Category Archives: Tanya – Jawab

Tj Obati Hati Yang Resah Dan Gelisah Dengan Dzikrullah

488. BBG Al Ilmu – 199

Pertanyaan:
Mau nanya obat hati yang tiba2 resah dan gelisah apa ya ?

Jawaban:
Perbanyaklah dzikir di setiap tempat dan waktu, seperti dzikir pagi/sore, sebelum/sesudah tidur, dll. Kekuatan dzikir, diantaranya:
– menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana

– membuat hati menjadi gembira dan lapang

– menerangi hati dan wajah pun menjadi bersinar.

– mudah mendatangkan rizki.

– membuat orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.

– menambah ma’rifah (pengenalan pada Allah). Semakin banyak dzikir, semakin bertambah ma’rifah seseorang pada Allah.

– mendatangkan rasa takut pada Rabb ‘azza wa jalla dan semakin menundukkan diri pada-Nya. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir akan semakin terhalangi dari rasa takut pada Allah.

– menguatkan hati dan ruh. Jika seseorang melupakan dzikir maka kondisinya sebagaimana badan yang hilang kekuatan. Ibnul Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sesekali pernah shalat Shubuh dan beliau duduk berdzikir pada Allah Ta’ala sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling padaku dan berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ –atau perkataan beliau yang semisal ini-.

– menjadikan hati semakin kilap yang sebelumnya berkarat. Karatnya hati disebabkan lalai dari dzikir pada Allah. Sedangkan kilapnya hati adalah dengan dzikir, taubat dan istighfar.

– dan lain-lain.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/doa-dan-wirid/51-keutamaan-dzikir.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Amalan Untuk Menghindari Adzab Qubur

487. BBG Al Ilmu – 49

Pertanyaan:
Apakah amalan manusia yang menyelamatkan dirinya dari siksa kubur, apakah termasuk 3 amalan berikut; amal jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak yang soleh ?

Jawaban:
Dalam beberapa hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberitakan sebab-sebab seseorang terkena adzab qubur.

Beliau pernah menceritakan siksa kubur yang di alami oleh dua orang. Yang satu disebabkan oleh namimah (menghasut dan adu domba). Sedangkan yang lain disebabkan oleh kencing yang tidak bersih. (HR Al Bukhari, Kitab Al Jana-iz, no. 1378)

Dalam Shahih Bukhari – Fathul Bari Kitab Al Jana-iz, bab 93, terdapat hadits dimana di suatu hari, setelah shalat subuh, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita kepada para sahabatnya tentang siksa dahsyat yang dialami di kuburnya, yaitu orang yang melalaikan shalat fardhu, orang yang suka berdusta, para pezina dan pemakan riba. Siksa itu terus menerus dialami hingga hari Kiamat. Wal-‘iyadzu billah.

Imam Abu Laits al-Samarqandi berkata: “Barang siapa ingin selamat dari adzab kubur, maka ia harus melestarikan empat perkara dan meninggalkan empat perkara. Empat perkara yang harus dilestarikan adalah: shalat lima waktu, sedekah, membaca al-Qur’an dan banyak bertasbih.

Sesungguhnya empat hal ini adalah menerangi kubur dan melapangkannya. Adapun empat perkara yang wajib dihindari adalah: Dusta, khianat, adu domba dan tidak hati-hati dalam buang air kecil”. [Tanbih al-Ghafilin hal. 45].

Mengenai amal jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak yang sholeh ini semua adalah perkara2 yang membuat pahala terus mengalir meskipun seseorang sudah meninggal. Termasuk sedekah jariyah adalah waqf, pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih dll.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2572/slash/0/derita-sesudah-mati/

http://almanhaj.or.id/content/2860/slash/0/aqidah-azab-kubur-mutawatir/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Do’a Akhir Ramadhan

486. BBG Al Ilmu – 255

Pertanyaan:
Apakah ada doa yang diajarkan para Salafus Sholeh, doa sesudah ramadhan berkhir baca; Rabbana Taqabbal minnna. Ana butuh sekali hujjahnya kalau memang ada.

Jawaban:
Ust. Badrusalam, حفظه الله تعالى

Tidak ada do’a tersebut.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Perawatan Jenazah Yang Wafat Sore Hari

485. BBG Al Ilmu – 69

Pertanyaan:
Ketika seorang muslim meninggal dunia sore hari dan akan dimakamkan keesokan harinya dengan berbagai pertimbangan. Kapan sebaiknya jenazah tersebut dimandikan dan adakah amalan2 sunah yang dilakukan bagi keluarganya ?

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro, hafizhahullah

Jenazah dimandikan dan di kafani beberapa saat setelah meninggal, adapun masalah pemakaman lebih cepat lebih baik namun jika harus bermalam karena beberapa pertimbangan maka tidak apa2.

Amalan2 sunnah untuk jenazah tidak ada amalan khusus, ada hal yang perlu di perhatikan tatkala seseorang sedang berkabung, sebagai berikut:

1. Memperbanyak istighfar dan mendoakan mayit

2. Menyegerakan pembayaran hutang jika masih ada tanggungan

3. Melaksanakan apa yang menjadi wasiat mayit

4. Bagi wanita maka tidak boleh berhias

5. Menyebut kebaikan mayit dan tidak menggunjingnya

Jika terlihat beberapa aib yang ada pada mayit bagi orang yang memandikan atau mengetahuinya maka hendaknya merahasiakannya dan tidak menyebarkan ke orang lain.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Sedekah Untuk Menjadi Kaya Di Dunia

484. BBG Al Ilmu – 199

Pertanyaan:
Sekarang marak konsep sedekah yang dianggap sebagai kunci rejeki, sehingga orang bersedekah agar menjadi kaya, apakah itu diperbolehkan?

Jawaban:
Keutamaan akhirat harus senantiasa menjadi tujuan utama kita untuk mengerjakan berbagai amal kebajikan dan amal sholeh.

Dalam berbagai dalil ditegaskan bahwa Allah menjanjikan kepada orang yang bersedekah balasan di dunia, berupa digantikan dengan harta yang lebih banyak dan baik, disembuhkan dari penyakit dan lain sebagainya. Walau demikian, bukan berarti kita dibenarkan untuk menjadikan balasan di dunia sebagai obsesi atau tujuan utama kita ketika beramal. Disebutkannya keutamaan sedekah di dunia berfungsi sebagai motivasi tambahan agar kita semakin bersemangat dalam beramal.

Memiliki tujuan skunder dari amal shaleh berupa keuntungan di dunia walaupun dibenarkan, namun tidak diragukan bahwa orang yang hanya memiliki satu tujuan pahala di akhirat adalah lebih utama. Ingatlah, diantara etika bersedekah ialah merahasiakannya, sampai2 tangan kiri tidak tahu apa yang disedekahkan tangan kanan kita.

Allah tidaklah pelit atau kikir. Namun syaratnya bila kita melakukan amal kebajikan kita benar-benar karena ikhlas, hanya mengharapkan balasan dari Allah.

“Barangsiapa yang orientasinya adalah urusan akhirat, niscaya Allah meletakkan kekayaannya di dalam jiwanya. Sebagaimana Allah juga akan menyatukan urusannya dan kekayaan dunia akan menghampirinya dengan mudah. Namun sebalikya, orang yang orientasinya adalah urusan dunia, niscaya Allah jadikan kemiskinann ada di depan matanya. Sebagaimana Allah juga mencerai-beraikan  urusannya dan tiada kekayaan dunia yang menghampirinya selain yang telah Allah tentukan untuknya.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/mengharap-kaya-dengan-sedekah/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Ada Apa Dengan Celana Jeans ?

483. BBG Al Ilmu

Pertanyaan:
Sejauh mana pelarangan celana jeans ? ‘Illatnya disini karena ketat atau bentuk tasyabbuh, bukankah kebanyakan kaum muslimin juga menggunakan celana jeans ?

Jawaban:
Ust. Mukhsin Suaidi, hafizhahullah

Berikut ini keterangan syaikh Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah “…Tasyabbuh (Meniru-niru orang kafir) artinya seseorang melakukan sesuatu yang merupakan ciri khas yang ditiru. Kalau dia menggunakan kain ini (jeans) atau selainnya dalam bentuk yang menyerupai orang kafir maka dia telah melakukan tasyabbuh. Adapun jika sekedar diketahui kain jenis ini adalah yang biasa dipake orang kafir tapi kemudian dibentuk dengan model baru yang berbeda dengan model pakaian orang kafir maka ini tidak apa. Boleh selama menyelisihi model busana orang kafir meskipun kain jenis ini terkenal pemakaiannya dikalangan orang kafir..”

Mengenai penetapan tasyabbuh atau tidak, hukumnya bisa beda, di satu zaman/tempat itu bisa dikatakan tasyabbuh sedangkan di zaman/tempat lain itu tidak tasyabbuh.

Penilaian apakah suatu busana yang dulunya merupakan kekhususan orang kafir kemudian banyak dipakai kaum Muslimin, apakah telah menjadi dibolehkan atau tidak, memerlukan keterangan dari orang yang ilmunya mumpuni.

Kami belum mendapati perkataan ulama’ besar yang membolehkannya. Di sisi lain, jeans kebanyakan dibentuk dengan model ketat, dan celana ketat itu tidak layak (atau bahkan haram) dipakai laki-laki atau perempuan. Celana dianggap ketat jika saat berdiri normal celana tersebut sempit dan menggambarkan dengan jelas kaki pemakainya.

Bagi mereka yang sudah banyak mengikuti kajian sunnah celana jeans identik dengan orang yang kurang pengetahuan dan praktek agamanya.

Maka untuk saat ini kami tidak menganjurkan seseorang memakai celana jeans meski dikatakan tidak ada tasyabbuh yang terjadi ketika memakainya.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_16956.shtml

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Buku Dzikir Yang Sesuai Sunnah

482. BBG Al Ilmu – 307

Pertanyaan:
Sehubungan dengan kanker otak yang ana derita, selama ini ana selalu mengamalkan “cara2 pengobatan” dari buku “Doa & wirid by Yazid bin Abdul Qadir Jawas”. Hal 409-410. Namun, sekarang kerabat ana memberikan buku “doa-doa’ mustajabah Agar selalu Ditolong Allah سبحانه وتعالى by Ust. Yusuf Mansur & Amir Kumadin S.Ag. Yang dinyatakan otentik berdasarkan Al-quran dan hadist, Hal 132-136. Terdapat do’a yg sama hanya buku Ust. Yusuf ini mencantumkan jauh lebih banyak surah2 alquran (seperti alfatihah, 5 ayat pertama albaqarah, ayat kursi, surah tabarak dll) yang mesti diwiridkan sebagai air mandi dan sebagai air untuk diminum 3 gelas dan juga dibacakan kedalam minyak zaitun untuk dioleskan pada bagian yang sakit. Pertanyaan ana adalah, manakah dari kedua buku ini yang lebih baik ana pakai ? Jujur saja, ana ingin sembuh (jika Allah سبحانه وتعالى meridhoi) karena ana baru2 ini saja mulai bisa sedikit2 menikmati ibadah kepada Nya … Nb: menjalani terapi medis juga sedang ana jalani.

Jawaban:
Ust. Fath El Bari, hafizhahullah

Ana sangat menyarankan antum untuk meruju’ kepada buku Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawwas sudah cukup, terutama doa dan wirid yang bersumber dari hadist. Adapun Al-Qur’an semuanya Ruqyah, termasuk Al-Fatihah sebagaimana dalam hadis nabawi.

Dan untuk situasi dan kondisi antum, ana sarankan juga mendawamkan (membiasakan) membaca Al-Qur’an kemudian zikir dan wirid sehari2 seperti: pagi petang, ba’da sholat fardhu, bangun dan sebelum tidur, keuar dan masuk rumah, al-Baqiyatus sholihat (tasbih, tahmid, tahlil dan takbir) dst.
Dan memperbanyak beristighfar dan berdoa, terutama diwaktu2 ijabah, antum bisa cek dibuku ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawwas.
والله أعلم بالصواب
Semoga Allah azza wa jalla memberikan antum kesembuhan dengan segera.
أميــــن يــارب العـالــمي

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Jika Belum Aqiqah, Apakah Sah Qurban-nya ?

481. BBG Al Ilmu – 357

Pertanyaan:
Apakah orang yang belum akikah atau dia ragu belum di akikahkan oleh orang tuanya boleh berkurban ? karena ada pendapat yang mengatakan bahwa kalau seseorang belum melakukan akikah maka tidak boleh berkurban dengan arti kata dia harus akikah terlebih dahulu. Mohon penjelasan dan dalil tentang masalah ini.

Jawaban:
Boleh dan sah qurbannya meskipun yang berqurban belum di aqiqah, karena tidak ada kaitannya.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa aqiqah maupun qurban hukumnya sunnah muakkad (yang sangat ditekankan).

Maka sebaiknya, jika mampu, laksanakanlah kedua-duanya. Artinya laksanakan qurban dengan satu kambing (atau ikut urunan sapi), sekaligus laksanakan aqiqah dengan 2 kambing (bagi anak laki2) atau satu kambing (bagi anak perempuan). Jika tidak mampu aqiqah dengan 2 kambing bagi laki2, sebagian ulama berpendapat boleh aqiqah dengan 1 kambing bagi laki2 berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas, namun ini hanya berlaku untuk yang tidak mampu.

Jika tidak mampu juga melaksanakan aqiqah dan qurban sekaligus, maka yang didahulukan adalah ibadah udh-hiyah (qurban) karena Idhul Adha sebentar lagi tiba. Jika ada kelapangan rizki lagi, barulah ditunaikan aqiqah.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bolehkah-satu-
sembelihan-untuk-qurban-dan
-aqiqah.html

http://almanhaj.or.id/content/856/slash/0/ahkamul-aqiqah/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Contoh Ghibah

480. BBG Al Ilmu – 311

Pertanyaan:
Jika A dan B berbincang, lalu A menyebut si C menjual pulsa harganya mahal. C tidak ada bersama A dan B apakah A telah melakukan ghibah (yang barangkali kalau C tau dibilang mahal, dia tidak suka).

Jawaban: ​
Ust. Abdussalam Busyro, hafizhahullah

Ya, A termasuk melakukan ghibah.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Upah Ustadz

479. BBG Al Ilmu – 347

Pertanyaan:
Apakah ayat (QS SHAAD 86) bisa di artikan bahwa setiap ustadz tidak boleh menerima upah dari da’wahnya ?

Jawaban:
Seorang ustadz/da’I harus memurnikan niatnya untuk mengajak kepada agama Allah, semata-mata mencari ridhaNya, bukan mengajak kepada dirinya sendiri, kelompoknya, atau pendapat dan fikirannya. Juga tidak dengan niat untuk mengumpulkan harta atau lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni (ikhlas) untuk-Nya dan untuk mencari wajah-Nya. [HR Nasa-i, no. 3140. Lihat Silsilah Ash Shahihah, no. 52; Ahkamul Janaiz, hlm. 63].

Maka jika ada sebagian “ustadz” zaman ini membuat tarif untuk dakwahnya, ini jelas menyelisihi syari’at. Semakin jauh tempat berceramah, semakin tinggi pula tarifnya.

Namun, jika seseorang berdakwah dengan benar dan ikhlas, kemudian dia diberi harta, sedangkan dia tidak mengharapkannya dan tidak memintanya, tujuannya hanyalah berdakwah, baik dia mendapatkan harta itu atau tidak, maka –insya Allah- menerimanya tidak mengapa.

Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata :
“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan pemberian kepadaku, kemudian aku mengatakan: “Berikan kepada orang yang lebih miskin daripadaku,” maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Ambillah itu! Jika datang kepadamu sesuatu dari harta ini, sedangkan engkau tidak memperhatikan (mengharapkan) dan tidak meminta, maka ambillah itu! Dan yang tidak, maka janganlah engkau mengikuti hawa-nafsumu terhadapnya!” [HR Bukhari, no. 14734].

Oleh karena itu, maka sepantasnya seorang ustadz/da’i juga memiliki pekerjaan dan usaha untuk mencukupi kebutuhannya, sehingga dia tidak menggantungkan kepada umat. Karena sesungguhnya makanan terbaik yang dimakan oleh seseorang ialah hasil keringatnya sendiri.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2713/slash/0/tugas-dakwah/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶