MUTIARA SALAF : Tanda-Tanda Kebahagiaan Dan Kesengsaraan Seorang Hamba

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فعلامة السعادة ان تكون حسنات العبد خلف ظهره وسيئاته نصب عينيه
وعلامة الشقاوة ان يجعل حسناته نصب عينيه وسيئاته خلف ظهره

“Tanda kebahagiaan adalah ketika kebaikan-kebaikan hamba di belakang punggungnya (melupakan dan tidak menghitungnya) sedang kejelekan-kejelekannya di depan matanya (sehingga dia berusaha memperbaiki diri dan bertobat darinya)..

Tanda kesengsaraan adalah saat seseorang melihat kebaikan-kebaikannya di depan matanya (sehingga membuatnya ujub dan sombong), sedang kejelekan-kejelekannya di belakang punggungnya (sehingga meremehkannya dan tidak memperbaikinya)..”

[ Miftah Daris Sa’adah 2/843 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Bahagia Yang Dicari

Ibnu Sa’di rohimahullah membagi sebab kebahagiaan menjadi tiga bagian :

PERTAMA : kebahagiaan yang terlahir dari sebab agama.

KEDUA : kebahagiaan  yang lahir dari sebab memperoleh apa yang sesuai dengan tabiat dan instingnya.

KETIGA : kebahagiaan yang lahir disebabkan kerja kerasnya, usaha dan kesungguhannya.

Adapun kebahagiaan hakiki adalah kebahagiaan yang dirasakan setiap mukmin manakala punya tujuan hidup yang jelas, mencari keridhoan Robb Sang penciptanya, tempat ia bernaung, berlindung, bergantung dan memuja, segala kebahagiaan apapun dari dua kebahagiaan lainnya, akan lebur dalam kebahagiaan mengabdi kepada Al Kholiq Sang Pencipta, yang kasih dan menyayanginya lebih dari kecintaan ibu kandungnya sendiri.

Kebahagiaan, kerajaan, kekuasaan dan  harta benda Baginda Nabi Sulaiman- ‘Alaihis salam- lenyap tak bermakna dalam samudera cintanya kepada Allah sang Kekasih.  Manakala ia terlalaikan dari kuda-kuda pacu dan kuda perangnya hingga telat sholat Ashar hingga matahari tenggelam, membuat ia tersadar dan menyembelih seluruh kuda-kuda perangnya, untuk disedekahkan pada Allah Robbul ‘Alamin.

Kebahagiaan mendapatkan apa yang disenangi adalah tabiat manusia, seperti memperoleh harta benda, makanan yang lezat dikala lapar, rumah yang indah tempat bernaung, kerjaan dan gaji yang bagus, kesehatan dan nikmat anak dan istri, adalah kebahagiaan yang berserikat padanya mukmin dan kafir, bahkan boleh jadi kebahagiaan orang kafir dengan dunia, harta dan pangkat yang ia miliki melebihi berlipat ganda daripada yang dimiliki mukmin.

Sebagaimana kebahagiaan Firaun dan Haman dengan kedudukan, kebahagiaan Qorun dengan harta, yang jauh mengalahkan apa yang dimiliki Musa dan Harun. Namun bukankah Musa dan Harun lebih bahagia dari mereka.

Kebahagiaan dengan kerja keras, menghasilkan berbagai penemuan untuk memudahkan hidup, banyak dirasakan orang-orang kafir, seperti kebahagiaan penemu mesin uap, mesin lokomatif, listrik hingga penemu pesawat dan roket serta berbagai alat komunikasi canggih sekarang, yang kesemuanya adalah kebahagiaan yang semu, dan berakhir dengan kepunahan.

Manakah kebahagiaan kaum Tsamud yang ahli memahat rumah-rumah dari gunung-gunung keras..?

Manakah kebahagiaan Firaun dengan piramida-piramida yang ditinggalkan..?

Semuanya lenyap hanya sisa-sisa keruntuhan peradaban maju masa silam.

Bila kau ingin bahagia yang hakiki, masuki pintu agama Allah, ketuk kebahagiaan pada ridho-Nya dan kecintaan-Nya, niscaya kebahagiaan kan melekat abadi sepanjang masa.

Rasakan surga dunia dalam taman-taman ketaatan pada-Nya, sebelum kau nikmati surga akhirat.

“dalam dunia ini ada surga, bilamana seseorang tak pernah merasakannya, ia takkan pernah merasakan surga akhirat..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Zubair Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

110 Hari Menjelang Ramadhan 1444 Hijriyah

malam ini tanggal 10 Jumadal Uula sekitar 110 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1444 hijriyah..

bagi yang masih ada hutang puasa Romadhon 1443, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb..

nb : angka 110 hanya estimasi, penentuan tanggal 1 Romadhon 1444 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbath, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.

Tips Menghadapi Musibah

●  Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, maka musibah-musibah (yang telah menimpanya) akan terasa ringan..

Barangsiapa selalu mengingat kematian, maka dia pun akan bersegera mengamalkan berbagai amal kebaikan..”

[ Mausuu’ah Ibnu Abid Dunya 1/92 ]

●  Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Kalau bukan karena ujian dan musibah dunia yang menimpa seorang hamba, bisa jadi ia pun akan tertimpa musibah penyakit sombong dan ujub (bangga diri), angkuh, serta kerasnya hati, yang dapat menyebabkan kebinasaannya, cepat atau lambat..”

[ Zaadul Ma’aad IV/280 ]

●  Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Barangsiapa yang memahami keadaan lautan kehidupan dunia dan mengetahui bagaimana gelombang itu kadang bisa pasang dan juga surut, maka tahulah ia bagaimana harus bersabar menghadapi keganasan hari-hari kehidupan, dan ia tidak akan pernah merisaukan turunnya bala’, dan tidak akan pula pernah begitu kaget dengan kegembiraan yang terkadang datang begitu tiba-tiba..”

[ Shoidul Khothir – 210 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 163 – 164 – 165

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

163.

164.

165.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Bertemanlah Dengan Orang Yang Sholeh

Allah Ta’ala berfirman,

وَٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥۖ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡهُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطٗا

“Dan bersabarlah dirimu bersama orang yang menyeru Robbnya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia. Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas..”

[ Qs. Al Kahfi: 28 ]

● Saat menafsirkan ayat di atas, Syaikh ‘Abdurrohman bin Nashir As Sa’dy rohimahullah berkata,

ففيها الأمر بصحبة الأخيار، ومجاهدة النفس على صحبتهم، ومخالطتهم وإن كانوا فقراء فإن في صحبتهم من الفوائد، ما لا يحصى.

“Di dalam ayat ini terkandung perintah untuk berteman dengan orang yang baik, serta memaksa diri untuk berteman dan bergaul dengan mereka, meski mereka fakir.. Sebab, berteman dengan mereka memiliki faedah yang tidak bisa dihitung..”

[ Tafsir As Sa’dy ]

● Pada kesempatan lain, Syaikh ‘Abdurrohman bin Nashir As Sa’dy rohimahullah juga berkata,

وأقل ما تستفيده من الجليس الصالح -وهي فائدة لا يستهان بها-أن تكف بسببه عن السيئات والمعاصي، رعاية للصحبة، ومنافسة في الخير، وترفعاً عن الشر، وأن يحفظك في حضرتك ومغيبك، وأن تنفعك محبته ودعاؤه في حال حياتك وبعد مماتك، وأن يدافع عنك بسبب اتصاله بك، ومحبته لك.

“Faedah minimal yang bisa engkau dapatkan dari teman duduk yang sholeh (dan ini bukan faedah yang ringan) adalah engkau tidak melakukan kejelekan dan kemaksiatan dalam rangka menjaga pertemanan, berlomba dalam kebaikan, dan menjauhi kejelekan..

Dia akan menjagamu saat engkau ada maupun tidak ada (contohnya ketika dighibah). Kecintaan dan do’anya akan memberikan manfaat bagimu, saat engkau masih hidup atau sudah mati. Dia pun akan membelamu disebabkan hubungannya denganmu dan kecintaan kepadamu..”

[ Bahjatu Quluubil Abroor – Syaikh As Sa’dy ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 160 – 161 – 162

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

160.

161.

162.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : TIPS Menggapai Kebahagiaan

قال الإمام الشاطبي رحمه الله* :

Imam As-Syathibi rohimahullah mengatakan,

من علامات السعادة على العبد :

“Diantara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba,

تيسير الطاعة عليه.

● Dimudahkannya dia melakukan ketaatan kepada Allah..

وموافقة السنة في أفعاله.

● Segala perbuatan atau amalnya sesuai dengan sunnah (tuntunan Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam)..

وصحبته لأهل الصلاح.

● Senantiasa bersahabat dengan orang-orang shalih..

وحسن أخلاقه مع الإخوان

● Senantiasa berakhlak baik kepada saudaranya..

وبذل معروفه للخلق.

● murah kebaikan kepada sesamanya..

واهتمامه للمسلمين.

● mencurahkan perhatian kepada kaum muslimin..

ومراعاته لأوقاته ».

● Senantiasa menjaga waktunya untuk yang (hal-hal yang) bermanfaat..”

(I’thishom 2/152)

Semoga tanda-tanda kebahagiaan itu ada pada diri kita..

Semoga Manfaat..

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Ismail Fachruddin Nu’man MA, حفظه الله تعالى

Ma’had Riyadhussholihiin, Pandeglang.

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Menjadikan Kebahagiaan Dunia Sebagai Jalan Menuju Allah

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فَمن أحب اللَّذَّة ودوامها والعيش الطيّب فليجعل لَذَّة الدُّنْيَا موصلا لَهُ إِلَى لَذَّة الآخر بِأَن يَسْتَعِين بهَا على فرَاغ قلبه لله وإرادته وعبادته فيتناولها بِحكم الِاسْتِعَانَة وَالْقُوَّة على طلبه لَا بِحكم مُجَرّد الشَّهْوَة والهوى

“Siapa yang ingin kelezatan dunia dan kebahagiaannya terus ada, maka jadikanlah kelezatan tersebut sebagai wasilah yang menyampaikannya kepada kelezatan akherat, dengan menggunakannya untuk menjadikan hatinya untuk Allah, baik niat maupun ibadahnya..

Ambillah kelezatan dunia itu untuk lebih kuat mencari akherat. Bukan mengambilnya dengan hukum syahwat dan hawa nafsu..”

(Al Fawaid hal 197-198)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Bercanda Itu Sunnah

Sufyan bin Uyainah rohimahullah ditanya, “Apakah bercanda itu aib..?” Beliau berkata:

بل سنَّة ، ولكن الشأن فيمن يحسنه ويضعه مواضعه

“Justru sunnah.. tetapi itu untuk orang berbuat ihsan (dalam bercanda) dan meletakkannya pada tempat tempatnya..” (Syarhussunnah Imam Al Baghowi 13/184)

Imam Ibnu Hibban rohimahullah berkata dalam kitab Roudhotul Uqola (1/77)

الواجب على العاقل أن يستميل قلوب الناس إليه بالمزاح وترك التعبس , والمزاح على ضربين : فمزاح محمود , ومزاح مذموم , فأما المزاح المحمود فهو : الذي لا يشوبه مَا كره اللَّه عز وجل ، ولا يكون بإثم ولا قطيعة رحم . وأما المزاح المذموم : فالذي يثير العداوة ، ويذهب البهاء ويقطع الصداقة ويجرىء الدنيء عليه ويحقد الشريف به “

“Kewajiban orang yang berakal adalah mengambil hati manusia dengan bercanda dan tidak bermuka masam.. dan bercanda itu ada dua macam:
– bercanda yang terpuji, dan
– bercanda yang tercela..

Adapun yang terpuji adalah yang tidak dikotori oleh perbuatan yang dibenci oleh Allah, bukan dosa dan bukan memutuskan hubungan..

Adapun yang tercela adalah yang menimbulkan permusuhan, menghilangkan kewibawaan, memutuskan pertemanan, membuat orang bodoh menjadi tak sopan kepadanya dan membuat orang mulia dengki kepadanya..”

Para shahabat berkata, “Wahai Rosulullah, engkau bercanda dengan kami..?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku tidak berkata kecuali dengan benar..”

(HR Attirmidzi no 1990 dari hadits Abu Hurairah dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah