu Berdzikir Dan Santun Kepada Orang Tuanya..

Wahai anak muda.. Mumpung ortumu masih bisa engkau saksikan.. Berbaktilah engkau kpdnya..
Jangan sekali kali engkau berkata keras.. Kasar.. Bebicara lantang.. Atau berani menghardik..
Ingatlah darimana engkau dilahirkan..

Jangan sampai engkau hanya bisa menyesal jika mereka telah tiada..

Berlemah lembutlah kpdnya!
Lihat betapa besar Allah ta’ala memberi balasan pahala kpd mereka yg sopan santun pd orang tuanya.
Walau engkau bukan nabi.. Ataupun malaikat..

عَنْ أَبِي الْمُخَارِقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي بِرَجُلٍ مُغَيَّبٌ فِي نُوْرِ الْعَرْشِ. قُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ مَلَكٌ؟ قِيْلَ: لاَ. قُلْتُ: مَنْ هُوَ؟ قَالَ: هَذَا رَجُلٌ كَانَ فِي الدُّنْيَا لِسَانَهُ رَطْبٌ مِنْ ذِكْرِ اللهِ وَقَلْبُهُ مَعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ وَلمَْ يَسْتَسَبَّ لِوَالِدِيْهِ

Dari Abu Al-Mukhariq radhiallahu ‘anhu berkata, Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda:
“Pada malam aku diisra’kan aku melewati seorang yang terlingkupi cahayanya ‘Arsy Allah.

Aku bertanya : ‘Siapa ini? Malaikat?’
Dikatakan: ‘Bukan’.
Aku berkata : ‘Seorang nabi?’ Dikatakan : Bukan!’
Aku berkata, ‘Siapa dia?’

Dijawab, “Ia adalah orang yang sewaktu di dunia lisannya selalu basah dari berdzikir kepada Allah, hatinya terikat dengan masjid, dan tidak mencaci ibu bapaknya.

Shahih, diriwayatkan At-Tirmidzi (3375), Ibnu Majah (3793), Ibnu Hibban (811), Al-Hakim (I/495) dan dishahihkan Al-Albani dalam Al-Misykah (2279).

Wahai saudaraku.. Bisa jadi berbaktimu ini dapat menghantarkanmu ke dalam surga..

www.abu-riyadl.blogspot.com
Wa +6285326571234

[Ustadz Abu Riyadl, Lc]

Hadits Lemah – Bab Mandi dan Hukum Junub

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Hadits no 97. Bulughul maram

Dari Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam mandi dari empat: dari janabat, hari jum’at, berbekam, dan memandikan mayat.” HR Abu Dawud dan dishahihkan oleh ibnu Khuzaimah.

Hadits ini lemah karena dalam sanadnya terdapat Mush’ab bin Syaibah. Imam Ahmad berkata tentangnya, “ia meriwayatkan hadits hadits yang munkar.”
Abu Hatim berkata, “Mereka tidak memujinya, laisa bilqowiyy.”
An Nasai berkata, “Mungkarul hadits.” Ibnu Adi berkata, “Dibicarakan hafalannya.”
Adz Dzahabi berkata, “Padanya ada kelemahan.”
Al hafidz ibnu Hajar berkata, “Layyin haditsnya.”
Hadits ini dilemahkan oleh Al Bukhari, Asy Syafii, Abu Dawud, Ibnul Mundzir, dan Al Khathabi.

Dianggap shahih oleh ibnu Khuzaimah. Namun yang melemahkan lebih kuat.

“DIA” YANG AKAN MENJADI TEMAN ABADIMU

Pandangilah sepuas hatimu rumah idaman anda yang indah, asri nan megah. Coba ingat bagaimana ekspresi istri dan anak-anak tercinta anda ketika pertama kali mereka mendengar bahwa anda membeli rumah baru atau membangun rumah baru? Ingat pula bagaimana ekspresi mereka ketika pertama kali mereka masuk ke rumah idaman anda?

Ingat pula bagaimana bangganya hati anda karna bisa membangunkan atau membelikan rumah untuk mereka.

Namun, ketahuilah suatu saat nanti mereka akan tega mengantarkan anda ke rumah yang tidak pernah anda impikan dan juga mungkin tidak pernah mereka bayangkan, selanjutnya mereka akan membiarkan anda seorang diri menghuni rumah tsb.
Suatu hari mereka akan menghantarkan anda ke rumah yang sempit, gelap dan mengerikan, yaitu kuburan anda.

Isak tangis istri dan anak-anak anda terdengar memilukan, namun apalah artinya isak tangis tsb? anda hanya berbekal amal anda sendiri, memasuki rumah masa depan anda ini. Mungkin bila hati mereka terketuk dan terbuka mereka akan mengirimi anda doa-doa tulus mereka, namun siapa yang bisa menjamin bahwa mereka akan melakukannya?

Bisa jadi tidak berapa lama lagi istri anda telah melupakan anda karna di hatinya telah tumbuh bunga yang disemai oleh lelaki lain?

Demikian anak-anak anda, barangkali juga segera melupakan anda karna sibuk dengan urusan mereka sendiri.

Karna itu, persiapkanlah bekal anda sebanyak-banyak mungkin, dan didiklah istri dan anak-anak anda agar tidak melupakan anda, sehingga selalu mendoakan anda :
“Bila anak adam telah meninggalkan dunia, maka seluruh pahala amalannya terputus, kecuali dari 3 amalan : Sedekah Jariyah, ILMU yang pernah ia ajarkan dan terus dimanfaatkan oleh orang lain, dan ANAK SHOLEH yang senantiasa mendoakannya”.

Semoga bermanfaat..!

Ditulis oleh Ustadz :
DR. Muhammad Arifin
Baderi,MA-hafidzohullah

Bujukan Nafsu

Jiwa bilamana penuh dengan bujukan, maka jiwa tersebut adalah jiwa yang tercela. Ia tidak akan bisa terbebas kecuali bila mendapat taufiq dari Allah سبحانه وتعالى.

Allah menceritakaan keadaan jiwa dalam firman Nya,” Dan Àku tidak menyatakan diriku bebas dari kesalahan , karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan , kecuali nafsu yang diberi rahmat olih tuhanku “. QS Yusuf 53.

Allah berfirman,” Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat Nya kepadamu, niscaya tidak seorangpun diantara kamu bersih dari perbuatan keji dan mungkar selama-lama nya, akan tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki “. QS An-Nur 21.

Nabi صلى الله عليه وسلم mengajari umat nya dalam khutbah hajah , ” Dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami, dan keburukan amal-amal kami “. HR Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Didalam sabda tersebut dikhabarkan bahwa keburukan senantiasa ada dan melekat didalam jiwa dan mengakibatkan munculnya amal-amal buruk, jika Allah tidak memberi taufiq niscaya ia akan terjerumus dalam keburukan.

Marilah kita berlindung kepada Àllah سبحانه وتعالى agar dijauhkan dari jiwa yang buruk dan keji.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Beribadah Hanya Kepada Allah

Ust. Badrusalam Lc حفظه الله تعالى

Tafsir
Al Baqoroh: 21.

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dialah yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan untukmu, langit sebagai bangunan. Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Allah keluarkan dengan air tersebut buah-buahan sebagai rizki untukmu. Maka, janganlah kamu menjadi tandingan-tandingan untuk Allah, padahal kamu mengetahui.”

Ayat ini adalah dalil bahwa tauhid rububiyah mengharuskan tauhid uluhiyyah. Karena Allah menyebutkan bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman. Semua ini adalah rububiyah Allah. Lalu Allah melarang menjadikan tandingan bagiNya, sementara kita yakin bahwa Dia yang menciptakan itu semua.

Kaum musyrikin quraisy beriman kepada rububiyah Allah, namun mereka tidak mentauhidkan Allah. Maka Allah berhujjah atas mereka, bahwa seharusnya yang kalian sembah hanya Allah semata.

Syaikh Muhammad bin Al Amiin Asy Syanqithi menjelaskan bahwa dalam ayat ini, Allah menyebutkan tiga bukti akan adanya kebangkitan, yaitu:

1. Penciptaan langit dan bumi.
2. Menurunkan hujan dari langit.
3. Mengeluarkan tetumbuhan dari tanah yang telah gersang.

==================

Sebaik-baik Cita Cita

Allah سبحانه وتعالى berfirman dlm Ayat-NYA ,” Harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yg terus menerus adalah lbh baik pahala nya d sisi Tuhanmu serta lbh baik utk mjd harapan dan cita-cita”. QS Al-Kahfi 46.
Kandungan Ayat Mulia diatas, memberikan peringatan agar banyak beramal salih, dan tdk bersibuk dg perhiasan dan gemerlapan dunia dari harta benda dan kluarga, sehingga melalaikan dari apa yg lbh kekal d akhirat yg jauh lbh berharga.
Allah سبحانه وتعالى telah sebutkan gemerlap dunia di dalam Ayat QS Ali-Imran 14-15, dan Allah beritahukan apa yg lbh berharga dlm Firman-NYA, ” Katakanlah,” Maukah aku kabarkan kpd-mu apa yg lbh baik dari yg demikiyan?” Bagi org-org yg bertaqwa tersedia disisi Tuhan mereka surga-surga yg mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal d dlm nya, dan pasangan2 yg suci serta ridha Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba2 nya”.

Berkata para ulama ttg ayat diatas, semua bersepakat pada satu perkara, yaitu Amal yg mendatangkan Ridho Allah سبحانه وتعالى ,yg diantaranya berupa menjaga Sholat Lima Waktu, sebagaimana d riwayatkan para salaf diantaranya Ibn Abbas, Said ibn Jubair, Abu Maisaroh, dan Amr ibn Syarahbil.
– Adwa’ul Bayan 562-

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Bersyukurlah

Apapun yang engkau dapat dari rizqi maka syukurilah jika ia adalah rizqi yg halal… karena jatah rizqi telah ditentukan.. sungguh malang nasib orang yang mau mengambil dari sesuatu yang haram…

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Mahasiswa Yang Tak Kenal Agama

Sayang sekali jika ada mahasiswa yg sampai duduk di bangku kuliah tidak bisa baca Al Qur’an, tidak kenal shalat, bahkan tidak kenal akidah yg benar. In the fact, tidak sedikit yang seperti itu. Cuma modal kecerdasan & kekayaan mudah masuk kuliah, namun pengetahuan agama sangat kurang.

Sangat Menyayangkan Jika Tidak Paham Agama

Coba bayangkan jika orang yg cerdas tapi shalat saja tidak dimengerti, Qur’an saja tidak bisa dibaca, apa keuntungannya kecerdasan yang ia miliki?

Kita sering saksikan bahwa banyak yg tidak paham agama yang membuat kerusakan. Beda jika yg paham agama, mereka punya akhlak mulia & akidah yang lurus. Seorang engineer yang tidak paham syirik, ketika ingin mendirikan jembatan, ia senang-senang saja memenuhi tumbal kepala kebo. Padahal bentuk tumbal pada penjaga jembatan (jin), itu termasuk syirik. Insinyur tadi tidak mengetahui kalau hal tersebut termasuk kesyirikan karena sampai kuliah pun tidak paham agama.

Begitu pula dengan seorang pegawai negeri, ketika di bangku kuliah tidak memahami agama, bisa saja ketika kerja mudah menerima suap atau uang tips, & menganggap sah-sah saja, padahal sebenarnya hal itu bermasalah dalam hukum Islam. Harta yang dikumpulkan pun tidak berkah karena dari harta haram. Lihatlah tentu beda antara yg paham agama & yg tidak paham agama. Allah Ta’ala berfirman,

هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Adakah sama orang-orang yang
mengetahui dengan orang-orang yg tidak mengetahui?” (QS. Az Zumar: 9).

Tentang ayat di atas, Syaikh ‘Abdurrahman As Sa’di berkata,

لا يستوي هؤلاء ولا هؤلاء، كما لا يستوي الليل والنهار، والضياء والظلام، والماء والنار.

“Tentu tidak sama antara
mereka & mereka (yg berilmu dan tidak berilmu). Sebagaimana tidak sama antara malam & siang, tidak sama antara terang & kegelapan, begitu pula tidak sama antara air & api.”

Baca selengkapnya di :
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/4357-mahasiswa-yang-tak-kenal-agama.html

LURUSKAN NIAT ANDA

Abu Hurairah رضي الله عنه , ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan ALLAH. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. ALLAH bertanya kepadanya : Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu? Ia menjawab : Aku berperang semata-mata karena Engkau, sehingga aku mati syahid. Allah berfirman : Engkau dusta! Engkau berperang supaya engkau dikatakan sebagai seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.

Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian ALLAH menanyakannya: Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu? Ia menjawab: Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau. Allah berkata : Engkau dusta! engkau menuntut ilmu agar engkau dikatakan seorang yang alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). ALLAH bertanya : Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu? Dia menjawab : Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau. ALLAH berfirman :Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu). Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.
(Muslim 1905)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu  mengatakan, Ada tiga buah tanda orang yang suka riya’ (beramal tidak ikhlas) :
1. Apabila sendirian maka dia menjadi pemalas.
2. Dan hanya bersemangat apabila berada bersama orang-orang.
3. Dia akan meningkatkan amalnya jika dipuji dan akan mengurangi amalnya jika dicela orang karena melakukannya.(Al-Kabaa’ir, hal. 112).

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –