Category Archives: Mutiara Salaf

Suka Berdusta

Al Hasan bin Sahl rohimahullah berkata,

الكذاب لِصّ
‏لأن اللص يسرقُ مالك
‏والكذاب يسرقُ عقلك
‏ولا تأمن مَنْ كذب لك
‏أنْ يَكذِب عليك
‏ومن اغتاب غيرَك عندك
‏فلا تأمَنْ أن يغتابَك عند غيرك

“Tukang dusta itu pencuri.
Pencuri mencuri hartamu, sedangkan tukang dusta mencuri akalmu..

Jangan merasa aman dari orang yang berdusta untuk keuntunganmu, karena ia bisa berdusta untuk merugikanmu..

Dan orang yang meng-ghibahi orang lain di sisimu, jangan merasa aman dari (dia) meng-ghibahi dirimu di hadapan orang lain..”

(Zahrul Adab 1/386)

Tinggalkanlah orang yang suka berdusta..
Jangan jadikan ia sebagai sehabatmu..
Karena ia adalah seburuk buruk teman yang menemanimu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menceritakan Nikmat Allah

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من لم يشكر القليل، لم يشكر الكثير، ومن لم يشكر الناس، لم يشكر الله، التحدث بنعمة الله شكر، وتركها كفر، والجماعة رحمة، والفرقة عذاب”.

– Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak dapat mensyukuri yang banyak

– Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka ia belum berterima kasih kepada Allah

Menceritakan nikmat Allah adalah termasuk syukur dan meninggalkannya termasuk kufur. Al jama’ah itu adalah rahmat dan perpecahan itu adalah adzab.

(HR Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan bahwa menceritakan nikmat itu jika tujuannya adalah untuk memperlihatkan karunia Allah maka ia terpuji. Namun jika untuk bersombong maka ia tercela.

(Ar Ruuh hal. 312)

● Contoh menceritakan nikmat adalah perkataan Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu,

والذي لا إله غيره، ما نزلَت آية من كتاب الله إلَّا وأنا أعلم فيمن أُنزلت

“Demi Dzat yang tidak ada ilah selain-Nya. Tidak ada satupun ayat dari kitabullah yang turun kecuali aku mengetahui kepada siapa turun..”

(Diriwiyatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya)

● Abu Nu’aim rohimahullah meriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

“Demi Allah, tidak ada satu ayat pun kecuali aku mengetahui dimana turunnya dan untuk siapa ia turun. Karena Robbku telah memberiku hati yang faham dan lisan yang selalu bertanya..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Empat Lafazh Takbir Dari Tanggal 1 – 13 Dzulhijjah

Imam Bukhari rohimahullah menyebutkan,

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .

Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq..”

Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada SEPULUH HARI PERTAMA DZULHIJAH, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah sholat sunnah.

(Dikeluarkan oleh Imam Bukhari rohimahullah tanpa sanad -mu’allaq-, pada Bab Keutamaan Beramal di Hari Tasyriq)

Tiga Tanda Kebinasaan

Berkata Imam Muhammad bin Fadhl Al Balkhi rohimahullah,

: ” علامة الشقاوة ثلاثة أشياء: يرزق العلم ويحرم العمل، ويرزق العمل ويحرم الإخلاص، ويرزق صحبة الصالحين ولا يحترم لهم1]“.

Tanda-tanda kebinasaan itu ada 3 :

– diberikan rizki ilmu tapi terhalang untuk beramal

– diberikan rizki untuk beramal tapi terhalang dari ikhlas, dan

– diberikan rizki berteman dengan orang sholeh tapi tidak bisa memuliakan mereka.

(Mawa’idz Sholihin hal 386)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tentang Puasa Di 9 Hari Awal Dzulhijjah

➡️ Apakah boleh puasa terus dari tanggal 1 s/d 9..?

Boleh..

➡️ Apakah boleh berpuasa hanya di sebagian harinya saja..?

Boleh asalkan jangan tinggalkan puasa Arofah di tanggal 9 nya (maksudnya 9 Dzulhijjah)..

➡️ Mengapa demikian..?

Karena ada 2 hadits terkait puasa dan tidaknya Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam di 9 hari pertama Dzulhijjah..

Terkait hal tsb, Imam Ahmad bin Hambal rohimahullah menjelaskan bahwa,

“..maksud riwayat ‘Aisyah adalah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam tidak berpuasa penuh selama sepuluh hari Dzulhijah.. Sedangkan maksud riwayat Hafshoh adalah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam berpuasa di mayoritas hari yang ada..

Jadi, hendaklah berpuasa di sebagian hari dan berbuka di sebagian hari lainnya..”

[ Latho-if Al Ma’arif, hal. 459-460 ]

ref : https://muslim.or.id/1625-amalan-sholih-di-awal-dzulhijah-dan-puasa-arofah.html

Membayar Hutang Puasa Ramadhan Di 10 Hari Awal Dzulhijjah

Imam Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

قال ابن رجب رحمه الله في لطائف المعارف: وقد اختلف عمر وعلي رضي الله عنهما في قضاء رمضان في عشر ذي الحجة فكان عمر يحتسبه أفضل أيامه فيكون قضاء رمضان فيه أفضل من غيره، وهذا يدل على مضاعفة الفرض فيه على النفل. .

“Umar bin Khottob dan Ali bin Abi Tholib telah berselisih pendapat tentang mengqodho’ puasa Ramadhan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah..

Umar Bin Khottob berpendapat bahwasanya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebagai hari-hari yang paling utama dan menjadikan puasa qodho’ di bulan tersebut lebih utama dibandingkan dengan bulan lainnya..

Hal ini menunjukkan bahwasanya dua kali lipat pahala puasa qodho’ di bulan tersebut dari puasa sunnah biasa..”

(Lathooif Al Ma’arif)

Melihat Dengan Jeli

Ibnu Hazm rohimahullah berkata,

فمن حقق النظر..كان اغتباطه بذمِّ الناس إياه أشدَّ من اغتباطه بمدحهم إياه لأن مدحهم إياه إن كان بحقٍّ, وبلغه مدحُهُم له, أسرى ذلك فيه العُجب, فأفسد بذلك فضائله وإن كان بباطلٍ فبلغه فسُرَّ فقد صار مسروراً بالكذب, وهذا نقص شديد. وأما ذمُّ الناس إياه, فإن كان بحق فبلغه, فربما كان ذلك سبباً إلى تجنُّبه ما يُعاب عليه, وهذا حظ عظيم, لا يزهدُ فيه إلا ناقص, وإن كان بباطلٍ فصبر, اكتسب فضلاً زائداً بالحلم والصبر, وكان مع ذلك غانماً لأنه يأخذ حسنات من ذمَّه بالباطل

“Barangsiapa yang melihat dengan jeli, maka ia lebih senang dengan celaan manusia kepadanya melebihi rasa senang dengan pujian mereka..

Karena pujian mereka, jika benar, sering menyeret kepada rasa ujub sehingga dapat merusak keutamaannya..

Dan jika tidak benar, lalu ia bergembira dengannya maka ia bergembira dengan kedustaan..
Tentu ini kekurangan yang berat..

Adapun celaan manusia..
Jika benar maka barangkali itu membuatnya memperbaiki diri..
Tentu ini adalah keuntungan yang besar dimana orang yang tidak menginginkan ini biasanya kurang akalnya..

Jika celaan itu tidak benar lalu ia bersabar, maka ia mendapatkan keutamaan yang lebih dengan menahan emosi dan sabar..
Ditambah lagi ia mendapat keuntungan dengan mengambil pahala orang yang mencelanya secara tidak benar..”

(Mudawatun-Nufus – Ibnu Hazm)

Subhanallah..
Tapi seringnya kita lebih suka pujian..
Dan marah saat dicela manusia..
Lalu ingin membalas dendam dengan yang lebih parah..
Sehingga hilanglah banyak pahala dan kebaikan..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Ketika Hati Telah Bergantung Kepada Allah

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

لا يؤمر الناس بترك الدنيا، فإنهم لا يقدرون على تركها، لكن يؤمر الناس بترك الذنوب،
‏فترك الدنيا فضيلة، وترك الذنوب فريضة.
‏فإن صعب عليهم ترك الذنوب، حبب إليهم ربهم بذكر إنعامه وإحسانه وصفات كماله
‏فإذا تعلقت القلوب بالله، هان عليها ترك الذنوب.

“Manusia tidak diperintahkan untuk meninggalkan dunia karena mereka tidak akan mampu meninggalkan dunia..

Namun mereka diperintahkan untuk meninggalkan dosa. Walaupun meninggalkan dunia itu keutamaan tapi meninggalkan dosa adalah kewajiban..

Jika meninggalkan dosa bagi mereka terasa sulit, maka jadikanlah mereka mencintai Allah.. dengan mengingatkan kepada mereka :
– nikmat nikmat-Nya,
– kebaikan-Nya, dan
– sifat sifat-Nya yang sempurna.

Karena apabila hati telah bergantung kepada Allah, maka mudah baginya meninggalkan dosa..”

(Al Fawaid hal. 247)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Keberkahan Dalam Rezeki Dan Umur

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

وَلَيْسَتْ سَعَةُ الرِّزْقِ وَالْعَمَلِ بِكَثْرَتِهِ ، وَلَا طُولُ الْعُمُرِ بِكَثْرَةِ الشُّهُورِ وَالْأَعْوَامِ ، وَلَكِنَّ سَعَةَ الرِّزْقِ وَطُولَ الْعُمُرِ بِالْبَرَكَةِ فِيهِ .

“Bukanlah luasnya rezeki dan amal itu dengan banyaknya.. dan bukanlah panjang umur itu dengan banyaknya bulan dan tahun. Akan tetapi luasnya rezeki dan panjangnya umur adalah dengan keberkahan padanya..”

(Al Jawabul Kaafi)

Barokah itu dengan banyaknya kebaikan pada harta dan umur..

Adapun harta yang banyak namun sedikit kebaikannya..
Adalah harta yang tidak barokah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tiga Amal Yang Paling Berat

Imam Asy Syafi’i rohimahullah berkata,

أشدُّ الأعمال ثلاثة :
‏- الجود من قلَّة ،
‏- والورع في الخلوة ،
‏- وكلمة الحق عند من يُرجى ويُخاف .

Amal yang paling berat ada tiga yaitu :
– dermawan saat susah,
– waro’ saat sendiri, dan
– menyampaikan kebenaran di sisi orang yang kita takuti dan harapkan.

(Sifatushofwah 2/167 – Lihat Kitab Mawa’idz Sholihin hal 130)

Banyak orang yang dermawan saat senang dan punya kelebihan harta..
Namun jarang yang dermawan saat susah dan sedikit harta..

Demikian pula sikap waro’..
Yaitu meninggalkan segala sesuatu yang dikhawatirkan merusak akhirat dan keimanan..
Saat sendiri dan tak ada orang melihat..
Kita sering kehilangan sifat waro’..

Saat kita berharap manfaat dari seseorang dan takut manfaat tersebut hilang..
Kita seringkali berat untuk menyampaikan kebenaran kepadanya..

Hanya orang-orang yang Allah kokohkan hatinya..
Dan ia diberi hidayah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى