Category Archives: Mutiara Salaf

Manusia Yang Paling Keras Jeritannya Pada Hari Kiamat

Al-Hasan al-Bashri (w. 110 H) rohimahullah berkata,

إن أشد الناس صراخا يوم القيامة رجل سن سنة ضلالة، فاتبع عليها، ورجل مكفى قد استعان بنعم الله على معاصيه

Sesungguhnya manusia yang paling keras jeritannya pada hari Kiamat adalah :

– seseorang yang mengajarkan kesesatan, lalu dia diikuti, dan

– seorang hartawan yang menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat kepada-Nya.

( At-Tadzkirah al-Hamduniyah, 8/102 )

Diantara Sifat Manusia Terbaik

Al Imam Ibnu Rojab al-Hanbali (w. 795 H) rohimahullahu ta’ala berkata,

وفي الجملة فخير الناس ، أنفعهم للناس، وأصبرهم عـلى أذى الناس. كما وصف الله المتقين بذلك في قوله تعالى :

Secara umum, manusia terbaik itu ialah :
– yang paling besar manfaatnya bagi orang lain, dan
– paling mampu bersabar dalam menghadapi gangguan orang lain.

Sebagaimana yang telah Allah sebutkan akan sifat orang-orang bertakwa,

﴿الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ﴾

“(Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan..” (Qs. Aali Imron : 134)

( Lathoiful Ma’arif – 231 )

Tanda Tanda Tertutupnya Hati

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan,

Kapan saja engkau melihat hati seorang hamba :

– sudah tidak memiliki kecintaan kepada Allah dan persiapan bekal untuk bertemu dengan-Nya, dan

– hatinya sudah dipenuhi dengan kecintaan kepada makhluk, bukan kepada Allah Sang Pencipta,

– ridho dan merasa puas dengan kehidupan dunia,

– merasa tenteram dan tenang dengan dunia,

maka ketahuilah dengan yakin bahwa hatinya telah tertutup.

( Bada’i al-Fawaid – 3/743 )

Akibat Menganggap Ringan Sebuah Dosa

Ka’ab al-Ahbar rodhiyallahu ‘anhu berkata,

إن العبد ليعمل الذنب الصغير فيحقرهُ ولا يندم عليه، ولا يستغفر الله منه، فيعظم عند الله حتى يكون مثل الطود، ويعمل الذنب العظيم فيندم عليه، ويستغفر الله منه،فيصغر عند الله حتى يغفره له.

Sesungguhnya seorang hamba ketika melakukan dosa kecil, namun ia menyepelekan dosa tersebut, tidak menyesalinya dan tidak juga memohon ampunan kepada Allah, maka dosa tersebut akan menjadi besar di sisi Allah layaknya gunung yang tinggi.

Namun bila ia melakukan dosa besar, kemudian ia menyesalinya dan memohon ampunan kepada Allah, maka dosa tersebut akan menjadi kecil di sisi Allah, sehingga ia diampuni.

(Majmu’ Rosail Ibnu Rojab – 1/392)

Diantara Sebab Seseorang Dimasukkan Kedalam Neraka Meskipun Banyak Melakukan Kebaikan

Al Imam Ibnul Qoyyim (w. 751 H) rohimahullahu ta’ala berkata,

“وقال بعض السلف : إنَّ العبد ليعمل الخطيئة فيدخل بها الجنَّة، ويعمل الحسنة فيدخل بها النار قالوا كيف؟

Ada sebagian ulama salaf yang mengatakan .. sesungguhnya ada seorang hamba yang melakukan dosa, namun ia masuk Surga, dan ada juga hamba yang melakukan kebaikan, namun malah masuk neraka. Bagaimanakah hal itu dapat terjadi..?

قال: يعمل الخطيئة، فلا تزال نصب عينيه : إذا ذكرها ندم واستقال، وتضرع إلى الله، وبادر إلى محوها، وانكسر وذلَّ لربه وزال عنه عُجبه وكبره.

Adapun hamba yang berbuat dosa, maka ia senantiasa mengingat-ngingat dosanya tersebut .. sehingga ketika diingatkan, ia pun menyesalinya, merasa rapuh di hadapan Allah dan segera kembali untuk taat dan berupaya untuk menggugurkan dosanya, sehingga hilanglah darinya sifat bangga diri dan sombong.

ويعمل الحسنة فلا تزال نصب عينيه : يراها ويمنّ بها ويعتد بها ، ويتكبر بها ، حتّى تدخله النار. “

Adapun hamba yang melakukan kebaikan, senantiasa ia menjadikan kebaikan berada di hadapan kedua matanya, sehingga ia menganggap amalannya banyak, merasa berjasa serta menyombongkan kebaikannya tersebut .. maka perbuatan tersebut akan mendorongnya sampai ia masuk ke dalam neraka.

( Thoriqul Hijrotain – 369 )

Dua Macam Kesedihan

Ibrahim bin Adham rohimahullah berkata,

Kesedihan itu ada dua yaitu :

– kesedihan yang bermanfaat bagimu, dan
– kesedihan yang merugikan bagimu

maka kesedihan yang bermanfaat bagimu yaitu kesedihanmu terhadap akhirat dan kesedihan yang merugikan bagimu yaitu kesedihanmu terhadap dunia.

(Al Bidayah wan Nihayah, jilid 10, hlm. 141)

Keutamaan Banyak Mengingat Kematian

Al Imam Ad-Daqqoq rohimahullah berkata,

من أكثر من ذكر الموت أكرم بثلاثة أشياء: تعجيل التوبة، قناعة القلب، ونشاط العبادة.

Barang siapa memperbanyak mengingat kematian, dia akan dikaruniai tiga hal :

1. menyegerakan taubat,
2. hati yang qona’ah (merasa cukup dengan pemberian Allah), dan
3. semangat beribadah

(At-Tadzkirah bi Ahwalil Mauta – 126)

Perbuatan Riya’ Setelah Mati

Bisyr bin Harits al-Hafy rohimahullah berkata,

قد يكون الرجل مرائياً بعد موته، يحب أن يكثر الخلق في جنازته.

Seseorang bisa berbuat riya’ walaupun setelah kematiannya .. yaitu dengan dia ingin banyaknya orang yang mengiringi jenazahnya.

(Siyar A’lamin Nubala’ – 10/473)

Tiga Sungai Sebagai Pembersih Dosa Di Dunia

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

لأهل الذنوب ثلاثة أنهار عظام يتطهرون بها في الدنيا، فإن لم تف بِطُهرهم طُهِّروا في نهر الجحيم يوم القيامة:
– نهر التوبة النصوح.
– ونهر الحسنات المستغرقة للأوزار المحيطة بها.
– ونهر المصائب العظيمة المكفرة.

• ‏فإذا أراد الله بعبده خيرا أدخله أحد هذه الأنهار الثلاثة فورد القيامة طيبا طاهرا فلم يحتج إلى التطهير الرابع”. اھ.

Para pelaku dosa mendapat tiga sungai besar untuk membersihkan dosa mereka di dunia.

Jika tiga sungai tersebut belum mampu membersihkan, maka mereka akan dibersihkan di sungai neraka pada hari kiamat.

Tiga sungai dunia tersebut adalah :

1. Sungai (dalam bentuk) taubat nasuha
2. Sungai (dalam bentuk) amal kebaikan yang menghapus dosa-dosa
3. Sungai (dalam bentuk) musibah yang menggugurkan dosa-dosa

Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan memasukkannya ke salah satu sungai tersebut .. lalu ia akan datang dalam keadaan suci pada hari kiamat, sehingga tidak butuh untuk dibersihkan dengan sungai yang keempat.

( Madarijus Salikin, 1/64 )