Syarah Kitab Tauhid : 196 – 197 – 198

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

196.

197.

198.

ARTIKEL TERKAIT

Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Tiga Macam Manusia

Abdullah bin Syaqiq rohimahullah berkata,

الرجال ثلاثة:
‏١-رجل عمل حسنة فهو يرجو ثوابها.
‏٢-ورجل عمل سيئة ثم تاب فهو يرجو المغفرة.
‏٣-والثالث: الرجل الكذاب يتمادى في الذنوب ويقول أرجو المغفرة.
‏ومن عرف نفسه بالإساءة ينبغي أن يكون خوفه غالبا على رجائه”.

“Manusia itu ada tiga :

1. Orang yang beramal soleh berharap pahalanya.

2. Orang yang melakukan dosa kemudian bertaubat, maka ia berharap ampunan.

3. Orang pendusta yang terus menerus berbuat dosa sementara ia berkata, “Aku berharap ampunan..”

Maka siapa yang tahu dirinya selalu berbuat dosa, semestinya rasa takutnya (akan adzab Allah) lebih dominan daripada rasa harapnya (akan ampunan Allah)..”

(Syu’abul Iman 2/324)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Memikirkan Aib Dan Kekurangan Diri Sendiri

Muhammad bin Nadhr Al Haritsi rohimahullah berkata:

ذُكِرَ رجل عند الربيع بن خيثم فقال : “ما أنا عن نفسي براض فأتفرغ منها إلى ذم غيرها ، إن العباد خافوا الله على ذنوب غيرهم وأمنوه على ذنوب أنفسهم

“Disebutkan tentang seseorang di sisi Rabie’ bin Al Khutsaim.

Maka beliau berkata,

“Aku sendiri belum ridho kepada diriku. Lalu apakah aku akan sibuk mencela orang lain..?

Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada adzab Allah atas dosa-dosa orang lain, tetapi mereka merasa aman dari dosa-dosa dirinya sendiri..”

(Syu’abul Iman 16/100)

Maka sibukkanlah memikirkan aib dan kekurangan diri sendiri..

Jangan sibuk mengingat kelebihan diri..
Karena hal itu hanya akan menimbulkan sifat ujub dan sombong..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Salah Satu Penyebab Allah Mencintai Kita

Rosulullah Shollallahu ’alaihi Wasallam bersabda,

أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ

“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya.

Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya, “engkau mau kemana..?”

Ia menjawab, “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini..”

Malaikat bertanya, “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya..?”

Orang tadi mengatakan, “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla..”

Maka malaikat mengatakan, “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya..“

(HR. Muslim no.2567)

Mengunjungi teman yang kita cintai karena Allah..
Adalah penyebab Allah mencintai kita..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menua

Bencana yang tak bisa dielakkan oleh siapapun di dunia ini adalah bencana menua, beruban, fisik melemah, indera berkurang, penyakit mulai berdatangan satu demi satu.

Banyak orang-orang hebat dan berjaya dimasa mudanya, stres dimasa tua, karena ia merasa tak berguna lagi, dibuang manusia bagaikan “sampah”, lenyap ketenaran, hilang populeritas, hartapun terus terkuras dan menipis.

Banyak sekali artis ternama, papan atas, penyanyi, bintang film yang dimasa tuanya melarat, menyampah dan tak digunakan lagi.

Tak sedikit juga para konglomerat, dan pejabat, menderita berbagai penyakit tua yang menggerogoti tubuh mereka, terbaring lemah di tampat tidur, ber”pampers” ria, tak mampu mengontrol buang air kecil dan besarnya, padahal dahulu sanggup mengontrol dan mengendalikan ribuan perusahaan dan puluhan ribu orang.

HIKMAH TUA

Bila dicermati, tua adalah nikmat besar yang digiring Allah agar hamba sadar diri, sadar tentang kelemahannya, sadar ia akan kembali pada asal kejadiannya, dari tanah berasal dan akan kembali pada tanah pula untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya dikala hidup.

Orang beriman semakin tua, semakin matang persiapannya menyambut kematian, untuk bertemu dengan Allah sang Pencipta, berjumpa dengan rombongan para nabi, shiddiqin, syuhada dan mursalin.

Semakin panjang umur, semakin banyak amal sholeh yang bisa dilakukan, semakin banyak pahala yang diraih, semoga semakin tinggi derajat surga mereka di sisi Allah.

RASA YANG BERBEDA

Semua orang kan tua-bila ajal tak segera menjemputnya-, namun masa tua orang beriman semakin bertambah kwalitas dan kedudukan mereka di sisi Allah, semakin yakin kan berjumpa Allah, yang membuat mereka semakin bersabar dengan segala penderitaan masa tua.

Orang kafir, orang fasiq dan munafik, semua kan menua, dan kan melemah tubuh mereka, namun suasana hati mereka semakin galau, gelisah, tak menentu, menghujat takdir. Semua itu karena mereka tak siap bertemu Allah, tak berharap surga Allah, dan merasa berat meninggalkan dunia yang mereka cintai.

Dari Solo ke kota Jakarta
Naik kereta melintas sawah
Dikala muda dipuji dipuja
Kala tua menjadi sampah

Dikala kabus pandangan nanar
Angin kencang hujanpun lebat
Hidup didunia hanya sebentar
Sabarlah sobat di atas taat

Belilah emas beserta loyang
Emas terjatuh dalam perigi
Dulu dicinta dulu disayang
Bila tua ditinggal pergi..

———

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Mendo’akan Ampunan Bagi Kaum Mukminin

Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam,

وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“Dan mohonkanlah ampunan untuk dosamu dan dosa kaum mukminin dan mukminat..” (Muhammad: 19)

Allah memuji orang yang memohonkan ampunan untuk kaum mukminin,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Robb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Robb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang..” (Al-Hashr – 10)

Syaikh Abdurrahman As Sa’di rohimahullah, beliau berkata,

الاستغفار للمؤمنين والمؤمنات؛ لأنهم بسبب إيمانهم، لهم حق على كل مسلم ومسلمة، ومن جملة حقوقهم أن يدعو لهم، ويستغفر لذنوبهم

“Memohonkan ampunan untuk kaum mukminin dan mukminat karena keimanan mereka, maka (mereka) menjadi memiliki hak atas kaum muslimin lainnya. Diantara hak mereka adalah di do’akan dan dimohonkan ampunan untuk dosa-dosa mereka..”

(Tafsir As Sa’diy)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 193 – 194 – 195

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

193.

194.

195.

 

ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Bagaikan Satu Badan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

من دلائل رقة قلب المؤمن،
أن يتوجع لعثرة أخيه المؤمن
إذا عثر،
حتى كأنه هو الذي عثر بها، ولا يشمت به.

“Diantara tanda kelembutan hati mukmin adalah merasa sedih ketika saudaranya tergelincir seakan ia sendiri yang tergelincir. Dan ia tidak bergembira dengan ketergelincirannya..”

(Madarijussalikin 1/436)

Karena kaum mukminin satu sama lainnya bagaikan satu badan..
Mukmin ingin agar ia dan saudara saudaranya seiman dapat bersama masuk jannah dan selamat dari jahannam..

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Apa Jawaban Kita..?

Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda kepada Bilal rodhiyallahu ‘anhu :

أخبرني بأرجى عمل عملته في الإسلام

“Kabarkan kepadaku amalmu yang paling engkau harapkan dalam islam..” (HR Bukhari dan Muslim)

======

Hadits ini menjadi intropeksi diri, apa amal yang paling kita harapkan untuk kita bertemu dengan Allah..

Seorang mukmin hendaklah ia memiliki amal yang ia selalu membiasakan dan menjaganya..

Sekarang, andai kita yang ditanya, “amal apa yang paling kamu harapkan dalam islam..?”

Apa jawaban kita..?

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Orang Yang Paling Merugi Amalannya

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

“Katakan, maukah kami memberitahu kamu tentang orang yang paling merugi amalnya..?

Yaitu orang-orang yang tersesat usaha mereka dalam kehidupan dunia, sementara mereka mengira telah berbuat sebaik baiknya..” (Al Kahfi: 103-104)

Ibnu ‘Arobiy rohimahullah berkata:

“Para ulama dari kalangan para shahabat dan setelahnya menyatakan bahwa maksud ayat ini adalah orang orang kafir dan selain mereka yang semakna dengan mereka.

Ayat ini mencakup tiga golongan:

1. Orang-orang yang kafir kepada Allah dan hari akherat.

2. Ahli takwil yang rusak seperti kaum khowarij dan yang semakna dengan mereka (dari ahlil bid’ah).

3. Orang-orang yang merusak amalan mereka dengan riya dan merasa ujub dengannya.”

(Ahkaamul Qur’an 3/244)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah