Tidak Harus Dikenal

Apapun sumbangsihmu terhadap dakwah dan misi-misi kemanusian, akan selalu dicatat Allah Tuhan Yang Maha pemurah, baik namamu dicatat sejarah ataupun sosokmu raib tak dikenal di bumi.

Tak usahlah selalu mencari popularitas dengan “sepak terjangmu” di dunia, toh banyak pelaku sejarah Allah abadikan kisah mereka dalam Quran tanpa menyebut jati diri dan nama para tokoh tersebut.

Tak perlu tau siapa dan berapa jumlah pemuda Ashabul Kahfi, sebab Allah sembunyikan jati diri mereka karena hal tersebut tidak begitu urgen untuk kita ketahui, cukuplah perjuangan mereka dalam mempertahankan tauhid jadi pelajran abadi sepanjang masa.

Lebih dari mereka bahkan ratusan para rasul dan ribuan para Nabi, Allah sembunyikan kisah perjuangan mereka dalam berdakwah. Allah berfirman: “Para Rasul ada yang kami ceritakan padamu sebelumnya dan ada pula para Rasul yang tidak pernah kami kisahkan padamu..” QS: An -Nisa: 164.

Tak usah khawatir berbuat baik, sebab tak satupun dari kebaikan yang kau semai didunia hilang lenyap begitu saja, pasti kan kau tuai kelak dan diabadikan Allah dalam catatan amalmu.

———
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA,  حفظه الله تعالى 

Hikmah Allah Pada Corona

Lihatlah bagaimana hikmah Allah pada corona..

Ada yang menganggap remeh dan tidak mau mengambil sebab seraya berkata, “Saya bertawakal kepada Allah..”

Ada yang mengambil sebab tapi kurang tawakalnya kepada Allah. Lebih tawakal dengan sebab..

Ada yang bertawakal kepada Allah sambil mengambil sebab agar terhindar dan ia yakin bahwa semua itu dengan ketentuan Allah.. Inilah yang sesuai dengan sunnah Nabi Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam..

Ada seorang laki laki berkata kepada Nabi Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam : “Aku biarkan untaku dan tawakal..?”
Nabi Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam bersabda, “Ikatlah dahulu lalu bertawakal..” (HR Ibnu Hibban)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Rajin Ibadah Masuk Neraka..?

Sobat, rahasia amal ibadah agar diterima Allah bukan apa yang zahir tampak oleh manusia, namun apa yang tersembunyi dalam dadamu itulah yang menjadi sebab dimasukkan ke surga atau dibenamkan di dalam neraka.

Rajin ibadah masuk surga..?

Belum tentu sob, perhatikan perkataan Senior Tabiin ini Said bin Jubair-rahimahullah:

‎إن العبد ليعمل الحسنة يدخل بها النار وإن العبد ليعمل السيّئة يدخل بها الجنة.

“Sungguh seseorang hamba terkadang melakukan ibadah yang menjadi penyebab ia masuk neraka, sebaliknya ada pula seorang hamba yang melakukan maksiat menjadi penyebab ia masuk ke surga..”

Penjelasan perkataan beliau di atas, bahwa terkadang banyak orang beramal ibadah,seperti puasa, sedekah, haji, umroh , tahajjud, silaturrahmi, memberi nasehat, berceramah, amar ma’ruf dan nahi mungkar,dst…namun dalam hatinya muncul sifat ujub, bangga, ingin dipuji, dipuja dan disanjung manusia, hingga membuat ia merasa hebat dan merendahkan orang lain, sombong, ingin populer, tersohor, dikenal dst.. yang menjadi penyebab ia dijungkir balikkan ke dalam neraka.

Sementara boleh jadi ada orang-orang yang berbuat maksiat, dosa-dosa besar yang dimurkai Allah, membuat hatinya selalu khawatir akan azab Allah, perasaan takut yang membuat hatinya risau berkepanjangan, merintih dengan sebab dosa-dosanya, membuat Allah Tuhan Yang Maha penyayang mengampuni dosa-dosanya dan memasukkannya ke dalam surga-Nya.

Agar lebih jelas lagi, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari hadis Abu Hurairah yang maknanya:

”ada seorang ahli maksiat yang berpesan pada anaknya bila ia mati agar membakar tubuhnya hingga menjadi abu, kemudian menyebarkan abunya keseluruh penjuru manakala bertiup angin kencang. Tatkala ia mati anak-anaknya menunaikan wasiat tersebut hingga akhirnya jasadnya dibakar dan abunya disebar. Di hari kiamat Allah bertanya padanya (dan Allah lebih mengetahui darinya) sebab ia berwasiat demikian, maka ia berkata: ”karena takutku berjumpa denganmu Tuhan”, akhirnya rasa takut tersebut menjadi sebab ia diampunkan Allah dan dimasukkan ke surga..”

Dalam kisah lain diantara sekian jalurnya ada yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Jundub bin Abdillah:

”ada dua orang yang bersahabat, yang satu ahli ibadah dan taat pada Allah , sementara yamg lain ahli maksiat, karena seringnya sahabatnya berbuat maksiat dan selalu dinasehati namun tak digubris, maka iapun marah dan berkata: ”Demi Allah tidak kan mungkin dosa-dosamu diampunkan oleh Allah selama-lamanya..”

Dihari kiamat Allah mengumpulkan keduanya dan bertanya: ”Siapa dulu (di dunia) yang bersumpah bahwa aku tidak akan pernah mengampunkan si fulan..? Sungguh aku telah mengampuninya dan mengugurkan semua amalanmu (dengan kesombonganmu)..”

Kesimpulan dari kisah-kisah di atas, orang bijak bukanlah orang yang menumpuk-numpuk amalan zahir namun lalai memperbaiki niat dan amalan hati, padahal ialah menjadi sebab Allah mengampuninya atau mengazabnya. Wallahu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan MA, حفظه الله تعالى

Amal Sholeh Berpahala Besar # 17

Simak penjelasan ringkas Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini tentang : Mengucapkan Subhaanallahi Wabihamdihi 100x

Artikel Sebelumnya
Amal Sholeh Berpahala Besar # 16 : Mengucapkan Subhaanallahi Al ‘Azhiimi Wabihamdihi
Amal Sholeh Berpahala Besar – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Kesusahan Menghantarkan Kepada Kebahagiaan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ومن رحمته -سبحانه- : أن نَغّص عليهم الدنيا وكدَّرها، لئلَّا يسكنوا إليها، ولا يطمئنوا إليها، ويرغبوا في النَّعيم المُقيم في داره وجواره، فساقهم إلى ذلك بسياط الابتلاء والامتحان،
فمنَعهم ليُعطيَهُمْ،
وابتلاهُم ليُعافيَهُمْ،
وأماتهم ليُحْييَهُمْ.

“Di antara rahmat Allah subhanahu wa ta’ala adalah Allah memberikan kesusahan dan tidak memberi kebahagiaan (yang hakiki) dengan (kenikmatan) dunia kepada para hamba, agar mereka
⚉ tidak (terlalu) tenang dan tenteram dengannya..
⚉ bersemangat mendapatkan kenikmatan di tempat-Nya yang abadi..

Oleh karena itu..
⚉ Allah menggiring mereka menuju surga-Nya dengan (perantaraan) ujian dan musibah..
⚉ Allah halangi mereka mendapatkan suatu kesenangan (yang fana) dalam rangka menganugerahkan suatu kenikmatan (yang lebih baik dan kekal)..
⚉ Allah memberi ujian kepada mereka (di dunia) dalam rangka memberi keselamatan (di akhirat)..
⚉ Allah mematikan mereka (di dunia) dalam rangka mengaruniakan kehidupan (yang lebih baik dan kekal di akhirat)..”

[ Ighotsatul Lahafan – 2/917 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : Keutamaan Orang Yang Ber-infaq

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Jika kalian memperhatikan Al Qur’an, kalian akan menjumpai pujian kepada orang-orang yang ber-infaq berkali lipat dibandingkan pujian kepada orang-orang faqir yang sabar..”

[ ‘Uddatush Shobirin – 484 ]
.
.
subhaanallah.. dengan infaq tersebut, maka..
.
⚉ bisa membantu ekonomi dan kemaslahatan banyak kaum muslimin yang kurang mampu, para janda miskin, anak yatim piatu..
.
⚉ bisa membangun rumah-rumah Allah, musholla, masjid, sehingga memudahkan kaum muslimin untuk beribadah kepada Allah.. dan untuk mendapatkan ilmu agama melalui kajian-kajian di musholla dan masjid tsb..
.
⚉ bisa membantu banyak kaum muslimin yang kesulitan mendapatkan air bersih, dengan dibuatkannya sumur-sumur bor, dan jaringan pipa air yang mengalir dari mata air atau sumur..
.
⚉ bisa membangun sekolah atau kelas-kelas bagi para santri/santriwati penghafal Alqur’an..
.
⚉ bisa membantu tersebarnya dakwah secara umum..
.
Allahu a’lam..

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Bagaimana Caranya Agar Hati Bisa IKHLAS Terus ..? Adakah Do’anya..?

Simak penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Artikel terkait (KLIK Link dibawah ini) :
DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

Menebar Cahaya Sunnah