Sudah Datang Masa itu, Sebagaimana Dikabarkan Sebelumnya…

Sahabat Mu’adz bin Jabal -rodhiallohu ‘anhu-:

“Nantinya Alqur’an akan menjadi usang di dada-dada banyak kaum, seperti usangnya pakaian, sehingga mereka pun membacanya tanpa ada dorongan rasa senang dan tidak menemukan kelezatan dalam membacanya.

Mereka berbaju ‘kulit domba’ tapi berhati ‘serigala’.

Pekerjaan mereka adalah *tamak*; tidak ada rasa takut sedikitpun saat amal mereka sedikit, bahkan mengatakan kita akan sampai (ke surga).

Begitu pula jika mereka berbuat leburukan, mereka mengatakan: kita akan mendapatkan ampunan, karena kita tidak berbuat kesyirikan kepada Allah sedikitpun..”

[Diriwayatkan oleh Addarimi dalam kitab sunnannya 2/531, disahihkan oleh Sy Husein Asad dalam tahqiq sunan addarimi].

——–

Ayo.. Jangan sampai kita seperti mereka.. Semangatlah membaca Alqur’an dan rasakan kelezatan dalam membacanya.. Dan perbaikilah akhlak dan hati kita.. Jangan merasa aman dari azab Allah.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

0306162043

Cerdas Finansial Di Saat Krisis

Cerdas finansial di saat krisis.

Pendapatan berkurang atau bahkan hilang.

Pekerjaan sulit, harga barang melejit.

Lapangan pekerjaan menyempit, mana sedang wabah penyakit.

Pokoknya apa apa sedang sulit bertambah sulit karena lagi ndak punya duwit.

Lalu gimana solusinya dong..?

Kawan, ingat rejeki itu bukan hanya duwit, kemudahan juga tidak hanya urusan duwit, pekerjaan juga bukan hanya yang menghasilkan duwit.

Tahukah anda bahwa duwit itu sekedar alat untuk memudahkan urusan anda, konon duwit atau fulus itu bikin urusan mulus.

Nah, bukankah kemaren gara-gara mengejar duwit anda merasa kesulitan cari waktu untuk kumpul dengan anak istri anda..? Kini anda mudah berkumpul dengan anak istri walau tanpa duwit.

Kemaren anda berdalih mau mengumpulkan duwit agar bisa beribadah, nah kini anda bisa banyak beribadah tanpa duwit, kenapa masih juga merasa susah..?

Kemaren pusing karena sibuk mengumpulkan duwit sehingga lupa untuk membantu atau bersilaturrahim ke orang tua, kini tanpa duwit anda bisa melakukannya namun mengapa anda masih saja belum melakukannya..?

Dan masih banyak lagi,

Jadi apa yang sebenarnya anda cari..?

Kawan, cerdas mengatur finansial itu bila anda memilikinya, dan bila tidak ada, maka berarti tidak usah repot repot memikirkannya apalagi sibuk mengaturnya.

Konsentrasikan pikiran anda untuk mengatur ulang diri sendiri dan keluarga, bila anda telah berhasil, niscaya esok hari anda dipercaya Allah untuk mengatur finansial karunia-Nya.

Semoga menyadarkan.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Dahsyatnya Sedekah

Diantara keutamaan sedekah sunnah adalah penyebab selamatnya seorang muslim dari panasnya hari kiamat dan penyebab mendapatkan naungan dari Allah pada hari kiamat.

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

(( كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفصل بَيْنَ النَّاسِ ))

“Setiap manusia akan berada di bawah naungan sedekahnya sampai perkara-perkara manusia diputuskan (pada hari kiamat kelak)..“
(HR. Ibnu Hibban: 3310, Dishohihkan oleh Syaikh al-Albaniy dalam Shohih Targhib wa tarhib: 1/523)

⚉ Makna dari “dibawah naungan sedekah” adalah orang bersedekah dijaga (dilindungi) oleh Allah karena sedekahnya, bisa jadi maknanya naungan secara hakikiy, yakni sedekahnya dijadikan seperti naungan diatas kepalanya, Allah Maha mampu untuk menjadikan sesuatu yang sifatnya maknawiy menjadi suatu yang inderawiy.

⚉ Ada hadits Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam yang menjelaskan pada kita bahwa surat Al-Baqarah dan Ali Imran akan datang pada hari kiamat menjadi dua awan, atau dua kelompok burung yang membela orang yang membaca dua surat tersebut, sebagaimana dalam hadits Muslim no. 804.

⚉ Syaikh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin Rohimahullah berkata :
“Seseorang telah bercerita kepadaku ketika aku masih kecil, dulu ia seorang yang bakhil, ia tidak mengizinkan istrinya untuk bersedekah dari hartanya..

(pada suatu saat) ia tidur dan bermimpi seakan-akan berada di hari kiamat, matahari dekat dengan manusia, dan manusia banyak, mereka berada dalam kesusahan, kemudian datanglah kepadanya seperti sebuah kain yang menaunginya.. tetapi ada 3 celah (lobang) yang cahaya matahari masuk menerobos lewat tiga lobang itu, iapun melihat sesuatu yang menyerupai kurma kemudian menutupi lobang-lobang tersebut, iapun terbangun dari mimpinya, kemudian ia ceritakan mimpinya tersebut kepada istrinya, ia menuturkan: “aku melihat begini dan begitu..”

Istrinya berkata: “iya, apa yang engkau lihat itu benar adanya.. telah datang seorang yang fakir kepadaku, akupun memberinya pakaian sebagai sedekah, dan setelah itu datang lagi seorang fakir kemudian akupun memberinya 3 buah butir kurma..” Subhanallah, pakaian (yang disedekahkan) adalah kain itu, dan kurma-kurma itu datang menutupi lobang-lobang yang ada pada pakaian tersebut..”

[ Fathu Dzil Jalali wal Ikram bisyarhil Bulughil Maram: 6/219-221 ]

Semoga kita bisa berbagi dengan sesama apalagi disaat-saat seperti ini…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

TIGA Perbuatan Indah

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

Dalam Al Qur’an, Allah menyebutkan tiga perbuatan yang disifati indah.

● Shobrun Jamil : artinya Sabar yang indah.
● Hajrun Jamil : artinya meninggalkan yang indah.
● Shofhun Jamil : artinya memaafkan yang indah.

Sabar yang indah adalah sabar yang tidak disertai keluh kesah..

Hajr yang indah adalah meninggalkan gangguan orang lain kepada kita tanpa menyakiti hati..

Dan maaf yang indah adalah memaafkan orang lain tanpa disertai kesal dan caci maki..

[ Bada’iul Fawaid karya Ibnul Qoyyim ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Orang Yang Bahagia Di Dunia

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ السعيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الفِتَنَ ، إنَّ السعيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الفِتَنَ ، إنَّ السعيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الفِتَنَ ، ولَمَن ابتُلِيَ فصَبَر ؛ فَوَاهًا .

“Sesungguhnya orang yang bahagia itu adalah yang dijauhkan dari fitnah (3x).. dan orang yang sabar saat diberi ujian. Maka sungguh bahagia.” [HR Abu Dawud]

Di jauhkan dari fitnah yang dapat merusak keimanan…
Fitnah syahwat yang melalaikan…
Fitnah syubhat berupa pemikiran dan akidah yang menyesatkan…
Dan diberi kesabaran saat ditimpa ujian…
Itulah orang yang bahagia di dunia…
Baik ia kaya maupun ia miskin..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Akibat Dari Bersihnya Hati

قال سفيان بن دينار رحمه الله:
قلت لأبي بشر:
أخبرني عن أعمال من كان قبلنا
قال: كانوا يعملون يسيراً ويؤجرون كثيراً
قال: قلت: ولم ذاك؟ قال: لسلامة صدورهم

Sufyan bin dinar rohimahullah berkata kepada Abu Bisyir,

“Kabarkan kepadaku tentang amal orang sebelum kita..” Beliau berkata, “Mereka amalnya sedikit tapi pahalanya banyak..”

Aku berkata, “mengapa demikian..?” Beliau berkata, “Karena bersihnya hati mereka..”

[ Ibnu Sirin dalam Az Zuhd ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Akibat Dari Dzikir

قال ابن رجب رحمه الله:

فأما رِقَّة القلوب فتنشأ عن الذكر،
فإن ذكر الله يوجب خشوع القلب وصلاحه ورقته ويذهب بالغفلة عنه

لطائف المعارف [١٦]

Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Adapun kelembutan hati, ia muncul dari dzikir, karena mengingat Allah menimbulkan kekhusyuan hati, kesalehan dan kelembutannya, dan menghilangkan kelalaiannya..”

[ Latho’iful Ma’arif – 16 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Berbaik Sangka Kepada Allah

عن جابر بن عبدالله رضي الله عنهما سَمِعْتُ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، قَبْلَ مَوْتِهِ بثَلَاثَةِ أَيَّامٍ يقولُ: «لا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إلَّا وَهو يُحْسِنُ الظَّنَّ باللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ». ــــ

صحيح مسلم(2877 )

Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah seseorang dari kalian meninggal kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah ‘Azza wa Jalla..”

[ HR Muslim – 2877 ]

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Menebar Cahaya Sunnah