Dimudahkan Sesuai Takdir

Apabila ada yang bertanya, untuk apalagi kita beramal jika semuanya telah tercatat (ditakdirkan)..?

Maka, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam telah menjelaskan hal ini ketika menjawab pertanyaan Sahabat Suroqoh bin Malik bin Ju’syum rodhiyallahu ‘anhu.

Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

اِعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ.

“Beramallah kalian, karena semuanya telah dimudahkan oleh Allah menurut apa yang Allah ciptakan atasnya..

Adapun orang yang termasuk golongan orang-orang yang berbahagia, maka ia dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang yang berbahagia..

Dan adapun orang yang termasuk golongan orang-orang yang celaka, maka ia dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang yang celaka..”

[ HR. Bukhari no. 4949 dan Muslim no. 2647 ]

ref: https://almanhaj.or.id/12017-proses-penciptaan-manusia-dan-ditetapkannya-amalan-hamba.html

MUTIARA SALAF : Tak Kan Ditangguhkan

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَاۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝١١

Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan..”

(QS. Al Munaafiqun: 11).

• Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah  berkata,

“Renungkanlah wahai manusia, (sebenarnya) kamu akan dapati dirimu dalam bahaya, karena kematian tidak ada batas waktu yang kita ketahui..

terkadang seorang manusia keluar dari rumahnya dan tidak kembali kepadanya (karena mati)..

terkadang manusia duduk di atas kursi kantornya dan tidak bisa bangun lagi (karena mati)…

terkadang seorang manusia tidur di atas kasurnya, akan tetapi dia malah dibawa dari kasurnya ke tempat pemandian mayatnya (karena mati)..

Hal ini merupakan sebuah perkara yang mewajibkan kita untuk menggunakan kesempatan umur sebaik-baiknya, dengan taubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla..

Dan sudah sepantasnya manusia selalu merasa dirinya bertaubat, kembali, menghadap kepada Allah, sehingga datang ajalnya dan dia dalam sebaik-baiknya keadaan yang diinginkan..”

[ Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu Utsaimin, 8 – 474 ]

Syarah Kitab Tauhid : 76 – 77 – 78

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

76.

77.

78.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 79 – 80 – 81
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Lelah Di Dunia

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

” وقد أجمع عقلاء كل أمة على أن النعيم لا يدرك بالنعيم،

Semua orang yang berakal bersepakat bahwa kenikmatan tidak dapat diraih dengan kenikmatan.

وإن من آثر الراحة فاتته الراحة،

Orang yang lebih suka bersenang-senang, akan terluput darinya kesenangan..

وإن بحسب ركوب الأهوال واحتمال المشاق تكون الفرحة واللذة،

Kebahagiaan dan kelezatan diraih sesuai dengan beratnya perjuangan..

فلا فرحة لمن لا هم له،

Tak akan mendapat kebahagiaan orang yang tak bersungguh-sungguh..

ولا لذة لمن لا صبر له،

Tidak akan merasakan kelezatan orang yang tak punya kesabaran..

ولا نعيم لمن لا شقاء له،

Tidak mendapat kesenangan orang yang tak mau bersusah payah..

ولا راحة لمن لا تعب له،

Dan tak akan beristirahat orang yang tak mau lelah..

بل إذا تعب العبد قليلاً استراح طويلاً،

Bahkan, bila hamba lelah sedikit maka ia akan beristirahat panjang..

وإذا تحمل مشقة الصبر ساعة قاده لحياة الأبد،

Apabila ia kuat menanggung beban kesabaran sebentar, akan membawanya kepada kehidupan yang abadi..

وكل ما فيه أهل النعيم المقيم فهو صبر ساعة،

Semua yang didapatkan oleh orang yang diberi kesenangan abadi adalah akibat kesabaran sesaat..

والله المستعان ولا قوة إلا بالله،

Allah lah tempat meminta bantuan, dan tiada kekuatan kecuali dengan idzinNya..

وكلما كانت النفوس أشرف والهمة أعلا كان تعب البدن أوفر وحظه من الراحة أقل،

Ketika jiwa itu mulia, dan cita citanya tinggi, maka kelelahan badan semakin banyak dan istirahatnya sedikit..

كما قال المتنبي :
وإذا كانت النفوس كباراً ** تعبت في مرادها الأجسام “

Sebagaimana sya’ir al mutanabbi:
Apabila seseorang berjiwa besar..
Badan akan lelah tuk meraihnya..

(مفتاح دار السعادة” لابن القيم 2 / 15 .)

Ditrjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

SELESAI : PENYALURAN ZAKAT FITRAH + ZAKAT MAAL + SEDEKAH BERAS

AHAD SIANG – 29 RAMADHAN 1443 / 01 MEI 2022

Alhamdulillah alladzii bini’matihi tatimmush shoolihaat, dengan ini kami SUDAHI program penyaluran sedekah beras dan zakat fitrah 1443 H. Jazaakumullahu khoron atas partisipasinya

===================================
.
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui .” (QS. Al Baqarah: 261)
.
Dalam hadits lainnya, Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda (yang artinya): “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia.” Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

Ini menunjukkan bahwa kelak dipadang Mahsyar, disaat matahari didekatkan 1 mil, maka orang yang bersedekah, dengan izin Allah, sedekahnya itu akan menjadi naungan yang akan menaunginya dari teriknya matahari.
.
================
.
Sebagaimana tahun lalu (klik : ZAKAT – RAMADHAN 1442), dengan memohon izin Allah, terbuka kembali kesempatan untuk berpartisipasi dalam program ZAKAT – RAMADHAN 1443 :

1️⃣ PENYALURAN ZAKAT FITRAH + SEDEKAH BERAS

Yang lebih utama adalah mengeluarkan zakat fitrah di tempat di mana anda merayakan hari raya Idul Fitri. Namun bilamana di tempat anda ber hari raya kebutuhan akan beras zakat fitrah bagi kaum dhuafa telah terpenuhi, dan sementara itu wilayah lain yang lebih membutuhkan dan maslahatnya lebih besar, maka tidak mengapa zakat fitrah di tempat lain tsb.

di wilayah Lombok Timur, NTB. Harga per 1 Kg beras dengan kualitas cukup bagus adalah : Rp. 9.000.- dengan catatan sbb :

● Bila anda meniatkan sebagai pembayaran ZAKAT FITRAH, maka untuk lebih berhati-hati, besarnya adalah 3 Kg per satu orang, sehingga nilai ZAKAT FITRAH = Rp. 27,000/orang (Rp. 9,000 x 3 Kg) Untuk pembahasan mengenai ukuran besarnya ZAKAT FITRAH, silahkan klik : ZAKAT FITRAH # 2

● Bila anda meniatkan sebagai sedekah sunnah, baik untuk diri sendiri ataupun atas nama kedua orangtua yang sudah wafat, maka silahkan, berapapun nilai sedekah anda akan sangat membantu mereka yang membutuhkan.

➡️ Koordinator dan pelaksana program : Assunnah Peduli
➡️ Program ini akan ditutup pada Ahad tanggal 29 Ramadhan pukul 06.00 pagi WIB insyaa Allah

Daftar s/d AHAD SIANG pkl. 13.00

BERAS – 01 Mei – 1

BANK SYARIAH INDONESIA (kode bank 451)
no. rekening : 748 000 5559
an. AL ILMU DANA SOSIAL
.
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622
.
================================
.
2️⃣ PENYALURAN ZAKAT MAAL
.
Zakat maal insyaa Allah dibagikan kepada para mustahiqiin di pulau Lombok, NTB, di 10 hari terakhir Ramadhan 1443.

➡️ Koordinator dan pelaksana program : Assunnah Peduli
➡️ Untuk penyaluran sebelum Iedul Fitri, penerimaan zakat maal akan ditutup pada Ahad tanggal 29 Ramadhan pukul 06.00 pagi WIB insyaa Allah. Dana zakat maal yang masuk setelahnya akan disalurkan setelah Iedul Fitri insyaa Allah

Dokumentasi penyaluran zakat maal beberapa hari lalu :

Daftar penitipan ZAKAT MAAL s/d AHAD SIANG pkl. 13.00

ZAKAT MAAL – 01 Mei – 1

BANK SYARIAH INDONESIA (kode bank 451)
no. rekening : 748 000 8884
an. AL ILMU ZAKAT
.
konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

================================
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan kepada jalan kebaikan.
.
Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Syarah Kitab Tauhid : 73 – 74 – 75

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

73.

74.

75.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 76 – 77 – 78
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah